Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Perencanaan Tata Ruang Kawasan Dusun Pancasila Desa Pusong Mirsa, Rinaldi; Novianti, Yenny; Andriani, Dela; Dafrina, Armelia; Ardyan, Muhammad; Alashri, Haris; Fahrizal, Effan
PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Elfarazy Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64068/qyrddp94

Abstract

This study focuses on the planning and environmental management challenges in Pusong Village, Lhokseumawe City, particularly addressing issues of unmanaged waste and inadequate infrastructure. Despite regulatory frameworks provided by the Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning, the implementation requires further legal research and effective enforcement. The research involves redesigning Dusun Pancasila area, emphasizing structured waste management and improved infrastructure, including healthcare facilities and community centers reflecting local cultural identity. The findings underscore the need for enhanced integration of updated regulations with practical implementation and community engagement to foster sustainable development and improve living conditions in Pusong Village.
Pendampingan Petani Milinieal dalam Penggunaan ASSA: Sistem Jalur Distribusi di dalam e-Marketplace berbasis Smart Farming untuk Ketahanan Pangan di Kecamatan Lhoksukon Aceh Utara Ulva, Ananda Faridhatul; Fadhliani, Fadhliani; Nurhasanah, Nurhasanah; Andriani, Dela; Qamal, Mukti
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i2.15171

