Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Multikultural Untuk Membentuk Sikap Moderasi Beragama Adri, Adri; Anhar, Anhar; Rafiq, Mohd; Darman, Isra Hayati
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 1 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v22i1.14144

Abstract

SMAN 1 Nagajuang merupakan sekolah multikultural dan multiagama. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah siswa sebanyak 134 siswa yang terdiri dari 48,5% beragama Islam dan 51,5% non-Muslim. Namun belum ada bahan ajar khusus terkait moderasi beragama di sekolah ini yang sesuai dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar PAI berbasis multikultural untuk membentuk sikap moderasi beragama siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan angket yang melibatkan siswa, guru dan kepala sekolah, data diolah secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku teks dengan judul: Buku Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama untuk SMAN 1 Nagajuang Kelas XI, yang terdiri dari sampul, pendahuluan, daftar isi, kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI dan KD), pedoman penggunaan buku, materi terpadu sikap dan prinsip moderasi beragama dalam 5 bab, referensi dan glosarium. Total skor uji validitas bahan ajar ini sebesar 80,75% dengan kualifikasi valid dan total skor uji praktikalitas sebesar 86,80% dengan kualifikasi sangat praktis. Jadi buku ajar ini dinilai valid, praktis dan layak digunakan sebagai bahan ajar kelas XI SMAN 1 Nagajuang.
Dalihan Na Tolu in Da'wah Communication: Strengthening Social Cohesion in Panyabungan, Indonesia Rafiq, Mohd.
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 7 No 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v7i2.5809

Abstract

This research explores applying Dalihan Na Tolu cultural values in da'wah communication in Panyabungan. The approach is qualitative, with data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. A total of 10 informants were selected purposively based on their knowledge of Dalihan Na Tolu culture and their involvement in da'wah. This study uses thematic analysis as the main approach for data analysis techniques. Data from in-depth interviews, participatory observations, and document analysis will be encoded to identify important themes from applying Dalihan Na Tolu in da'wah communication. Triangulation of sources and methods is carried out to verify the validity of the data by comparing information obtained from various data collection techniques. The study results show that integrating Dalihan Na Tolu values, such as holong maroban domu (affection for unity), increases the effectiveness of delivering da'wah messages, as seen from the increasing participation of pilgrims in religious activities. In addition, these values also strengthen social ties, despite differences in religious understanding. This da'wah approach based on local culture creates a more inclusive and intimate da'wah atmosphere, making it easier for the people of Panyabungan to receive religious messages. The limitation of this study is that not all religious groups accept local cultural integration in the same way, especially those with more exclusive religious views. Therefore, these findings need to be understood as one of interpretations with room for further research in various contexts.
Netizens' Communication Ethics on Instagram in Islamic Perspective Dianto, Icol; Nasution, Leli Asyuro; Rafiq, Mohd
Communicator: Journal of Communication Vol. 2 No. 1 (2025): Communication
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/comm.v2i1.98

Abstract

Communication ethics are important, but many Instagram media users ignore them in the digital age. This study analyzes the message between content creators and followers, the reasons netizens comment, and the importance of maintaining Islamic communication ethics in commenting on Instagram. Using a qualitative approach with interactive analysis (Miles and Huberman), data were collected through observation and interviews with followers. The study results show that communication between content creators and followers involves exchanging messages through content such as videos and photos. Many negative comments arise due to dissatisfaction with the expression of content, but some netizens give positive views because of the motivation in learning the recitation. This study emphasizes the importance of six Islamic communication principles (qawlan sadidan, qawlan baligha, qawlan ma'rufa, qawlan kariman, qawlan layyina, qawlan maysura) to maintain communication ethics and harmonious relationships on social media.
Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Pengembangan Identitas Politik Perempuan Lubis, Nursaidah; Sazali, Hasan; Dianto, Icol; Rafiq, Mohd; Fikri, Sholeh
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.35970

