Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Multikultural Untuk Membentuk Sikap Moderasi Beragama Adri, Adri; Anhar, Anhar; Rafiq, Mohd; Darman, Isra Hayati
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 22 No. 1 (2024): Wahana Didaktika: Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v22i1.14144

Abstract

SMAN 1 Nagajuang merupakan sekolah multikultural dan multiagama. Pada tahun ajaran 2022/2023, jumlah siswa sebanyak 134 siswa yang terdiri dari 48,5% beragama Islam dan 51,5% non-Muslim. Namun belum ada bahan ajar khusus terkait moderasi beragama di sekolah ini yang sesuai dengan kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar PAI berbasis multikultural untuk membentuk sikap moderasi beragama siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan angket yang melibatkan siswa, guru dan kepala sekolah, data diolah secara kualitatif dan kuantitatif.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah buku teks dengan judul: Buku Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama untuk SMAN 1 Nagajuang Kelas XI, yang terdiri dari sampul, pendahuluan, daftar isi, kompetensi inti dan kompetensi dasar (KI dan KD), pedoman penggunaan buku, materi terpadu sikap dan prinsip moderasi beragama dalam 5 bab, referensi dan glosarium. Total skor uji validitas bahan ajar ini sebesar 80,75% dengan kualifikasi valid dan total skor uji praktikalitas sebesar 86,80% dengan kualifikasi sangat praktis. Jadi buku ajar ini dinilai valid, praktis dan layak digunakan sebagai bahan ajar kelas XI SMAN 1 Nagajuang.
Dalihan Na Tolu in Da'wah Communication: Strengthening Social Cohesion in Panyabungan, Indonesia Rafiq, Mohd.
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol 7 No 2 (2024): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v7i2.5809

Abstract

This research explores applying Dalihan Na Tolu cultural values in da'wah communication in Panyabungan. The approach is qualitative, with data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. A total of 10 informants were selected purposively based on their knowledge of Dalihan Na Tolu culture and their involvement in da'wah. This study uses thematic analysis as the main approach for data analysis techniques. Data from in-depth interviews, participatory observations, and document analysis will be encoded to identify important themes from applying Dalihan Na Tolu in da'wah communication. Triangulation of sources and methods is carried out to verify the validity of the data by comparing information obtained from various data collection techniques. The study results show that integrating Dalihan Na Tolu values, such as holong maroban domu (affection for unity), increases the effectiveness of delivering da'wah messages, as seen from the increasing participation of pilgrims in religious activities. In addition, these values also strengthen social ties, despite differences in religious understanding. This da'wah approach based on local culture creates a more inclusive and intimate da'wah atmosphere, making it easier for the people of Panyabungan to receive religious messages. The limitation of this study is that not all religious groups accept local cultural integration in the same way, especially those with more exclusive religious views. Therefore, these findings need to be understood as one of interpretations with room for further research in various contexts.
Netizens' Communication Ethics on Instagram in Islamic Perspective Dianto, Icol; Nasution, Leli Asyuro; Rafiq, Mohd
Communicator: Journal of Communication Vol. 2 No. 1 (2025): Communication
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/comm.v2i1.98

Abstract

Communication ethics are important, but many Instagram media users ignore them in the digital age. This study analyzes the message between content creators and followers, the reasons netizens comment, and the importance of maintaining Islamic communication ethics in commenting on Instagram. Using a qualitative approach with interactive analysis (Miles and Huberman), data were collected through observation and interviews with followers. The study results show that communication between content creators and followers involves exchanging messages through content such as videos and photos. Many negative comments arise due to dissatisfaction with the expression of content, but some netizens give positive views because of the motivation in learning the recitation. This study emphasizes the importance of six Islamic communication principles (qawlan sadidan, qawlan baligha, qawlan ma'rufa, qawlan kariman, qawlan layyina, qawlan maysura) to maintain communication ethics and harmonious relationships on social media.
Media Sosial Instagram Sebagai Sarana Pengembangan Identitas Politik Perempuan Lubis, Nursaidah; Sazali, Hasan; Dianto, Icol; Rafiq, Mohd; Fikri, Sholeh
INTERAKSI PERADABAN: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Program Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM), UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/interaksi.v3i2.35970

