Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT MENGGUNAKAN TERAPI VIRGIN COCONUT OIL DI RUANG SADEWA RSUD KABUPATEN JOMBANG Muyassaroh, Fiki Ula; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Roni, Faishol
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.38523

Abstract

Kondisi pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa biasanya akan merasakan pruritus, perubahan warna kulit, uremic frost, dan kulit kering. Jika tidak ditangani dengan segera maka akan menimbulkan iritasi sampai luka yag menjadi infeksi akibat kegiatan menggaruk pada kulit yang gatal. Tujuan penelitian ini adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang menjalani hemodialisa dengan terapi virgin coconut oil. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek peneliti berjumlah dua pasien gagal ginjal kronik stadium  yang menjalani hemodialisa dan dilakukan intervensi selama 14 hari berturut-turut setiap pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa gangguan integritas kulit teratasi sebagian setelah dilakukan intervensi. Pada kedua pasien terjadi penurunan tingkat Pruritus Grade System kategori ringan dari nilai 5 menjadi 4 di hari ke 6 dengan kondisi kulit sedikit lembab dan terjadi penurunan Pruritus Grade System kategori ringan dari nilai 4 menjadi 3 di hari ke 11 dengan kondisi kulit menjadi lembab. Kesimpulan dari penelitian bahwa pemberian terapi virgin coconut oil terbukti dapat menurunkan gangguan integritas kulit yang dirasakan pasien gagal ginjal kronik stadium 5 yang menjalani hemodialisa. Saran bagi peneliti selanjutnya berharap bisa menambah wawasan, pengetahuan dan menjadi referensi sejauh mana efektifitas terapi virgin coocnut oil dalam mengatasi masalah gangguan integrita kulit/jaringan sehingga peneliti selanjutnya dapat mengembangkan menjadi lebih sempurna.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM BOLA KARET TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN MOBILITAS FISIK DI RUANG SADEWA RSUD JOMBANG Sakdiah, Hawana Halimatus; Pratiwi, Tiara Fatma; Camelia, Dina; Wijaya, Arif; Fitriyah, Erna Ts.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38988

Abstract

Stroke adalah sebuah penyakit yang dikarenakan penyempitan di pembuluh darah pada otak, yang dapat menghalangi aliran darah dan juga oksigen pada otak, dan juga bisa berhenti. Jika terjadi penyumbatan bisa membuat sistem saraf terhenti, suplai pada darah dan juga oksigen akan mati, yang membuat organ dalam tubuh yang terhubung dengan sistem saraf akan kesulitan atau bahkan tidak dapat bergerak. Salah satu cara untuk meningkatkan kekuatan otot adalah dengan menerapkan terapi genggam bola karet. Tujuan dari penelitian ini yaitu pasien mampu melakukan penerapan terapi genggam bola untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke non hemoragik dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian studi kasus dengan pendekataan asuhan keperawatan, subyek yang digunakan yaitu dua pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik. Penelitian dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan frekuensi 1 kali sehari selama 7 menit dengan menggunakan metode pengumpulan data meliputi pengkajian, menentukan diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada hari ketiga, dengan kekuatan otot 3 menjadi 4 dan kekuatan otot 2 menjadi 3. Kesimpulan dari hasil yang didapatkan terkait terapi genggam bola pada pasien stroke non hemoragik dapat diterapkan dengan adanya peningkatan kekuatan otot.
Asuhan Keperawatan Gerontik Pasien Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Menggunakan Terapi Relaksasi Otot Progresif Di UPT PSTW Jombang Arini, Adellia Rahma; Wahdi, Achmad; Camellia, Dina; Roni, Faishol; Pratiwi, Tiara Fatma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6157

Abstract

Proses penuaan pada lansia diikuti dengan adanya penurunan berbagai fungsi organ di dalam tubuh termasuk pada sel beta pankreas yang efeknya membuat produksi insulin menurun sehingga mengakibatkan kadar gula dalam darah meningkat, biasa disebut diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada pasien diabetes mellitus dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Metode yang digunakan desain penelitian ini menggunakan studi kasus dengan metode asuhan keperawatan. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 pasien lansia yang memiliki diabetes mellitus dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah, penelitian dilaksanakan selama 7 hari menggunakan terapi relaksasi otot progresif. Hasil penelitian adalah terapi relaksasi otot progresif efektif terbukti efektif dalam menurunkan hiperglikemia pada lansia dengan diabetes melitus. Pasien pertama GDS awal 250 mg/dl setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 208 mg/dl. Pasien ke dua GDS awal 219 mg/dl setelah dilakukan terapi relaksasi otot progresif GDS 185 mg/dl. Kesimpulan dan saran adalah terapi relaksasi otot progresif dapat digunakan oleh lansia sebagai terapi nonfarmakologi untuk menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan diabetes mellitus, diharapkan lansia dapat menerapkan terapi relaksasi otot progresif dalam kesehariannya.
PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS: PENERAPAN KOMPRES HANGAT PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN NYERI KRONIS Happi, M; Wijaya, Arif; Pratiwi, Tiara Fatma; Fatoni, Imam; Roni, Faishol
WELL BEING Vol 7 No 1 (2022): Well Being
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i1.157

