Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Effect of Eco-enzyme on Water Quality Parameters in Some Rivers Disembogued at Ambon Bay Tuhumury, Novianty C.; Tuahatu, Juliana; Manuputty, Gratia D.
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 4 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.4.824

Abstract

Semakin bertambahnya jumlah penduduk di Kota Ambon, semakin banyak volume sampah organik di sungai yang bermuara ke Teluk Ambon yang berdampak bagi ekosistem laut. Di sisi lain, pengolahan sampah organik dalam bentuk eco-enzyme telah banyak diterapkan dan memiliki banyak manfaat, misalnya sebagai cairan pembersih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsentrasi eco-enzyme terhadap parameter kualitas air meliputi pH, amonia, deterjen, coliform, nitrat, fosfat, BOD, COD dan DO pa beberapa sungai yang bermuara di Teluk Ambon. Penelitian dilakukan pada Mei hingga November 2022. Sampel air diperoleh dari empat sungai yang mengalir ke Teluk Ambon. Produksi eco-enzyme dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan Universitas Pattimura selama tiga bulan. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan eksperimen. Data yang diperoleh setelah perlakuan (sampel sebelum dan sesudah diberikan perlakuan eco-enzyme 10% dan 20%) kemudian akan dibandingkan dengan Baku Muru Air Sungai Kelas 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa eco-enzyme dapat menetralkan nilai pH. Konsentrasi DO, amonia, deterjen dan coliform mengalami penurunan setelah ditambahkan eco-enzyme sebesar 10% dan 20%. Sebaliknya, penambahan eco-enzyme pada air sungai dapat meningkatkan konsentrasi nitra, fosfat, BOD dan COD.
PENGENALAN JENIS PANTAI DAN DINAMIKANYA SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN PANTAI BAGI SISWA SMA NEGERI 22 KAIRATU Kalay, Degen E.; Ratuluhain, Eva Susan; Tuahatu, Juliana W.
Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Balobe: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/balobe.3.2.83-90

Abstract

Beaches have various shapes as a response from the land to various forces received, such as geological processes, openness to the open sea, frequency of anthropogenic activities both around the coastal area and on the upper land and the configuration and layout of the island. The aim of this community service is to introduce the types of beaches and their dynamics to students at Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 22 Kairatu and to instill a caring attitude towards caring for and protecting the marine and coastal environment. The mechanism for the stage activities is the delivery of material by the PkM Implementation Team from the Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Pattimura University and discussion. The results of the activity show that students understand well the material provided including the definition of beaches, functions and benefits of beaches, types of beaches and their dynamics as well as beach protection measures. This can be seen from the response of students who participated actively and enthusiastically by asking various questions during the activity. Keywords: Beach, Beach Dynamics, Beach Types, Waves, Abrasion
SAMPAH LAUT YANG TERDAMPAR DI PESISIR PANTAI HATIVE BESAR PADA MUSIM PERALIHAN 1 Tuahatu, Juliana W; Tuhumury, Novianty C
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 18 No 1 (2022): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol18issue1page47-54

