Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Praktik Sosial dalam Arena Derma (Charity) Model Kopi Dindiang di Kota Padang Meri Sutra; Damsar Damsar; Azwar Azwar
Jurnal Sosiologi Andalas Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.7.1.24-40.2021

Abstract

Charity activities are usually implemented in the form of giving and sharing to others for help reduce social problems. In Padang, West Sumatra there is a sharing movement known as Kopi Dindiang (KD). The purpose of this study was to describe social practices in the arena of sharing (charity) type Kopi Dindiang in the Padang city. This Study uses a qualitative approach to the type of descriptive and informants using purposive sampling techniques. In analysing this research the writer uses social practice theory from Pierre Felix Bourdieu which discuss several concepts namely habit, field and capital with the formula (habit x capital) + Field = social practice, and data collection techniques through interviews and observations. The results of this study indicate that the habit and capital owned by agents do not always determine the success of a field. The proof is that social practices in the field of type Kopi Dindiang have decreased in existence due to several constraints from donors and outlet owners. such as causes of inactivity of Kopi Dindiang outlets which also relates to the structure that has been determined, as 3 less active and 5 the causes of inactivity of Kopi Dindiang donors. While the authors found 7 of habit from donors and owners of Kopi Dindiang outlets.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Ainil Wahyudi; Bob Alfiandi; Azwar Azwar
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 4 No 2 (2021): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.035 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v4i2.2871

Abstract

ABSTRACT This study aims to explain, describe and analyze community participation in the management of APB Nagari Padang Sibusuk. The method used in this research is descriptive qualitative research method. Data collection techniques using interview studies, observation and documents. This study was analyzed using the social participation theory of Abdul Aziz Shaleh. The results of the study stated that in the management of the APB Nagari Padang Sibusuk, the community participated in planning, implementation as well as reporting and accountability. The conclusion of the study shows that community participation in the management of APB Nagari Padang Sibusuk as the best Nagari in the Developing Village Index (IDM) 2020, is only procedural participation, and not substantive participation. Keywords: APB Nagari, Community Participation, Forms of Community Participation, Management of APB Nagari.
Komunikasi Antarpribadi pada Pembebasan Lahan Proyek Padang Bypass Rama Andria; Afrizal Afrizal; Azwar Azwar
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.851 KB) | DOI: 10.25077/jrs.14.2.95-106.2018

Abstract

Proyek Peningkatan Kapasitas Jalan Padang Bypass yang dimulai tahun 2014 mendapat resistensi dari warga yang menguasai area yang akan dijadikan objek pelebaran jalan. Dalam upaya menyelesaikan masalah tersebut, Pemerintah Kota Padang membentuk Tim Penyelesaian Masalah Lahan Pembangunan Jalur II Jalan Padang ByPass. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui jenis komunikasi yang digunakan oleh Tim serta tingkat keberhasilannya. Dari hasil wawancara mendalam kepada informan pengamat dan informan pelaku diketahui bahwa Tim melakukan pendekatan tidak hanya secara formal melalui sosialisasi dan musyawarah, namun juga secara informal melalui pendekatan komunikasi antarpribadi berupa kunjungan ke rumah warga dan pendekatan penyelesaian kasus per kasus. Meskipun proses komunikasi tersebut diganggu oleh persepsi-persepsi negatif berupa kebohongan, kecurigaan, kesimpangsiuran informasi, ketidakpatuhan terhadap konsensus, serta adanya pengaruh dari kelompok kecil dan pemaksaan kehendak, namun secara umum komunikasi antarpribadi yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Padang dapat mencapai hasil yang baik. Hal ini terlihat dari percepatan menurunnya jumlah lahan yang bermasalah setelah terbentuknya Tim. Namun demikian disadari bahwa penerapan teori-teori komunikasi antarpribadi seperti teori akomodasi komunikasi dan teori pertukaran sosial juga dapat memperlambat proses negosiasi jika tidak dapat dijalankan secara efektif.
Kelemahan Implementasi Kebijakan Protokol Kesehatan Covid-19: Analisis Tindakan Komunikatif Vira Sovita; Afrizal Afrizal; Azwar Azwar
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.3 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.7116