Abstract

ABSTRACT Rheumatoid Arthritis is a disease that attacks the joints so that it can cause pain, stiffness, swelling, inflammation, and limited movement. The purpose of this study was to determine the application of warm compresses to rheumatoid arthritis patients with chronic pain nursing problems at UPT PSTW Jombang Regency.This type of scientific research research is a descriptive design approach with a case study approach, the subject used is 2 patients with chronic pain nursing problems. The location was carried out at UPT PSTW, Jombang Regency by giving a warm compress intervention for 10 days which was given 1 time a day and before and after giving a warm compress, the pain scale was measured using NRS, using data collection which includes assessment, determining diagnosis, making interventions, implementing , and evaluate.The results of the case study show that the provision of warm compress therapy can be an alternative therapy to treat chronic pain.The conclusion of this study is that warm compresses can be used as non-pharmacological therapy in patients with rheumatoid arthritis who experience chronic pain nursing problems so that patients avoid paralysis.
PENERAPAN INTERVENSI MUROTTAL AR-RAHMAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA: PENERAPAN INTERVENSI MUROTTAL AR-RAHMAN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN POLA TIDUR PADA LANSIA Ramadhan, Anggoro Dwi wahyu; Wijaya, Arif; Pratiwi, Tiara Fatma; Fatoni, Imam; Roni, Faishol
WELL BEING Vol 7 No 2 (2022): Well Being Volume 7 Nomor 2
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i2.160

Abstract

Menginjak usia lanjut maka mulai munculnya berbagai macam masalah kesehatan, salah satunya adalah gangguan pola tidur. Gangguan pola tidur yaitu keadaan individu mengalami atau mempunyai resiko perubahan dalam jumlah dan kualitas pola istirahat yang menyebabkan ketidak nyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan. Murottal Al-Quran adalah terapi bacaan Al-Quran yang merupakan terapi religi dimana dapat membuat pikiran menjadi tenang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah dengan terapi mendengarkan Murottal Ar-Rahman dapat membantu lansia dalam masalah gangguan pola tidur. Jenis penelitian ini adalah studi kasus. Dengan metode observasi dan wawancara langsung. Asuhan keperawatan yang dilakukan melibatkan dua orang pasien lansia yang mengalami gangguan pola tidur dengan memberikan intervensi Murottal Al-Rahman dilakukan selama 6 hari. Pengumpulan data dilakukan dengan pengkajian dengan tahap wawancara dan observasi. Tindakan keperawatan yang diberikan untuk mengurangi masalah tidur yang dialami oleh pasien dilakukan dalam bentuk implementasi keperawatan. Data kemudian dikumpulkan lagi melalui evaluasi hasil intervensi keperawatan. Hasil penelitian ada perubahan terhadap kualitas tidur pasien dimana pasien bisa tidur lebih nyaman dan tenang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gangguan pola tidur lansia dapat diatasi dengan cara terapi mendengarkan murottal ketika akan tidur.
The THE CORRELATIONS BETWEEN FAMILY ASSISTANCE AND URIC ACID LEVELS IN PATIENTS WITH GOUT ARTHRITIS IN THE ELDERLYAT: hubungan antara pendampingan keluarga dengan penurunan kadar asam urat penderita gout arthritis pada lansia Susanti, Novia; Atmaja, Bayu Purnama; Pratiwi, Tiara Fatma
WELL BEING Vol 7 No 2 (2022): Well Being Volume 7 Nomor 2
Publisher : LPPM STIKes Bahrul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51898/wb.v7i2.179