Abstract

Media sosial menjadi kekuatan besar yang mengubah dinamika kehidupan manusia. Media sosial tidak hanya menjadi alat promosi dan informasi tetapi juga membentuk identitas politik perempuan, membantu mereka mengatasi stereotip yang melemahkan. Artikel ini mengkaji dampak penggunaan media sosial Instagram oleh politisi perempuan setelah terpilih menjadi pejabat publik. Melalui penelitian kualitatif, peneliti menganalisis konten foto dan video yang diunggah oleh politisi perempuan pada akun Instagram pribadi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah menjadi pejabat publik para politisi perempuan tetap aktif dalam menggunakan media sosial Instagram. Selain aktifitas politik, konten pribadi seperti foto keluarga juga sering diunggah sehingga menciptakan narasi identitas yang kompleks. Politisi perempuan tidak hanya menjaga integritas politik tetapi juga menunjukkan kehidupan pribadi sebagai upaya untuk menghilangkan stereotip tradisional. Penelitian ini memberikan kontribusi tentang bagaimana media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi alat penting dalam pembentukan identitas politik perempuan di Indonesia.
Peran Komunikator Pembangunan dalam Pemberdayaan Masyarakat Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Nasution, Nurhalimah; Rafiq, Mohd; Ritonga, Anas Habibi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komunikator dalam pemberdayaan masyarakat di Desa Aek Tuhul Kecamatan Padangsidempuan Batunadua Kota Padangsidempuan dan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan program KOTAKU desa Aek Tuhul kecamatan Padangsidempuan Batunadua kota Padangsidempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran komunikator dalam program KOTAKU sudah sangat baik yakni mengentaskan kemiskinan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sistem infrasktruktur dan sanitasi lingkungan dan memberdayakan sosial masyarakat sehingga mampu berkolaborasi mengentaskan pemukiman kumuh. Partisipasi masyarakat Desa Aek Tuhul dalam program KOTAKU yaitu dengan memfasilitasi masyarakat agar peningkatan ekonomi meningkat dengan adanya pinjaman bergulir yang tergabung sebagai anggota KSM dengan jumlah pendapatan yang ada sudah banyak perubahan dan masyarakat sudah bisa membeli kebutuhan pokok mereka, dan para anggota yang tergabung kedalam kelompok swadaya masyarakat ini juga sudah bisa membiayai anak-anaknya sekolah, dengan hasil ekonominya dan memfasilitasi masyarakat dalam hal memberikan pelatihan kepada masyarakat agar bisa menggali potensi yang ada dalam masyarakat lewat program KOTAKU serta melakukan sosialisasi kekelompok masyarakat BKM sehingga mereka tetap mendapatkan pengetahuan tentang program KOTAKU.
Komunikasi Verbal Dalam Al-Qur’an Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Anak Dalam Keluarga Fatimah Siregar, Siti; Zulhimma, Zulhimma; Rafiq, Mohd
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk komunikasi verbal dalam Al-qur’an. 2) Tafsir ayat-ayat tentang komunikasi verbal dalam Al-qur’an. Penelitian ini menggunakan metode. 3) Relevansi komunikasi verbal dalam Al-qur’an dengan pendidikan anak dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif dan metode pengumpulan data dengan telaah pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk komunikasi verbal dalam al-qur’an yaitu memanfaatkan tulisan, memanfaatkan suara, dan merangsang kualitas dan kuantitas perkataan. Tafsir ayat-ayat tentang komunikasi verbal dalam al-qur’an: 1) Qaulan Sadidan, tidak boleh menyedekahkan harta lebih banyak dari pada yang ditinggalkan bagian untuk anak yatim dan mengucapkan kepada orang yang hendak meninggal (perkataan yang benar). 2) Qaulan Ma’rufan, mengucapkan kepada mereka kata-kata yang baik, dan perintah untuk berbuat bajik dan bersilaturahmi kepada keluarganya. 3) Qaulan Maysuran, Perkataan yang menyenangkan dengan memberi mereka pengharapan berupa menjanjikan kepada mereka akan memberikan jika ada rezeki. 4) Qaulan Kariman, Mengucapkan kata-kata yang mengandung kelembutan, sopan santun dan kemuliaan keduanya dengan rasa hormat. 5) Qaulan Balighan, bermakna cukup, karena kecukupan mengandung arti sampainya sesuatu kepada batas yang dibutuhkan.6) Qaulan Layyinan, berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, menjadi dasar tentang perlunya sikap bijaksana dalam berdakwah. Relevansi komunikasi verbal dalam Al-qur’an dengan Pendidikan anak dalam keluarga yaitu Qaulan’ Sadiida (Perkataan Yang Benar Dan Tegas), Qaulan Baligha (Perkataan Yang Membekas Pada Jiwa), Qaulan Baligha (Perkataan Yang Membekas Pada Jiwa), Qaulan’ Ma’rufa (Menyenangkan Hati), Qaulan ‘Kariima (Perkataan Yang Mulia) Dan Qaulan ‘Maisuura (Mudah Dimengerti).
Program Muhadharah dan Kemampuan Public Speaking Mahasantri (Studi Pada Mahad Al-Jamiah UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan) Pane, Gina Soya; Rafiq, Mohd; Kahpi, Mhd Latip; Magdalena, Magdalena; Siregar, Nurfitriani M
Al-Jamahiria : Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam Vol. 1 No. 2 (2023): July-December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/al-jamahiria.v1i2.7369

