Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dukungan Teman Sebaya sebagai Faktor Penentu Kesejahteraan Subjektif Siswa dalam Konteks Sekolah Alwi, M. Ahkam; Rasyid, Nurfajriyanti; Baman, Ahmad Habiby Arafaat
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara dukungan teman sebaya dan kesejahteraan subjektif siswa dalam konteks sekolah. Berdasarkan hipotesis bahwa tingkat dukungan teman sebaya yang lebih tinggi berkorelasi positif dengan tingkat kesejahteraan subjektif yang lebih tinggi, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana ikatan emosional dan sosial antar teman memengaruhi kepuasan hidup, ketahanan emosional, dan kesehatan psikologis siswa. Melalui analisis kuantitatif terhadap siswa sekolah menengah, ditemukan korelasi positif yang signifikan antara persepsi dukungan teman sebaya dan berbagai indikator kesejahteraan subjektif. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menekankan pentingnya hubungan teman sebaya yang suportif dalam membangun stabilitas emosional dan motivasi belajar. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa validasi emosional dan bantuan praktis dari teman sebaya berperan sebagai faktor pelindung terhadap distress psikologis.  Hasil ini menekankan urgensi integrasi program dukungan teman sebaya dalam lingkungan pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan holistik siswa. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan intervensi psikososial yang menempatkan keterhubungan sosial antar siswa sebagai jalur strategis untuk meningkatkan kesehatan mental dan penyesuaian diri remaja di sekolah. Kata Kunci: dukungan teman sebaya; kesejahteraan subjektif; remaja; sekolah; kesehatan mental
Kontribusi Lokus Kendali, Regulasi Emosi, dan Harga Diri terhadap Tingkat Kesejahteraan Psikologis Ahmad, Astiti Tenriawaru; Rasyid, Nurfajriyanti
INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities Vol 5, No 2 (2025): INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities
Publisher : INSIGHT: Indonesian Journal Social Studies and Humanities

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/.v5i2.81051

Abstract

Abstract. Psychological well-being is a multidimensional construct crucial for human welfare. This study aims to analyze the influence of internal and external locus of control, emotion regulation, and self-esteem on psychological well-being. The sample consisted of 219 respondents. Linear regression analysis showed that the model explained 45.6% of the variance in psychological well-being (R² = 0.456). Self-esteem was the strongest predictor (β = 0.526, p < 0.001), followed by internal locus of control (β = 0.522, p < 0.001). External locus of control had a significant negative effect (β = -0.407, p = 0.002), while emotion regulation contributed minimally (β = 0.046, p = 0.042). The findings were validated with Spearman correlation, showing convergent validity. The findings imply that self-esteem and sense of internal control are the main determinants of psychological well-being among students. Keywords: psychological well-being, locus of control, self-esteem, emotion regulation
Hubungan Self Compassion dengan Homesickness pada Santri Baru di Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri Supriadi, Zalzabila Maharani; Jalal, Novita Maulidya; Rasyid, Nurfajriyanti
HUMAN: South Asian Journal of Social Studies Vol 5, No 2 (2025): HUMAN: South Asian Journal of Social Studies
Publisher : HUMAN: South Asian Journal of Social Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/human.v5i2.79091

Abstract

Abstrak. Perpindahan santri baru dari lingkungan rumah ke lingkungan pesantren dapat menimbulkan tantangan psikologis berupa homesickness, yaitu kondisi emosi negatif yang disebabkan oleh berpisahnya diri dengan lingkungan rumah. Penelitian menunjukkan bahwa 80% siswa melaporkan pernah merasa rindu kampung halaman setelah memulai pendidikan di tempat baru. Self compassion sebagai kemampuan memahami diri serta berbuat baik terhadap diri sendiri ketika mengalami situasi sulit dipandang dapat memengaruhi tingkat homesickness pada santri baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self compassion dengan homesickness pada santri baru di Pondok Pesantren Modern Rahmatul Asri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian sebanyak 119 santri baru kelas VII yang dipilih menggunakan random sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala homesickness (9 aitem) dan skala self compassion (10 aitem) yang telah divalidasi. Analisis data menggunakan Spearman's Rank Correlation Coefficient. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas santri mengalami homesickness kategori sedang (71%) dan self compassion kategori tinggi (48%). Uji korelasi menghasilkan koefisien korelasi rxy = -0,195 dengan signifikansi p = 0,034 (p < 0,05), menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dengan homesickness. Terdapat hubungan negatif yang bermakna antara self compassion dengan homesickness, dimana semakin tinggi self compassion maka semakin rendah homesickness yang dialami santri baru. Disarankan pengembangan program pembinaan yang mendukung peningkatan self compassion untuk mengurangi homesickness santri baru. Kata Kunci: Adaptasi, Homesickness, Pondok Pesantren, Santri Baru, Self Compassion