Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN POLA MAKAN SEBAGAI PENYEBAB KEJADIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS, OBESITAS, DAN HIPERTENSI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEBONGAN, KOTA SALATIGA Kristiawan P. A. Nugroho; R. Rr Maria Dyah Kurniasari; Tabita Noviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.146 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.324

Abstract

Gaya hidup manusia akibat adanya urbanisasi, modernisasi, dan globalisasi menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Secara umum PTM seperti obesitas, Diabetes Mellitus (DM) dan hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Berdasarkan data kegiatan Posyandu di Puskesmas Cebongan, Kota Salatiga pada bulan Maret-April 2018, terdapat sebanyak 75 responden lansia dengan kasus non komplikasi (hipertensi dan DM), serta kasus komplikasi (hipertensi dan DM, hipertensi dan obesitas, DM dan obesitas, serta hipertensi, DM, dan obesitas). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian PTM dari sudut pandang gaya hidup, terutama pola makan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan instrumen pengambilan data berupa Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kecenderungan konsumsi karbohidrat yang tinggi mencapai 13,81 kali per minggu berpeluang menimbulkan penyakit hipertensi. Serta tingkat asupan gizi defisit berat pada asupan energi dan karbohidrat ada kaitannya dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kejadian hipertensi dan DM dipengaruhi oleh pola makan, sedangkan obesitas dikarenakan proses fisiologis lansia yaitu kehilangan massa otot sehingga menyebabkan berkurangnya pemakaian energi dan menumpuknya jaringan lemak. Human lifestyle due to urbanization, modernization, and globalization to be one cause of the increase of Non-communicable diseases (PTM). In general, PTM such as obesity, Diabetes Mellitus (DM) and hypertension become one of the main causes of death globally. Based on data of Posyandu activity at Puskesmas Cebongan, Salatiga City, March-April 2018, there were 75 elderly respondents with non complicated cases (hypertension and DM), and complication cases (hypertension and DM, hypertension and obesity, DM and obesity, and hypertension , DM, and obesity). This study aims to determine the description of the causes of the incidence of PTM from the point of view of lifestyle, especially diet. The method used is descriptive quantitative, with data collection instrument in the form of Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Food Recall. The results showed that, the tendency of high carbohydrate consumption reached 13.81 times per week potentially cause hypertension disease. As well as the level 16 Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Januari 2019 of intake of heavy nutritional deÞ cit in energy and carbohydrate intake is related to uncontrolled bloodsugar levels. The incidence of hypertension and DM is inß uenced by diet, while obesity is due to the elderly physiological process of losing muscle mass resulting in reduced energy consumption and fat tissue accumulation.
Efektivitas Edukasi Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Mengenai Hiperurisemia pada Mahasiswa Etnis Papua Kurniasari, Maria Dyah; Sinaga, Armeta Rolinda Br; Hay, Aurelia Weo; Fatmawati, Dian; Kurniawati, Elisabeth Herlina Wahyu; Tadjo, Enggelina Adefario Raga; Pabunta, Mesya Angelica Ratih; Ratu, Riklan K. K.; Amelia, Seiren
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.609

Abstract

Hiperurisemia merupakan kondisi meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang berpotensi berkembang menjadi gout serta menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan apabila tidak ditangani dengan tepat. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang merupakan salah satu komponen asam nukleat dalam inti sel tubuh. Kadar asam urat yang melebihi batas normal dapat memicu proses inflamasi pada sendi dan gangguan kesehatan lainnya, sehingga diperlukan upaya pencegahan melalui edukasi atau promosi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap preventif mengenai hiperurisemia pada mahasiswa etnis Papua. Edukasi kesehatan dilakukan secara tatap muka (face to face) dengan materi meliputi pengertian hiperurisemia dan asam urat, tanda dan gejala, faktor risiko, komplikasi, serta upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat, menggunakan media PowerPoint dan leaflet. Kegiatan dilaksanakan dalam dua gelombang dengan total 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebesar 42,3 meningkat menjadi 95,3 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 53 poin. Perbedaan ini menunjukan perbedaan yang signifikan (p-value 0.001). Sebagian besar responden mengalami peningkatan pengetahuan dan menunjukkan sikap yang lebih preventif setelah diberikan edukasi kesehatan. Dengan demikian, edukasi kesehatan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif mahasiswa mengenai hiperurisemia serta mendorong upaya pencegahan sejak dini.