Articles
Correlation Between Leukocyte Count and Erythrocyte Sedimentation Rate in Pulmonary Tuberculosis Patients at Suai Referral Hospital, Timor Leste
Gunawan, Lucia Sincu;
Livrança, Expedito José Oliveira;
Ismawatie, Emma
Journal of Indonesian Medical Laboratory and Science Vol 6 No 2: Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Teknologi Laboratorium Medik Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53699/joimedlabs.v6i2.320
Background: Human Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB causes serious health problems for about 10 million people each year and is one of the most common causes of death worldwide. The incidence of TB in Indonesia is 354 per 100,000 population, while in Timor-Leste the incidence has stagnated at 498 per 100,000 population. An active TB process may be indicated by an increase in leukocytes and LEDs, whereas an improvement is shown by a decrease in LEDs and normal lecocyte counts. Objectives: This study aimed to determine the correlation between leukocyte count and erythrocyte sedimentation rate (ESR) in pulmonary TB patients at Suai Referral Hospital, Timor-Leste. Materials and Methods: This was an observational analytic study with a cross-sectional approach, conducted from April to June 2023, using medical laboratory records. The study population consisted of pulmonary TB patients who underwent laboratory testing, with a total sampling of 50 patients. Data on leukocyte counts measured using an automated Hematology Analyzer and ESR determined by the Westergren method were tested for normality using the Shapiro-Wilk test, followed by Spearman’s rank correlation test. Results: The mean leukocyte count was 11.15 ± 5.24 /mm³ and the mean ESR was 63.30 ± 35.71 mm/hour. The correlation test between leukocyte count and ESR showed r = 0.124 (p = 0.392), indicating no significant correlation. Conclusions: There is no significant correlation between leukocyte count and ESR in pulmonary TB patients at Suai Referral Hospital, Timor-Leste.
COMPARISON OF ERYTHROCYTE SEDIMENTATION RATE (ESR) VALUES USING EDTA AND 3.8% SODIUM CITRATE ANTICOAGULANTS
Supriyanto, Eka Evan;
Ismawatie, Emma;
Maulani, Yulita
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1390
Laju Sedimentasi Eritrosit (LED) merupakan salah satu pemeriksaan hematologi yang banyak digunakan sebagai indikator nonspesifik untuk mendeteksi peradangan atau penyakit tertentu. Jenis antikoagulan yang digunakan dalam sampel darah dapat memengaruhi hasil LED. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai LED antara sampel darah vena yang menggunakan antikoagulan Asam Etilendiamintetraasetat (EDTA) dan antikoagulan natrium sitrat 3,8%. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode total sampling yang melibatkan 33 responden di Laboratorium Patologi Klinik Politeknik Indonusa Surakarta. LED diukur menggunakan metode Westergren standar, dan data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai LED rata-rata pada sampel dengan antikoagulan EDTA adalah 18 mm/jam, sedangkan pada sampel dengan natrium sitrat 3,8% memiliki nilai rata-rata 14 mm/jam. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna (p = 0,000; p < 0,05), sehingga menunjukkan bahwa jenis antikoagulan berpengaruh secara bermakna terhadap hasil LED. Secara keseluruhan, EDTA cenderung menghasilkan nilai LED yang lebih tinggi dibandingkan dengan natrium sitrat 3,8%. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan antikoagulan dalam pengujian LED dan menekankan perlunya standardisasi dalam praktik laboratorium. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk membandingkan antikoagulan lain dan mengevaluasi metode LED otomatis guna mendapatkan wawasan yang lebih komprehensif.
