Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Atlet Bolabasket PPLOP Jawa Tengah Ditinjau dari Segi Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i2.2627

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah yang mengalami kekalahan dalam beberapa pertandingan yang diikuti. Tujuan peneitian ini adalah untuk mengetahui faktor apakah yang menyebabkan kekalahan pada beberapa pertandingan yang diikuti. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan melakukan survey menggunakan instrument pengukuran komponen kondisi fisik yang dibutuhkan atlet bolabasket yaitu tes kecepatan menggunakan tes lari 20 meter, tes kelincahan menggunakan shuttle run, tes daya ledak menggunakan vertical jump dan tes daya tahan menggunakan balke test. Sampel dalam penenlitian ini 10 atlet bolabasket PPLOP Jawa Tengah. Analisis data yang digunakan dengan cara memasukan hasil penelitian kedalam instrument tes yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang dan sangat kurang. Hasil penelitian ini komponen fisik kecepatan 2 atlet kategori sangat baik, 4 atlet kategori baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kategori sangat kurang. Komponen kelincahan 10 atlet kategori sangat baik. Komponen daya ledak 9 atlet kategori sangat kurang dan 1 atlet kategori kurang. Komponen daya tahan 6 atlet kategori sangat baik, 2 atlet kategori cukup dan 2 atlet kateogi sangat kurang. Kesimpulan dibutuhkan peningkatan komponen daya ledak untuk membantu atlet dalam pertandingan seperti melakukan jump shoot, lay up dan melakukan serangan dengan cepat dan kuat.
Influential Factors of Taekwondo Achievement in Regional Sport Competition Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Bin Seh abubakar, Sayid Fariz; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad
Physical Activity Journal (PAJU) Vol 5 No 2 (2024): Physical Activity Journal (PAJU)
Publisher : Department of Physical Education, Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.paju.2024.5.2.10136

Abstract

Endurance is one of the most influential factors in achieving high-performance athletes. The level of maximum oxygen volume or VO2Max describes endurance. VO2Max is the ability to consume oxygen during physical activity. This research examines the influential factors of Taekwondo achievement in regional sports competitions. The method used in this research is a survey to determine VO2Max levels. The research instrument operated is the Multi Fitness Test (MFT) to measure VO2Max levels. The sample in this study was 20 taekwondo athletes from Semarang City. Data results of the physical condition test are divided into five categories: Poor, Under Average, Average, Above Average, and Excellent. The results confirm that VO2Max level is the main factor in achieving the best athlete performance. Athletes who win gold medals have the VO2Max Above the Average category. The conclusion is that most taekwondo athletes in Semarang City have a VO2Max level in the Average Category. Increasing VO2Max training is required to achieve athletes' high performance.
Edukasi Kesehatan dan Olahraga Sebagai Pencegahan Obesitas dan Perilaku Sedentari Pada Siswa Agafian Dhuha, Ahad; Yogaswara, Andre; Seh Abu Bakar, Sayid Fariz bin; Widodo, Agung; Muhibbi, Muhammad; , Mifbakhuddin; Prasetio, Diki Bima; , Sayono; Sumanto, Didik
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 2 No 3 (2023): Juli
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v2i3.112

Abstract

Latar belakang: Obesitas sudah menjadi epidemi global penyakit tidak menular yang mengancam seluruh penduduk dunia. Obesitas merupakan kondisi yang diakibatkan oleh tidak seimbangnya intake makanan yang masuk dengan energi yang dikeluarkan sehingga menyebabkan tumpukan lemak di dalam tubuh. Tujuan: untuk melakukan edukasi remaja terkait kebugaran dan kesehatan agar tidak terjebak dalam perangkap kemajuan teknologi yang membawa pada perilaku sedentary. Metode:  Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk edukasi melalui ceramah dan praktik latihan langsung di kelas. Pengetahuan responden diambil dengan kuesioner sebelum dan setelah kegiatan berlangsung. Hasil: siswa hanya melakukan aktivitas fisik 1 kali dalam seminggu yaitu saat jam pelajaran penjaskes di sekolah. Rerata denyut nadi siswa berkisar antara 90-100 kali per menit. Pada latihan kebugaran push up, kategori kurang sebanyak 28 siswa, kategori cukup 7 siswa, dan kategori baik 3 siswa.  Tes kebugaran sit up, kategori kurang sebanyak 26 siswa, kategori cukup 6 siswa, kategori baik 6 siswa. Kesimpulan: Sebagian besar tingkat kebugaran jasmani siswa SMA MIBS Kebumen dalam kategori kurang. Edukasi meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesehatan dan kebugaran. Kata kunci: obesitas, sedentari, kebugaran _______________________________________________________________________________________ Abstract Background: Obesity has become a global epidemic of non-communicable diseases threatening the entire world's population. Obesity is caused by an imbalance between incoming food intake and expended energy, causing fat deposits in the body. Objective: educate youth about fitness and health so they don't get caught in the trap of technological advances that lead to sedentary behavior. Method: Community service is done through education through lectures and hands-on practice in class. Respondents' knowledge was taken with a questionnaire before and after the activity. Result: students only do physical activity once a week at school, namely during physical education lessons. The average student's pulse ranges from 90-100 beats per minute. In the push-up fitness exercise, there were 28 students in the less category, seven students in the sufficient, and three in the good. Sit-up fitness test, 26 students were lacking, six were adequate, and six students were good. Conclusion: Most of the physical fitness levels of SMA MIBS Kebumen students are in the poor category. Education increases students' knowledge about health and wellness. Keywords: obesity, sedentary, fitness
Peningkatan Sumber Daya Manusia Pelatih Muda Taekwondo Kota Semarang Tentang Peningkatan Kondisi Fisik Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh
JURNAL INOVASI DAN PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol 4 No 1 (2025): Januari
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jipmi.v4i1.656

