Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Spending Review Integration Model in Budget Decision Making at the Ministry of Health of the Republic of Indonesia Maryani, Dedeh; Asri, Jatnika Dwi; Ruslandi, Beni; meltarini, Meltarini
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 8 (2024): ENRICHMENT: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i8.214

Abstract

The aim of this study is to identify an effective model for integrating spending reviews into the budget decision-making process. Using a qualitative approach, the study collects data through interviews and documentation. The findings suggest that the budget decision-making process would benefit from implementing an integration model known as the Comprehensive Monitoring and Evaluation Model of Budget Management. This model facilitates a more thorough review and oversight of budget allocations, ensuring better-informed decision making. The study recommends further research to assess the impact of this model on the quality of budget decision making, particularly focusing on how it enhances the decision-making process and improves budget management outcomes.
Optimising Regional Financial Performance through Capital Expenditure and Regional Revenue in Bengkalis Regency 2017-2020 Abdi, Syahrial; Akbar, Bahrullah; Maryani, Dedeh; Sinurat, Marja
ARISTO Vol 11 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v11i2.6899

Abstract

Local Government Governance in Improving Regional Financial Performance on the Analysis of Capital Expenditure and Regional Revenue from 20017 to 2020 proves that the Quality and Allocation of Expenditure has not been seen due to the Pattern of Leadership Culture and Geopolitics of Bengkalis Regency. Capital Expenditure has not been prepared to build infrastructures related to the community’s economic growth, which will ultimately impact increasing Regional Original Revenue (PAD). This research is a qualitative descriptive type, intending to know the work of regional finance; there are 5 (five) elements, namely: 1) Degree of Decentralisation; 2) Financial Dependence on the Central Government; 3) Financial Independence; 4) Effectiveness of local revenue; 5) Degree of BUMD Contribution. This paper proves that optimal and effective capital expenditure and the ability to develop an integrated revenue-raising program can improve regional financial performance.
Kolaborasi Pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata, Dan Multi Stakeholder Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Maryani, Dedeh; Rakhmat, Roni; Fahlevi, Reza; Syahdu, Said Nur; Al Ikhsan, Muhammad
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i1.9995

Abstract

Sektor pariwisata memiliki potensi strategis dalam memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau. Namun, optimalisasi potensi ini memerlukan koordinasi lintas sektor yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Pariwisata, dan multi-stakeholder (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, dan media) dalam pengembangan pariwisata daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan observasi dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi yang terjalin melalui model pentahelix telah mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan efisiensi pengelolaan objek wisata, yang berdampak positif pada peningkatan retribusi dan pajak daerah. Meski demikian, masih terdapat hambatan berupa ketidaksinkronan regulasi antara pusat dan daerah serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan komitmen bersama dalam skema pembiayaan kolaboratif untuk menjamin keberlanjutan peningkatan PAD di masa depan.
Collaborative Governance dalam Pelestarian Lahan Pertanian Padi Pandan Wangi di Kabupaten Cianjur Maryani, Dedeh; Anderson, Einstein; Noffiardi, Hendra; Cahyono , Heri
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v5i1.7330

Abstract

Padi Pandan Wangi merupakan varietas padi lokal unggulan yang menjadi ikon Kabupaten Cianjur dengan karakteristik rasa pulen dan aroma pandan yang khas, serta telah memperoleh pengakuan sebagai varietas unggul lokal dan sertifikat Indikasi Geografis. Namun demikian, keberlanjutan lahan pertanian Padi Pandan Wangi menghadapi tekanan serius akibat alih fungsi lahan, penurunan luas lahan tanam, berkurangnya jumlah petani, serta rendahnya minat generasi muda untuk bertani. Kebijakan nasional melalui Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), yang kemudian dioperasionalkan di Kabupaten Cianjur melalui Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pelestarian dan Perlindungan Padi Pandanwangi Cianjur serta Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 jo. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, menyediakan kerangka hukum untuk melindungi lahan dan varietas ini. Artikel ini bertujuan menganalisis pelestarian lahan pertanian Padi Pandan Wangi dengan perspektif collaborative governance, meliputi kerangka kebijakan, konfigurasi aktor, praktik kolaborasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis dokumen, memanfaatkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan, dokumen perencanaan, data statistik Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur, serta literatur ilmiah terkait Pandan Wangi dan PLP2B. Kerangka analisis mengacu pada model collaborative governance Ansell dan Gash serta Emerson, Nabatchi, dan Balogh. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelestarian lahan Padi Pandan Wangi telah memiliki dasar regulatif yang kuat dan melibatkan beragam aktor pemerintah daerah, petani, lembaga penelitian, organisasi pelestari, pelaku usaha, dan komunitas lokal. Namun, praktik collaborative governance masih menghadapi kendala berupa ketimpangan kekuasaan dan sumber daya, lemahnya penegakan hukum atas alih fungsi lahan, koordinasi lintas sektor yang belum optimal, serta menurunnya regenerasi petani. Artikel ini merekomendasikan institusionalisasi forum kolaboratif lintas aktor, penguatan sistem informasi LP2B yang transparan, skema insentif dan disinsentif yang lebih efektif, penguatan kelembagaan ekonomi petani, serta pengarusutamaan kearifan lokal Pandan Wangi dalam pendidikan, pariwisata, dan kampanye publik.
FINANCIAL PERFORMANCE DETERMINANT AND ITS IMPACT ON REGIONAL ECONOMIC GROWTH OF TABALONG DISTRICT Maryani, Dedeh; Indrayani, Etin; Zulaika, Siti; Maemunah, Cucu
Jurnal Ilmu Pemerintahan Widya Praja Vol 51 No 1 (2025)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengkajian Strategi Pemerintahan (LRPSP), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jipwp.v51i1.5256

Abstract

The purpose of this research is to explanation of regional revenue and capital expenditure on regional financial performance and its impact on economic growth. A quantitative method with hypothesis testing through path analysis was employed. The research investigates four variables: regional revenue and capital expenditure as independent variables, regional financial performance as the intervening variable, and economic growth as the dependent variable. The sample comprises complete data over a ten-year period (2012–2023). The findings indicate that regional revenue and capital expenditure significantly influence regional financial performance, accounting for 74.30% of the variance, while regional financial performance strongly affects economic growth, contributing 81.00%. This study proposes a novel conceptual framework that integrates the dynamic interrelationships among these variables. It advances previous research by highlighting the collective and interdependent effects of fiscal factors on regional development, offering new theoretical insights and practical implications for regional policy and financial management. Keywords : Regional income, capital expenditure, regional financial performance , economic growth, new concept.