Abstract

Marine debris is a pollution problem that has occurred everywhere, even in the waters of remote areas. Marine debris pollution has been detected from ocean waters to bay waters. The waters of Ambon Bay as part of the sea as a whole have also been polluted by marine debris. This is evidenced by the presence of debris stranded on the coast of Hative Besar. This research was conducted with the aim of knowing the composition of the type and density of debris stranded on the coast of Hative Besar. Sampling was carried out using the transect method. The results showed that there were eight types of waste, namely plastic, glass and ceramics, cloth, metal, paper, rubber, wood, and medical object. Plastic is the debris with the highest type composition, both on the coast of Wailaa at 90% and Batu Lobang at 89%. The density of plastic debris at the Wailaa area is 50 items/m2, while the Batu Lobang area is 44.91 items/m2. In addition, as a result of the pandemic that occurred, medical object was found, namely masks. The high level of plastic debris in Ambon Bay waters needs to be an important concern because this type of plastic waste is difficult to decompose and the residence time in the environment reaches hundreds of years. The existence of plastic debris is a threat to marine resources in Ambon Bay waters. ABSTRAK Sampah laut merupakan masalah pencemaran yang telah banyak terjadi dimana-mana, bahkan sampai pada perairan daerah terpencil. Pencemaran sampah laut telah terdeteksi dari perairan samudera hingga perairan teluk. Perairan Teluk Ambon sebagai bagian dari laut secara keseluruhan juga telah tercemar sampah laut. Hal ini terbukti dengan adanya sampah yang terdampar di pesisir pantai Hative Besar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui komposisi jenis serta kepadatan sampah yang terdampar di pesisir pantai Hative Besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode transek. Hasil penelitian menunjukan terdapat delapan jenis sampah yaitu plastik, beling dan keramik, kain, logam, kertas, karet, kayu, dan medis. Plastik merupakan sampah dengan komposisi jenis tertinggi baik pada pesisir pantai Wailaa sebesar 90% maupun Batu Lobang sebesar 89%. Kepadatan sampah plastik pada lokasi Wailaa sebesar 50 item/m2, sedangkan lokasi Batu Lobang sebesar 44,91 item/m2. Selain itu, akibat dari pandemi yang terjadi sehingga ditemukan sampah medis yaitu masker. Tingginya sampah plastik di perairan Teluk Ambon, perlu menjadi perhatian penting karena jenis sampah plastik sulit terurai dan waktu tinggal di lingkungan mencapai ratusan tahun. Keberadaan sampah plastik merupakan ancaman bagi sumberdaya laut perairan Teluk Ambon. Kata Kunci: Sampah laut, plastik, pencemaran, pantai, Hative Besar
Estimation of Mangrove Carbon Standing-stock along the Coast of Kailolo Village, Central Maluku: Implications for Climate Change Mitigation Ombi, Naflah Dafi Al-Fiyah; Rahman, Rahman; Tuahatu, Juliana Wilmiena
Nekton Vol 5 No 2 (2025): Nekton
Publisher : Politeknik Negeri Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47767/nekton.v5i2.1032

Abstract

This study aims to estimate the carbon stock and sequestration potential of the mangrove ecosystem along the Hitapory Coast, Kailolo Village, Central Maluku, as a critical step in supporting climate change mitigation efforts. Data collection was conducted at five stations using the quadrat transect method to measure vegetation density, stem diameter, and identify mangrove species. Biomass analysis was performed using allometric equations appropriate for the dominant species. The results indicate a total carbon stock of 330.74 tons C/ha, comprising 227.19 tons C/ha of above-ground carbon (AGC) and 103.55 tons C/ha of below-ground carbon (BGC). The estimated carbon sequestration, expressed in CO₂ equivalents, was 1,212.72 tons CO₂e/ha, with the dominant contribution from Sonneratia alba at 1,187.50 tons CO₂e/ha, while the lowest contribution was from Rhizophora stylosa at 10.76 tons CO₂e/ha. These findings highlight the significant role of the local mangrove ecosystem as an effective carbon sink. Therefore, the conservation and sustainable management of mangroves are essential to support both national and global carbon emission reduction strategies. Furthermore, the study presents an opportunity to develop policies centered on blue carbon trading as an innovative mechanism for climate change mitigation.
SOSIALISASI KONDISI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM MENDUKUNG KEGIATAN BUDIDAYA BAGI PEMBUDIDAYA DI DESA POKA Palinussa, Elizabeth Miklen; Tuahatu, Juliana W; Pattinasarany, Maureen M.; Waas, Harold J.D; Rahman, Rahman
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2917