Abstract

Media sosial menjadi kekuatan besar yang mengubah dinamika kehidupan manusia. Media sosial tidak hanya menjadi alat promosi dan informasi tetapi juga membentuk identitas politik perempuan, membantu mereka mengatasi stereotip yang melemahkan. Artikel ini mengkaji dampak penggunaan media sosial Instagram oleh politisi perempuan setelah terpilih menjadi pejabat publik. Melalui penelitian kualitatif, peneliti menganalisis konten foto dan video yang diunggah oleh politisi perempuan pada akun Instagram pribadi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjadi pejabat publik para politisi perempuan tetap aktif dalam menggunakan media sosial Instagram. Selain aktifitas politik, konten pribadi seperti foto keluarga juga sering diunggah sehingga menciptakan narasi identitas yang kompleks. Politisi perempuan tidak hanya menjaga integritas politik tetapi juga menunjukkan kehidupan pribadi sebagai upaya untuk menghilangkan stereotip tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi tentang bagaimana media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi alat penting dalam pembentukan identitas politik perempuan di Indonesia.
Peran Komunikator Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Nasution, Nurhalimah; Rafiq, Mohd; Ritonga, Anas Habibi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikator dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidempuan Batunadua Kota Padangsidempuan dan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan program KOTAKU desa Aek Tuhul kecamatan Padangsidempuan Batunadua kota Padangsidempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikator dalam program KOTAKU sudah sangat baik yakni mengentaskan kemiskinan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sistem infrasktruktur dan sanitasi lingkungan dan memberdayakan sosial masyarakat sehingga mampu berkolaborasi mengentaskan pemukiman kumuh. Partisipasi masyarakat Desa Aek Tuhul dalam program KOTAKU yaitu dengan memfasilitasi masyarakat agar peningkatan ekonomi meningkat dengan adanya pinjaman bergulir yang tergabung sebagai anggota KSM dengan jumlah pendapatan yang ada sudah banyak perubahan dan masyarakat sudah bisa membeli kebutuhan pokok mereka, dan para anggota yang tergabung kedalam kelompok swadaya masyarakat ini juga sudah bisa membiayai anak-anaknya sekolah, dengan hasil ekonominya dan memfasilitasi masyarakat dalam hal memberikan pelatihan kepada masyarakat agar bisa menggali potensi yang ada dalam masyarakat lewat program KOTAKU serta melakukan sosialisasi kekelompok masyarakat BKM sehingga mereka tetap mendapatkan pengetahuan tentang program KOTAKU.
Komunikasi Verbal Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Anak Dalam Keluarga Fatimah Siregar, Siti; Zulhimma, Zulhimma; Rafiq, Mohd
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk komunikasi verbal dalam Al-qur’an. 2) Tafsir ayat-ayat tentang komunikasi verbal dalam Al-qur’an. Penelitian ini menggunakan metode. 3) Relevansi komunikasi verbal dalam Al-qur’an dengan pendidikan anak dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data dengan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi verbal dalam al-qur’an yaitu memanfaatkan tulisan, memanfaatkan suara, dan merangsang kualitas dan kuantitas perkataan. Tafsir ayat-ayat tentang komunikasi verbal dalam al-qur’an: 1) Qaulan Sadidan, tidak boleh menyedekahkan harta lebih banyak dari pada yang ditinggalkan bagian untuk anak yatim dan mengucapkan kepada orang yang hendak meninggal (perkataan yang benar). 2) Qaulan Ma’rufan, mengucapkan kepada mereka kata-kata yang baik, dan perintah untuk berbuat bajik dan bersilaturahmi kepada keluarganya. 3) Qaulan Maysuran, Perkataan yang menyenangkan dengan memberi mereka pengharapan berupa menjanjikan kepada mereka akan memberikan jika ada rezeki. 4) Qaulan Kariman, Mengucapkan kata-kata yang mengandung kelembutan, sopan santun dan kemuliaan keduanya dengan rasa hormat. 5) Qaulan Balighan, bermakna cukup, karena kecukupan mengandung arti sampainya sesuatu kepada batas yang dibutuhkan.6) Qaulan Layyinan, berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, menjadi dasar tentang perlunya sikap bijaksana dalam berdakwah. Relevansi komunikasi verbal dalam Al-qur’an dengan Pendidikan anak dalam keluarga yaitu Qaulan’ Sadiida (Perkataan Yang Benar Dan Tegas), Qaulan Baligha (Perkataan Yang Membekas Pada Jiwa), Qaulan Baligha (Perkataan Yang Membekas Pada Jiwa), Qaulan’ Ma’rufa (Menyenangkan Hati), Qaulan ‘Kariima (Perkataan Yang Mulia) Dan Qaulan ‘Maisuura (Mudah Dimengerti).
Program Muhadharah dan Kemampuan Public Speaking Mahasantri (Studi Pada Mahad Al-Jamiah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) Pane, Gina Soya; Rafiq, Mohd; Kahpi, Mhd Latip; Magdalena, Magdalena; Siregar, Nurfitriani M
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7369

