Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pendampingan Petani Milinieal dalam Penggunaan ASSA: Sistem Jalur Distribusi di dalam e-Marketplace berbasis Smart Farming untuk Ketahanan Pangan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Ulva, Ananda Faridhatul; Fadhliani, Fadhliani; Nurhasanah, Nurhasanah; Andriani, Dela; Qamal, Mukti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15171

Abstract

Background: Petani mileneal dikenal sebagai petani yang berusia 18-55 tahun, di Kabupaten Aceh Utara Petani Mileneal khususnya di Desa Lhoksukon sangat meningkat pesat di tahun 2023. Para petani mileneal mengalami kesulitan dalam hal pemasaran dan hal pemantauan pertanian mereka secara jarak jauh dan realtime contohnya dalah pemantauan tata kelola air, dan penyiraman tanaman. Tujuan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan minat para petani dalam pertanian guna menjadikan para petani mileneal maju dan mandiri dan tercapainya ketahanan pangan di Aceh Utara. Metode: Mitra yang menjadi kegiatan ini adalah 100 petani milleneal di Desa Lhoksukon serta Pemerintah Daerah Aceh Utara. Observasi, wawancara dan kuesioner dilakukan untuk pengumpulan data. Workshop, pelatihan, penyuluhan, dan pedampingan kepada petani dilakukan selama 4 bulan. Hasil: Adanya efesiensi jalur distribusi serta pengurangan biaya, peningkatan penjualan produk sebesar 30% dalam tiga bulan pertama penggunaan aplikasi ASSA, biaya produksi berkurang hingga 10%, pengiriman produk menjadi lebih cepat, sehingga produk masih segar saat sampai ke konsumen. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan petani dibidang pemasaran digital, memperluas akses pasar dan penjualan produk, optimalisasi dalam jalur distribusi, dimana hal ini dapat berkontriusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Aceh Utara.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Ardian, Hanan Doni; Dafrina, Armelia; Andriani, Dela; Novianti, Yenny
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Siswa di MI Ma’arif Sembego Andriani, Dela; Nofica Andriyati
Journal of Primary Education Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Primary Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah agregasi kategori dan interpretasi langsung, membentuk koresponden dan pola, dan generalisasi naturalistik. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di MI Ma’arif Sembego dimanfaatkan dengan baik oleh guru. Lingkungan Fisik yang berupa sarana dan prasarana yang sudah memadai. Lingkungan Akademik berupa buku yang digunakan sesuai dengan norma/nilai yang berlaku, tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan dan radikalisme. Guru juga memanfaatkan media cetak dan media elektronik. Akan tetapi, sekolah masih belum menyediakan buku bacaan yang baru atau dengan kata lain, buku bacaan tersebut tidak ada perubahan. Lingkungan sosial suasana pada saat pembelajaran cukup kondusif, dan siswa memperhatikan penjelasan guru.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK CELENGAN DARI BARANG BEKAS Ulya, Husna Ni’matul; Andriani, Dela; Pratiwi, Diah Ayu Nanda Anjar; Putri, Frida Ananda
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Februari 2024-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v6i1.3190

