Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MEMBANGUN ETOS KERJA YANG KUAT: KUNCI KEBERHASILAN DI TEMPAT KERJA Siahaan, Immanuel Meireiza Prianda; Sinulingga , Boni Facsius; Abror, Muflih Rafi; Sidabutar , Joi Vandieman; Sirait , Donna N.M
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 11 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etos kerja yang kuat merupakan fondasi yang tak ternilai bagi keberhasilan individu maupun organisasi di tempat kerja. Artikel ini mengeksplorasi pentingnya etos kerja dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan harmonis. Dengan memperhatikan nilai-nilai seperti dedikasi, tanggung jawab, dan disiplin, artikel ini mengulas strategi-strategi praktis untuk membangun dan memelihara etos kerja yang positif. Diskusi juga mencakup bagaimana etos kerja yang kuat dapat meningkatkan motivasi, kinerja, dan kolaborasi di antara tim kerja. Penekanan pada pentingnya pemimpin yang memberikan teladan dan budaya organisasi yang mendukung, menjadikan artikel ini sebagai panduan komprehensif bagi siapa pun yang ingin mengembangkan lingkungan kerja yang sukses dan berkelanjutan. Penelitian ini Menganalisis pengaruh etos kerja, hubungan kerja, dan pengembangan karir terhadap kinerja karyawan, dengan komitmen organisasional sebagai variabel intervening. Sumber daya manusia yang baik diperlukan guna mencapai tujuan organisasi yaitu meningkatkan kinerja untuk mampu bertahan dalam persaingan lingkungan bisnis. pemimpin menjadi faktor sentral dalam mengatur setiap perilaku kerja pegawai dan setiap kebijakannya mempengaruhi komitmen pegawai untuk patuh mengikuti aturan yang ditetapkan sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.
PENGARUH OUTBOND TRAINING TERHADAP KEPEMIMPINAN DALAM MEMBANGUN TIM YANG SOLID DAN PRODUKTIF Rauf, M. Fadhli; Sitorus , Liony Nora Ruth; Saragih , Bhakti Gunawan; Simarmata , Kevin; Hutajulu , Ivandre; Purba, Kennedy Filemon; Sirait , Donna N.M
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 11 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan yang efektif sangat penting untuk mengembangkan tim yang kuat dan produktif dalam dunia yang dinamis dan kompetitif saat ini. Pelatihan outbound merupakan metode yang populer untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan kerja sama tim. Pelatihan outbound melibatkan aktivitas fisik dan mental untuk meningkatkan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama di antara anggota tim. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja, tetapi juga menumbuhkan loyalitas dan komitmen tim terhadap organisasi. Penelitian menunjukkan bahwa pelatihan outbound secara signifikan mempengaruhi keterampilan kepemimpinan dan dinamika tim. Pelatihan ini membantu para pemimpin mengembangkan keterampilan kepemimpinan dalam lingkungan yang terstruktur, mendorong kerja sama tim dan kolaborasi. Selain itu, pelatihan outbound dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan diri individu untuk memimpin dan bekerja sama. Dengan demikian, pelatihan outbound dapat menjadi alat yang efektif untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan meningkatkan dinamika tim. Karakter kepemimpinan yang dimiliki oleh Mahasiswa maupun mahasiswi Politeknik Penerbangan Medan sudah baik. Karakter kepemimpinan ini salah satunya rasa percaya diri atau dorongan pribadi mahasiswa untuk menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin di kelas maupun pemimpin dalam diskusi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara metode pelatihan outbound dengan pembentukan karakter kepemimpinan pada setiap mahasiswa dan mahasiswi.
WORKSHOP FUNDAMENTAL INTERNET of THINGS (IoT) Simanjuntak, Rossi Peter; Sirait, Donna Nurhaida Masdiana; Panjaitan, Albert
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 2 No. 2 (2023): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v2i2.582

