Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KAJIAN HUBUNGAN RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DENGAN LUARAN KLINIS DI PUSKESMAS MALALAK PERIODE APRIL-JUNI 2024: STUDY OF THE RELATION BETWEEN THE RATIONAL USE OF ANTIHYPERTENSIVE DRUGS WITH CLINICAL OUTCOMES AT MALALAK HEALTH CENTER FOR THE PERIOD APRIL - JUNE 2024 kia, Zakiah Nurfitri; Afriani, Tika; Efmisa, Ariesta
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah keadaan dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinis di Puskesmas Malalak Periode April - Juni 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan rancangan Cross Sectional dengan pendekatan restrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Malalak periode April - Juni 2024 yaitu sebanyak 104 rekam medis pasien. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 rekam medis pasien. Hasil pada penelitian ini didapatkan karakteristik pasien berdasarkan rekam medik mayoritas berjenis kelamin perempuan 64 pasien (61,5%),usia paling banyak rentang yaitu 41-60 tahun sebanyak 73 pasien (70,2%), diagnosa hipertensi stage 1 sebanyak 59 pasien (56,7%) dan golongan obat Calcium channel blocker (CCB) sebanyak 38 pasien (36,5%) dengan terapi obat Amlodipin. Rasionalitas penggunaan obat antihipertensi menunjukkan 100% tepat pasien, tepat indikasi 100%, tepat obat 93,3% dan tepat dosis 99%. Pasien yang menerima terapi antihipertensi yang rasional sebanyak 96 pasien (92,3 %) dan hasil luaran klinis berupa tercapainya target tekanan darah pasien sebanyak 97 pasien (93,3 %). Penelitian ini menggunakan analisa statistik chi-ssquare menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada rasionalitas penggunaan obat antihipertensi dengan luaran klinis yaitu dengan nilai p < 0,05. Kata Kunci : Hipertensi, rasionalitas obat antihipertensi , luaran klinis
HUBUNGAN PELAYANAN INFORMASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PASIEN DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS RASIMAH AHMAD KOTA BUKITTINGGI: The Relationship Between Drug Information Services and the Level of Patient Compliance in the Use of Antibiotics at the Rasimah Ahmad Health Center in Bukittinggi City Azqiya, Maharani; Armal, Khairil; Afriani, Tika
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 1 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v1i1.275

Abstract

Pelayanan Informasi Obat (PIO) merupakan kegiatan penyediaan dan pemberian informasi, rekomendasi obat yang independen, akurat, tidak bias, terkini dan komprehensif yang dilakukan oleh Apoteker kepada dokter, Apoteker, perawat, profesi kesehatan lainnya serta pasien dan pihak lain di luar Rumah Sakit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pelayanan informasi obat terhadap kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan rancangan penelitian korelatif dengan cara mengukur dua variabel. Hasil uji analisa univariat menunjukkan yang mengkonsumsi antibiotik terbanyak pada usia 17-25 tahun sebanyak 19 responden dengan persentase (38,0%), jenis kelamin perempuan 28 responden dengan persentase (56,0%), pekerjaan sebagai pelajar 19 responden dengan persentase (38,0%), jenis penyakit adalah demam sebanyak 28 responden dengan persentase (56,0%), jenis antibiotik yang dikonsumsi adalah amoxicillin sebanyak 39 responden dengan persentase (78,0%). Tingkat kepatuhan penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi tergolong baik, diketahui bahwa dari 50 responden didapatkan 28 responden tergolong patuh dengan persentase (56,0%) lebih dari separuh responden tergolong patuh dalam penggunaan antibiotik. Hasil bivariate menggunakan hasil uji Chi-Square menunjukkan hasil p-value sebesar 0,007 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan antara pelayanan informasi obat terhadap tingkat kepatuhan dalam penggunaan antibiotik di Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Kata kunci : pelayanan informasi obat (PIO), kepatuhan, antibiotik.
Relationship between Patient Knowledge and Attitude Level in the Use of Antibiotic at Tanjung Paku Community Health Center Solok City: Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien dalam Penggunaan Antibiotik di Puskesmas Tanjung Paku Kota Solok Armal, Khairil; Azkia, Nisa; Afriani, Tika
Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research Vol. 6 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/idjpcr.v6i2.13711

Abstract

Low levels of knowledge about the proper use of antibiotics can lead to incorrect usage, which raises the possibility of antibiotic side effects. The goal of this study is to evaluate patient attitudes and knowledge regarding the use of antibiotics at the community health center in Tanjung Paku Solok City. A questionnaire acted as the data collection tool in a cross-sectional study with a descriptive approach and accidental sampling as the sample process. 60 patients who met the inclusion criteria were included in the sample. The Chi Square test, partial T test, simultaneous F test, and multiple linear regression test were used to examine the results. The results revealed that in good category for knowledge is 57 people (95%), in enough category is 3 people (5%), and there is no one in less category. While the results for good category in attitude is 48 people (80%), in enough category is 12 people (20%) and there is no one in less category. It can be stated that the patients of community health center in Tanjung Paku Solok City has knowledge and attitude category in the use of antibiotic is good. The results of the analysis between knowledge and attitude is having a significant relationship (Sig. = 0.039) but has less influence value, and there is no relationship between variables with the sociodemography (age, gender, lastest education, and occupation). And respondent achievement level (TCR) showed that 80% were good at knowledge statements and 70% were good at attitude statements.
Empowering Dasawisma Group in Nagari Lasi through Cultivation and Utilization of Family Medicinal Plants Afriani, Tika; Rahmi, Azimatur; Ningsih, Yulia
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v7i1.8751

