Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN LEAFLET BRAILLE PADA SISWA TUNANETRA DI SLB-A PEMBINA TINGKAT NASIONAL JAKARTA Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Susanti, Amelia
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 30 No. 2 (2024): APRIL-JUNI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkm.v30i2.57033

Abstract

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu cara untuk mencegah dan menangani permasalahan kesehatan gigi melalui pendidikan kesehatan gigi dan mulut. Berdasarkan data survei Kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, ditemukan 57,6% penduduk Indonesia telah melakukan perawatan gigi dan mulut. Salah satu penyebab terjadinya permasalahan gigi dan mulut di masyarakat adalah faktor perilaku atau sikap yang mengabaikan kebersihan gigi dan mulut. Siswa tunanetra merupakan penyandang disabilitas penglihatan yang menyebabkan keterbatasan dan kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk memelihara kesehatan gigi dan muut. Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut harus dilakukan dengan penyesuaian secara adequat agar anak tunanetra dapat memahami kesehatan rongga mulut dengan lebih baik. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan media braille leaflet terhadap pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut tunanetra. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi eksperimen dengan  pre- post test design yang bersifat kuantitatif. Populasi adalah siswa unanetra berusia 5-25 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah Total Sampling dengan sampel berjumlah 68 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Wilcoxon dan Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pre- post test dengan  penggunaan media leaflet Braille. Selain itu didaptkan juga bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia siswa dan pendidikan terakahir ibu dengan pengetahuan siswa, namun tidak ada hubungan yang signifikan dengan jenis kelamin siswa dan status bekerja ibu.
Pengaruh Ektrak Daun Kayu Putih (Melaleuca Leucadendra) terhadap Daya Hambat Bakteri Karies Gigi di Panti Sosial Lansia Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng Jakarta (Studi In Vitro pada Konsentrasi 5%, 10%, 15%, 30%, 70% Dan 95%) Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Afidah, Indah Olsa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i7.20369

Abstract

ABSTRACT Dental caries is one of the most common dental health problems, especially among the elderly, caused by the activity of caries bacteria which produce acids that damage tooth enamel. This study aimed to examine the inhibitory effect of eucalyptus leaf extract (Melaleuca leucadendra) on the growth of bacteria that cause dental caries. A Quasi-experimental method with a Pre-post test control group design. The sample used was Streptococcus mutans bacteria obtained from dental plaque of elderly residents at the Harapan Sentosa 1 Social Institution in Cengkareng. The antibacterial activity was tested using the disc diffusion method with various concentrations of eucalyptus leaf extract (5%, 10%, 15%, 30%, 70%, and 95%). The inhibition zones formed were measured to determine the antibacterial effectiveness of the extract. Eucalyptus leaf extract has an inhibitory effect on the growth of caries bactery, with moderate to very strong inhibition categories depending on the extract concentration. The 70% concentrations showed the largest inhibition zones compared to other concentrations. The Wilcoxon test showed a significant difference (p<0.05) between before and after in various concentrations of the extract in inhibiting bacterial growth.Conclusion :  Eucalyptus leaf extract has effective in inhibiting the growth of caries-causing bacteria in the elderly, especially at higher concentrations. This study is expected to serve as a basis for the development of natural products for the prevention of dental caries in the elderly. Keywords: Eucalyptus Leaf Extract, Dental Caries, Antibacterial Activity, Elderly ABSTRAK Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi yang umum terjadi, terutama pada lansia, akibat aktivitas bakteri karies yang menghasilkan asam dan merusak enamel gigi. Untuk menguji daya hambat ekstrak daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) terhadap pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi. Penelitin Quasi-experiment dengan desain Pre-post test control group design. Sampel yang digunakan adalah bakteri Streptococcus mutans yang diperoleh dari plak gigi lansia di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng. Uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi cakram dengan berbagai konsentrasi ekstrak daun kayu putih (5%, 10%, 15%, 30%, 70%, dan 95%). Zona hambat yang terbentuk diukur untuk menentukan efektivitas antibakteri ekstrak tersebut. Ekstrak daun kayu putih memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri karies, dengan kategori daya hambat sedang hingga kategori kuat, tergantung pada konsentrasi ekstrak yang digunakan. Konsentrasi 70% menunjukkan zona hambat terbesar dibandingkan konsentrasi lainnya. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara sebelum dan sesudah dalam berbagai konsentrasi ekstrak dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Ekstrak daun kayu putih efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi pada lansia, terutama pada konsentrasi 70%. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan produk alami untuk pencegahan karies gigi pada lansia. Kata Kunci : Ekstrak Daun Kayu Putih, Streptococcus Mutans, Karies Gigi, Daya Hambat, Lansia
PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PENINGKATAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT MASYARAKAT SUKU BADUY: HEALTH CHECK-UPS AND DENTAL HEALTH IMPROVEMENTS OF THE BADUY TRIBE COMMUNITY Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Dance Setyowati, Julia; Nurwanti, Widi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v5i2.2238

