Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Kecenderungan Perilaku Narsisme Mahasiswa Terhadap Media Sosial Aprilia, Elza Sri; Pradana, Hengki Hendra; Dyaksa, Rizky Sota
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 1 (2023): Volume 1, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i1.754

Abstract

Selama beberapa tahun terakhir, penggunaan internet telah menjadi rutinitas yang semakin populer di banyak negara di dunia termasuk di Indonesia. Penelitian Conney menunjukkan hasil survey agensi marketing We Are Sicial dan Platform Manajemen Media social Hootsuite mengungkap bahwa lebih dari separuh penduduk di Indonesia telah “melek”, artinya aktif menggunakan media social pada Januari 2021. Namun di sisi lain kehadiran media sosial juga telah membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik. Media sosial menjadi salah satu penunjang dari perilaku narsisme. Kebutuhan akan aktualisasi diri saat ini menjadi salah satu aspek penting. Terlebih bagi seorang mahasiswa. Mahasiswa perlu aktualisasi diri yang didukung dengan adanya media sosial untuk berekspresi dan menyalurkan hobi atau bakat yang selama ini dimiliki. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kecenderungan perilaku narsisme mahasiswa terhadap media sosial.
Resiliensi Guru Pada Masa Pandemi Covid-19 Erinasari, Ruwita; Pradana, Hengki Hendra; Fatria, Nur Arqom Eka
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 1 (2023): Volume 1, Nomor 1, Januari 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i1.755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resiiensi dari guru honorer pada saat pandemic covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatig dengan jenis penelitian studi kasus. Pemilihan subjek penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu berjumlah dua subjek. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara. Hasil penelitian menunjukkan secara regulasi emosi dari kedua subjek masing-masing dapat mengontrol emosinya dengan baik. Pada pengendalian impuls, masing-masing subjek juga memberi pernyataan jika mereka dapat mengendalikan impuls dengan baik dan dapat menghargai orang lain dengan sebagaimana mestinya. Pada optimisme mereka menyatakan jika masing-masing subjek masih setengah-setengah untuk percaya terhadap dirinya sendiri. Pada Causal Analysis setiap subjek menyatakan bahwa dapat memecahkan masalahnya masing-masing. Selanjutnya pada empati, disini kedua subjek memiliki hubungan baik dengan orang disekitarnya. Sedang pada Self-Efficacy kedua subjek dapat menyelesaikan masalahnya secara baik. Terakhir pada Reaching Out kedua subjek merasa dalam masa pandemic ini pembelajaran dalam jaringan sangat membantu para guru untuk tetap melakukan tugasnnya dengan baik.
Hubungan Dukungan Sosial Keluarga terhadap Burnout Mahasiswa dengan Peran Ganda Mu’awanah, Rizka Muslihatul; Andari, Yesi Dwi; Hariyono, Mohammad; Aristaputri, Dinda; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i2.1025

Abstract

Burnout merupakan fenomena yang umum dan sering terjadi terutama pada mahasiswa yang memiliki peran ganda, seperti halnya mahasiswa yang bekerja dan mahasiswa yang sudah berkeluarga atau menikah. Mahasiswa dengan peran ganda membutuhkan dukungan sosial dari keluarga agar dapat menjalankan yang dijalankan berjalan dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial keluarga terhadap burnout pada mahasiswa dengan peran ganda. Penelitian ini menggunakan sebanyak 43 partisipan yang mengalami peran ganda dengan rentang usia 20 sampai 30 tahun, dengan jumlah partisipan laki-laki 9 mahasiswa dan 34 partisipan lainnya adalah perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif non eksperimental. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan jenis accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa skala burnout yang mengacu pada komponen burnout Maslach dan Jackson (2003) dan skala dukungan social yang mengacu pada jenis dukungan social yang dikemukakan oleh E.P. Sarafino dan Smith (2011). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan correlation product moment dengan hasil koefisien korelasi r=0,681 dan signifikansi p=0,000 sehingga terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan burnout. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05) yang berarti hipotesis diterima.
Fenomena Childfree Dalam Tinjauan Maslahah Mursalah (Studi Fenomenologi Terhadap Generasi 5.0) Nisa', Arinda Roisatun; Putri Lestari, Eka Wati; Pradana, Hengki Hendra; Dyaksa, Rizky Sota
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i2.1026

