Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISA FAKTOR RISIKO TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE PADA PASIEN SEPSIS DI RUMAH SAKIT UMUM TIMOR-LESTE Menezes, Humbelina; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.634

Abstract

Sepsis merupakan akibat dari respon infeksi yang mengakibatkan kegagalan regulasi dan kegagalan fungsi organ sehingga mengancam kehidupan manusia. Sepsis dapat disebabkan oleh bakteri gram negative ( Pseudomonas sp , Klebsiella pneumoniae dan Escherichia coli), bakteri gram positif (Staphylococcus aureus) dan jamur, merupakan organisme yang paling sering diidentifikasi. Faktor risiko yang diduga berperan terhadap kejadian sepsis antara lain: usia, jenis kelamin, tempat berobat, riwayat penyakit ginjal kronis, riwayat diabetes melitus, riwayat HIV, riwayat penyalahgunaan alkohol, riwayat kemoterapi. Sepsis dimulai ketika kuman penyebab infeksi memasuki aliran darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya faktor risiko yang berhubungan dengan bakteri Klebsiella pneumoniae pada pasien Sepsis. Metode kuantitatif deskriptif non observational dengan menggunakan random sampling. Subjek penelitian sebesar 50 sampel dengan usia anak-anak (64,0%), remaja (24,0%) dan dewasa (12 ,0%) yang terindikasi positif sepsis, dengan instrument data rekam medis pada tahun 2023-juli 2024, pasien terdiri dari 80% perempuan dan 20,0% laki-laki.Hasil analisis statistik uji Chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara faktor risiko pada bakteri klebsiella pneumoniae terhadap pasien sepsis .Berdasarkan uji multivariant yang menunjukkan urutan variabel independent yang pengaruh secara dominan terhadap variabel dependen seperti jenis kelamin dengan nilai sig. P-value 0.031<0.05 Bahwa ada hubungan secara parsial dengan kultur darah sepsis, umur dengan nilai sig.p-volume 0.010<0.05 dan riwayat penyakit mempunyai nilai sig.p-volume 0.07<0.05 ada hubungan faktor risiko terhadap sepsis, penderita sepsis pada penelitian ini banyak diderita oleh jenis kelamin perempuan.
PREVALENSI ESCHERICHIA COLI PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN KEMIH DI RS GUIDO VALADARES TAHUN 2021 – 2022 Saldanha, Ana Paula Pereira; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.639

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu kondisi infeksi yang ditandai dengan tumbuh dan berkembang biaknya bakteri pada saluran kemih, termasuk infeksi pada parenkim ginjal hingga kandung kemih dengan jumlah bakteriuria yang signifikan. Setiap tahun sekitar 150 juta orang di seluruh dunia didiagnosis menderita infeksi saluran kemih. Dimana prevalensinya sangat bervariasi berdasarkan usia dan jenis kelamin, perempuan lebih sering terkena ISK dibandingkan laki-laki karena perbedaan anatomi keduanya. Infeksi saluran kemih adalah penyebab utama dari berbagai kondisi nyeri dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prevalensi Escherichia coli pada pasien Infeksi Saluran Kemih (ISK) di RS Guido Valadares tahun 2021 – 2022. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif tanpa observasi langsung, data diperoleh dari penelusuran data sekunder dengan menggunakan teknik sampling. menggunakan pengambilan sampel acak sederhana. Analisis data dilakukan melalui tabulasi dan hasilnya dipresentasikan dalam tabel. Dari penelitian tersebut diketahui prevalensi pasien infeksi saluran kemih di RS Guido Valadares tahun 2021-2022 sebesar 1, 7% dengan total pasien positif Escherichia coli sebanyak 85 orang. Infeksi saluran kemih lebih umum dialami oleh wanita dibandingkan dengan pria sebesar 62, 35% dan paling banyak ditemukan pada rentang usia. >30 tahun sebesar 81, 39%. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa prevalensi Infeksi pada saluran kemih tertinggi terjadi dalam rentang waktu tahun 2022 (70, 58%) dan jenis kelamin yang paling rentan terkena infeksi saluran kemih adalah perempuan dan usia >30 tahun. 
Community-based education on glucose management in gemolong to prevent diabetes mellitus Dewi, Yulia Ratna; Ismawatie, Emma; Jimat, Resi Tondho; Maulani, Yulita; Mustikatun, Laela Siti
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): February
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i1.3151

