Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Transintegration of Science: Bridging Knowledge Boundaries in Realizing Knowledge Harmony Wulandari, Tati
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/w9p9cy47

Abstract

Artikel ini membahas konsep transintegrasi ilmu sebagai pendekatan yang krusial dalam menjembatani batas-batas ilmu guna mencapai keselarasan pengetahuan. Dengan menggunakan studi pustaka, membaca sumber pustaka yang relevan, dan menganalisis secara tematik dan komprehensif. Artikel ini menemukan bahwa transintegrasi ilmu tidak dapat dilepaskan dengan visi menjembatani antar disiplin ilmu. Hal demikian dilakukan dengan konsep integrasi ilmu dan pemikiran sistemik. Dengan memanfaatkan konsep dan metode yang berkembang, transintegrasi ilmu dapat berkontribusi dalam mewujudkan keselarasan pengetahuan. Sehingga pemanfaatan integrasi disiplin ilmu dan mendorong pemikiran sistemik, transintegrasi ilmu menjadi jembatan yang menghubungkan keberagaman pengetahuan. Dalam upaya bersama, pendekatan ini membentuk kerangka kerja yang memungkinkan penyatuan berbagai konsep, metode, dan pandangan untuk mencapai keselarasan pengetahuan. Keselarasan ini mencakup pemahaman utuh dan seimbang terhadap masalah-masalah global, menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan dan holistik.
Peningkatan Peran Masyarakat dalam Pencegahan Kekerasan Melalui Penyuluhan dan Kampanye Anti KDRT dan Perlindungan Anak Wulandari, Tati; Ramli, Michrun Nisa; Rani, Rani; Hidayati, Nur Indah
LOKOMOTIF ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/lokomotifabdimas.v1i2.1653

Abstract

Kekerasan yang lebih banyak dialami oleh perempuan dan anak merupakan salah satu bentuk ketidakadilan gender di masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah dan mengurangi bias gender terjadi di masyarakat. Kegiatan penyuluhan ini dilakukan untuk: (a) memberikan pemahaman kepada masyarakat desa terkait kesetaraan gender dan aplikasinya di masyarakat, bahaya dan pencegahan KDRT, serta perlindungan anak (b) setelah mengikuti kegiatan ini warga desa diharapkan memiliki pandangan dan paradigma baru tentang kesetaraan gender. Kegiatan Penyuluhan ini meliputi orientasi kondisi peserta penyuluhan, orientasi pemahaman peserta penyuluhan, melakukan penyampaian materi tentang kesetaraan gender, pencegahan KDRT dan perlindungan anak di masyarakat, diskusi dan tanya jawab, serta evaluasi pemahaman peserta kegiatan. Berdasaran pengamatan kegiatan PKM dapat disimpulkan bahwa: (a) pemahaman masyarakat terkait kesetaraan gender masih sangat rendah, (b) pengambilan keputusan atas masalah-masalah yang berkaitan dengan KDRT dan perlindungan anak masih mengalami bias gender. setelah dilakukan evaluasi pengetahuan pada tahap akhir kegiatan menunjukkan adanya perubahan pada pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender, KDRT dan perlindungan anak.
Meningkatkan Keterampilan Berbasis Al-Qur’an melalui TPA Menjadi TPSA di Desa Pulau Layang Junaidi, Muhammad; Wulandari, Tati; Irawan, Dandi
LOKOMOTIF ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/lokomotifabdimas.v2i2.2697

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui program dan pelaksanaan pendidikan di TPQ/TPSA di desa pulau layang, dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat program dan pelaksanaan pendidikan di TPQ/TPSA. Jenis penelitian ini adalah partisipatori of research action yaitu metode riset yang dilaksanakan secara partisipatif di antara warga masyarakat dalam suatu komunitas aras bawah yang semangatnya untuk mendorong terjadinya aksi-aksi transformatif melakukan pembebasan masyarakat dari belenggu ideologi dan relasi kekuasan (perubahan kondisi hidup yang lebih baik) (Junaedi 2012). Taman Pendidikan Al-Qur'an adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam luar sekolah atau dapat disebut juga sebagai pendidikan non formal untuk anak-anak usia SD (usia 7-12 tahun), yang mendidik santri agar mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai dengan ilmu tajwid sebagai target pokoknya. Sama halnya dengan Taman Pendidikan seni Al-Qur'an, hanya saja disini lebih menenkankan anak kepada gaya baca terhadap al-qur’an (Seni baca Al-Qur'an). Berangkat dari pengertiannya, kami mencoba menerapkan TPA menjadi TPSA kepada anak-anak yang ada di desa pulau layang. Mengapa demikian? Karena, di desa pulau layang masih belum menekankan kesenian di dalam membaca Al-qur’an, sehingga kami mengambil inisiatif menerapkan Taman Pendidikan seni Al-Qur'an di desa pulau layang (Aunurrahman 2015). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, sedikit anak sudah mengubah gaya membaca Al-qur’an, dari yang semula hanya memprioritaskan kelancaran dalam membacanya saja sekarang sudah memperlihatkan seni baca yang terdapat pada setiap huruf yang di baca. Hasil ini menunjukkan bahwa Taman Pendidikan seni Al-Qur'an dapat meningkatkan keindahan anak-anak dalam membaca Al-qur’an di desa pulau layang.