Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Telaah Indahanya Bahasa Al-Qur’an Secara Lafadz Masrury, Farhan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 1 (2022): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab adalah bahasa yang masih terjaga eksistensinya sampai sekarang. Terjaganya bahasa arab tidak lain karena kitab suci al-Qur’an turun dengan menggumnakan bahasa arab, sehingga bahasa tersebut terus dipelajari guna untuk mempelajari, memahami, dan menafsirkan al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam. Sebelum al-Qur’an diturunkan, bangsa arab sudah terkenal dengan bahasa dan sastranya. Hal tersebut terbukti dengan bahasa yang mereka gunakan dan karya sastra yang mereka ciptakan. Keindahan bahasa dan sastra menurut mereka adalah simbol keagungan yang mereka anggap tidak ada yang menyainginya. Berbeda ketika al-Qur’an turun dengan bahasa yang indah, yang tidak terkalahkan oleh karya sastra manapun. Sehingga banyak orang Arab yang meniru gaya bahasa al-Qur’an dalam karangan sastra mereka. Gaya bahasa al-Qur’an adalah variasi yang digunakan oleh al-Qur’an dalam mengungkapkan dan menyampaikan maksud yang dikehendakinya. Al-Qur’an merupakan surat Allah kepada hamba-hamba-Nya. Sebagai surat tentu saja berisikan berita gembira, peringatan petunjuk, perintah-perintah, dan larangan-larangan. Bahasa al-Qur’an tidak hanya memperhatikan gagasan yang disampaikan, akan tetapi juga memperhatikan manusia dan dunianya
Pandangan Al-Qur’an Terkait Merubah Bentuk Tubuh Masrury, Farhan
Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 2 (2022): Ta'lim : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : STAI Hidayatut Thullab Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Changing God's creation is one of the phenomena that occurs today due to the influence of technological developments, so that the primitive society will be increasingly eroded by technological sophistication and turn into a modern society that is able to turn ugliness into beauty and disability into perfection. Indeed, Allah forbids humans from changing Allah's creation as described in the Qs. an-Nisa 'verse 119. Mufassirin interprets the conversion in question as changing the nature of God's religion and changing the human body.
Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan dalam Membentuk Karakter Siswa di MTs-MA Al-Anwar Cangkringrandu Jombang Masrury, Farhan; Muarif, Moh. Syamsul; Jauhari, Sofuan; Asyiq, Abdulloh; Akrom, Muhammad Adib; Alghifari, Muhammad; Auliya, Lana Nur; Istiqomah, Amalia Windy; Fathoni, Fathoni
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v2i1.2142

Abstract

Sekolah merupakan tempat bagi anak untuk belajar memperoleh pengetahuan dan mengembangkan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki. Oleh karenanya, Pendidikan di sekolah adalah usaha yang dilakukan demi mencapai tujuan, yakni terbentuknya karakter seorang anak. Kegiatan keagamaan adalah pengaplikasian seorang anak didik ketika menempuh mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, Fikih, maupun Qur’an dan Hadis. Fokus pembahasan pada kajian ini ialah ubudiyyah, atau ibadah sehari-hari, pelaksaan yang rutin dilaksnakan di Mts-Ma Al-Anwar ini, yakni sholat dhuha berjamaah, sholat dhuhur berjamaah, sholat Jum’at berjamah. Hal ini merupakan kegiatan yang positif bagi anak didik, sehingga berdampak pada mereka ketika sudah lulus dari sekolah, hal ini lah yang menjadi fakrtor utama sekolah dalam pengembangan karakter seorang anak didik, kegiatan keagamaan ini memiliki beberapa keutamaan tersendiri. Dari beberapa keterangan diatas, bisa disimpulkan, bahwa apa yang sering atau yang sudah menjadi agenda wajib sekolah merupakan tempat dimana anak didik mengembangkan potensi dan bakat mereka, juga membentuk karakter yang tertanam pada diri mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji lebih mendalam konsep-konsep pendidikan haal (karakter) yang bersumber pada ajaran Islam baik dalam Al-Qur‟an dan hadits, sehingga tertanamlah nilai-nilai keagamaan pada diri anak didik
Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Siswa MTs Nurcholis, Moch.; Arifah, Nur; Almahiroh, Fatmawati; Najwa, Laila Nurin; Nadiroh, Intan; Masrury, Farhan
ABDIMASY: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : LPPM Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/abdimasy.v3i1.3042