Abstract

Pendahuluan: Komunitas adat Suku Baduy di Provinsi Banten yang mempertahankan tradisi dan budaya leluhur mereka, menghadapi berbagai tantangan dalam hal akses terhadap layanan kesehatan modern, termasuk kesehatan gigi dan mulut di daerah-daerah yang kurang terjangkau oleh layanan kesehatan modern. Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan identifikasi dengan diagram Fishbone; 1) Tahap pengkajian masalah, 2) Tahap penentuan prioritas masalah yang dilakukan dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth); 3) Tahap penentuan strategi intervensi sebagai solusi masalah yang dilakukan dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 25 November 2024. Hasil:  Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan, diperoleh masalah terkait strategi pemberian pendidikan kesehatan yang berkaitan dengan kesehatan gigi yang relevan dengan kehidupan masyarakat suku baduy. Solusi yang diajukan meliputi pemeriksaan tingkat karies menggunakan indeks PUFA dan ICDAS, pemeriksaan cek gula darah dan optimalisasi edukasi mengenai kesehatan gigi melalui media promosi kesehatan. Kondisi kesehatan gigi dan mulut komunitas baduy dan pemeriksaan kesehatan umum berupa glukosa darah  pada masyarakat suku baduy menunjukan beberapa individu berisiko terhadap diabetes. Kesimpulan: Kegiatan pemeriksaan glukosa darah dan konsultasi kesehatan gigi serta pemeriksaan glukosa darah, memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi kesehatan masyarakat Suku Baduy.
PERCEPTION OF ONLINE MOTORCYCLE TAXI DRIVERS USING THE THEORY OF PLANNED BEHAVIOR APPROACH WITH THE INTENTION OF DENTAL TREATMENT Ulliana, Ulliana; Sulistiani, Silvia; Soimah, Soimah
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 3 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i3.3046

Abstract

Kesehatan pengemudi ojek online terutama terkait kesehatan gigi dipengaruhi oleh pola kerja yang akan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan, salah satunya masalah kesehatan gigi dan mulut. Pengemudi ojek online kurang melakukan pemeriksaan gigi karena beberapa alasan. Salah satunya yaitu biaya, kurangnya waktu untuk pemeriksaan dan elemen sosial ekonomi. Persepsi pengemudi ojek online tentang pengobatan sakit gigi diamati menggunakan theory of planned behavior (TPB). Tujuan penelitian untuk menganalisis sikap, norma subjectif, kontrol perilaku yang dirasakan terhadap pengobatan gigi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi niat pengemudi ojek online untuk mendapatkan pengobatan gigi. Metode penelitian yaitu observasional design cross-sectional. Sampel sebanyak 96 responden menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi linier berganda. Hasil penelitian diperoleh niat berperilaku berkorelasi signifikan dan berpola positif dengan sikap (r = 0,337), norma subjektif (r= 0,610), kontrol perilaku (r= 0,253). Analisis regresi linier pada model 6 membuktikan bahwa norma subjectif sebesar 46% mempengaruhi perilaku niat pengobatan gigi dan sisanya 54% dipengaruhi oleh variabel lain. Implikasi praktis dari hasil ini adalah pentingnya mengembangkan program pendidikan kesehatan gigi yang menargetkan tidak hanya individu, tetapi juga lingkaran sosial mereka. Kesimpulan TPB efektif digunakan untuk memprediksi niat pengobatan gigi dan acuan dasar untuk merancang intervensi yang tepat, sehingga masyarakat lebih cenderung mencari pengobatan gigi sebelum rasa sakit muncul. Intervensi promosi kesehatan gigi yang melibatkan peran orang-orang terdekat mereka dapat lebih efektif dalam membentuk niat perawatan gigi.
INFLUENCE OF AUDIO MEDIA ON DENTAL HEALTH KNOWLEDGE OF VISUALLY IMPAIRED STUDENTS AT SLB-A JAKARTA INDONESIA Sulistiani, Silvia; Ulliana; Sahana Vanka, Karra
Journal of Health and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Health and Dental Sciences
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Unjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oral health is an integral part of overall health. Children with special needs, including the visually impaired, require appropriate information media to improve their knowledge of oral and dental health. This study aims to assess the effectiveness of audio-based counselling for visually impaired children. The method was quasi-experimental study used a pre-test and post-test design on 67 visually impaired students at SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta, selected through total sampling. Dental and oral health education was delivered via audio media, and knowledge was assessed using Braille-format questionnaires. Responses were recorded by the researcher. Inclusion criteria included adequate hearing, cognitive ability, and consent, while exclusions were similar ongoing studies, hearing impairment, additional disabilities, or communication difficulties. Data were analyzed with SPSS using normality tests, followed by the Wilcoxon test due to non-normal distribution. The results show that audio media is effective in increasing knowledge of oral and dental health, with ρ=0.000 (ρ<0.05), although other research factors did not have a significant effect. Conclusion: Audio media effectively improves dental and oral health knowledge of visually impaired students, independent of demographic factors, with strong support from parents and schools. DOI : 10.54052/jhds.v5n2.p127-140
Biomolecules derived from salivary exosomes encapsulated in chitosan for bone regeneration in alveolar osteitis: A systematic review Sulistiani, Silvia; Bachtiar, Endang W.; Bachtiar, Boy M.
Narra J Vol. 5 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Narra Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52225/narra.v5i3.2877

