Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Uji Kemampuan Trichokompos Dalam Menekan Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Tomat Simamora, Agnes V.; Serangmo, Diana Y. L.; Iburuni, Yohanes U. R.; Widinugraheni, Sri; Hali, Antonius Suban; Abanat, Fani R.
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9466

Abstract

Fusarium wilt is one of the deadly diseases on tomato plants that need to be controlled. Trichocompost is compost containing the antagonistic fungus Trichoderma sp., which increases soil fertility and controls plant pathogens. This study aimed to examine the effect of trichocompost doses on: (1) the growth and yield of tomato plants, (2) the incidence of fusarium wilt, and (3) the severity of fusarium wilt disease in tomato plants.This research was conducted at the Laboratory of Plant Diseases and Greenhouses of Faperta Undana from March 2021 to August 2021. This study used a Randomized Block Design consisting of seven treatments repeated three times, so there were 21 experimental units. The treatments tried were Trichocompost 25 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 50 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 75 g/polybag two weeks before F. oxysporum inoculation, Trichocompost 25 g/polybag two weeks after F. oxysporum inoculation, Trichocompost 50 g/polybag two weeks after inoculation of F. oxysporum, Trichocompost 75 g/polybag two weeks after inoculation of F. oxysporum, andInoculation of F. oxysporum at planting without trichocompost application. The results showed that: (1) Trichocompost 75 g/polybag applied two weeks before Fusarium oxysporum inoculation was able to increase plant height, the number of leaves, and the number of tomato fruits, (2) Trichocompost applied two weeks before and after inoculation of Fusarium oxysporum was able to reduce the incidence of fusarium wilt, (3) Trichocompost 75 g/polybag, applied two weeks before Fusarium oxysporum inoculation, reduced the severity of fusarium wilt and was included in the category of high control effectiveness.
Peningkatan Pengetahuan Tentang Keamanan dan Keselamatan Radiasi Pengion bagi Pasien dan Keluarga Melalui Penyuluhan menggunakan Media Edukasi Buku Saku Selly, Jannes Bastian; Supu, Amiruddin; Yudhawardana, Hartoyo; Hali, Antonius Suban; Hauwali, Nikodemus Umbu Janga; Poa, Rapi Mesa V.; Sindono, Susana Sentika Mulia; Taniu, Marlen Enggelina; Baly, Yuni Marniawan Ina; Mooy, Hari V. T.; Winata, Herry Sofyan; Oenunu, Kristoforus; Kamlasi, Feris
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 4 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (Desember 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i4.8151

Abstract

Meskipun telah mengalami perkembangan yang sangat pesat, tindakan medis dengan memanfaatkan radiasi pengion, sampai saat ini masih banyak mendapatkan penolakan dari pasien dan keluarga. Hal ini disebabkan karena pengetahuan pasien dan keluarga yang minim, sehingga berakibat pada pengambilan keputusan yang keliru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi bagi pasien dan keluarga, sehingga berdampak pada peningkatan pengetahuan yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang benar terkait tindakan medis yang menggunakan radiasi. Media edukasi yang digunakan adalah buku saku yang disusun dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Metode yang digunakan yaitu pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan. Responden dalam kegiatan ini adalah pasien dan keluarga yang datang ke poli pelayanan radiologi RSUP dr. Ben Mboi Kupang. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan pasien dan keluarga secara signifikan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dengan media buku saku efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarga tentang radiasi pengion di bidang medis.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PELAJARAN IPAS MATERI SIKLUS AIR PADA SISWA KELAS V UPTD SD INPRES OEBA 2 KOTA KUPANG Tanaku, Novita Giska; Yudhawardana, Hartoyo; Y.N.Adoe, Treesly; Hali, Antonius Suban
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa melaluipenerapan model Problem Based Learning (PBL) pada pelajaran Ilmu PengetahuanAlam dan Sosial (IPAS) dengan materi siklus air di kelas V UPTD SD Inpres Oeba 2Kota Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian TindakanKelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahapperencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswakelas V yang berjumlah 25 orang yang terdiri atas 8 orang siswa laki-laki dan 17 orangsiswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, kuesionermotivasi, dan tes evaluasi hasil belajar. Data yang diperoleh akan diolah dan dianalisislebih lanjut dengan menggunakan teknik analis lebih lanjut dengan menggunakanteknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapanmodel PBL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, yang terlihat dari peningkatanskor rata-rata motivasi dari 69.9% pada siklus I menjadi 81.9% pada siklus II. Selainitu prestasi belajar siswa juga mengalami peningkatan, ditunjukan dengan kenaikannilai rata-rata dari 64 pada siklus I menjadi 81,6 pada siklus II. Jumlah siswa yangmencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) juga meningkat dari 12siswa (48%) yang tuntas pada siklus I menjadi 25 siswa (100%) pada siklus II. Dengandemikian model Problem Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkanmotivasi dan prestasi belajar siswa pada materi siklus air. Penerapan PBL mendorongsiswa untuk lebih aktif, berpikir kritis, dan terlibat dalam proses pembelajaran secaramenyeluruh.