Abstract

Salah satu unsur penyebab persoalan sampah adalah watak warga indonesia yang belebih – lebihan. Watak berlebih - lebihan merupakan salah satu dari banyaknya penyumbang sampah di setiap harinya. Dimana anda harus yakin bahwa setiap pembelian suatu barang atau barang pasti diikuti dengan adanya sampah dari tempat bundling barang tersebut, baik itu yang terbuat dari plastik, kaca, maupun alumunium. Semua langkah yang dilakukan anak-anak untuk melakukan, belajar, dan menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi mereka dan orang lain adalah bagian dari kreativitas mereka. Anak-anak dapat mengolah atau membuat permainan dari bahan daur ulang di lingkungan untuk meningkatkan keterampilan mereka dan mendapatkan pekerjaan. Kegiatan pelatihan produk celengan ini di lakukan untuk memberikan motivasi menabung untuk anak –anak TK serta menambah kreatifitas. Sehingga menumbuhkan watak - watak irit dan cermat sebelum memakai uang serta mengajarkan bagaimana cara mengkreasikan botol bekas menjadi produk yang dapat di gunakan kembali sebagai celengan yang tampak indah serta bernilai tambah. Siswa – siswi TK Dharma Wanita Desa Bekare Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dilatih tentang arti menabung yang sebenarnya, membagikan motivasi tentang indahnya hidup hemat, dan menerapkan kebiasaan menabung sebagai rutinitas yang baik sebagai hasil dari hasil program kerja, diantaranya produksi produk celengan dari botol bekas bersama mahasiswa KPM 90 Monodisiplin IAIN Ponorogo. Sehingga diyakini ketika siswa beranjak dewasa akan lebih baik dalam mengelola anggaran masing-masing, sebab mereka terbiasa hemat dan mempunyai kecenderungan untuk menabung sejak awal.Kata Kunci : Sampah, Kreativitas, Produk
Peran Tradisi Sungkeman Dalam Pembentukan  Nilai Sosial Keagamaan Di Tebing Tinggi Usnur, Uswatun; Pratama, Dimas; Khamaini, Alqo; Putri, Suci; Andary, Sri; Hayati, Nurmala; Andriani, Dela
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 3 No. 2 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi sungkeman merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang hingga kini masih bertahan dan dipraktikkan dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Tradisi ini tidak hanya hadir sebagai simbol adat, tetapi juga sebagai representasi nilai moral dan keagamaan yang tertanam kuat dalam struktur sosial masyarakat. Sungkeman diwujudkan melalui sikap merendahkan diri, penghormatan lahir dan batin, serta ungkapan permohonan maaf dan doa kepada orang tua maupun sesepuh. Dalam konteks ini, sungkeman menjadi medium ekspresi nilai luhur yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga membentuk kesadaran etis dan religius individu sejak dini. Di Kota Tebing Tinggi, tradisi sungkeman masih hidup dan terus dipraktikkan dalam berbagai momentum penting, terutama pada hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, acara pernikahan, serta pertemuan keluarga besar. Keberlangsungan tradisi ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai sosial keagamaan yang diwariskan oleh generasi sebelumnya. Sungkeman dalam praktiknya tidak berdiri sendiri sebagai ritual budaya, melainkan menyatu dengan ajaran agama, khususnya nilai penghormatan kepada orang tua (birrul walidain), silaturahmi, kerendahan hati, dan rasa tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran tradisi sungkeman dalam membentuk nilai sosial keagamaan masyarakat Tebing Tinggi. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa nilai-nilai sosial keagamaan tidak hanya dibentuk melalui pendidikan formal atau pengajaran agama di lembaga keagamaan, tetapi juga melalui praktik budaya yang hidup dan dialami langsung oleh masyarakat dalam keseharian mereka. Tradisi sungkeman dipandang sebagai salah satu sarana pendidikan sosial keagamaan nonformal yang memiliki daya pengaruh kuat karena dijalankan secara emosional, simbolik, dan berulang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan menggambarkan secara rinci dan mendalam makna, proses, serta dampak tradisi sungkeman terhadap pembentukan nilai sosial keagamaan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat, tokoh agama, orang tua, dan generasi muda, serta melalui observasi langsung terhadap pelaksanaan sungkeman dalam berbagai konteks sosial. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai posisi tradisi sungkeman sebagai media pewarisan nilai sosial keagamaan di tengah dinamika kehidupan masyarakat modern.
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Siswa di MI Ma’arif Sembego Andriani, Dela; Nofica Andriyati
Journal of Primary Education Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Primary Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57176/primer.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah agregasi kategori dan interpretasi langsung, membentuk koresponden dan pola, dan generalisasi naturalistik. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di MI Ma’arif Sembego dimanfaatkan dengan baik oleh guru. Lingkungan Fisik yang berupa sarana dan prasarana yang sudah memadai. Lingkungan Akademik berupa buku yang digunakan sesuai dengan norma/nilai yang berlaku, tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan dan radikalisme. Guru juga memanfaatkan media cetak dan media elektronik. Akan tetapi, sekolah masih belum menyediakan buku bacaan yang baru atau dengan kata lain, buku bacaan tersebut tidak ada perubahan. Lingkungan sosial suasana pada saat pembelajaran cukup kondusif, dan siswa memperhatikan penjelasan guru.