Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendidikan Agama Kristen dalam Keluarga di Era Digital Membangun Remaja Bijak Menggunakan Media Sosial Meilani, Meilani; Fernando, Andreas
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 4, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v4i2.157

Abstract

The presence of social media as one of the technological advances has changed the way the world communicates and shares information. The development of this technology accelerates and facilitates human access from any part of the world in communicating, but also brings negative impacts and dangers to its users, especially teenagers as the highest users of social media. Teenagers who are unstable individuals, will be very easily affected by the bad influence of the content displayed on social media. The purpose of this writing is to examine the phenomenon that arises in teenagers due to social media, also explaining that the Christian family plays a role to build teenagers to be wise in using social media. Research methods are literature studies with qualitative approaches. The result of this study is that first, parents must be the role models in using the social media so that adolescents see real wise actions in using the internet.  Second, directed surveillance of adolescent activities in cyberspace must be carried out by parents to protect and build their level of vigilance when accessing social media.  Third, parents are obliged to direct teenagers to become social media as a tool to strengthen their faith in trust and love for God.AbstrakKehadiran media sosial sebagai salah satu kemajuan teknologi telah mengubah cara dunia berkomunikasi dan berbagi informasi. Perkembangan teknologi ini mempercepat dan mempermudah akses manusia dari belahan dunia manapun dalam berkomunikasi, tetapi juga membawa dampak negatif dan bahaya bagi para penggunanya terutama remaja sebagai pengguna tertinggi media sosial. Remaja sebagai pribadi yang masih labil, akan dengan mudah terdampak pengaruh buruk dari konten yang ditampilkan media sosial. Tujuan penulisan ini adalah untuk meneliti fenomena yang timbul pada remaja akibat media sosial, juga menjelaskan peran PAK keluarga dalam membangun remaja menjadi bijak menggunakan media sosial yang ada. Metode penelitian ini adalah melalui studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini pertama, orangtua harus menjadi panutan dalam menggunakan media sosial agar remaja melihat tindakan bijak yang nyata dalam menggunakan internet.  Kedua, pengawasan terarah terhadap aktivitas remaja di dunia maya harus dilakukan oleh orangtua untuk melindungi mereka dari kejahatan di dunia maya ketika mengakses media sosial.  Ketiga, orangtua wajib mengarahkan remaja untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk tujuan membangun kerohanian, memperkuat iman dan kasih mereka kepada Allah.
Kecerdasan Emosional dan Spiritual dalam Pengembangan Profesionalitas Guru Pendidikan Agama Kristen Meilani, Meilani; Fernando, Andreas
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 4, No 1: Pebruari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v4i1.171

Abstract

Christian religious education teachers, as one of the leading roles in education is to form students with the character of Christ, must develop their professionalism in duty.  This research aims to explain the role of emotional intelligence and spiritual intelligence in the development of professionalism of Christian religious education teachers, especially in Educational Institutions, which are schools.  The research method used is descriptive qualitative, using observation and literature studies to collect data.  This study concludes that PAK teachers who have emotional intelligence due to persevering in God's Word and living it will be able to convey to students that they have similar emotional intelligence and behavior change. The spiritual intelligence resulting from intimacy with God makes PAK teachers sensitive to the leadership of the Holy Spirit so that they can change and create optimal Christian religious learning situations despite facing obstacles and challenges.  Thus, professional Christian religious education teachers with emotional and spiritual intelligence similar to the Lord Jesus Christ can help students achieve the Christian religious education goal of meeting God. AbstrakGuru PAK sebagai salah satu peran utama dalam dunia Pendidikan untuk membentuk anak didik berkarakter Kristus wajib mengembangkan profesionalitas dirinya dalam melakukan tugasnya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peranan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual dalam pengembangan profesionalitas para guru Pendidikan Agama Kristen khususnya pada Lembaga Pendidikan yakni sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi dan studi Pustaka dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini adalah guru PAK yang memiliki kecerdasan emosional hasil bertekun dalam Firman Tuhan dan menghidupinya maka akan mampu mengimpartasi murid-murid untuk memiliki kecerdasan emosional serupa dan perubahan perilaku. Kecerdasan spiritual yang dihasilkan dari keintiman dengan Tuhan membuat guru PAK memiliki kepekaan akan pimpinan Roh Kudus sehingga mampu mengubah dan menciptakan situasi pembelajaran PAK optimal meskipun menghadapi hambatan dan tantangan. Dengan demikian guru PAK professional yang memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual serupa dengan Tuhan Yesus Kristus akan mampu membawa peserta didik mencapai tujuan pembelajaran PAK yaitu berjumpa dengan Tuhan.  
Dialektika Eksistensial Generasi Z: Studi Fenomenologi Hermeneutik Pastoral-Pedagogis di Tengah Paradoks Digital Sibuea, Samuel Wicaksana; Fernando, Andreas
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 6 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v6i1.726

Abstract

Meskipun hidup sebagai generasi yang paling terkoneksi secara digital, Generasi Z justru menghadapi krisis isolasi eksistensial yang akut. Penelitian ini bertujuan menelusuri paradoks tersebut dengan mengeksplorasi pengalaman hidup (lived experience) Generasi Z guna merumuskan kerangka pastoral-pedagogis yang relevan dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK). Menggunakan desain fenomenologi hermeneutik, penelitian kualitatif ini melibatkan partisipan dari Rehobot College Community dan divalidasi melalui peer debriefing dengan pakar filsafat dan teologi. Temuan penelitian mengungkap empat tema eksistensial utama: (1) Nir-kerentanan, di mana ruang digital mengikis kedalaman relasi yang otentik; (2) Eskapisme estetis (aesthetic escapism), yang mencerminkan konflik antara realitas hidup dan citra maya; (3) Kelumpuhan dalam memilih (choice paralysis), yang dipicu oleh kecemasan di tengah dunia yang serba tidak pasti ; dan (4) Penarikan diri secara spiritual (spiritual withdrawal), yang disebabkan oleh rasa malu dan distorsi konsep anugerah. Sebagai respons, penelitian ini mengusulkan "Kerangka Pastoral-Pedagogis Dialektis" meliputi pedagogi kerentanan, validasi pastoral, pedagogi pilihan, dan pastoral anugerah untuk mentransformasi kerapuhan remaja menjadi jati diri yang otentik di hadapan Tuhan.