Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : METANA

Jenis dan Teknik Pengemasan Terhadap Kualitas Bakso Aci dengan Penyimpanan Suhu Dingin Silvia, Deli; Dewi, Adinda Prila; Zulkarnain, Zulkarnain
METANA Vol 17, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v17i2.40677

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh jenis material kemasan vakum dan non-vakum terhadap kualitas kadar air, dan organoleptik bakso aci pada penyimpanan suhu dingin. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kemasan bakso aci dengan penggunaan plastik Polietilen (PE) dan plastik nilon yang dikemas melalui teknik pengemasan vakum dan non-vakum pada penyimpanan suhu dingin. Serta untuk mendapatkan jenis kemasan yang tepat dalam penggunaannya terhadap kualitas bakso aci. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air dan uji organoleptik. Metode analisa statistik yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan tidak terjadi kesalahan yang signifikan. Penelitian yang dilakukan menggunakan RAL dengan 4 perlakuan dan 2 kali pengulangan. Pengolahan data yang dilakukan dengan software SPSS (Statistical Product and Service Solutions) menggunakan metode ANOVA ( Analysis of Variance) dan uji lanjut Duncan untuk Uji kadar air dan menggunakan Kruskall Walls dan uji lanjut dengan Mann- Whitney untuk uji organoleptik terhadap kenampakan, aroma dan tekstur. Pengujian organoleptik mengikuti standar SNI untuk Bakso dengan 10 orang panelis tak terlatih. Berdasarkan penelitian yang dilakukan didapatkan hasil bahwa kadar air terendah yaitu dengan penggunaan kemasan  polietilen (PE) teknik pengemasan Vakum dengan nilai 2,35. Hasil untuk pengujian Organoleptik, yang dapat disimpulkan dari segi kenampakan, aroma dan tekstur perlakuan yang terbaik adalah dengan penggunaan jenis kemasan polietilen, dengan teknik pengemasan vakum dan jenis kemasan nilon dengan teknik pengemasan vakum yang mampu meyimpan dengan baik hingga hari ke-8. Research has been carried out on the effect of vacuum and non-vacuum packaging materials on the quality of water content and organoleptic properties of tapioca meatballs in cold storage. The purpose of this study was to determine the effect of meatball tapioca packaging with the use of polyethylene (PE) plastic and Nilon plastic packaged through vacuum and non-vacuum packaging in cold storage. As well as to get the right type of packaging in its use on the quality of tapioca meatballs. The tests carried out included water content tests and organoleptic tests. The statistical analysis method used was a completely randomized design (CRD) to get better results and there were no significant errors. The study was conducted using RAL with 4 treatments and 2 treatments. Data processing was carried out using SPSS (Statistical Product and Service Solutions) software using the ANOVA (Analysis of Variance) method and Duncan's further test for moisture content testing and using Kruskall Walls and further testing with Mann-Whitney for organoleptic tests on appearance, aroma and texture. The organoleptic followed the SNI standard for Meatballs with 10 panelists not being tested. Based on the research conducted, it was found that the lowest water content was the use of polyethylene (PE) packaging with a vacuum packaging technique with a value of 2.35. The results for organoleptic testing, which can be guaranteed in terms of appearance, smell and treatment are the best by using polyethylene packaging, with packaging techniques and Nilon packaging types with vacuum packaging techniques which are able to store well until the 8th day. 
Karakteristik Ethylene Scavanger dalam perubahan Susut Bobot, Kadar Air, Total Padatan Terlarut, dan pH pada Pisang Ambon Kesuma, Aditya Arival; Silvia, Deli
METANA Vol 19, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v19i2.58369