Abstract

Kota Ambon yang berada di wilayah pesisir dikelilingi oleh perairan laut dan diantaranya Desa Poka. Wilayah Desa Poka berada pada Teluk Ambon Bagian Dalam. Sehingga banyak masyarakat memanfaatkan perairan teluk ini sebagai tempat usaha budidaya laut. Air merupakan media hidup untuk organisme budidaya sehingga kondisi air harus dijaga dan dikelola secara baik agar layak digunakan untuk kehidupan biota. Masalah yang sering terjadi di perairan pesisir yaitu tingginya pencemaran akan berdampak pada penurunan kualitas perairan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan informasi tentang kondisi kualitas air sehingga adanya perubahan pola pikir dan tindakan masyarakat pembudidaya sehingga hasil produksi dapat meningkat. Kegiatan berlangsung pada kamis 22 Mei 2025 dari jam 10.00-12.00 WIT. Bertempat di Balai Desa Poka, peserta yang terlibat yaitu 49. Pemberian materi dengan metode presentasi selanjutnya dilakukan proses diskusi dalam bentuk focus group discussion (FGD). Hasil dari kegiatan yaitu tim memperkenalkan sebuah teknologi pada sistem pengontrolan kualitas air adalah sebuah alat Water Quality Monitoring System (WQMS). Penggunaan alat ini diharapkan akan sangat membantu dalam pemantauan kualitas air untuk masyarakat. Ada beberapa parameter yang diamati sebagai informasi yang dibagikan kepada masyarakat antara lain yaitu suhu, salinitas, pH, Do dan Nitrit. Hasil pengukuran parameter kualitas air Teluk Ambon Bagian Dalam menunjukkan bahwa nilai kualitas air berada pada kondisi yang ideal untuk kegiatan budidaya. Hal ini menjadi sumber informasi ilmiah kepada masyarakat untuk dapat membantu dalam proses pemeliharaan sampai produksi biota budidaya. Kesimpulan dari kegiatan ini masyarakat mengalami peningkatan pemahaman serta pengetahuan tentang nilai parameter kualitas air yang diukur secara berkala untuk budidaya.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK SAMPAH LAUT DAN PENGELOLAANNYA MELALUI PENGENALAN KONSEP ECOBRICKS DI GUDANG ARANG, KELURAHAN BENTENG, KOTA AMBON W. Tuahatu, Juliana; D. Manuputty, Gratia; Ch. Tuhumury, Novianty
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): 2022 April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v2i1.84

Abstract

Gudang Arang community in Ambon City resides in a coastal area with a high population density. Traditional market activity is also existent. The public service program was conducted to increase people’s awareness of marine debris impact and introduce the eco-bricks concept as a practical way to reduce plastic waste from the environment. The program consisted of socialization, eco-bricks-making demonstration, discussion, and evaluation, including people’s knowledge and perspective on marine debris, its impact, and management. Based on the pre-socialization test, it was found that the knowledge about 3R of debris, waste banks, and mitigation concept of the people was low, i.e., 37.04%, 51.85%, 55.56%, respectively; whereas the concept of marine debris, its classification and impact were found good enough to very good (more than 70% to 96%). The perspective towards the presence of waste in the surroundings was excellent (more than 80%, however, the willingness to sort the waste before disposal was relatively low (no more than 70%). After the program, the evaluation increased the community’s knowledge compared to the pre-socialization ((96.30-100%). It implies that the socialization and concept demonstration such as eco-bricks-making and government’s support can positively influence the community in handling the waste
SOSIALISASI MITIGASI SAMPAH LAUT PADA SISWA PRAMUKA PENGGALANG DAN PENEGAK KWARTIR RANTING TELUK AMBON KOTA AMBON W. Tuahatu, Juliana; A. Noya, Yunita; D. Manuputty, Gratia
HIRONO : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): 2022 Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hein Namotemo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55984/hirono.v2i2.103

