Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIFITAS PEMBERIAN HIDROGEL EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus Muhtadina R.A, Amira; Rositasari, Niken; Retno Sriwijayanti, Aprilia; Putri Novianty, Riska; Mumtazza Alkautsar, Farida; Rohmayani, Vella
THE JOURNAL OF MUHAMMADIYAH MEDICAL LABORATORY TECHNOLOGIST Vol 7 No 1 (2024): The Journal of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jmlt.v7i1.22024

Abstract

Eksim atau dermatitis atopik, merupakan masalah kulit yang dapat mengganggu penampilan,dan  membuat mereka tidak percaya diri. Hal ini karena eksim dapat menyebabkan gatal pada kulit. Gatal yang digaruk berlebihan akan menyebabkan terjadinya inflamasi, sehingga menyebabkan kulit mudah terkena infeksi. Pengobatan eksim selama ini memanfaatkan terapi non farmakologis dan farmakologis. Hasil penggunaan terapi ini membutuhkan banyak waktu, dan biaya. Oleh sebab itu dibutuhkan pengobatan alternative berupa sediaan hidrogel dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica). Daun pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman yang memiliki sifat antimikroba. Kandungan aktif daun pegagan memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi ekstrak daun pegagan dan seberapa efektif sediaan hidrogel untuk menghentikan perkembangan Staphylococcus aureus. Ekstraksi daun pegagan menggunakan proses maserasi dengan pelarut etanol. Sementara untuk mengevaluasi sifat antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Ekstrak dibuat dalam konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 30%, 50%, 75%, serta perlakuan kontrol positif dengan menggunakan antibiotik Clindamycin. Berdasarkan hasil penelitian tersebut didapatkan  rata-rata diameter zona bening sebesar 15,25 mm. Pada konsentrasi 2,5% mendapatkan zona bening sebesar 4,5 mm, pada konsentrasi 5% mendapatkan zona bening sebesar 5 mm, dan pada konsentrasi 7,5% mendapatkan zona bening sebesar 7 mm. Sedangkan pada perlakuan ke-2 dengan konsentrasi 30%, 50%, 75% mendapatkan hasil 24 mm, 27 mm, dan 27 mm dengan control positif sebesar 24 mm. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dengan konsentrasi 75% bersifat sensitive mampu menghambat laju pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dengan terbentuknya zona bening sebesar 27 mm. Keywords : Eczema, Hydrogel, Gotu Kola Leaf, Staphylococcus aureus
Pemberdayaan Serta Edukasi Kreatif Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Tanggap Covid 19 Rohmayani, Vella; Choliq, Idham; Syaifurrahman, Islam; Lihabi, Lihabi
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v2i2.9683

Abstract

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat sebagian masyarakat mulai lelah dan abai menerapkan protokol kesehatan, termasuk masyarakat pesisir Sukolilo, Surabaya. Di lokasi tersebut sudah banyak dijumpai masyarakat yang sudah beraktivitas seperti kehidupan normal layaknya sebelum pandemic Covid-19 terjadi. Banyak masyarakat yang sudah beraktivitas di luar rumah tanpa memakai masker, menjaga jarak, dan lain seterusnya. Padahal pandemic Covid-19 gelombang kedua menyebabkan kasus kesakitan maupun angka kematian yang jauh lebih tinggi dibandingkan pandemic sebelumnya. Oleh sebab itu menjadi penting untuk dilakukan edukasi kreatif guna menyadarkan masyarakat akan pentingnya menerapakan protokol kesehatan agar dapat terhindar dari penularan penyakit Covid-19. Kegiatan edukasi kreatif dilakukan melalui poster dan video beragam bahasa, yaitu bahasa Indonesia, Jawa dan Madura sehingga masyarakat lebih mudah memahami terkait gejala, penularan dan pencegahan Covid-19. Kegiatan edukasi tersebut dilakukan dengan menggunakan metode door to door, sehingga tidak ada kegiatan pengumpulan masa yang dapat meningkatkan resiko penularan Covid-19. ` Masyarakat tersebut sangat antusias dengan kegiatan edukasi yang dilakukan, mereka juga menjadi lebih disiplin dalam menerapakan protokol kesehatan guna menghindari penularan penyakit Covid-19.
EDUKASI DAN PELAYANAN KARYAWAN DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA MELALUI KONSUMSI BAKTERI ASAM LAKTAT UNTUK PENINGKATAN SISTEM IMUN DI COVID-19 Artanti, Dita; Purwaningsih, Nur Vita; Sari, Yeti Eka Sispita; Azizah, Fitrotin; Samsudin, Rinza Rahmawati; Rohmayani, Vella; Arimurti, Anindita Riesti Retno; Juniawan, Mulya Fitrah
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14354