Abstract

Latar belakang: Sumber daya manusia adalah salah satu faktor penentuan keberhasilan sebuah klub olahraga, semakin banyaknya dojang atau klub taekwondo membuat kebutuhan pelatih juga semakin tinggi akan tetapi kualifikasi pendidikan pelatih muda taekwondo Kota Semarang tidak linier dengan bidang kepelatihan olahraga. Berdasarkan pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pemahaman peningkatan kondisi fisik didapatkan hasil sebagian besar pelatih muda masuk dalam kategori sangat kurang, sedangkan kondisi fisik adalah faktor terpenting dalam peningkatan prestasi. Tujuan: program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pelatih tentang peningkatan kondisi fisik sehingga mampu diterapkan didalam melatih. Metode: metode dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan pelatihan peningkatan sumber daya pelatih tentang kondisi fisik. Hasil: hasil dalam pengabdian kepada masyarakat ini terdapat peningkatan nilai rata rata sebelum diberikan pelatihan sebesar 40, mengalami peningkatan nilai rata rata menjadi 58. Indikator penilaian sebelum diberikan pelatihan adalah 2% peserta kategori cukup, 18% peserta kategori kurang dan 82% peserta kategori sangat kurang, setelah diberikan pelatihan menjadi 1% peserta kategori baik, 19% peserta kategori cukup dan 80% peserta kategori kurang. Kesimpulan: Peningkatan sumber daya pelatih mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pelatih tentang openingkatan kondisi fisik yang berguna dalam peningkatan prestasi. Kata kunci: pelatih muda, peningkatan kondisi fisik, sumber daya manusia, taekwondo ______________________________________________________________________ Abstract Background: Human resources are one of the determining factors for the success of a sports club, the increasing number of dojangs or taekwondo clubs makes the need for coaches also higher, but the educational qualifications of young taekwondo coaches in Semarang City are not linear with the field of sports coaching. Data collection using a questionnaire on understanding physical condition improvement, showed that most young coaches were in the inferior category. In contrast, physical condition is the most important factor in improving achievement. Objective: To increase the knowledge of coaches about improving physical condition so that it can be applied in training. Method: The method in this community service is to provide training to improve coach resources about physical condition. Result: The results of this community service showed an increase in the average value before being given training of 40, experiencing an increase in the average value to 58. The assessment indicators before being given training were 2% of participants in the sufficient category, 18% of participants in the poor category and 82% of participants in the very poor category, after being given training it became 1% of participants in the good category, 19% of participants in the sufficient category and 80% of participants in the poor category. Conclusion: Increasing coach resources can increase the knowledge and understanding of coaches about improving physical condition which is useful in improving achievement. Keywords: young coaches, improving physical condition, human resources, taekwondo
Effect of Plyometric and Weight Training on Explosive Power and Muscle Mass in Taekwondo Athletes In Semarang City Dhuha, Ahad Agafian; Yogaswara, Andre; Muhibbi, Muhammad; Widodo, Agung; Abubakar, Sayid Fariz Bin Seh; Sinaga, David Hasian Barutu
Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
Publisher : Physical Education, Health and Recreation Study Program, Universitas Insan Budi Utomo, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/jp.jok.v9i1.2528

Abstract

The purpose of this study was to determine the effects of plyometric and weight training on explosive power and muscle mass, and to determine which method was more effective at increasing both. Taekwondo is a sport that requires considerable explosive power and muscle mass, so training is needed to improve these components. Explosive power enables athletes to attack quickly and forcefully, while muscle mass provides ideal proportions. The research method used was a quasi-experimental pre-test-post-test two-group design with treatment consisting of plyometric and weight training. The research instruments were the standing board jump and body analysis. The research sample consisted of 15 taekwondo athletes from Semarang. The results showed that plyometric and weight training exercises increased explosive power and muscle mass. Still, plyometric training was more effective at increasing explosive power, and weight training was more effective at increasing muscle mass. The paired sample t-test results show that all variables have a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000, which is less than 0.05. This indicates a significant difference between the pre-test and posttest values across all groups. This study is expected to serve as a reference for the development of training programs to increase explosive power and muscle mass.