Abstract

Alveolar osteitis (dry socket) is a common complication after tooth extraction that delays bone healing and causes significant pain. Conventional treatments are largely palliative and do not actively promote regeneration. Salivary exosomes, rich in bioactive molecules, and chitosan, a biocompatible and biodegradable polymer, might offer a promising combined approach for targeted bone regeneration. The aim of this systematic review was to systematically evaluate the regenerative potential of salivary exosomes encapsulated in chitosan for the treatment of alveolar osteitis. The systematic review was conducted following PRISMA guidelines and the PICO framework. Comprehensive searches were performed across PubMed, ScienceDirect, ProQuest, Cochrane Library, and Google Scholar for English-language articles published between 2021 and 2025. Eligible studies included in vitro, in vivo, and preclinical research assessing chitosan-encapsulated salivary exosomes for bone regeneration. Data were extracted on study design, interventions, outcome measures, and therapeutic effects. From 524 retrieved records, 10 full-text articles were assessed, and two met the eligibility criteria. Both studies demonstrated that chitosan encapsulation improved the stability and delivery efficiency of salivary exosomes. Outcomes included increased osteogenic gene expression (ALP, BMP-2, osteocalcin, RUNX2), enhanced angiogenesis, reduced inflammation, and histological evidence of accelerated bone regeneration compared with conventional treatment. In conclusion, current evidence suggests that salivary exosomes encapsulated in chitosan have strong therapeutic potential for alveolar osteitis by promoting osteogenesis, reducing inflammation, and enhancing bone healing. However, further preclinical validation and controlled human trials are required before clinical translation.
Lysol 50% And 70% Ingredients Against Bacteria In Dental Mumm Contains Unit After Dental Care Action Sulistiani, Silvia; Nurwanti, Widi; Nurrochman, Aditya; Mardiyanti, Rizki Desi
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 4 No. 1 (2022): January 2022
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v4i1.6615

Abstract

data menunjukan bahwa perubahan bakteri sebelum dan sesudah menggunakan lysol 50% dan lysol 70%  mengalami respon hambatan pertumbuhan bakteri rata-rata cukup kuat, yang artinya bahwa bakteri cukup resisten terhadap perlakuan lysol yang diberikan. Adapun nilai rata-rata dari daya hambat bakteri sesudah perlakuan lysol kadar 70% lebih besar yaitu  8 mm, sedangkan lysol kadar 50% yaitu hanya 6 mm. Maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan desinfektan lysol 50% dan lysol 70% dinyatakan cukup baik untuk digunakan sebagai desinfeksi alat kedokteran gigi seperti membersihkan wadah kumur pasien dental unit