Abstract

Background: Petani mileneal dikenal sebagai petani yang berusia 18-55 tahun, di Kabupaten Aceh Utara Petani Mileneal khususnya di Desa Lhoksukon sangat meningkat pesat di tahun 2023. Para petani mileneal mengalami kesulitan dalam hal pemasaran dan hal pemantauan pertanian mereka secara jarak jauh dan realtime contohnya dalah pemantauan tata kelola air, dan penyiraman tanaman. Tujuan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan minat para petani dalam pertanian guna menjadikan para petani mileneal maju dan mandiri dan tercapainya ketahanan pangan di Aceh Utara. Metode: Mitra yang menjadi kegiatan ini adalah 100 petani milleneal di Desa Lhoksukon serta Pemerintah Daerah Aceh Utara. Observasi, wawancara dan kuesioner dilakukan untuk pengumpulan data. Workshop, pelatihan, penyuluhan, dan pedampingan kepada petani dilakukan selama 4 bulan. Hasil: Adanya efesiensi jalur distribusi serta pengurangan biaya, peningkatan penjualan produk sebesar 30% dalam tiga bulan pertama penggunaan aplikasi ASSA, biaya produksi berkurang hingga 10%, pengiriman produk menjadi lebih cepat, sehingga produk masih segar saat sampai ke konsumen. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan petani dibidang pemasaran digital, memperluas akses pasar dan penjualan produk, optimalisasi dalam jalur distribusi, dimana hal ini dapat berkontriusi signifikan terhadap ketahanan pangan di Aceh Utara.
Signage Sebagai Elemen Perancangan Kota dalam Peningkatan Citra Kota (Studi Kasus Gampong Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe) Novianti, Yenny; Muliana, Erna; Andriani, Dela
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota yang baik terlihat dengan adanya sistem informasi maupun penanda yang baik, jelas dan terarah secara spasial. Hal ini tentunya, tak terlepas dari perencanaan dan perancangan kota yang terorganisir secara spasial serta banyak melibatkan berbagai pihak (akademisi, pemerintah dan masyarakat) agar dapat mewujudkan suatu perancangan kota yang baik. Kota Lhokseumawe merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Aceh yang diapit oleh Kabupaten Bireun dan Aceh Utara. Mobilitas penduduk meningkat setiap tahunnya, didukung dengan adanya beberapa fasilitas pendidikan Perguruan Tinggi yang mampu menyerap pertambahan jumlah penduduk di Kota Lhokseumawe. Mobilitas penduduk kurang maksimal secara spasial karena tidak didukung oleh adanya sistem informasi ataupun penanda di kota tidak memenuhi kelayakan baik secara desain dan penempatan lokasinya. Oleh karena itu, tidak memiliki identitas kota yang baik dan kualitas citra visual tidak baik maupun kumuh. Lokasi mitra berada pada Kecamatan Banda Sakti Gampong Lancang Garam, khususnya pelaksanaan pengabdian ini dilakukan oleh dosen di Prodi Arsitektur dan mahasiswa,mitra pengabdian merupakan masyarakat umum yang berada di kawasan ruang lingkup kajian serta toko-tokoh setempat dan aparatur Gampong setempat. Harapannya adalah agar mampu memberikan solusi terhadap ketidak-teraturan sistem penanda yang; mampu memberikan kajian dari idnetifikasi terhadap penanda (signage) yang ada di kawasan mitra pengabdian dan penerapan desain signage yang baik dan terarah secaraspasial; sehingga mampu memberikan informasi yang mudah dibaca, dipahami dan terarah (wayfinding) sehingga memiliki identitas kota yang baik. Luaran dari pengabdian yang merupakan bagian dari sosialisasi signage sebagai elemen kota dalam peningkatan citra kota terkait bentuk dan fungsi serta penempatannya di Gampong Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe.
Pengenalan Pengetahuan Arsitektur Sejak Dini Bagi Siswa SMP Sekolah Cita Luhur di Kota Medan Fitri, Fanny Syah; Hassan, Soraya Masthura; Rizki, Irma Herliza; Fidyati, Fidyati; Andriani, Dela
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Estetika, adalah istilah yang sangat tepat untuk memikat masyarakat untuk mengetahui dan memahami pengetahuan arsitektur lebih dalam. Pada acara tahuan Siswa Sekolah Cita Luhur di Kota Medan yang bernama Math and Science digunakan sebagai momentum untuk memperkenalkan pengetahuan arsitektur sejak dini. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar para siswa memiliki referensi kolektif cita-cita yang hendak dituju dimasa depannya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini sangat unik karena membutuhkan kinerja mental dan pikiran yang harus berpihak kepada mereka. Untuk menuju hal tersebut, kegiatan ini menggunakan metode interaktif visual yang berisikan citra desain 2D dan 3D dalam bentuk virtual, dan tampilan citra desain faktual disajikan dalam bentuk multimedia bergerak seperti video diiringi dengan musik yang menyerukan. Citra desain tersebut dikemas dalam spreadsheet visual secara presentasi setempat dan leaflet sebagai rekaman konten yang dapat siswa miliki. Dampak kembali yang dirasakan setelah menjadi narasumber bahwa terdapat adanya pertanyaan-pertanyaan baik yang bersifat praktis maupun bersifat teoritis dari para siswa. Walau gaya komunikasi mereka hadir dalam bahasa yang sederhana, disana terlihat bahwa kegiatan pengenalan pengetahuan arsitektur secara dini dapat dinilai berhasil dan perlu diperluas karena kinerja karya arsitek dapat diterima dengan mudah di hati dan pikiran mereka hingga menjemput profesi arsitek dimasa depannya.
Identifikasi Karakteristik Arsitektur Regionalisme pada Fasad Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe Ardian, Hanan Doni; Dafrina, Armelia; Andriani, Dela; Novianti, Yenny
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i1.1066

