Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PERTUMBUHAN SUBKULTUR BUAH NAGA DENGAN PENAMBAHAN NAA DAN BAP Betris Sanda Sinambela; Asnawati Asnawati; Nur Arifin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4703

Abstract

known as "dragon fruit" which is widely cultivated in various countries in Asia. The high demand for dragon fruit makes the availability of seeds for dragon fruit development difficult. The in-vitro technique is a suitable alternative to provide large quantities of seed in a short time. Media and growth regulators are the determining factors for explant growth. The combination of NAA and BAP is suitable for dragon fruit, which is useful for triggering cell division in the tissue made by explants and triggering shoot growth, root formation, stem elongation and root elongation. The purpose of the study was to obtain the best interaction of Naphtaleine Acetic Acid and Benzyl Amino Purine concentrations for dragon fruit subculture growth. This study used a Factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of two factors, namely Naphtaleine Acetic Acid concentration (0.2 ppm, 0.4 ppm, 0.6 ppm, 0.8 ppm) and Benzyl Amino Purine concentration (1 ppm, 2 ppm, 3 ppm 4 ppm) with each consisting of 4 concentration levels, resulting in 16 treatment combinations. The treatment was repeated 3 times and each treatment unit consisted of 4 samples. The variables observed in this study were the percentage of sprouted explants (%), the time of the first shoot (week after planting), the number of shoots (buds), the time of the first root appearance (week after planting) and the number of roots (strands). The results showed that the interaction of NAA and BAP concentrations did not produce the best interaction concentration effect on dragon fruit explants so that the objectives were not achieved. At a concentration of 0.6 ppm NAA is effective in increasing the number of roots of dragon fruit explants and a concentration of 1 ppm BAP is effective in accelerating the time of root emergence and increasing the number of roots of dragon fruit explants. 
SOSIALISASI DAN PELATIHAN LIMBAH KAIN UNTUK DEKORASI KAMAR TIDUR DAN KAMAR MANDI PADA RUMAH TINGGAL DI PULAU HARAPAN Ulinata; Susanti Muvana Nainggolan; Nur Arifin; Sartika Yolanda Napitupulu
Jurnal Pendekar Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : LPPM-Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/pend.v1i2.1273

Abstract

Limbah kain merupakan salah satu jenis limbah yang sukar untuk diolah karena tidak mudah terurai sehingga untuk mengurangi jumlah volume limbah kain di Indonesia khususnya di DKI Jakarta diperlukan solusi yaitu dengan memanfaatkan limbah kain tersebut untuk sesuatu yang bermanfaat seperti dekorasi kamar timur dan kamar mandi. Untuk itulah Dosen dan mahasiswa Program Studi Arsitektur Universitas Kristen Indonesia bersama mitra Antheia dan Fempire kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pulau Harapan dengan judul Sosialisasi dan Pelatihan Limbah Kain untuk Dekorasi Kamar Tidur dan Kamar Mandi pada Rumah Tinggal di Pulau Harapan. Metodenya yaitu dengan cara melakukan sosialisasi dengan menyediakan narasumber yang pakar di bidang pemanfaatan limbah kain dan juga melakukan pelatihan agar para peserta dapat langsung melakukan praktik bagaimana cara memanfaatkan kain limbah tersebut dengan mesin jahit sehingga menghasilkan sebuah produk dekorasi kamar tidur dan kamar mandi yang bisa dimanfaatkan secara pribadi maupun dijual untuk meningkatkan ekonomi. Hasilnya para peserta yang hadir memperoleh materi dan memahami apa yang disampaikan oleh narasumber shingga dapat melakukan praktik secara langsung.
Optimalisasi Pengelolaan Limbah Kelapa Melalui Pembuatan Briket Arang : Solusi Ekonomi dan Lingkungan di Desa Lampuyang Bayu Virdaus; Nur Arifin; Muhammad Sulhan Aziz; Nur Alisa; Nur Aisyah; Nur Azizah; Nulia Putri Erayani
Faedah : Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/faedah.v2i4.1081