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang pelaksanaan muhadharah dalam peningkatan kemampuan public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah Universitas Islam Negeri Syekh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Program Muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi di depan khalayak umum. Penelitian ini menggunakan metode peneliian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang relevan, observasi non-partisipan dengan mengamati kegiatan mahad al-jamiah, kegiatan muhadaharah dean berbagai kegiatan lainnya, dan juga sumber dokumentasi berupa profil Mahad al-Jamiah, dan dokumen yang terkait dengan penelitian. Data dianalisis dengan mengunakan teknik analisis data kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kegiatan muhadharah yang dilaksanakan oleh Mahad al-Jamiah dipersiapkan dengan beberapa strategi diantaranya pemberian jadwal, ruang, motivasi dan kreatifitas ketika tampil. Dan faktor penghambat kegiatan muhadharah ini adalah kendala sarana dan prasarana, keterbatasan waktu, dan kemampuan bahasa asing yang masih rendah. Pelaksanaan kegiatan muhadharah ini perlu ditingkatkan sehingga bermanfaat untuk peningkatan kapasitas mahasantri, dan bersaing dengan lulusan perguruan tinggi lainnya ketika menyelasaikan perkuliahnnya di UIN Padangsidimpuan This article aims to explain the implementation of muhadharah in improving the ability of public speaking mahasantri Mahad al-Jamiah State Islamic University Sheikh ali hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The Muhadharah program implemented by Mahad al-Jamiah aims to train students' ability to communicate in front of the public. This research uses descriptive qualitative research method. Data were collected through in-depth interviews with relevant informants, non-participant observation by observing mahad al-jamiah activities, muhadaharah activities and various other activities, and also documentation sources in the form of Mahad al-Jamiah profiles, and documents related to the research. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques. The results of this study explain that the muhadharah activities carried out by Mahad al-Jamiah are prepared with several strategies including providing schedules, space, motivation and creativity when performing. And the inhibiting factors of this muhadharah activity are constraints on facilities and infrastructure, time constraints, and low foreign language skills. The implementation of this muhadharah activity needs to be improved so that it is useful for increasing the capacity of mahasantri, and competing with other college graduates when completing their studies at UIN Padangsidimpuan. 
Empowerment of Rural Communities Through Information Technology (IT) Training for Teenagers Nurfitriani M. Siregar; Nurharisyah Hasibuan; Ali Syahbana; Kamaluddin, Kamaluddin; Mohd. Rafiq; Nurhidayah , Nurhidayah; Yanida Marbun; Khoiruddin Harahap
International Journal of Community Service Implementation Vol. 1 No. 4 (2024): IJCSI MARCH 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v1i4.195

Abstract

Community Service Activities in utilizing IT for adolescents use simple media. The head of Bulu Mario Village provides opportunities for the community to enhance their knowledge and economy. IT training was chosen because it has several advantages, including the fact that the majority of adolescents have smartphones, making it easier for the community to market their products. The aim of the community service in Bulu Mario Village is to empower the community with Information Technology (IT) skills and abilities, helping them thrive in an increasingly IT-integrated modern era. Additionally, this program aims to build sustainable growth in Bulu Mario Village. The implementation of the community service uses the Participatory Action Research (PAR) method, which involves the participation of all stakeholders. The activities in this community service include data collection, counseling, training, and evaluation. The results of this service show that the program successfully increased literacy among the village community, especially adolescents. With IT, the community can engage in e-commerce, digital financial services, and various other online platforms, all of which contribute to inclusive economic growth, thereby making the community more prosperous. The impact of this program is that adolescents are able to boost their confidence in adopting and using IT to improve the quality of life in Bulu Mario Village, particularly for themselves, in creating opportunities for economic well-being
Interaksi Simbolik Tuan Guru Dalam Menarik Minat Jamaah Majelis Taklim Mengikuti Pengajian Al-Yusufiyah Hasibuan, Jelita; Harahap, Khoiruddin; Rafiq, Mohd; Fikri, Sholeh
Hikmah Vol 18, No 1 (2024): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v18i1.10999