Abstract

Kompetensi pedagogic guru merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang guru, kemampuan ini memberikan gambaran umum tentang setiap guru dalam mengelola kelas saat pembelajaran serta mampu meningkatakan kualitas hasil pembelajaran peserta didik. Sedangkan kualitas pembelajaran adalah tingkat keefektifan proses pembelajaran dalam mencapai tujuan pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan kualitas pembelajaran melalui peningkatan aktifitas belajar dan peningkatan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi pedagogic dalam meningkatkan kualitas pembelajaran siswa MTs-MA Al Anwar Cangkringrandu Perak Jombang. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung dan wawancara. Adapun hasil penelitian ini adalah Kompetensi Pedagogik guru merupakan salah satu bentuk penilaian kualitas pembelajaran, kualitas pembelajaran merupakan tingkat keefektifan dalam proses pembelajaran untuk mecapai tujuan pembelajaran. Namun fakta di lapangan penggunaan kurikulum pesantren mengakibatkan kompetensi pedagogic guru tidak berjalan semestinya karena ketimpangan jam mengajar antara mata pelajaran umum dan agama sehingga peningkatan kualitas pembelajaran masih belum menyeluruh.
Pendampingan Pembelajaran Taman Pendidikan Al-Qur’an Berbasis Aset Lokal untuk Penguatan Edukasi Interaktif dan Pembinaan Tajwid Muyassar Zainur Arifin; Mohammad Syamsul Muarif; Farhan Masrury; Siti Haifa Fathimatuz Zahro
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): SWARNA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April, 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v5i4.2088

Abstract

This study is motivated by the low quality of Qur’anic learning in Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), particularly in terms of learning interactivity and students’ mastery of tajwid. In addition, local assets within the TPQ environment have not been optimally utilized to support the learning process. Therefore, this study aims to analyze the implementation of a local asset-based learning assistance model integrated with interactive education and tajwid muyassar guidance. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that local asset-based assistance enhances student participation and engagement through more contextual and interactive learning. The implementation of interactive educational strategies transforms the learning pattern from teacher-centered to participatory. Meanwhile, tajwid muyassar guidance proves effective in improving students’ fashāhah from 16.7% to 73.3%, understanding of tajwid theory from 50% to 80%, and practical application of tajwid from 18.2% to 76.4%. These findings confirm that the integration of a local asset-based approach, interactive education, and tajwid muyassar constitutes an effective model for improving the quality of Qur’anic learning. Overall, this study contributes to the development of adaptive, participatory, and sustainable TPQ learning models.
Implikasi Metode Menghafal Al-Qur’an dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan (Studi Komparatif di Pesantren Putri Al-Mardliyah Jombang dan Maahad Tahfiz Darul Falah Selangor) Afinka Salsabila Irna Faizah; Farhan Masrury
An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies Vol. 1 No. 3 (2026): May 2026
Publisher : An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Qur'anic memorization methods are a crucial element in tahfiz education as they carry significant implications for the quality of memorization proficiency. This study analyzes the implementation of Quranic memorization methods in improving memorization quality at Islamic Boarding School Al-Mardliyah Jombang (Indonesia) and Maahad Tahfidz Darul Falah Selangor (Malaysia). Employing a descriptive-comparative approach, the research explores methodological differences in tahfidz across countries, identifies supporting and inhibiting factors, and measures effectiveness within different socio-cultural contexts. Results indicate that Islamic Boarding School Al-Mardliyah implements a fixed 1:4 ratio (ziyadah and muraja’ah) with multi-layered evaluation structures, while Maahad Darul Falah employs a flexible approach with individualized ziyadah (0.5-5 pages) and stratified muraja'ah systems. Both methods effectively create conducive tahfidz environments with distinct advantages; Al-Mardliyah excels in discipline, order, and spiritual consistency through structured emotional guidance, whereas Darul Falah offers an inclusive-adaptive approach with strong institutional support and learning personalization. The research recommends integrating traditional pesantren disciplinary structures with modern pedagogical flexibility as an ideal model for developing quality-oriented and sustainable tahfidz programs.   Keywords: Quranic Memorization, Tahfidz Methods, Ziyadah, Muraja'ah Islamic Boarding School Education
Pandangan Al-Qur'an tentang Rotasi Bumi dan Relevansinya terhadap Pelaksanaan Shalat Dan Puasa Atsna Rifqi Habibur Rahman; Farhan Masrury
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.957

Abstract

Rotasi bumi merupakan fenomena ilmiah yang telah dibuktikan dalam dunia astronomi, namun konsep ini telah tersirat dalam Al-Qur'an jauh sebelum ditemukan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan Al-Qur'an mengenai rotasi bumi berdasarkan Q.S. Al-Anbiya’ ayat 33 serta relevansinya dengan pelaksanaan shalat dan puasa. Penelitian ini berfokus pada penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat tersebut serta bagaimana pemahaman ini berkorelasi dengan ibadah yang berkaitan dengan perubahan waktu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan adalah Tafsir Ibnu Katsir, didukung oleh berbagai literatur tafsir lainnya serta referensi astronomi yang relevan. Dalam Tafsir Ibnu Katsir, Q.S. Al-Anbiya’ ayat 33 menegaskan bahwa matahari, bulan, dan bumi bergerak dalam orbitnya masing-masing sesuai dengan ketetapan Allah. Konsep ini sejalan dengan teori rotasi bumi yang menyebabkan pergantian siang dan malam. Dalam konteks pelaksanaan shalat dan puasa, pemahaman tentang rotasi bumi menjadi sangat penting, terutama dalam penentuan waktu-waktu ibadah yang bergantung pada pergerakan matahari. Disini peneliti akan menguraikan corak penafsiran mufassir utamanya Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan QS. Al-Anbiya’ Ayat 33. Kemudian peneliti juga menganalisis problematika pelaksanaan shalat dan puasa akibat fenomena perbedaan durasi siang atau malam akibat terjadinya rotasi bumi. Hasil dari penelitian ini akan memperlihatkan bagaimana sebuah ayat difahami dari berbagai sudut pandang, dan bagaimana seharusnya seseorang belajar, memahami dan mengambil hikmah-hikmah dan pelajaran yang disampaikan dalam al-Qur’an, dan mengaplikasikan dikehidupan sehari-hari.
MODERASI BERAGAMA DALAM AL-QURAN PENDEKATAN MAQASHID AL-QURAN PRESPEKTIF IBNU ‘ASYUR Alvin Rohmatul Maulana; Farhan Masrury; Dian Erwanto
TAFASIR: Journal of Quranic Studies Vol 3, No 2 (2025): TAFASIR: Journal of Qur'anic Studies
Publisher : Ma'had Aly As'adiyah Sengkang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62376/tafasir.v3i2.78