Abstract

Internet of things (IoT) merupakan sebuah konsep komputasi yang menghubungkan sebuah benda atau objek ke perangkat lain sehingga mampu berkomunikasi dan bertukar data yang terhubung dengan internet. Teknologi IoT banyak diterapkan dalam berbagai bidang khususnya dalam bidang kelistrikan. Saat ini sistem otomasi dalam bidang kelistrikan dengan menggunakan teknologi IoT sangat berkembang sehingga dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu memahami teknologi IoT. Siswa SMK jurusan Teknik Intalasi Tenaga Listrik merupakan sumbar daya manusia yang bergerak di bidang kelistrikan. Dari hasil observasi dan interview di lapangan bahwa Siswa SMK jurusan Teknik Intalasi Tenaga Listrik masih minim pemahamannya terkait sistem otomasi dengan menggunakan teknologi IoT dan penerapannya di bidang kelistrikan. Untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa SMK terkait Teknologi IoT dan penerapannya dilaksanakan workshop. Workshop dilaksanakan selama dua hari dengan menyampaikan pengenalan teknologi IoT dan siswa mempraktekkan penerapan teknologi IoT. Siswa membuat rangkaian listrik dengan menghubungkan berupa sensor suhu, relay dan mikrokontroler berbasis Arduino. Setelah siswa mengikuti kegiatan workshop dilakukan evaluasi. Dari hasil evaluasi diperoleh bahwa 93,33% siswa paham dengan teknologi IoT dan penerapannya dibidang kelistrikan.
MEMBANGUN ETOS KERJA UNGGUL BAGI CALON APARATUR SIPIL NEGARA: STUDI KASUS PADA TARUNA POLITEKNIK PENERBANGAN MEDAN Nabilah, Salsabil; Sirait, Donna N.M.; Akbar, Muhammad Caesar; Lumban Gaol, Erwin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 7 (2024): June
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v3i7.1395

Abstract

This study aims to analyze and identify the factors that contribute to the formation of a superior work ethic for State Civil Apparatus (ASN) candidates through a case study of Medan Aviation Polytechnic cadets. A strong work ethic among ASN has an important role in creating effective and quality public services. Qualitative research methods were used in this study, with in-depth interviews and participatory observation as the main data collection techniques. The results of the study indicate that there are several main factors that contribute to the formation of a superior work ethic among Medan Aviation Polytechnic cadets. First, a supportive educational environment, including an institutional culture that encourages discipline, responsibility and dedication to public service tasks. Second, effective leadership development and provision of strong values of integrity, which shape the character of ASN candidates to be more professional and ethical. Third, collaboration with government agencies and practical training that is directly relevant to ASN tasks, which helps connect theory with field practice. In conclusion, the formation of a superior work ethic for ASN candidates at the Medan Aviation Polytechnic involves a number of key factors, including a supportive educational environment, effective leadership development, and collaboration with related agencies. This research provides an in-depth look at how educational institutions can play a role in shaping the character and work ethic needed to become qualified and professional civil servants in the future.
ANALISIS PENGARUH PERILAKU DISIPLIN TERHADAP PRESTASI TARUNA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN Sirait, Donna N.M; Akbar, Muhammad Caesar; Lumban Gaol, Erwin; ARITONANG, ARIOS
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2023): December
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v3i1.1398

Abstract

Educational institutions carry the mandate to control the development of education in accordance with the implementation of Nawacita in various priority work programs of the ministry. The Ministry of Transportation sees global trends related to technological advances, socio-cultural shifts, environmental changes, and differences in the future world of work in education at every level. The development of technology makes education more advanced and an important part of the development of education to meet the demands of an increasingly competitive era.
ETOS KERJA 4.0: ADAPTASI APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MENGHADAPI TANTANGAN REVOLUSI INDUSTRI Hernansi Simamora, Ruth; N.M Sirait, Donna; Caesar Akbar, Muhammad; Lumbangaol, Erwin
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2024): March
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v3i4.1882

Abstract

This study aims to apply the model of technology acceptance or extension and adaptation, and the mixed methods approach is applied in this paper to explore the attitudes and concerns of a civil servant in facing the challenges of the industrial revolution. This type of research conducted by researchers is descriptive qualitative. Descriptive qualitative is a type of qualitative research that explores the characteristics of a phenomenon, not explaining the underlying causes or mechanisms. This involves the collection and analysis of data in the form of words, pictures, or other forms of non-numeric information regarding applying a model of technology acceptance or extension and adaptation and a mixed methods approach is applied in this paper to explore the attitudes and concerns of a civil servant in dealing with challenges of the industrial revolution. The research technique that the authors use to collect data in this study through observation or interviews. The results of this study indicate that in general the state civil apparatus should be able to distinguish between interventions that are primarily targeted at the cultural background of each individual and interventions that are primarily targeted at organizations.