Abstract

Pengajian Al-Yusufiyah merupakan pengajian yang memiliki jamaah majelis taklim yang cukup banyak dibandingkan dengan pengajian lain yang ada di Tapanuli Selatan, awalnya jamaah pengajian hanya ada 100 jamaah saja sekarang sudah mencapai 7000 jamaah yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim Al-Yusufiyah. Pengajian ini dilaksanakan setiap hari Sabtu setiap Minggunya Pukul 07.00 WIB s/d 08.30 WIB. Jamaah pengajian terdapat 2 tipe ada jamaah yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim dan ada yang tidak yang hanya datang untuk mendengarkan ceramah tuan guru saja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa simbol yang digunakan oleh tuan guru menarik minat jamaah majelis taklim yaitu dengan bahasa yang lemah lembut, santun dan tidak menyinggung perasaan jamaah, simbol pakaian, simbol penampilan dan simbol gelar, tuan guru berpenampilan yang sederhana dan gelar tuan Nalomok dan tuan Naborkat. Interaksi simbolik tuan guru dalam menarik minat jamaah majelis taklim untuk mengikuti pengajian Al-Yusufiyah di Huta Holbung Kecamatan Angkola Muaratais Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu interaksi simbolik melalui identitas diri, konsep diri, interaksi sosial, dan dunia sosial. Tuan guru berhasil dalam menerapkan interaksi simbolik tersebut dan mendapatkan hasil yang maksimal dengan bukti semakin banyaknya jamaah majelis taklim yang terdaftar sebagai jamaah majelis taklim. Kata kunci : Interaksi simbolik, Tuan Guru, Al-Yusufiyah
MINAT MAHASISWA KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM DALAM MENGEMBANGKAN KARIER SEBAGAI TENAGA HUMAS Efendi, Erwin; Mohd. Rafiq; Maslina Daulay
Dakwatul Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Dakwatul Islam
Publisher : Prodi Pengembangan Masyarakat Islam STAI Diniyah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46781/dakwatulislam.v10i1.1870

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) untuk mengembangkan karier sebagai tenaga humas, meskipun kompetensi kehumasan termasuk profil lulusan prodi. Penelitian bertujuan menggambarkan minat mahasiswa terhadap profesi humas, menilai persiapan karier dan kesiapan kompetensi, menganalisis kegiatan akademik maupun non-akademik yang mendukung profesi humas, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari 20 mahasiswa KPI angkatan 2017–2018 dan tiga dosen. Analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, diperkuat triangulasi. Hasil menunjukkan minat mahasiswa tergolong sedang, dengan sebagian memiliki ketertarikan awal namun belum berorientasi jangka panjang. Kegiatan pendukung profesi humas meliputi mata kuliah Public Relations, Press Release, Jurnalistik, serta praktik PDL dan kehumasan, namun kompetensi teknis dan non-teknis masih kurang. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan fasilitas, minim praktik lapangan, dan orientasi karier mahasiswa, sementara faktor pendukung meliputi mata kuliah relevan dan dukungan dosen. Penelitian merekomendasikan penguatan kurikulum, praktik kehumasan, dan fasilitas pendukung. Kata Kunci: Minat, Mahasiswa, Tenaga Humas. Abstract This study is motivated by the low interest of students in the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at the Faculty of Da'wah and Communication Science (FDIK) in pursuing a career as public relations professionals, despite PR competence being part of the program’s graduate profile. The study aims to describe students’ interest in the PR profession, assess their career preparation and competency readiness, analyze academic and non-academic activities supporting the PR profession, and identify supporting and inhibiting factors. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews, observations, and documentation. Informants consisted of 20 KPI students from the 2017–2018 cohorts and three lecturers. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing, strengthened by triangulation. Results indicate that students’ interest is moderate, with some showing initial enthusiasm but lacking long-term career orientation. Activities supporting PR include courses on Public Relations, Press Release, Journalism, and practical PR exercises. Competency gaps remain in technical and non-technical skills. Main inhibitors are limited facilities, minimal field practice, and career focus, while supporting factors include relevant courses and lecturer support. Recommendations include enhancing the curriculum, increasing PR practice, and providing better facilities. Keywords: Interest, Students, Public Relations Officer