Abstract

This community service program aimed to enhance public awareness regarding the importance of blood glucose level management as an early preventive strategy against diabetes mellitus. A participatory, community-based approach was adopted, commencing with a SWOT analysis to identify local needs and priorities. The program was implemented in Gemolong Village, Sragen Regency, and involved 30 participants aged 45–70 years. The interventions comprised structured health education sessions, free blood glucose screening, and guided health discussions and consultations. The screening results indicated that 16 participants (53%) exhibited elevated blood glucose levels, while 14 participants (47%) were within normal limits. The program significantly improved participants’ understanding of diabetes risk factors and underscored the importance of early detection. In conclusion, community-based service initiatives are effective promotive and preventive measures for addressing non-communicable diseases and may serve as a sustainable cross-sectoral collaborative model to improve overall community health outcomes.
ANALISIS FAKTOR KEPATUHAN MAHASISWA DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DI LABORATORIUM PATOLOGI KLINIK Javanesia, Diajeng; Maulani, Yulita; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i1.1778

Abstract

Untuk keselamatan kerja, mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik sangat penting, namun terdapat beberapa mahasiswa yang masih mengabaikan persyaratan ini. Ketidakpatuhan dapat menunjukkan bahwa faktor internal mempengaruhi kepatuhan terhadap protokol keselamatan. Penelitian ini bertujuan guna meneliti bagaimana kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di laboratorium Patologi Klinik terkait dengan pengetahuan, sikap, dan motivasi. Studi ini menggunakan metodoogi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada mahasiswa Sarjana Terapan Teknologi Laboratorium Medis yang praktik di Laboratorium Patologi Klinik. Data yang dikumpulkan dengan kuesioner yang telah terbukti validitas dan reliabilitas, kemudian data diolah secara univariat, bivariat (uji Spearman), serta multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil dari penelitian menyatakan bahwa secara bivariat ada korelasi yang kuat antara (p=0,006), sikap (p=0,001), dan motivasi (p=0,000) dengan kepatuhan dalam menggunakan APD (p<0,05). Namun, berdasarkan analisis multivariat, hanya terdapat variabel motivasi (p=0,000<0,05) yang terbukti berkaitan signifikan dan menjadi satu-satunya faktor dominan mengenai kepatuhan penggunaan APD, sedangkan variabel pengetahuan dan sikap tidak menunjukkan peranan pentingoleh karena itu, dalam analisis bivariat pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa dalam menggunakan APD, tetapi berdasarkan analisis multavariat hanya motivasi yang berpengaruh signifikan dan menjadi faktor dominan dalam kepatuhan penggunaan APD di laboratorium Patologi Klinik. Kata kunci: Alat Pelindung Diri; Kepatuhan; Motivasi; Mahasiswa; Laboratorium Patologi Klinik
PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA ANTARA METODE GOD-PAP DAN POCT PADA KELOMPOK USIA DEWASA Musrikatun, Laela Siti; Jimat, Resi Tondho; Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v3i1.1785

Abstract

Fasting blood glucose (FBG) is the level of glucose in the blood measured after not eating or drinking (except water) for at least 8 hours. The measurement of fasting blood glucose is an important parameter in the diagnosis and monitoring of diabetes mellitus. The GOD-PAP method is used as a standard method due to its high accuracy, while the POCT method is widely used because it is practical and provides rapid results. Differences in principles and types of specimens between the two methods may lead to variations in examination results. This study aimed to compare fasting blood glucose levels between the GOD-PAP and POCT methods in the adult age group. This research was an observational comparative study with a cross-sectional approach. The sample consisted of 35 adult respondents. Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk test, followed by the Paired Sample t-Test. The results showed that the mean fasting blood glucose level measured by the GOD-PAP method was lower than that measured by the POCT method, with a mean difference of 46.01 mg/dL. Statistical analysis showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between the two methods.
Differences of Spermatozoa Concentration Analysis Between Manual and Automatic Methods Ismawatie, Emma; Adhipireno, Purwanto; Suyono, Seso Sulijaya; Purwanto, Edy; Santoso, Budi; Limijadi, Edward Kurnia Setiawan
JURNAL INDONESIA DARI ILMU LABORATORIUM MEDIS DAN TEKNOLOGI Vol 3 No 2 (2021): Molecule analysis to advance laboratory diagnosis
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ijmlst.v3i2.1961

Abstract

The examination of sperm concentration in the laboratory is the calculation of the number and motility using a microscope or using a device. There are still some clinicians who doubt the accuracy of the sperm count results using a semen analyzer rather than using the manual method. This study aims is to determine the differences of the sperm concentration examination between the manual method and the automatic method. Subjects in this study were patients who carried out semen analysis tests at the Clinical Pathology Laboratory of RSIA "Restu Ibu" Sragen from June to August 2020. The object of this research is the examination of sperm concentration, using a manual method using a hemocytometer and an automatic method using the LensHooke ™ SQA X1 Pro. The results of statistical tests using the Mann Whitney methods show that the significance value (p) was 0.960, which means that there was no difference in the results of  the sperm concentration examination between the manual method and the automatic method. Result of this research shows that there is no weakness or significant difference if compared between manual and automatic methods.