Abstract

Pembelajaran semester ganjil tahun 2021/2022 sudah diperbolehkan untuk dilaksanakan secara tatap muka di sekolah. Agar kebijakan pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan berhasil, untuk itu perlu diperhatikan proses penyampaian informasinya, karena proses penyampaian informasi itu sangat penting dalam mencapai keberhasilan suatu kebijakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas koordinasi dalam implementasi kebijakan mitigasi Covid1-19 dalam sekolah tatap muka kembali di Sekolah Dasar di Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan tindakan komunikatif yang dilakukan oleh pemangku kepentingan pada tingkat kota dirasa sudah efektif, namun tindakan komunikatif pada tingkat kecamatan dirasa kurang efektif. Hal itu dikarenakan terlalu banyak WAG yang dibuat untuk menyampaikan informasi, sehingga para implementor sulit untuk memahami maksud dari kebijakan yang akan dilaksanakan.
SISTEM KEPARTAIAN GIOVANNI SARTORI Fendi Agus Syaputra; Bob Alfia; Azwar Azwar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.433-436

Abstract

Giovanni Sartori menawarkan gagasan tentang klasifikasi sistem partai. Sistem partai sebagai sistem interaksi yang bersumber pada persaingan antarpartai. Pendekatan yang diberikan oleh Sartori dalam melihat klasifikasi sistem kepartaian  adalah pertama, dengan melihat jumlah partai politik yang relevan. Dan yang kedua adalah jarak ideologis diantara mereka.
Adaptasi Sosial Gerakan Pemurnian Islam Dalam Jamaah Baru Komunitas Salafi di Kota Padang Muhammad Irsyad Suardi; Bob Alfiandi; Azwar Azwar
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 6, No 2 (2022): Agustus, 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v6i2.2022.552-562

Abstract

Gerakan pemurnian islam akhir-akhir ini hangat menjadi santapan publik. Munculnya dakwah salafi dari Arab Saudi menjadi cikal awal tumbuh berkembangnya gerakan pemurnian islam dalam komunitas salafi di kota padang. Penelitian ini melihat adanya gerakan pemurnian islam yang diupayakan oleh dakwah salafi dengan membawa islam kepada islam itu sendiri sebagaimana islamnya nabi dan para sahabat nabi. Sehingga berbagai unsur baru dalam islam dapat dibersihkan sedemikian rupa seperti syirik, bid`ah, khurafat dan takhayul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya dan perkembangan sosio-historis gerakan pemurnian islam dalam komunitas salafi di kota padang. Penelitian ini menggunakan analisis teori rasionalisasi max weber. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan 11 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam. Hasil penelitian ini adalah bentuk upaya gerakan pemurnian islam; upaya mendakwahkan dakwah tauhid, upaya dengan ilmu, upaya tabligh akbar, upaya melalui media pendidikan, sosial, dan online, upaya pengkaderan dai sunnah, upaya masuk ke instansi pemerintah. Sedangkan perkembangan sosio-historis dakwah salafi di kota padang; perjuangan tuanku imam bonjol: dari sejarah hingga dakwah, rumah buya dokter gigi amri mansur, yayasan ibnu taimiyyah padang, kepulangan dari madinah, mahad zubair bin awwam, yayasan dar el iman, dan terakhir dari masjid al-hakim nanggalo untuk kota padang. Kata kunci: Gerakan Pemurnian Islam, Salafi, Bid`ah, Khurarat, Syirik.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA GURU DENGAN SISWA DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI SMK N 1 MUARA BUNGO Yesi Isnaini Rachmah; Sarmiati Sarmiati; Azwar Azwar
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 4 (2022): Vol 4 No. 4 Edisi 2 Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.497 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v4i4.1197

Abstract

Juvenile delinquency and deviant behavior is a social phenomenon that often occurs in society. From a theoretical point of view, juvenile delinquency is the cause of failure in self-control. They may fail to distinguish between acceptable and unacceptable behavior by the surrounding community. This research uses. qualitative research method with a case study approach. The result of this study is that the communication carried out by the BK teacher in tackling the delinquency of students at SMK N 1 Muara Bungo is very effective between teachers and their students. This interpersonal communication is very helpful as an intermediary in finding problems and finding solutions to a problem that is being faced by the students. Coupled with the classical approach taken by BK teachers in approaching these students in making it easier for them to reduce problems in education. The existence of a social penetration theory can actually be more intimate between students who have problems with the BK teacher. So the final result of this research is that between teachers and students they grow closer to each other along with the ongoing process of intense interpersonal communication.
ADAPTASI SOSIAL DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL ERA KETERBUKAAN INFORMASI Helsi Ramadani; Indraddin Indraddin; Azwar Azwar
REFORMASI Vol 12, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v12i1.3128