Abstract

Childfree merupakan kondisi tidak mempunyai keturunan atau keinginan untuk tidak memiliki anak dalam hubungan pernikahan. Fenomena ini sedang marak diperbincangkan khalayak ramai dengan lontaran pendapat pro-kontranya masing-masing, dimana di Inodnesia sendiri istilah childfree cenderung tabu karena dipandang dari aspek adat budaya, agama, psikologis dan lain sebagainya. Untuk itu tujuan penelitian ini dirancang guna mengetahui pandangan generasi milenial 5.0 terhadap fenomena childfree serta mengkolabrasikan pandangan islam mengenai childfreee berdasarkan teori maslahah mursalah. Riset yang dilakukan menggunakan mix method dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena yang sedang terjadi. Populasi penelitian ini adalah seluruh generasi milenial di wilayah Blitar dengan sampel penelitian terdiri dari 50 responden. Sampel ditentukan dengan teknik purposive sampling, data kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pandangan dan pendapat terkait childfree data menunjukkan sejumlah 61,3% responden menyatakan tidak setuju terhadap fenomena tersebut namun 38,7% responden setuju dengan fenomena tersebut. Namun demikian, sejumlah 93,5% responden tidak ingin menerapkan childfree sedangkan 6,5% responden akan atau telah menerapkan childfree. Perspektif responden dalam menanggapi childfree cukup beragam mulai faktor agama, finansial hingga keinginan pribadi. Penjabarannya dalam perspektif islam sejatinya tidak ada pembahasan secara spesifik mengenai childfree, namun dalam al-Qur’an dan Hadist menganjurkan memiliki keturunan. Secara rinci jika ditinjau melalui konsep dalam maslahah mursalah keputusan atau pemilihin pernikahan tanpa anak childfree hukumnya makruh, tetapi jika jika pilihan tidak memiliki anak dikarenakan ada penyakit atau hal yang membahayakan maka alasan diatas dapat dikatakan memenuhi kategori al-kulliyat al-khams yang menjadi sebab diperbolehkannya keputusan tidak memiliki keturunan.
Dampak Toxic Parents terhadap Kesehatan Mental Remaja Akhir Aprilia, Elza Sri; Alfreda, Aulia Zanetti; Jannah, Azizatul; Solikhah, Maratus; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i2.1037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan toxic parents terhadap kesehatan mental remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan remaja akhir yang mengalami toxic parents yang berusia 19-20 tahun sejumlah 3 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa dampak yang dialami anak yang mengalami toxic parents, diantaranya: 1) Memiliki perasaan takut 2) Merasa kesepian 3) Sering bersikap tidak konsisten. 4) menentang aturan sosial, melawan figur dominan, dan dorongan agresif keluar. 5) Pertahanan diri yang kuat sehingga menutup diri. 6) Kesulitan dalam mengekspresikan emosi. 7) Tidak memiliki tujuan pribadi yang jelas. 8) Merasa tidak mampu untuk membangun kedekatan dengan orang lain. 9) Kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sosial. 10) Sulit menunjukkan empati dan kasih sayang. 11) Terlalu patuh atau menjadi sangat memberontak kepada orang lain. 12) Memiliki ketergantungan kepada orang lain. 13) Menyalahkan orang tua ketika terjadi masalah dalam hidup. 14) Mengalami kecemasan.
Kesejahteraan Psikologis Pada Remaja dengan Orang Tua Merantau Ningtyas, Dhea Octa; Ananda, Laila Putri; Handayan, Luthfi i Sri; Erinasari, Ruwita; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 1 No 2 (2023): Volume 1 Nomor 2, Juli 2023
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v1i2.1039