Abstract

Pada tahun 2020 seluruh dunia sedang mengalami kondisi pandemik akibat infeksi virus. Virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan penyakit COVID-19. Kondisi ini mengakibatkan “Panic Buying”, karena semua orang mencoba untuk menghindari penyebaran dan penularan penyakit COVID-19 dengan melakukan berbagai cara, salah satunya dengan mengambil tambahan suplemen seperti vitamin C dan suplemen probiotik. Probiotik merupakan kelompok bakteri asam laktat, jika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Bakteri asam laktat memiliki fungsi sebagai imunomodulator atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mencegah infeksi penyakit pada hewan dan manusia. Kegiatan edukasi dan pelayanan dilakukan melalui poster dan penyampaian langsung dengan metode door to door. Sehingga karyawan di Universitas Muhammadiyah Surabaya lebih mudah memahami terkait konsumsi bakteri asam laktat untuk peningkatan sistem imun di COVID-19. Para karyawan sangat antusias dengan kegiatan edukasi yang dilakukan, mereka juga menjadi lebih disiplis untuk menghindari penularan dan pencegahan penyakit COVID-19.Kata Kunci: edukasi dan pelayanan karyawan, COVID-19, Bakteri Asam Laktat, dan sistem imun. 
EDUKASI INFEKSI TOKSOPLASMOSIS PADA MASYARAKAT DI DESA BALONG PANGGANG GRESIK Rohmayani, Vella; Arimurti, Anindita Riesti Retno; Lukiyono, Yauwan Tobing; Nuzula, Firdausi; Romadhon, Nurhidayatullah; Lihabi, Lihabi
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i2.14360

Abstract

Toksoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan karena terjadinya infeksi parasite Toxoplasma gondii. Penyakit ini bersifat zoonosis, karena dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Kucing menjadi hospes definitive dari T. gondii, penyakit ini dapat menginfeksi manusia ketika mengkonsumsi daging mentah, mengkonsumsi makanan dan minuman ang terkontaminasi dan dapat ditularkan dari ibu ke janin atau ke bayi yang disusuinya. Kondisi ini umumnya dialami oleh kucing liar atau kucing peliharaan yang sering diberikan daging mentah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya toksoplasmosis, sehingga dapat melakukan cara pencegahan dan antisipasi penyebaran toksoplasmosis. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah presentasi dan diskusi tentang bahaya toksoplasmosis. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terkait bahaya toksoplasma, dilakuakn pretest di awal dan dilakukan postest diakhir kegiatan. Kegiatan ini diikuti sebanyak 38 peserta, yaitu ibu-ibu rumah tangga di balong panggang Gresik. Adapun rat-rata nilai pretest adalah sebesar 51,43 poin, sedangkan rata-rata nilai postest sebesar 72,29 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyebab, bahaya, cara penularan dan cara pencegahan penyakit toksoplasmosis. Kegiatan edukasi diharapkan dapat berkelanjutan sehingga masyarakat tersebut dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan infeksi penyakit toksoplasmosis
Edukasi Dan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Berbahan Cangkang Rajungan Di Desa Paciran Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Rohmayani, Vella; Artanti, Dita; Sa'diyah, Halimatus; Romadhon, Nurhidayatullah
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paciran merupakan desa yang terletak di pesisir pantai lamongan, notabene masyarakat disana bekerja sebagai nelayan. Kebanyakan jenis hewan laut yang ditangkap adalah Portunus pelagicus (rajungan). Namun selama ini limbah cangkang rajungan belum dimanfaatkan dan dibuang begitu saja. Sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatan limbah cangkang rajungan menjadi pupuk cair organik. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan materi edukasi tentang potensi dan kandungan cangkang rajungan, serta praktek pembuatan pupuk cair organik berbahan dasar limbah cangkang rajungan. Pembuatan pupuk dilakukan dengan metode fermentasi yaitu penambahan bioaktivator EM4. Hasil kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan peserta terhadap potensi cangkang rajungan, serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam membuat pupuk cair berbahan dasar cangkang rajungan. Selain itu pemanfataan pupuk cair organik berbahan dasar limbah cangkang rajungan juga dapat meningkatkan branding kampung nelayan Paciran sebagai kampung yang ramah lingkungan.
Peran Penting Pemilik Kucing Terhadap Kesehatan Kucing Peliharaan Di Wilayah Tambaksari, Surabaya Arimurti, Anindita Riesti Retno; Rohmayani, Vella; Artanti, Dita; Daesusi, Ruspeni; Muhammad Alvian; Veronita Leni Anggraeni
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v3i2.564

