Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Keterbacaan Struktur Pendahuluan Artikel Ilmiah Jurnal Online Fokus Pendidikan Terakreditasi Sinta-4-6 Alfalah, Adib; Wulandesember, Nanyk Sudarwati; Fauzan, Khairil
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v3i1.565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) tingkat keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus pendidikan terakreditasi Sinta 4-6; 2) sama-tidaknya tingkat keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus pendidikan Sinta-4-6 per peringkat Sinta. Kegiatan penelitian berlangsung di akhir 2023 dan awal 2024. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yakni setiap artikel ilmiah yang dipublikasi di jurnal online. Subjek penelitian ini adalah 9 artikel ilmiah yang bersumber dari 3 jurnal online fokus pendidikan; masingmasing 3 artikel Sinta-4, Sinta-5, dan Sinta-6. Setiap artikel ilmiah jurnal online dipilih menggunakan teknik sampel aksidental. Untuk mengumpulkan data keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus pendidikan terakreditasi Sinta 4-6 digunakan pedoman observasi. Teknik ini digunakan untuk mengobservasi secara online artikel ilmiah di jurnal online. Kuesioner juga digunakan guna memvalidasi hasil analisis keterbacaan artikel oleh tim ahli. Data keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus Islam terakreditasi Sinta-4-6 dianalisis menggunakan modifikasi Index Fog yang dimodifikasi selaras dengan konversi data bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Sama-tidaknya keterbacaan artikel ilmiah jurnal online menurut perbedaan peringkat Sinta 4-6 dianalisis menggunakan prosedur statistik deskriptif melalui butir modus. Hasil penelitian: 1) tingkat keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus pendidikan terakreditasi Sinta 4-6 menghasilkan nilai 6,21 s.d. 11.29; sebagian kecil artikel mudah dibaca siswa SD/MI dan sebagian besar mudah dibaca oleh para siswa dan para mahasiswa; 2) terdapat perbedaan tingkat keterbacaan artikel ilmiah jurnal online fokus pendidikan terakreditasi Sinta 4-6 Kata Kunci: keterbacaan, struktur pendahuluan, artikel ilmiah, jurnal online fokus pendidikan, akreditasi Sinta
GENEROSITY BEHAVIOR IN THE MILLENNIAL GENERATION OF PHILANTHROPS Tengku Nuranasmita; Khairil Fauzan K
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 4 No. 2 (2024): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v4i2.1908

Abstract

Several things or factors that become or influence itIncome level greatly influences a person's motivation to behave generously. The tendency of people to spend their income to fulfill their personal satisfaction. Although there are also some people who spend their wealth for the benefit of other people or humanitarian interests, namely by giving charity. Another phenomenon that can encourage someone's generosity is when the law of diminishing marginal utility applies, where the assets someone owns can no longer provide satisfaction, so they are encouraged to donate them to other people.This research aims to determine the description of generosity behavior in the philanthropic millennial generation. The design of this research is phenomenological. The number of respondents in this study was three people with three informants as sources of triangulation. The technique for collecting respondent data uses purposive sampling. Research data was collected through observation and interviews. Data analysis techniques are carried out by means of data reduction, data display, and verification. The research results show that respondents can feel generosity behavior. For the behavioral aspect of generosity, the three respondents also felt life satisfaction, because more positive affection appeared. Internal factors are also very influential, so that respondents have quite high levels of generosity behavior where the three respondents have strong personalities in enjoying life and are happy when making other people happy (social spirit), have the principle of feeling what other people feel, and have strong faith. towards God Almighty. Support from family, co-workers and social support which are external factors also greatly influence the high level of generosity behavior in the three respondents.
HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KERJA DENGAN KETERLIBATAN KARYAWAN DI PT. SPC (SINAR PERDANA CARAKA) WILMAR GROUP Fauzan, Khairil; Nuranasmita, Tengku; Faadhil, Faadhil
JURNAL PSYCHOMUTIARA Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Psychomutiara
Publisher : Psikologi Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/psikologi.v8i2.6772

Abstract

Latar belakang: Lingkungan kerja merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan keterlibatan karyawan terhadap perusahaan. Kondisi kerja yang nyaman, aman, dan mendukung mendorong karyawan untuk bekerja lebih optimal, memiliki komitmen yang lebih tinggi, serta terlibat secara emosional dan kognitif. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara lingkungan kerja dengan keterlibatan karyawan di PT SPC (Sinar Perdana Caraka) Wilmar Group. Metode: penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Populasi penelitian berjumlah 119 karyawan, dengan 40 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala lingkungan kerja oleh Permatasari (2011) dan skala keterlibatan karyawan yang dikembangkan oleh Schaufeli dan Bakker (2004). Analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil: penelitian menunjukkan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,675 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan. Lingkungan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 45,6% terhadap keterlibatan karyawan, sedangkan 54,4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesempatan pengembangan karier. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa lingkungan kerja dan keterlibatan karyawan berada pada kategori sangat baik, ditunjukkan oleh nilai mean empirik yang lebih tinggi dibandingkan mean hipotetik. Kesimpulan: bahwa lingkungan kerja berperan penting dalam meningkatkan keterlibatan karyawan.