Abstract

Agama pasti mempengaruhi semua aspek kehidupan, hal ini didasari oleh pemahaman dalam aturan-aturan pada agama, moderat adalah salat satu alternatif menanggulani konflik dalam agama baik dalam dimensi teologis, ritual, dan moral individual atau sosial. Penelitilan ini tergolong kedalam jenis penelitian kepustakaan (Library Research) dengan menggunakan metode tafsir tahlili dan analisis pendekatan maqasid al-Qur’an Ibnu Asyur yang bersifat kontekstual. Dalam penelitian ini pembahasan difokuskan kajian tafsir QS al-Baqarah 143 dengan pendekatan Maqasid al-Qur’an Ibnu Asyur menghasilkan Tawasut dalam Agama, Tawasut dalam Akidah, Tawasut dalam Syariah, Tawasut dalam Aklak Sosial. Dan hasil relevansi konteks ayat dalam kehidupan
Debts and Receivables in the Qur'an: A Ma'na-cum-Maghza Interpretation of Q.S. Al-Baqarah [2]: 282 Amalia, Rosyida; Masrury, Farhan; Wahyu Sejati, Sartika Dita; Budi, Eko Prasetyo; Abidin, Ahmad Zainal
HERMENEUTIK : Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Vol 20, No 1 (2026): Hermeneutik: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/hermeneutik.v20i1.30458

Abstract

This paper aims to analyze the historical meaning and explore the significance of Q.S. al-Baqarah [2]: 282 from the perspective of tafsir mu‘āmalah using the ma‘nā cum maghzā approach. This verse is related to debt transactions (mudāyanah), which in the early period of Islam often led to potential injustice due to the absence of clear transaction records and the prevalence of usurious practices that disadvantaged borrowers. This study employs a qualitative method with a contextual exegesis approach through the analysis of historical meaning (ma‘nā al-tārīkhī) and the exploration of the main message of the verse (maghzā). The data were collected through library research by examining various classical and contemporary Qur’anic commentaries relevant to the study of mu‘āmalah. The results of the study show that Q.S. al-Baqarah [2]: 282 emphasizes three main principles in economic transactions: the recording of transactions as a form of legal certainty, the presence of a just scribe to maintain the objectivity of the agreement, and witnesses as a mechanism for transaction verification. These principles function to ensure justice, transparency, and the protection of rights in economic relations. In a contemporary context, the message of this verse is relevant to modern economic administrative practices such as written contracts, accounting systems, and transaction regulations in Islamic financial institutions. Thus, Q.S. al-Baqarah [2]: 282 can be understood as a normative foundation for building a fair, transparent, and accountable system of mu‘āmalah in modern economic life. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis makna historis serta mengungkap signifikansi QS. al-Baqarah [2]: 282 dalam perspektif tafsir muamalah melalui pendekatan ma‘nā cum maghzā. Ayat ini berkaitan dengan praktik utang-piutang (mudāyanah) yang pada masa awal Islam sering menimbulkan potensi ketidakadilan akibat tidak adanya sistem pencatatan transaksi yang jelas serta praktik riba yang merugikan pihak peminjam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir kontekstual melalui analisis makna historis (ma‘nā al-tārīkhī) dan penggalian pesan utama ayat (maghzā). Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur tafsir klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan kajian muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. al-Baqarah [2]: 282 menekankan tiga prinsip utama dalam transaksi ekonomi, yaitu pencatatan transaksi sebagai bentuk kepastian hukum, kehadiran penulis yang adil untuk menjaga objektivitas perjanjian, serta kesaksian sebagai mekanisme verifikasi transaksi. Ketiga prinsip tersebut berfungsi untuk menjaga keadilan, transparansi, dan perlindungan hak dalam hubungan ekonomi. Dalam konteks kontemporer, pesan ayat ini relevan dengan praktik administrasi ekonomi modern seperti kontrak tertulis, sistem akuntansi, serta regulasi transaksi dalam lembaga keuangan syariah. Dengan demikian, QS. al-Baqarah [2]: 282 dapat dipahami sebagai landasan normatif dalam membangun sistem muamalah yang adil, transparan, dan akuntabel dalam kehidupan ekonomi modern.