Pencegahan Dan Pemeriksaan Tekanan Darah Di Panti Asuhan Nur Hidayah
Ismawatie, Emma;
Dewi, Yulia Ratna;
Maulani, Yulita;
Nanda Kusuma, Rahmayani Agustin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 3 (2024): Journal of Human And Education
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i3.973
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di seluruh dunia. Artikel ini membahas tentang mengabdian masyarakat yang tujuanya untuk dapat meningkatkan kesadaran dan pentingnya pencegahan juga pemeriksaan tekanan darah pada warga Panti Asuhan Nur Hidayah supaya menjaga tekanan darah dalam rentang normal sejak dini. Tekanan darah salah satu indikator penting dalam menentukan kondisi kesehatan seseorang. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan pemeriksaan langsung kita berupaya memberikan pengetahuan tentang tekanan darah, yang menjadi penyebab utama penyakit jantung, stroke, dan kematian prematur lainnya, tetapi gejalanya seringkali tidak terasa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode pengabdian melibatkan penyuluhan ,sosialisasi, demonstrasi dan pemeriksaan tekanan darah gratis , dengan memberikan arahan dan diskusi kepada warga Panti Asuhan Nur Hidayah mengenai pentingnya pemeriksaan tekanan darah secara dini . Pemeriksaan tekanan darah juga dilakukan untuk memberikan gambaran komprehensif tentang kesehatan. Hasil evaluasi menunjukan peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga Panti Nur Hidayah pentingnya terkontrol tekanan darahsejak dini dan secara teratur. Dengan langkah-langkah seperti penyuluhan dan pemeriksaan gratis dapat menjadi cara yang efektif untuk memperkuat upaya pencegahan hipertensi. Penekanan pada pencegahan dan pemeriksaan tekanan darah memberikan dapak yang positif terhadap kesehatan warga Panti Nur hidayah. Peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif membuka peluang bagi pengemban program kesehatan komunitas yang berfokus pada pemantauan dan manajemen tekanan darah secara dini.
Pemeriksaan Dan Edukasi Deteksi Dini Kolesterol Tinggi Pada Masyarakat Di Kudus
Ismawatie, Emma;
Dewi, Yulia Ratna;
Maulani, Yulita;
Supriyanto, ka Evan
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jh.v4i6.1824
Kadar Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama pada penyakit jantung dan merupakan masalah kesehatan secara global. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui prevalesi kolesterol tinggi dan untuk meningkatkan kesadaran pada Masyarakat Pasuruhan, Jati, Kudus, serta memberikan edukasi terkait pencegahan dan pengendaliannya. Metode yang digunakan ini adalah pemeriksaan kadar kolesterol pada sampel darah Masyarakat secara acak, didapatkan responden sejumlah 95 peserta, dilanjutkan dengan pemberian edukasi yaitu mengenai pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Hasil penelitian dimana menunjukkan bahwa terdiri dari 40% responden hasil kadar kolesterol normal, dan dimana di dapatkan 60% responden hasil kadar kolesterol pada diatas normal, Edukasi yang diberikan diharapkan dapat memberikan peningkatkan kesadaran Masyarakat akan pentingnya menjaga kadar kolesterol dan memodifikasi terhadap perilaku hidup sehat dengan mengurangi konsumsi lemak (gorengan), juga meningkatkan pengetahuan pada Masyarakat Pasuruhan, Jati Kudus tentang faktor resiko kadar kolesterol tinggi yang berisiko kurang baik, serta memberikan motivasi untuk mengubah gaya hidup yang menjadi lebih sehat.
PERBEDAAN TITER ANTIBODI COVID-19 PASCA VAKSINASI KEDUA DAN KETIGA PADA PETUGAS LABORATORIUM RUMAH SAKIT BAYUKARTA KARAWANG
Ismawatie, Emma;
Setyaji, Yoki;
Wati, Arie Prasetyo;
Kusuma, Rahmayani Agustin Nanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37848
SARS-Cov adalah virus corona yang menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang dikenal sebagai Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang dinilai paling efektif dan efisien dalam mencegah penularan penyakit berbahaya. Titer antibodi vaksin adalah jumlah antibodi yang terbentuk setelah vaksin diberikan. Pemeriksaan titer antibodi menggunakan metode ECLIA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan titer antibodi COVID-19 setelah vaksinasi kedua dan vaksin ketiga pada petugas laboratorium di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan pengambilan data secara cross sectional, yaitu dengan menggambarkan perbandingan titer antibodi COVID-19 pasca vaksinasi kedua dan ketiga pada petugas laboratorium di Rumah Sakit Bayukarta Karawang dengan parameter yang diteliti adalah titer antibodi COVID-19 yang terbentuk setelah pemberian vaksin kedua dan ketiga. Bahan yang digunakan adalah data sekunder dari hasil pemeriksaan titer antibodi COVID-19 yang terbentuk setelah pemberian vaksin kedua dan ketiga pada petugas laboratorium di Rumah Sakit Bayukarta Karawang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara titer antibodi yang terbentuk setelah pemberian vaksin kedua dan ketiga. Hasil tes titer antibodi pasca vaksin rata-rata adalah 82,911 dan hasil tes titer antibodi pasca vaksin ketiga adalah 262,7222.