Abstract

The prevalence of gout in Indonesia is increasing, especially in the elderly, then there is a need for family assistance to help the healing process of the disease experienced by the elderly. This study was cross sectional design. The number of samples in this study were 38 respondents with a total sampling technique. The independent variable was family assistance, the dependent variable was the decrease in uric acid levels in patients with gout arthritis in the elderly. The instrument was a questionnaire and observation sheets. The analysis used spearman rank. The results of statistical tests by using the Spearman rank test obtained a sig value (p = 0.002) with a 95% confidence level (ɑ = 0.05) thus it can be said that p = 0.002 < 0.05, then H0 was rejected and H1 was accepted. Thus, it can be concluded that there was a correlations between family assistance and decreased uric acid levels in patients with gout arthritis in the elderly at Desa Rejosari in Kecamatan Mantewe, Tanah Bumbu in 2022. From the results of this study, it was expected that families can provide support and motivation to prevent uric acid levels suffered by elderly.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN MASALAH KEPERAWATAN PERFUSI PERIFER TIDAK EFEKTIF MENGGUNAKAN TERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT DI UPT PSTW JOMBANG Handayani, Erna; Roni, Faishol; Camelia, Dina; Pratiwi, Tiara Fatma; Wijaya, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.24032

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekan darah dalam pembuluh darah arteri yang mengangkut darah dari jantung dan organ tubuh, bahaya hipertensi jika tidak segera di tangani akan menimbulkan komplikasi stroke, serangan jantung, serta kemampuan kongnitif seseorang. Perfusi perifer tidak efektif pada lansia adalah suatu masalah jika tidak ditangani secara cepat akan berakibat fatal karena berdampak pada fisik dan psikologis lansia gejalanya CRT ? 3 detik, nadi perifer menurun, akral dingin, warna kulit pucat, tugo kulit pucat. Tujuan dari penelitian adalah melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif menggunakan Terapi Rendam Kaki Air Hangat di UPT PSTW Jombang. Metode yang digunakan yaitu desain deskriptif studi kasus dengan metode asuhan keperawatan. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 pasien lansia yang memiliki hipertensi dengan masalah keperawatan perfusi perifer tidak efektif, penelitian dilaksanakan selama 7 hari berturut-turut menggunakan intervensi Terapi Rendam Kaki Air Hangat selama ±15 menit. Hasil dari Terapi Rendam Kaki Air Hangat menunjukkan adanya perubahan pada tingkat perfusi perifer tidak efektif pada lansia.  Kesimpulan dan saran Terapi Rendam Kaki Air Hangat dapat diterapkan diwisma   sebagaial ternatif terapi nonfarmakologis untuk melancarkan tingkat perfusi perifer tidak efektif dan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi dan Pemberian Terapi Rendam Kaki Air Hangat akan lebih efektif jika dilakukan dalam jangka waktu 7 hari atau lebih.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KLIEN PENYAKIT DIABTES MELITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN GANGGUAN INTEGRITAS KULIT DENGAN TINDAKAN PERAWATAN LUKA DI RUANG NAKUA RSUD JOMBANG Susanti, Susanti; Pratiwi, Tiara Fatma; Fitriyah, Erna Tsalatsatul; Wijaya, Arif; Wahdi, Achmad
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25771

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya hiperglikemia akibat sekresi insulin yang tidak memadai pada penyakit Diabetes Melitus tipe II yang bertahun-tahun, tidak optimal dalam   mengatur metabolisme glukosa darah, berdampak pada kondisi fisik seperti retinopat diabetik, nefropati diabetik, neuropati diabetik, dan diabetes mellitus juga berdampak pada kerusakan jaringan atau gangguan integritas kulit. Tujuan terapi ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan anak pada pasien Diabetes Mellitus dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit dengan tindakan perawatan luka. Metode desain penelitian ini mengunakan penerapan terapi selama 6 hari bertutut turut dengan partisipan 2 klien diabetes mellitus dengan masalah keperawatan gangguan integritas kulit menggunakan intervensi perawatan luka. Hasil: yang ditemukan pada kedua klien setelah dilakukan intervensi perawatan luka selama 3x24 jam didapatkan hasil luka membaik tidak terjadi infeksi pada hari ke-3 dengan kriteria hasil perfusi jaringan cukup meningkat dari skala 3 ke 5. dan kemerahan menurun dari skala 2 ke 5. Diskusi dan Kesimpulan: asuhan keperawatan ini dapat digunakan oleh klien untuk mengurangi infeksi pada luka Diabetes Mellitus.
ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN TERAPI SENAM DIABETIK DI UPT PTW JOMBANG Uswatun, Nadifah; Pratiwi, Tiara Fatma; Sudarso, Sudarso; Wijaya, H. Arif; Fitriyah, Erna Tsalatsatul
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37930