Abstract

Abstrak Berkembanganya arsitektur modern dengan international style berdampak pada krisisnya identitas bangunan di suatu daerah, khususnya di Aceh. Sehingga kehadiran arsitektur regionalisme sebagai upaya pengembalian identitas daerah sangat diperlukan yang diperketat melalui peraturan daerah agar membangun gedung yang berciri khas adat/budaya setempat, salah satunya yaitu Peraturan Gubernur Aceh Nomor 13 Tahun 2023. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan karakteristik arsitektur regionalisme pada fasad gedung kantor DPRK Lhokseumawe yang diduga memiliki unsur ciri khas kedaerahan serta sebagai salah satu kantor yang memiliki peran penting di pemerintahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menjabarkan, mengidentifikasi dan menganalisis penerapan karakteristik arsitektur regionalisme melalui observasi dan wawancara kepada perancang gedung kantor DPRK Lhokseumawe. Temuan dari penelitian ini yaitu diketahui bahwa terdapat beberapa elemen fasad yang menerapkan arsitektur regionalisme sebagai upaya pelestarian budaya Aceh, seperti atap, kolom, dinding, bukaan, entrance, warna dan ornamen. Kata kunci: Arsitektur Regionalisme, Aceh, Gedung Kantor DPRK Lhokseumawe  Abstract The development of modern architecture with international styles has an impact on the crisis of building identity in a region, especially in Aceh. So the presence of regionalism in architecture as an effort to restore regional identity is needed, which is tightened through regional regulations in order to build buildings characterized by local customs and culture, one of which is Aceh Governor Regulation Number 13 of 2023. Therefore, the purpose of this research is to find out how the application of regionalism architecture characteristics on the facade of the DPRK Lhokseumawe office building, which is thought to have elements of regional characteristics and is one of the offices that has an important role in government, The method used in this research is descriptive-qualitative to describe, identify, and analyze the application of regionalism's architectural characteristics through observation and interview with the designer of the DPRK Lhokseumawe office building. The findings of this research are that there are several facade elements that apply regionalism architecture in an effort to preserve Acehnese culture, such as roof, column, wall, opening, entrance, color, and ornamental Keywords: Regionalism Architecture, Aceh, DPRK Lhokseumawe Office Building
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Siswa di MI Ma’arif Sembego Andriani, Dela; Nofica Andriyati
Journal of Primary Education Research Vol. 1 No. 2 (2023): Journal of Primary Education Research
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala sekolah, 1 orang guru dan 2 orang siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah agregasi kategori dan interpretasi langsung, membentuk koresponden dan pola, dan generalisasi naturalistik. Hasil penelitian ini adalah pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di MI Ma’arif Sembego dimanfaatkan dengan baik oleh guru. Lingkungan Fisik yang berupa sarana dan prasarana yang sudah memadai. Lingkungan Akademik berupa buku yang digunakan sesuai dengan norma/nilai yang berlaku, tidak mengandung unsur pornografi, kekerasan dan radikalisme. Guru juga memanfaatkan media cetak dan media elektronik. Akan tetapi, sekolah masih belum menyediakan buku bacaan yang baru atau dengan kata lain, buku bacaan tersebut tidak ada perubahan. Lingkungan sosial suasana pada saat pembelajaran cukup kondusif, dan siswa memperhatikan penjelasan guru.
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK CELENGAN DARI BARANG BEKAS Ulya, Husna Ni’matul; Andriani, Dela; Pratiwi, Diah Ayu Nanda Anjar; Putri, Frida Ananda
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Februari 2024-Insan Cita: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/insancita.v6i1.3190

Abstract

Salah satu unsur penyebab persoalan sampah adalah watak warga indonesia yang belebih – lebihan. Watak berlebih - lebihan merupakan salah satu dari banyaknya penyumbang sampah di setiap harinya. Dimana anda harus yakin bahwa setiap pembelian suatu barang atau barang pasti diikuti dengan adanya sampah dari tempat bundling barang tersebut, baik itu yang terbuat dari plastik, kaca, maupun alumunium. Semua langkah yang dilakukan anak-anak untuk melakukan, belajar, dan menemukan sesuatu yang baru yang bermanfaat bagi mereka dan orang lain adalah bagian dari kreativitas mereka. Anak-anak dapat mengolah atau membuat permainan dari bahan daur ulang di lingkungan untuk meningkatkan keterampilan mereka dan mendapatkan pekerjaan. Kegiatan pelatihan produk celengan ini di lakukan untuk memberikan motivasi menabung untuk anak –anak TK serta menambah kreatifitas. Sehingga menumbuhkan watak - watak irit dan cermat sebelum memakai uang serta mengajarkan bagaimana cara mengkreasikan botol bekas menjadi produk yang dapat di gunakan kembali sebagai celengan yang tampak indah serta bernilai tambah. Siswa – siswi TK Dharma Wanita Desa Bekare Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo dilatih tentang arti menabung yang sebenarnya, membagikan motivasi tentang indahnya hidup hemat, dan menerapkan kebiasaan menabung sebagai rutinitas yang baik sebagai hasil dari hasil program kerja, diantaranya produksi produk celengan dari botol bekas bersama mahasiswa KPM 90 Monodisiplin IAIN Ponorogo. Sehingga diyakini ketika siswa beranjak dewasa akan lebih baik dalam mengelola anggaran masing-masing, sebab mereka terbiasa hemat dan mempunyai kecenderungan untuk menabung sejak awal.Kata Kunci : Sampah, Kreativitas, Produk