ANALISIS KEPATUHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PETUGAS LABORATORIUM DI RSIS YARSIS
Waskito, Agung Berlian;
IsmawatiE, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.538
Laboratorium adalah bagian pelayanan rumah sakit yang mempunyai risiko kecelakaan kerja yang besar. Program keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian utama yang tidak bisa dilepaskan dari pengaturan kerja di laboratorium sehingga akan tercipta lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan produktivitas pegawai dapat tercapai. Tujuan penelitian adalah menentukan kepatuhan keselamatan dan kesehatan kerja pegawai laboratorium klinik RSIS Yarsis di Kota Surakarta, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah petugas laboratorium RSIS Yarsis Surakarta yang berjumlah 27 orang secara total sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Teknik analisis data secara univariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa karakteristik petugas laboratorium RSIS Yarsis Surakarta meliputi usia 17-25 tahun (37,0%), laki-laki (48,1%), masa kerja < 5 tahun (48,1%), dan D-III (63,0%). Kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada petugas laboratorium di laboratorium klinik RSIS Yarsis termasuk dalam kategori patuh (59,3%). Kesimpulan penelitian adalah petugas laboratorium klinik di RSIS Yarsis telah patuh melaksanakan keselamatan dan kesehatan kerja.
HUBUNGAN KADAR GLUKOSA PUASA DAN TRIGLISERIDA PADA PASIEN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS DI PRAMITA SAMANHUDI
Harsono, Yono;
Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.540
Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) mendorong peserta untuk mencapai kualitas hidup yang optimal. Salah satu penyakit kronis yang dimaksud adalah diabetes melitus tipe 2 dan dislipidemia. Penyebab utama kematian dan kesakitan pada penderita diabetes mellitus tipe 2 adalah Penyakit Jantung Koroner, oleh karena itu diperlukan perbaikan multifaktorial untuk mencegah PJK (Penyakit Jantung Koroner) pada DMT2, salah satunya adalah mengatasi dislipidemia yang terjadi. Laboratorium PRAMITA Samanhudi telah bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sebagai penyedia yang membantu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar glukosa puasa dan kadar trigliserida pada pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 124 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik sampel berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh perempuan sebanyak 87 orang (70%), dan laki-laki sebanyak 37 orang (30%) dengan rentang usia 35-80 tahun. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh Sig. (2-tailed) sebesar 0,289 dimana jika p-value > 0,05 maka dapat disimpulkan Ho diterima yang berarti tidak ada hubungan antara kadar glukosa puasa dengan trigliserida pada pasien yang mengikuti program penatalaksanaan penyakit kronis. Angka koefisien korelasi pada hasil tersebut bernilai positif yaitu 0,096. Jadi hubungan antara glukosa puasa dengan trigliserida bersifat searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi kadar glukosa puasa maka semakin tinggi pula kadar trigliseridanya.