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pelaksanaan muhadharah dalam peningkatan kemampuan public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah Universitas Islam Negeri Syekh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Program Muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi di depan khalayak umum. Penelitian ini menggunakan metode peneliian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang relevan, observasi non-partisipan dengan mengamati kegiatan mahad al-jamiah, kegiatan muhadaharah dean berbagai kegiatan lainnya, dan juga sumber dokumentasi berupa profil Mahad al-Jamiah, dan dokumen yang terkait dengan penelitian. Data dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah dipersiapkan dengan beberapa strategi diantaranya pemberian jadwal, ruang, motivasi dan kreatifitas ketika tampil. Dan faktor penghambat kegiatan muhadharah ini adalah kendala sarana dan prasarana, keterbatasan waktu, dan kemampuan bahasa asing yang masih rendah. Pelaksanaan kegiatan muhadharah ini perlu ditingkatkan sehingga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas mahasantri, dan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya ketika menyelasaikan perkuliahnnya di UIN Padangsidimpuan This article aims to explain the implementation of muhadharah in improving the ability of public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah State Islamic University Sheikh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The Muhadharah program implemented by Mahad al-Jamiah aims to train students' ability to communicate in front of the public. This research uses descriptive qualitative research method. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants, non-participant observation by observing mahad al-jamiah activities, muhadaharah activities and various other activities, and also documentation sources in the form of Mahad al-Jamiah profiles, and documents related to the research. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of this study explain that the muhadharah activities carried out by Mahad al-Jamiah are prepared with several strategies including providing schedules, space, motivation and creativity when performing. And the inhibiting factors of this muhadharah activity are constraints on facilities and infrastructure, time constraints, and low foreign language skills. The implementation of this muhadharah activity needs to be improved so that it is useful for increasing the capacity of mahasantri, and competing with other college graduates when completing their studies at UIN Padangsidimpuan. 
Konstruksi Politik Identitas Panggung Demokrasi Pemilihan Kepala Desa Kabupaten Mandailing Natal Iqbal, Muhammad -; Sazali, Hasan; Rafiq, Mohd
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 1, No 2 (2023): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elections for village heads are part of the implementation of a democratic system as a ground-level election that touches the community. As Indonesians, we both have the right to express opinions and we can choose anyone to be our leader. Everything is regulated in state regulations. When a candidate for village head is elected, this is done directly by the people included in the election data. It is undeniable that the election for village head candidates is often tinged with identity-political overtones. Such a policy was made so that the winning team could later win the political polemic. In fact, there were many incidents when political battles occurred in various places, one of which was in Mandailing Natal Regency. Not only identity politics, but also other identity politics such as ethnic, religious and cultural identity. This research uses a qualitative approach with descriptive methods. Then the sources and data collection techniques were carried out using interview techniques. In addition, this research was conducted with secondary data by reviewing literature from several journals and references from online media. The study concluded that part of identity politics in Mandailing Natal District is an emphasis on ethnic, cultural and religious identity. In fact, the presence of monetary/money policies was inevitable in the political upheaval that occurred in several villages in Mandailing Natal District.
Analisis Hierarki Pengaruh Dalam Manajemen Komunikasi Media Medan Bisnis Daily Di Era Digital Nasution, Ikhwan; Fikri, Sholeh; Rafiq, Mohd
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 1 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hierarki pengaruh dalam manajemen komunikasi media Medan Bisnis Daily di tengah persaingan media di era digital. Dengan mengambil fokus masalah bagaimana manajemen komunikasi media Medan Bisnis Daily untuk menghadapi persaingan bisnis di era digital. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan analisis teori hierarki Shoemaker dan Reese. Data yang dikumpulkan atau diperoleh dari observasi, wawancara, kepustakaan dan dokumentasi yang kemudian data tersebut telah diuji keabsahannya melalui teknik teriagulasi. Dari hasil penelitian menemukan bahwa media Medan Bisnis Daily lebih dominan dipengaruhi oleh level rutinitas dalam kerangka teori analisis pengaruh sebagaimana digagas oleh Shoemaker dan Reese, meskipun level individu, organisasi, ektramedia dan ideologi juga memberikan pengaruh yang positif. Manajemen komunikasi yang dilakukan Medan Bisnis Daily dalam mengelola media lebih efektif dengan mengunakan media sosial sebagai alat komunikasi termasuk rapat-rapat redaksi tanpa harus tatap muka. Kebijakan-kebijakan redaksi dilakukan secara daring melalui grup media sosial seperti grup WhatsApp. Strategi manajemen komunikasi Medan Bisnis Daily lebih kepada peningkatan level rutinitas dan individu, pelatihan dan juga pola kemitraan. Menjadikan iklan, kerjasama pemberitaan dan follower sebagai sumber pemasukan perusahaan tanpa mempengaruhi independensi media.
Hadis Tematik Tentang Etika Komunikasi Islam: Tanggung Jawab, Saling Menghormati, dan Kritik Konstruktif Rafiq, Mohd
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 2, No 1 (2024): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Communication Ethics can be understood broadly because the ethical content is very dense. However, what determines whether a communication is ethical or unethical is the fundamental values/norms that are used as the main reference. If it is in Islam, then whether the communication is ethical or not (Islamic Communication) will, of course, be measured by the standard values/norms contained in the Qur’an and the Hadith of the Prophet. A Muslim can be said to have good ethics in communicating if the manners and content of his communication follow the rules outlined by Allah and his Messenger. He always pays attention to the values of good and bad, what is appropriate and what is inappropriate, what is useful and what is useless. In other words, he does not violate what Allah and the Messenger of Allah prohibit. On the other hand, a Muslim is considered to have no ethics if he communicates with other people but does not heed the rules contained in the Qur’an and Sunnah. Specifically, the study of ethics from the perspective of the Prophet's hadith is the main study regarding responsibility, constructive criticism, and mutual respect.