Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Instagram Sebagai Medium Literasi Politik Bagi Mahasiswa Indonesia Di Luar Negeri Dalam Menyikapi Isu Politik Nasional Akmal Pijar Aradhana; Hudi Santoso; Leonard Dharmawan
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 12 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi menjadikan media sosial sebagai ruang utama pertukaran informasi politik, terutama di kalangan generasi muda. Berdasarkan laporan We Are Social 2025, lebih dari 167 juta penduduk Indonesia aktif menggunakan media sosial, dan Instagram termasuk dalam tiga besar platform terpopuler. Fenomena ini turut memengaruhi mahasiswa Indonesia di luar negeri yang mengandalkan media sosial untuk mengikuti perkembangan politik nasional. Penelitian ini bertujuan menelaah peran Instagram sebagai medium literasi politik bagi mahasiswa Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Instagram memiliki pengaruh yang signifikan dalam memperluas akses informasi dan menjaga keterhubungan mahasiswa dengan isu politik nasional. Namun, penggunaannya masih didominasi aktivitas konsumtif, sehingga pengaruhnya terhadap partisipasi politik aktif belum optimal. Dengan demikian, Instagram berperan dalam membangun kesadaran politik, meski belum sepenuhnya mendorong keterlibatan kritis.
Ekspresi Diri Gen Z melalui Fitur Posting Ulang Tiktok Chahya, Dhiyaa Riznieqia; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13565

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan fitur posting ulang (repost) pada aplikasi TikTok menunjukkan adanya perubahan cara Generasi Z mengekspresikan diri di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan fitur repost TikTok dengan ekspresi diri pada pengguna Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 103 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen penelitian disusun berdasarkan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan fitur repost dan ekspresi diri (r = 0,882; p < 0,01). Analisis antarindikator juga menunjukkan bahwa aspek popularitas dan interaksi sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong ekspresi diri pengguna. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan Self-Presentation, yang menjelaskan bahwa individu secara aktif memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan ekspresif dan membangun citra diri digital. Penelitian ini memberikan kontribusidalam memahami bagaimana fitur repost tidak hanya berfungsi sebagai alat berbagi ulang konten,tetapi juga sebagai media representasi identitas dan komunikasi simbolik di era media sosial partisipatif.
STRATEGI MEDIA RELATIONS DIREKTORAT INFORMASI DAN MEDIA KEMENTERIAN LUAR NEGERI RI DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA POSITIF Silkyana Maharani Kodrat; Hudi Santoso
Indonesian Journal of Digital Public Relations (IJDPR) Vol 4 No 2 (2026): Januari
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/ijdpr.v4i2.10106

Abstract

Perkembangan komunikasi digital dan meningkatnya sorotan media internasional menjadikan media relations sebagai elemen strategis dalam mempertahankan citra lembaga pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Tantangan utama yang dihadapi Direktorat Informasi dan Media adalah bagaimana mengelola hubungan dengan media nasional dan internasional secara efektif di tengah perbedaan budaya, kepentingan pemberitaan, serta isu-isu diplomasi yang sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi media relations Direktorat Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri RI dalam mempertahankan citra positif lembaga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, partisipasi aktif, wawancara mendalam, dan studi literatur. Teori yang digunakan adalah strategi media relations Yosal Iriantara yang meliputi pengelolaan relasi, pengembangan strategi, dan pengembangan jaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Direktorat menerapkan pendekatan formal dan informal dalam membangun hubungan dengan media, mengembangkan strategi komunikasi adaptif lintas budaya dan platform digital, serta memperluas jaringan media nasional dan internasional melalui kerja sama institusional dan program diplomasi media. Strategi tersebut terbukti berperan dalam menjaga kredibilitas informasi, mengelola isu sensitif, dan memperkuat citra positif Kementerian Luar Negeri RI di tingkat nasional maupun global
Strategi Brand Awareness Yoona Women dalam Mengoptimalisasikan Program Komunitas Wellness Yoona Squad Leader Zerlynda Ali; Hudi Santoso
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v5i1.7801