Abstract

Pisang Ambon memiliki umur simpan yang terbatas dan cepat rusak, sehingga tidak mungkin disimpan dalam waktu lama dan terjaga kesegarannya. Produksi gas etilen merupakan faktor yang mempercepat kematangan buah. Telah dilakukan penelitian mengenai penggunaan ethylene scavenger berupa KMNO4 + tanah liat dan Zeolit untuk menunda kematangan buah pisang Ambon Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa karakterisasi ethylene scavenger pada buah pisang Ambon Pengujian yang dilakukan berupa susut bobot, kadar air, total padatan terlarut dan pH. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan membuat formulasi ethylene scavenger menggunakan 3 variasi konsentrasi KMnO4 + tanah liat (0, 10g, 30g, dan 90g) dan 2 variasi konsentrasi KMnO4 + Zeolit (0g, 3g dan 6g). Kemudian ethylene scavenger diaplikasikan ke buah pisang dengan masa simpan selama 12 hari. Pengujian dilakukan setelah 3, 6, dan 12 hari dengan dua kali pengulangan. Nilai persentase susut bobot yang didapatkan sebesar 53%, nilai kadar air 31.5%, total padatan terlarut 24%, dan nilai pH 6. Hasil yang diperoleh dari pengujian bahwa susut bobot, kadar air, total padatan terlarut dan pH mencapai nilai terbaik pada formulasi ethylene scavenger KMnO4 + tanah liat 10g.Ambon bananas have a limited shelf life and spoil quickly, making it impossible to store for a long time and maintain freshness. Ethylene gas production is a factor that accelerates fruit maturity. Research has been conducted on the use of ethylene scavenger in the form of KMnO4 + clay and Zeolite to delay the maturity of Ambon banana fruit. The purpose of this research is to analyze the characterization of ethylene scavenger on Ambon banana fruit. The research method used was to make ethylene scavenger formulation using 3 variations of KMnO4 + clay concentration (0, 10g, 30g, and 90g) and 2 variations of KMnO4 + Zeolite concentration (0g, 3g and 6g). Then ethylene scavenger was applied to banana fruit with a shelf life of 12 days. Tests were conducted after 3, 6, and 12 days with two repetitions. The percentage value of weight loss obtained was 53%, the value of moisture content was 31.5%, the total soluble solids was 24%, and the pH value was 6. The results obtained from the test that weight loss, moisture content, total soluble solids and pH reached the best value in the ethylene scavenger formulation KMnO4 + Clay 10g.
Peningkatan Karakteristik Biokomposit Pektin Kulit Jeruk dan TiO2 Silvia, Deli; Annisa, Siti Nur
METANA Vol 19, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v19i2.57084

Abstract

Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahunnya. Hampir 83% sampah tersebut berasal dari daratan dan lautan, sisanya 17% berasal dari wilayah pesisir. Limbah ini mengakibatkan terjadinya pencemaran tanah, air, laut bahkan udara terhadap organisme dan lingkungan. Sehingga perlu adanya alternative dalam penggunaan kemasan, salah satunya dengan penggunaan biokomposit. Kemasan yang bersifat compostable dan biodegradable dengan menggunakan bahan alami. Telah dilakukan penelitian pembuatan biokomposit dari pati porang, pektin kulit jeruk, sorbitol dengan penambahan variasi TiO2 (b/v) (0%, 0,3%, 0,5% dan 0,7%). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sifat karakteristik biokomposit sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan melakukan pengujian karakteristik biokomposit berupa uji ketebalan, uji kuat tarik, uji elongasi, dan uji elastisitas. Nilai tertinggi pengujian karakteristik biokomposit diperoleh pada konsentrasi 0,7% dengan nilai ketebalan 0,182 mm; kuat tarik 8,473 MPa; elongasi 64,05% dan elastisitas 0,0185 MPa. Hasil yang diperoleh telah dibandingkan dengan nilai SNI, dan telah memenuhi SNI 7188.7:2016 sebagai kantong belanja.  Indonesia produces around 7.8 million tons of plastic waste every year. Almost 83% of this waste comes from land and sea, with the remaining 17% coming from coastal areas. This waste causes pollution of soil, water, sea and even air to organisms and the environment. So there needs to be an alternative in the use of packaging, one of which is the use of biocomposites. Packaging that is compostable and biodegradable using natural materials. Research has been conducted on the manufacture of biocomposites from porang starch, orange peel pectin, sorbitol with the addition of TiO2 variations (b/v) (0%, 0.3%, 0.5% and 0.7%). The purpose of this study was to analyze the characteristics of biocomposites according to the Indonesian National Standard (SNI). By testing the characteristics of biocomposites in the form of thickness test, tensile strength test, elongation test, and elasticity test. The highest value of biocomposite characteristics testing was obtained at a concentration of 0.7% with a thickness value of 0.182 mm; tensile strength of 8.473 MPa; elongation of 64.05% and elasticity of 0.0185 MPa. The results obtained have been compared with SNI values, and have met SNI 7188.7: 2016 as a shopping bag.