Abstract

While many empowerment programs focus solely on planting, this study integrates cultivation with the creation of innovative herbal products. The program involved six selected Dasawisma groups (Anggrek, Melati, and Mawar) in Nagari Lasi, Agam Regency. A Community-Based Research approach was conducted over eight months (July–December 2023), utilizing a structured questionnaire to measure knowledge and direct observation for skill assessment. Knowledge regarding TOGA cultivation and processing increased significantly by 82%. The groups successfully transformed harvests into innovative commercial products, including "Seduhan Lasi" (herbal drink), "Keripik Pegagan" (Centella chips), and "TomaLasi" (tomato dates). The program successfully shifted the community's role from passive producers to active micro-entrepreneurs, utilizing marketing strategies (4P) to enhance family economic resilience.
Korelasi Kepatuhan Pasien dalam Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Pakan Kamis, Kecamatan Tilatang Kamang Kabupaten Agam Nursyamsi Nursyamsi; Sianu, Rahman S.; Afriani, Tika
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 2 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v2i1.400

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberkulosisyang menyerang paru-paru. Indonesia sendiri termasuk dalam lima negara dengan kasus Tuberkulosis tertinggi. Salah satu faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru adalah kepatuhan pasien dalam mengkonsumsi obat. Tujuan dari penelitian adalah untuk menggambarkan sejauh mana korelasi kepatuhan terhadap pengobatan tuberkulosis di Puskesmas Pakan Kamis serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penderita Tuberkulosis Paru untuk menghentikan pengobatan sebelum selesai di Puskesmas Pakan Kamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method yaitu menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu rangkaian studi. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 16 responden. Hasil uji analisis korelasi menunjukan nilai p-value < 0,05, maka disimpulkan terdapat korelasi antara kepatuhan terhadap beberapa faktor antara lain umur, tingkat pendidikan, lama menderita Tuberkulosis, pengetahuan pasien tentang Tuberkulosis, motivasi pasien, efek samping obat.di Puskesmas Pakan Kamis. Sebaliknya tidak terdapat korelasi antar kepatuhan dengan aksebilitas fasilitas kesehatan, kepatuhan dengan jenis kelamin, kepatuhan dengan kualitas layanan kesehatan. Bagi tenaga kesehatan di puskesmas, disarankan untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan dan interaktif kepada pasien tentang penyakit Tuberkulosis, pentingnya pengobatan yang tuntas, dan dampak jika pengobatan dihentikan
ANALISIS HUBUNGAN LITERASI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN OBAT SISA PADA MASYARAKAT KOTA BUKITTINGGI Sucipto Harjo, Suzy Andriyani; Armal, Khairil; Afriani, Tika
Journal of Science and Clinical Pharmacy Research Vol. 2 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1144/jscpr.v2i1.430

Abstract

Health literacy is an important aspect in making health-related decisions, including behaviors in managing leftover medicines. Improper storage and disposal of unused or expired medicines can lead to serious issues such as drug misuse and environmental pollution. This study aimed to determine the relationship between the level of health literacy and leftover medicine management behavior among the community of Bukittinggi City. This research employed an observational analytic method with a cross-sectional design and cluster sampling technique involving 100 respondents. Data were collected using the HLS-EU-SQ10-IDN questionnaire to measure health literacy, along with an additional questionnaire to assess knowledge and behavior regarding leftover medicine management. The results showed that most respondents had a moderate level of health literacy (33.12%), good knowledge (96%), and good management behavior (76%). However, there was no significant relationship between health literacy level and knowledge (p = 0.613) or between health literacy and management behavior (p = 0.253). In conclusion, improving health literacy alone is insufficient to change community behavior in managing leftover medicines. Therefore, specific educational approaches, adequate disposal facilities, and clear household-level pharmaceutical waste regulations are needed to prevent potential health and environmental risks.
Inovasi Teknologi Pharmacy Home Care Masyarakat Cerdas Obat Berbasis Mobile-App di Jorong Aie Sanam, Kabupaten Solok Afriani, Tika; Kirana Efmisa, Ariesta; Harsep Rosi, Devahimer; Farnandi, Rido; Prima Putra, Allans
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 1 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i1.1680

Abstract

Keterbatasan jangkauan layanan Puskesmas dalam memantau pengobatan pasien di daerah terpencil menjadi hambatan utama kepatuhan terapi. Kegiatan Home Pharmacy Care sangat diperlukan oleh masyarakat karena keterbatasan layanan puskesmas setempat untuk menjangkau semua pasien. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas intervensi Home Pharmacy Care berbasis aplikasi mobile dalam meningkatkan pengetahuan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) dan pemahaman penyakit kronis pada masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi terintegrasi, demonstrasi penggunaan aplikasi, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-post test untuk mengukur pergeseran tingkat pengetahuan, serta kuesioner tervalidasi untuk mengukur tingkat kepatuhan. Analisis data menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pasca-intervensi. Pengetahuan tentang cara penggunaan obat meningkat sebesar 11,76%, sementara cara penyimpanan obat meningkat 16,34%. Terjadi peningkatan pemahaman yang lebih substansial pada materi penyakit, yaitu hipertensi (32,8%) dan diabetes mellitus (27,2%). Uji statistik (Wilcoxon) menunjukkan nilai p < 0,05, yang mengonfirmasi bahwa intervensi aplikasi efektif meningkatkan literasi kesehatan. Meskipun demikian, tingkat kepatuhan pengobatan masyarakat masih berada pada kategori sedang (61,44%). Intervensi teknologi Home Pharmacy Care terbukti efektif meningkatkan aspek kognitif masyarakat, namun diperlukan pendampingan berkelanjutan melalui fitur pengingat (reminder) pada aplikasi untuk mengonversi pengetahuan menjadi kepatuhan jangka panjang.