Abstract

Quarter. However, as residents of coastal areas, students still need to be equipped with basic knowledge about marine debris from the concept of mitigation to the basic methods for waste research. The Community Service Program aims to increase the knowledge of the Scouts of the Ambon Bay Quarter about marine debris mitigation and to train skills in basic waste research methods. The socialization applied lecture and discussion methods, while the training was conducted simulatively in the school environment. The training resulted on waste collection that were dominated by macro size (2.5-100 cm), and categorized into four types, namely paper (19.81%), metal (6.17%), glass (1.82%), and plastic (72.19%). Prior to the activity, the evaluation was carried out; it showed the value of initial knowledge was quite varied, including marine debris mitigation, sources, classification, and waste sorting (0-4%), the impact of marine debris and its sources (4.35%), debris counting (8.70 %), garbage collection (100%). After the activity, the knowledge was significantly increased reaching 95.65%-100% for all indicators. This combination of socialization and training had a positive impact on increasing students' knowledge and skills related to the topic. It is expected that students can implement it in various scouting activities particularly those related to the environment. In addition, as a coastal community, scouts can also be consistence in thinking and working in the coastal and marine environment, now and in the future.
KONSENTRASI LOGAM BERAT Pb DAN Cd DALAM SEDIMEN PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK AMBON Tuahatu, Juliana W.; Tubalawony, Simon; Kalay, Degen E.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i3.37461

Abstract

Salah satu potensi ekosistem pesisir yang cukup luas ada di perairan Teluk Ambon Dalam adalah ekosistem mangrove. Ancaman bagi ekosistem mangrove yang ada di perairan Teluk Ambon adalah aktivitas yang berlangsung di sekitarnya (antropogenik). Adanya beberapa sungai yang bermuara di Teluk Ambon menjadi pendukung masuknya buangan/limbah dari darat. Logam berat Pb dan Cd telah terdeteksi pada air laut di perairan Teluk Ambon, sehingga dianggap penting untuk melakukan penelitian pada sedimen ekosistem mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi logam berat (Pb dan Cd) dalam sedimen pada ekosistem mangrove Teluk Ambon. Penentuan titik pengambilan sampel sedimen pada ekosistem mangrove dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis sampel dilakukan dengan menggunakan metode Nitric Acid-Perchloric Acid Digestion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi logam berat Plumbum (Pb) berkisar antara 18,25-35,98 mg/kg dan Cadmium (Cd) 1,57-2,70 mg/kg. Hasil analisis menunjukkan bahwa, Pb walaupun didapati dalam konsentrasi yang cukup tinggi namun belum melampaui ambang batas toksik, sementara Cd telah mendekati ambang batas toksik. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa, sedimen telah terkontaminasi logam berat Pb dan Cd namun belum berpengaruh pada ekosistem mangrove, dan merupakan indikasi bahwa terjadi filtrasi alami.
Sampah Plastik Terapung di Perairan Poka-Galala, Teluk Ambon Syaranamual, Lidya Kesya; Tuahatu, Juliana Wilmiena; Tubalawony, Simon
Jurnal Laut Pulau: Hasil Penelitian Kelautan Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Laut Pulau
Publisher : Prodi Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jlpvol4iss2pp78-86

Abstract

Sampah plastik di pesisir maupun perairan merupakan masalah penting yang terus meningkat setiap tahunnya. Salah-satu penyebabnya adalah peningkatan jumlah penduduk yang signifikan. Perairan Maluku, khususnya Teluk Ambon juga merupakan perairan yang ikut tercemar karena sampah plastik. Penelitian ini dilakukan pada perairan Poka-Galala,Teluk Ambon, yang merupakan kawasan budidaya Keramba Jaring Apung (KJA), kawasan pelayaran kapal dan perahu, juga merupakan kawasan rumah makan di pesisir perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan kepadatan sampah plastik apung di perairan Poka-Galala saat pasang dan surut pada fase purnama dan fase kuartil akhir. Metode Sampling yang digunakan berdasarkan panduan monitoring sampah laut terapung oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020 yaitu metode petak kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah plastik apung pada saat saat pasang lebih tinggi dari surut. Hasil perhitungan kepadatan sampah plastik apung menunjukkan bahwa Fase purnama saat surut pada sub-blok 1 merupakan kepadatan tertinggi dan sub-blok 3 dengan kepadatan terendah. Fase kuartil akhir memiliki jumlah kepadatan tertinggi pada sub-blok 1 saat pasang dan surut.