Abstract

Transmigration is one of the government programs in the context of solving population problems which was reopened in 2016 in Sijunjung Regency, namely Kenagarian Padang Tarok. Consisting of ethnic Javanese and ethnic Minangkabau. Given the two different ethnic backgrounds, it is necessary to make an adaptation. The purpose of this study was to determine social adaptation in a multicultural society in the era of information disclosure. This study uses the theory of Arnold Toynbee Challenge and Response. Qualitative method. Data collection with observation and in-depth interview techniques. Informants were taken using purposive sampling technique. Based on the results of the study, it was concluded that the challenges of the Padang Tarok transmigrant community were in the form of language differences, a feeling of being ignored which gave rise to negative sentiments, the emergence of camps and groups between blocks, job choices. and the response to these challenges is to apply Indonesian as a means of communication, to apply an attitude of mutual openness and sharing, to participate in community activities, and to gain gold as a new form of work. The people of Padang Tarok live in a high sense of respect and have an attitude of helping each other.AbstrakTransmigrasi merupakan salah satu  program pemerintah dalam rangka pemecahan masalah kependudukan yang dibuka kembali pada tahun 2016 di Kabupaten Sijunjung yaitu Kenagarian Padang Tarok. Terdiri dari Etnis Jawa dan Etnis Minangkabau. Mengingat kedua latar belakang etnis berbeda maka perlu dilakukan sebuah adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adaptasi sosial dalam masyarakat multikultural era keterbukaan informasi. Penelitian ini menggunakan teori Arnold Toynbee Challenge and Respons. Metode kualitatif. Pengumpulan data dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Pengambilan informan menggunakan teknik Purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa tantangan masyarakat transmigran Padang Tarok berupa Perbedaan bahasa, timbul rasa tidak dipedulikan yang memunculkan sentimen negatif, munculnya kubu-kubu dan kelompok antar blok, pilihan pekerjaan. serta respon dari tantangan tersebut adalah menerapkan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, menerapkan sikap saling terbuka dan saling berbagi, berpatisipasi dalam kegiatan masyarakat, dan mendulang emas sebgai bentuk pekerjaan baru. Masyarakat Padang Tarok hidup dalam menerapkan rasa harga-menghargai yang tinggi dan memiliki sikap saling tolong-menolong antar sesama. 
Ntino Ngasuh Cucung: Dari Kultural, Pola Asuh Tradisional Hingga Penyebab Stunting Toni Heriawan; Azwar Azwar; Elfitra Elfitra
Indonesian Journal of Religion and Society Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Indonesian Center for Religion and Society Studies (InTReSt)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36256/ijrs.v3i2.239

Abstract

This study aims to provide a new perspective in preventing stunting phenomena that occur in the community. This article is the result of a qualitative research conducted in Koto Tengah-Semurup, Kerinci Regency, Jambi Province. The data collection technique in this article uses in-depth interviews with a number of families whose children are stunted. The data in this article were analyzed using qualitative analysis starting from data reduction, data display to interpretation and drawing conclusions. The results of this study indicate that stunting is not only caused by the upbringing of a small family, but also the upbringing of an extended family, namely Ntino (grandmother). This parenting pattern arises because it is caused by the socio-cultural structure prevailing in society. With this socio-cultural structure, every child is raised with very traditional upbringing patterns, especially in diet. The conclusion of this article is that the occurrence of stunting is not only due to faulty parenting from the nuclear family, but also due to the social structure that gives birth to traditional parenting practices.
Social Practice Participants in the Independent Graduation in the Family Hope Program (PKH) David Prima Darwin; Azwar; Indraddin
International Journal of Science and Society Vol 2 No 2 (2020): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.23 KB) | DOI: 10.54783/ijsoc.v2i2.103

Abstract

This study aims to describe the social practice of independent graduation participants in the Family Hope Program (PKH) in Nagari Batu Balang, Harau District, Lima Puluh Kota District. This study uses a descriptive-based qualitative approach with the informants selected using a purposive sampling technique. In collecting data used in-depth interview techniques, involved observation, and documentation studies. The results of this study indicate that habitus plays a role in encouraging PKH participants in independent graduation from persistence in working, having a sense of shame, discipline, frugal, and honest. The forms of capital owned by PKH participants in independent graduation are social capital, economic capital, cultural capital, and symbolic capital. The form of the PKH arena that plays PKH participants in independent graduation is to hold monthly meetings to add insight, monthly meetings as a first step to starting a household business, conducting health checks at the Polindes and Puskesmas, paying attention to the presence of children at school, saving to open a household business, dare to open a household business, and use the land around the neighbourhood to grow vegetables and medicinal plants.