KORELASI ANTARA KADAR HbA1c DENGAN KREATININ PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI LABORATORIUM PRAMITA SAMANHUDI
Kurnia, Iin;
Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.549
Diabetes Mellitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang disebabkan oleh berbagai sumber. Salah satu tanda Diabetes Mellitus (DM) adalah tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein karena insufisiensi fungsi insulin. Kadar gula yang tinggi akan membuat ginjal bekerja ekstra keras untuk membuang kadar gula berlebih ke dalam urin. Apabila kondisi ini dibiarkan terjadi dalam jangka waktu yang lama, ginjal dapat rusak dan perlahan-lahan kehilangan fungsinya untuk menyaring zat sisa atau racun. Hiperglikemia pada DM dimulai dengan pembentukan HbA1c yang menyebakan pembuluh - pembuluh darah kecil mengalami penyumbatan, yang mengakibatkan komplikasi mikrovaskular salah satunya nefropati diabetikum. Komplikasi nefropati diabetikum pada penderita DM dapat dinilai dengan pemeriksaan Kreatinin serum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah 171 pasien usia dewasa (43.3 %) dan lansia( 56.7%) yang terindikasi Diabetes melltus yang melakukan pemeriksaan HbA1c dan Kreatinin, dengan instrumen data rekam medis Januari- Mei 2024. 171 pasien terdiri dari 44.4% laki-laki dan 55.6% perempuan. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan nilai rho sebesar 0.226 dan nilai p-value sebesar 0,003 (p-value < 0,05) yang berarti terdapat korelasi yang signifikan dengan kekuatan korelasi positif lemah antara nilai HbA1c dengan kadar kreatinin pada pasien Diabetes melltus di Laboratoium pramita Samanhudi. Kedua variabel meningkat bersamaan. Artinya ketika kadar HbA1c meningkat, kadar kreatininin juga terjadi peningkatan.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEPATUHAN ATLM DALAM MELAKUKAN IDENTIFIKASI PASIEN SEBELUM PENGAMBILAN DARAH DI PT KBM
Andriani, Rika;
Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.550
Keselamatan pasien merupakan prioritas kesehatan global saat ini dan menjadi tolak ukur yang paling utama pada sistem pelayanan kesehatan. Salah satu upaya dalam menekan insiden keselamatan pasien di fasyankes khususnya laboratorium adalah dengan melakukan identifikasi pasien dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi kepatuhan dalam melakukan identifikasi pasien oleh ATLM di PT KBM, Jakarta Selatan. Menggunakan metode deskriptif kuantitaif. Subjek pada penelitian adalah ATLM yang melakukan pengambilan darah, secara purposive sampling, berjumlah 12 orang. Menggunakan observasi sebagai instrumen dari penelitian. Teknik analisis data secara univariat. Hasil dari penelitian didapatkan gambaran karakteristik dari subjek yaitu usia 20-25 tahun (41,8%), perempuan (75%), masa kerja <1 tahun (58,3%), berstatus non karyawan (58,3%), D3 TLM (66,7%) dan seluruh subjek (100%) pernah mengikuti pelatihan pengambilan darah. Kepatuhan ATLM dalam melakukan identifikasi pada MCU inhouse (100%) dan pada MCU onsite (83,3%). Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa masih ditemukan ketidak patuhan pada lokasi, situasi dan kondisi yang berbeda.
ANALISIS KEPUASAN PENDONOR DARAH TERHADAP PELAYANAN UNIT BANK DARAH HOSPITAL NACIONAL GUIDO VALADARES DILI, TIMOR-LESTE
da Costa Freitas, Liliana Maria;
Ismawatie, Emma
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37985/plenaryhealth.v1i3.554
Kepuasan pendonor merupakan perasaan senang serta kecewa yang dirasakan seseorang setelah membandingkan antara persepsi kinerja yang diterima dan yang diharapkan. Indicator penelitian ini berdasarkan dimensi yakni Responsiveness reliability, assurance, empaty, tangible. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis kepuasan pendonor darah terhadap pelayanan unit bank darah Hospital Nacional Guido Valadares Dili, Timor-leste. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Unit Bank Darah Hospital Nacional Guido Valadares Dili,Timor-Leste. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Hasil penelitian. Demikian persentase Rata-Rata kepuasan pendonor darah terhadap pelayanan unit bank darah Hospital Nacional Guido Valadares Dili, Timor-leste secara keseluruhan didapatkan hasil 98% dengan Klasifikasi Sangat Puas.