Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Kerentanan Keamanan Pada Website PT XYZ Melalui Pengujian Penetrasi Dengan Framework OWASP Top-10 Hasan Mutawakkil A., Ahmad; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring bertumbuhnya teknologi informasi secara pesat dapat memberikan hal yang positif dalam persebaran informasi. Website merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi informasi sebagai media penyampaian informasi. XYZ sebagai partner transformasi pendidikan memiliki website yang berisi data-data sensitif seperti data pembelian paket kelas bootcamp, namun belum pernah dilakukan penetration testing untuk meningkatkan keamanan sistemnya. Penelitian ini menggunakan framework OWASP Top – 10 2021 dengan metode black box testing untuk melakukan pengujian penetrasi pada website XYZ. Pengujian dilakukan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan keamanan yang mungkin dapat dieksploitasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Hasil pengujian menemukan beberapa kerentanan signifikan seperti masalah pada user agent fuzzer, improper input validation, information disclosure, kerentanan terkait header keamanan, plugin dan tema yang perlu diperbarui, risiko brute force dan user enumeration, serta insufficient logging. Rekomendasi perbaikan yang diberikan meliputi implementasi validasi input, header keamanan yang tepat, mekanisme anti-CSRF, perbaikan konfigurasi cookie, pembaruan plugin dan tema, implementasi rate limiting dan CAPTCHA, serta peningkatan sistem logging dan monitoring. Kata kunci— Kali Linux, Kejahatan Cyber, Penetration Testing, Website
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Situs Web Lembaga XYZ OWASP Top 10 2021 Arya Andita, Rizky; Nasrullah, Muhammad; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga XYZ memiliki 2 situs web untuk menjalankan tugasnya, situs A yang menyajikan berita kegiatan lembaga dan situs B yang menyediakan informasi lembaga serta menyimpan data pribadi pengguna (email, nomor telepon, alamat, dan dokumen KTP). Mengingat sensitivitas data dan potensi serangan siber yang dapat merusak kredibilitas, kedua situs harus dilengkapi lapisan keamanan yang kuat. Dengan menggunakan pendekatan pengujian penetrasi berdasarkan OWASP Top 10 2021, penelitian ini mengevaluasi kerentanan melalui tahapan Planning, Information Gathering, Vulnerability Scanning, Attacking, Validasi, Analisa Hasil, dan Reporting. Hasil pengujian mengidentifikasi 11 kerentanan di situs A (1 high, 6 medium, 4 low) dan 11 kerentanan di situs B (2 high, 4 medium, 5 low). Berdasarkan temuan tersebut, disusun rekomendasi perbaikan untuk mengurangi potensi serangan siber serta melindungi reputasi lembaga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam peningkatan keamanan situs web lembaga melalui pengujian penetrasi guna melindungi data dan informasi penting. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi keamanan siber. Kata kunci— Keamanan situs web, Evaluasi Kerentanan, Uji Penetrasi, OWASP Top 10, Lembaga XYZ
Rancang Bangun Aplikasi SpedyCheck: Deteksi Dini Speech Delay Anak dengan Denver II dan Extreme Programming Lutfi Taufiq Ihsani, Dwi; Sulistya, Agus; Ilham Alhari, Muhammad
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Speech delay pada anak merupakan permasalahan perkembangan yang dapat memengaruhi aspek sosial, emosional, hingga capaian akademik apabila tidak teridentifikasi dan ditangani sejak dini. Di Indonesia, populasi anak usia 0–6 tahun mencapai sekitar 30,2 juta jiwa, dan berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023, sekitar 5–8% anak prasekolah mengalami keterlambatan bicara. Data dari Poli Tumbuh Kembang RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2017 juga menunjukkan bahwa kasus terbanyak terjadi pada anak laki-laki dengan usia rata-rata 33 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi mobile bernama SpedyCheck (Speech Delay Early Check) sebagai sarana skrining mandiri bagi orang tua untuk mendeteksi potensi keterlambatan bicara pada anak dengan acuan standar Denver II. Pengembangan aplikasi menggunakan metode Extreme Programming (XP) dengan pendekatan iteratif yang adaptif terhadap umpan balik pengguna. Teknologi yang digunakan dalam pengembangan aplikasi meliputi Flutter dan Firebase. Aplikasi ini memiliki fitur utama berupa skrining perkembangan bahasa, penyimpanan riwayat hasil skrining, penyediaan video edukasi, profil anak, serta dashboard admin. Hasil uji coba menggunakan metode Blackbox menunjukkan bahwa seluruh fitur dapat berfungsi dengan baik sesuai kebutuhan. Validasi yang dilakukan oleh tenaga ahli menyatakan aplikasi ini layak untuk digunakan. SpedyCheck memiliki potensi sebagai solusi smart healthcare yang inovatif dan inklusif dalam membantu deteksi dini keterlambatan bicara secara mandiri pada anak. Kata kunci — speech delay, denver II, aplikasi mobile, extreme programming, flutter, firebase