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) or Community Service Program is a student engagement initiative designed to apply academic knowledge and skills in real-world contexts. The KKN program in Lampuyang Village, Teluk Sampit District, Central Kalimantan, conducted from July 15 to August 29, 2024, focused on converting coconut shell waste into charcoal briquettes. Lampuyang Village possesses significant potential in coconut plantation, but the waste from coconut, such as shells and husks, is often underutilized. This KKN aimed to provide a solution by training the village’s youth in making charcoal briquettes, thereby enhancing their skills and creating new, environmentally friendly business opportunities. Through a Participatory Action Research (PAR) approach, the program actively involved the community at every stage, from observation, planning, implementation, to evaluation. As a result, the program raised awareness about the economic potential of coconut waste, reduced environmental impacts from open burning, and encouraged the youth to engage in local economic development. This initiative is expected to offer long-term benefits to Lampuyang Village’s community and strengthen the role of students as agents of social change.
Perancangan Sistem Informasi Sekolah Menggunakan Framework TOGAF ADM studi kasus: SMK Negeri 1 Purwokerto Suryani, Riska; Nur Arifin; Iwan Safi’i; R. Bagus Bambang Sumantri
Jurnal IT UHB Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/ikomti.v5i2.1439

Abstract

SMK Negeri 1 Purwokerto merupakan salah satu sekolah negeri populer di Purwokerto, memiliki 2.122 siswa pada tahun 2023/2024. Sekolah ini menerapkan kurikulum mandiri, namun sistem akademiknya belum memiliki arsitektur yang terstruktur. Infrastruktur Teknologi Informasi (TI), seperti peralatan dan jaringan komputer dirasa belum cukup untuk mendukung transformasi akademik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang arsitektur yang dapat menciptakan, mengelola, dan mengimplementasikan kerangka kerja blueprint untuk pengembangan sistem informasi terintegrasi. Rencana arsitektur enterprise yang dihasilkan akan digunakan sebagai dasar pengembangan sistem informasi akademik yang mendukung strategi bisnis SMK Negeri 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan framework TOGAF ADM dalam perancangannya. Hasil dari penelitian ini berupa berupa blueprint arsitektur akademik yang mencakup arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi dan arsitektur teknologi pada SMK Negeri 1 Purwokerto. Arsitektur akademik ini diharapkan dapat membantu penyelenggaraan akademik dengan baik sesuai dengan visi dari SMK Negeri 1 Purwokerto dalam transformasi akademiknya menuju era digital.
PROBLEM-BASED LEARNING BERBANTUAN WEBSITE SWAY MELALUI WHATSAPP GROUP DALAM PEMBELAJARAN IPA Sri Listianah; Noor Malihah; Nur Arifin
Jurnal PAJAR (Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 6 No. 2 (2022): March
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/pjr.v6i2.8608

Abstract

Artikel ini nejelaskan tentang hasil sebuah penelitian kualitatif yang mendiskusikan: 1) perencanaan Problem Based Learning berbantuan sway melalui Whatsapp Group, 2) proses pelaksanaan Problem Based Learning berbantuan Sway melalui Whatsapp Group, 3) Evaluasi pelaksanaan Problem Based Learning berbantuan sway melalui Whatsapp Group. Penelitian ini merujuk kepada metode penelitian kualitatif diskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data divalidasi melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) perencanaan pembelajaran dengan Problem Based Learning berbantuan Sway diawali dengan menginformasikan pembelajaran menggunakan Sway dan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang memuat langkah-langkah Problem-Based Learning yang disampaikan melalui Whatsapp Group 2) Proses pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai langkah-langkah Problem Based Learning dan Sway yang disampaikan melalui Whatsapp Group sehingga pembelajaran lebih interaktif dan mandiri 3) evaluasi pelaksanaan Problem Based Learning berbantuan Sway melalui Whatsapp Group tak lepas dari kendala-kendala dalam pembelajaran, misalnya masalah jaringan internet dan kuota yang terbatas. Hasil penelitian ini dapat menjadi model alternatif dalam pembelajaran online. Namun, guru harus memberikan perhatian pula pada permasalahan yang dapat timbul saat menerapkan model ini dalam mengajar.