Abstract

Lanjut usia (lansia) atau yang disebut dengan gerontik adalah bagian dari proses tumbuh kembang. Penyakit yang dapat dialami oleh seorang lansia cukup kompleks seiring dengan perubahan yang dialami secara biologis atau psikologis, salah satunya yaitu Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus atau kencing manis didefinisikan sebagai suatu penyakit gangguan metabolisme kronis yang dapat ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah yang disebabkan karena defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan gerontik pada klien Diabetes Mellitus dengan masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah menggunakan terapi senam diabetik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada 2 klien dengan penyakit dan masalah keperawatan yang sama dan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Hasil responden setelah dilakukan asuhan keperawatan berupa senam diabetik selama15-30 menit selama 7 hari berturut-turut yaitu pada klien 1 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi pada hari ke 4 dengan GDA : 176 mg/dL menunjukkan mulai stabil tetapi masih dalam keadaan dipantau, sedangkan klien 2 masalah ketidakstabilan kadar glukosa darah teratasi sebagian pada hari ke 1-6 dengan nilai GDA : 262 mg/dL menunjukkan kadar glukosa sudah dibatas normal dan masih dipantau. Hasil dari penelitian ini adalah senam diabetik efektif menurunkan kadar glukosa darah pada lansia dengan Diabetes Mellitus apabila dilakukan dengan frekuensi teratur dan berulang.
STUDI KASUS: EFEKTIVITAS RELAKSASI GENGGAM JARI DAN BACK MASSAGE TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST OP APENDIKTOMI [CASE STUDY: THE EFFECTIVENESS OF FINGER GRIP RELAXATION AND BACK MASSAGE ON PAIN INTENSITY IN POST-APPENDECTOMY PATIENTS] Erita, Chyntiya Ananda; Pratiwi, Tiara Fatma; Wahdi, Achmad; Roni, Faishol; Fitriyah, Erna Ts.
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/nc.v11i2.7554

Abstract

Appendectomy is a surgical procedure that involves an incision to remove an inflamed appendix. This surgical procedure can cause patients to experience pain due to the incision and tearing of tissue in the abdominal wall. If the pain is not addressed, it can interfere with the healing process, increase stress, and potentially affect the pulmonary, cardiovascular, gastrointestinal, and immune systems. This study aims to determine the effectiveness of finger grip relaxation and back massage in post-operative appendectomy patients with acute pain nursing problems. This research design is a case study involving two participants post-operative appendectomy patients with acute pain nursing problems. Nursing care was provided for three consecutive days using the interventions of finger grip relaxation and back massage with the pain scale measurement used as the Numeric Rating Scale (NRS). The results of the study showed that the acute pain problem was resolved by the third day, with patient 1's pain scale decreasing from 5 on the first day to 3 on the third day, and patient 2's pain scale decreasing from 6 to 4 on the third day. Finger grip relaxation and back massage can be applied as additional therapy to reduce pain intensity in post-operative appendectomy patients by providing physical and mental relaxation, thus relieving pain.BAHASA INDONESIA Apendiktomi merupakan proses pembedahan dengan cara disayat untuk mengangkat apendiks yang meradang. Tindakan pembedahan ini dapat menyebabkan penderitanya merasakan nyeri akibat dari insisi yang disebabkan oleh robeknya jaringan pada dinding perut. Apabila nyeri tidak diatasi maka dapat mengganggu proses penyembuhan, meningkatkan stress, dan dapat mempengaruhi sistem pernafasan, kardiovaskuler, gastrointestinal, dan imunologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas relaksasi genggam jari dan back massage pada pasien post op apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut. Desain penelitian ini adalah studi kasus menggunakan dua partisipan pasien post op apendiktomi dengan masalah keperawatan nyeri akut, dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari berturut-turut menggunakan intervensi relaksasi genggam jari dan back massage dengan pengukuran skala nyeri yang digunakan yaitu Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian menunjukkan masalah nyeri akut teratasi pada hari ketiga dengan skala nyeri pasien 1 pada hari pertama skala nyeri 5 menurun ke skala 3 pada hari ketiga dan pasien 2 dari skala nyeri 6 menurun ke skala 4 pada hari ketiga. Relaksasi genggam jari dan back massage dapat diterapkan sebagai terapi tambahan untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post op apendiktomi karena memberikan relaksasi fisik dan mental sehingga mampu meredakan nyeri.