Abstract

Cats are one of the animals that are often kept as pets by humans. However, it turns out that cats can act as hosts for transmitting various types of dangerous diseases, both caused by endoparasites and ectoparasites. Therefore, the role of cat owners is very important in maintaining the health of their pet cats. Remembering that a cat's life depends on the care it provides. This service activity aims to educate cat owners about the dangers, symptoms and ways to prevent endoparasite and ectoparasite infections in their pet cats. Maintaining the health of your pet cat is important, because the cat's health can affect the health of its owner. This is because some diseases in cats can be transmitted to humans. The method used in this service is a presentation and discussion with the cat owner, after which it continues with the activity of examining the cat's hair and distributing shampoo and cat food. To measure the level of understanding of pet cat owners, a pretest (before the activity) and posttest (at the end of the activity) were carried out. This activity was carried out in RW 001, RT 07, RT 08, and RT 11 Tambaksari, Surabaya, and was attended by 32 pet cat owners, namely 14 domestic cats, 8 Angoras, 6 Persians, and 3 Himalayans. The average pre-test score was 54.07 points, while the average post-test score was 73.70 points. This means that there is an increase in pet cat owners' understanding regarding the symptoms, dangers and ways to prevent endoparasite and ectoparasite infections in cats. It is hoped that this educational activity will be sustainable so that cat owners can always look after and pay attention to the health of their pet cats. Keywords : cats, ectoparasite, endoparasite, Tambaksari
Perbedaan Frekuensi Aplikasi Handsanitizer Terhadap Jumlah Total Bakteri Telapak Tangan Artanti, Dita; Eka Sispita Sari, Yeti; Vita Purwaningsih, Nur; Riesti Retno Arimurti, Anindita; Azizah, Fitrotin; Rohmayani, Vella
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22920

Abstract

Virus Corona 2019, juga dikenal sebagai COVID-19, menyebar antar manusia melalui droplet atau cairan yang dikeluarkan saat batuk dan bersin dan menempel pada hal-hal di sekitarnya. Pandemi ini telah menjadi pandemi di seluruh dunia. Oleh karena itu, untuk mencegah penyebaran virus tersebut, setiap orang sekarang menjadi kebiasaan menggunakan sabun tangan. Hand sanitizer adalah antiseptik yang mengandung etil alkohol antara 60 dan 95 persen, dengan alkohol 70% yang paling umum digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap jumlah total bakteri pada telapak tangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah total bakteri pada telapak tangan yang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya dengan sampel yang diambil sebanyak 21 swab telapak tangan dan dibagi menjadi 4 perlakuan (30 menit, 1 jam, 2 jam, dan 3 jam) dengan 1 kontrol. Hasil penelitian menunjukkan waktu aplikasi 30 menit pertumbuhan bakteri sebesar 970000 CFU, 1 jam sebesar 1410000 CFU, 2 jam sebesar 4788 CFU, 3 jam sebesar 18002 CFU. Waktu semprot yang paling efektif adalah penggunaan hand sanitizer dengan waktu penyemprotan yaitu 2 jam sekali dengan hasil 4786 CFU. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji kruskall-wellis hasil probabilitas menunjukkan nilai signifikansi ρ= 0.754. Jadi terdapat pengaruh yang signifikan dalam pengaruh frekuensi aplikasi cuci tangan menggunakan hand sanitizer terhadap total bakteri pada telapak tangan.
Karakterisasi Bakteri pada Urine Suspek Infeksi Saluran Kemih Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surabaya ainutajriani, ainutajriani; Artanti , Dita; Rohmayani, Vella; Kunsah, Baterun
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 2 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i2.24765

Abstract

Bakteri yang tumbuh di saluran kemih sering menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK), yang merupakan salah satu penyakit menular yang paling umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bakteri yang menyebabkan ISK pada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya. Pengambilan sampel urin dari 20 mahasiswa yang diduga menderita ISK digunakan dalam pendekatan deskriptif. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa bakteri gram-negatif, terutama Escherichia coli (75%), adalah penyebab utama ISK. Klebsiella (10%) dan Pseudomonas aeruginosa (5%) juga ditemukan di kasus nosokomial, sementara bakteri gram-positif, seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus sp., masing-masing ditemukan pada 5% kasus. Hasil ini menunjukkan betapa pentingnya pengetahuan tentang bakteri penyebab ISK dan faktor risiko seperti pola hidup dan kebiasaan buruk yang dapat mempengaruhi kejadian ISK.
Identifikasi Bakteri Makanan Ringan Kiloan Yang Dijual Di Pasar Tradisional Dengan Metode Angka Lempeng Total Sispita Sari, Yeti Eka; Azizah, Fitrotin; Retno Arimurti, Anindita Riesti; Artanti, Dita; Rohmayani, Vella; Ainutajriani, Ainutajriani; Saputro, Tri Ade
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise in food poisoning incidents lately has made researchers want to know if there is bacterial contamination in kilo snacks which are always the top choice for serving and serving at certain events such as celebrations, recitations, thanksgiving, weddings, and other events because the prices are cheaper and the taste is better. not inferior to packaged snacks. Many places selling kilo snacks are found in traditional markets which generally have low environmental conditions of air circulation and high humidity, so they can become breeding grounds for harmful microbes, one of which is bacteria that can pollute the environment and reduce the cleanliness of indoor air. The aim is to find out the bacterial contamination of kilo snacks sold in traditional markets. The population in this study was a total of 5 types of kilo snacks in traditional markets. The sample in this study were 30 samples of 5 types of kilo snacks were tested using the Total Plate Number method. No samples of kilo snacks were found that did not meet the Indonesian National Standard (SNI). Kilo snacks sold in traditional markets meet the requirements of the Indonesian National Standard (SNI) Number 7388 of 2009