Abstract

This study aims to determine the psychological well-being of adolescents whose parents live abroad. This study uses a qualitative method with a case study approach, involving 6 participants, consisting of 3 subjects and 3 significant others with the criteria that the subject is still a teenager or has passed the teenage stage and one or all of the subject's parents work outside the area/migrate. Data collection techniques used interview techniques using 10 questions for the subject and 9 questions for significant others, and these questions were taken based on factors that affect psychological well-being. The results show that adolescents who are abandoned by one or all of the subject's parents working outside the area/migrating have low psychological well-being. In this study, the psychological well-being of adolescents whose parents live abroad is at a low level, meaning that further treatment is needed so that the psychological well-being of adolescents becomes high. If adolescents whose parents migrate have high psychological well-being in this case, it can help adolescents pass developmental tasks, face challenges, live their lives happily, calmly and be able to overcome all the problems they face.
Gambaran Smartphone Addiction Pada Siswa SMKN 1 Kota Blitar Albi, Umniyyah; Cahyani, Putri Dewi; Meiliani, Aliza; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi remaja yang kecanduan gadget (samrtphone addiction). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan field note. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan remaja yang mengalami kecanduan gadget (smartphpne addiction) yang berusia 16-18 tahun sejumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others yang bersekolah di SMKN 1 Kota Blitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecanduan gadget yang dialami oleh remaja, diantaranya faktor fisik (terganggunya penghlihatan dan adanya rasa sakit dibagian tubuh) sosial (kurangnya interaksi dengan orang lain) dan psikologis (emosi yang tidak stabil dan terganggunya aktivitas).
Studi Fenomenologi Dalam Menghadapi Quarter Life Crisis Pada Siswa Menjelang Kelulusan Nurofiqhoh, Asmi; Rohmah, Dewi Nailir; Laiali, Dewi Nur; Roziqi, Imam; Maulidiah, Risma Nasiatul; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara menghadapi quarter life crisis pada siswa menjelang kelulusan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif fenomenologi, menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek merupakan siswa SMA kelas XII yang mengalami Quarter Life Crisis yang berusia 17-18 tahun yang berjumlah 6 orang, diantaranya tiga subyek utama dan tiga signficant others dengan usia yang berbeda dengan subjek utama. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa strategi dalam menghadapi Quarter Life Crisis pada siswa menjelang kelulusan, strategi yang dijelaskan terdapat dibeberapa aspek Quarter Life Crisis diantaranya masalah mencari pekerjaan diselesaikan dengan memilih peran yang cocok dengan dirinya serta menjaga relasi dan saling bertukar pikiran dengan teman, aspek kurangnya dukungan sekitar diatasi dengan selalu menyampaikan ketika ada suatu ketidaknyamanan dengan lingkungan, aspek perasaan kecewa diatasi dengan berusaha memperbaiki meskipun harus melewati kesedihan terlebih dahulu, aspek perasaan tertekan diatasi dengan tetap berusaha mewujudkan harapan orang tua dan selalu berpikir positif dan aspek masalah eksplorasi diri diatasi dengan berusaha untuk mengambil kesempatan baru dan membangun relasi.
Fenomena Flexing Pada Media Sosial: Persepsi Generasi Z Arik, Mohammad Hariyono; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 2 No 1 (2024): Volume 2, Nomor 1, Januari 2024
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v2i1.1341

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendalami pemahaman tentang bagaimana generasi zoomer melihat dan menghadapi fenomena flexing. Metode pengumpulan data melibatkan catatan lapangan, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dalam pendekatannya dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian menggunakan empat mahasiswi STIE Kesuma Negara Blitar angkatan 2021, (V) 20 tahun, (A) 20 tahun, (R) 21 tahun, (M) 20 tahun. Subjek diambil dari kelas akuntansi yang berjumlah sepuluh orang. hasil penelitian menunjukkan, 1) insecure tidak selalu mengakibatkan flexing, 2) kemudian individu yang cenderung mengekspresikan diri secara berlebihan seringkali terlibat dalam manipulasi diri. 3) Seseorang yang merasa puas dengan menjelajahi tempat-tempat yang belum menjadi tren cenderung menunjukkan perilaku berlebihan. 4) Alasan di balik perilaku menunjukkan diri bervariasi,5) dan rangsangan yang diterima seseorang dapat menjadi pemicu dari tindakan ini. 6) Kecenderungan untuk menunjukkan diri tidak selalu bersifat memaksa situasi, 7) dan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dapat mencegah perilaku menunjukkan diri karena kesulitan dalam berinteraksi sosial.
Dampak Anxiety Berlebih (Studi Kasus : Tekanan Pembelajaran Pada Mahasiswa) Romadon, Moch. Rafli; Inzaghi, Ariel Gymnastiar; Pradana, Hengki Hendra
Psycho Aksara : Jurnal Psikologi Vol 3 No 2 (2025): Volume 3, Nomor 2, Juli 2025
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA BLITAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/pyschoaksara.v3i2.1687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami studi kasus anxiety(kecemasan) yang berlebihan pada mahasiswa yang dipicu oleh tekanan akademik. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menggai pengalaman mahasiswa yang menjalani perannya sebagai mahasiswa . Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, mengungkap faktor faktor yang berkontribusi pada anxiety dan strategi koping yang mereka gunakan. Hasil menunjukan bahwa axiety pada mahasiswa dipengaruhi oleh faktor kognitif, lingkungan, proses belajar, usia dan jenis kelamin, serta mekanisme koping. Tekanan akademik yang berlebihan, distorsi kognitif, pengalaman traumatis, kurangnya dukungan sosial, serta kesulitan beradaptasi di lingkungan kampus menjadi faktor pemicu utama terjadinya kecemasan berlebih. Mahasiswa yang diteliti enerapkan strategi koping yang beragam, mulai dari diskusi dengan teman hingga mencari hiburan melalui membaca dan menonton. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang anxiety pada mahasiswa pekerja dan menekankan perlunya perhatian terhadap kesejahteraan mental mereka.