Abstract

This study aims to analyze the optimization of the Yoona Squad Leader wellness community program in strengthening the brand awareness of Yoona Women. The increasing awareness of feminine hygiene and the growing concern regarding the safety of menstrual products serve as the foundation of this research, considering that more than half of Indonesian women report irritation and discomfort related to conventional sanitary pad use (Manoppo, 2022; Putinah et al., 2020). In addition, laboratory findings by the Indonesian Consumers Foundation (YLKI, 2015) revealed traces of chlorine and dioxin in many commercial sanitary pads, indicating potential reproductive health risks. The study employed a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and active participation in the marketing division of PT Yoona Digital Indonesia during August–December 2025. The findings show that the Yoona Squad Leader program effectively strengthens all stages of the 5A Customer Path—Awareness, Appeal, Ask, Act, and Advocate—as conceptualized in Marketing 5.0: Technology for Humanity (Kotler, Kartajaya, & Setiawan, 2021). Community-based engagement drives emotional bonding, advocacy behavior, and value-based loyalty through empathy-driven communication. This program successfully empowers women to become advocates for menstrual health awareness while reinforcing brand credibility and consumer trust. The study highlights the strategic importance of community-based marketing as a sustainable approach to building human-centered loyalty and enhancing brand equity in the digital wellness industry.
Ekspresi Diri Gen Z melalui Fitur Posting Ulang Tiktok Chahya, Dhiyaa Riznieqia; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.13565

Abstract

Fenomena meningkatnya penggunaan fitur posting ulang (repost) pada aplikasi TikTok menunjukkan adanya perubahan cara Generasi Z mengekspresikan diri di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan fitur repost TikTok dengan ekspresi diri pada pengguna Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 103 responden yang merupakan pengguna aktif TikTok. Instrumen penelitian disusun berdasarkan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS dengan uji korelasi Pearson dan Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara penggunaan fitur repost dan ekspresi diri (r = 0,882; p < 0,01). Analisis antarindikator juga menunjukkan bahwa aspek popularitas dan interaksi sosial merupakan faktor yang paling dominan dalam mendorong ekspresi diri pengguna. Temuan ini memperkuat teori Uses and Gratifications dan Self-Presentation, yang menjelaskan bahwa individu secara aktif memanfaatkan media sosial untuk memenuhi kebutuhan ekspresif dan membangun citra diri digital. Penelitian ini memberikan kontribusidalam memahami bagaimana fitur repost tidak hanya berfungsi sebagai alat berbagi ulang konten,tetapi juga sebagai media representasi identitas dan komunikasi simbolik di era media sosial partisipatif.
Kajian Model Komunikasi Interaktif Melalui Zoom Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Generasi Z Di Kota Bogor Sulaiman, Raja; Hudi Santoso; Enden Darjatul; Rici Tri Harpin Pranata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.13594

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pembelajaran beralih ke sistem daring, termasuk penggunaan Zoom Meeting sebagai media utama. Generasi Z sebagai digital natives memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap teknologi, namun motivasi belajar mereka tetap dipengaruhi oleh kualitas komunikasi selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi interaktif dalam pembelajaran daring melalui Zoom terhadap motivasi belajar Generasi Z di Kota Bogor. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan jenis explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 104 responden, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, serta regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interaktif berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar, dibuktikan dengan nilai koefisien regresi sebesar 1.319 dan nilai signifikansi 0.000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0.577 menunjukkan bahwa 57.7% variasi motivasi belajar dipengaruhi oleh komunikasi interaktif melalui Zoom. Temuan ini menegaskan bahwa interaksi yang jelas, responsif, dan melibatkan peserta didik merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi belajar pada pembelajaran daring.
Strategi Konten Edutainment Instagram Terhadap Ketertarikan Pembelian Anggota DWDG IPB Muhammad Shobari, Rino Alfian; Hudi Santoso; Enden Darjatul Ulya; Rici Tri Harpin Pranata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14221

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh strategi konten edutainment Instagram terhadap ketertarikan pembelian anggota Do Well Do Good (DWDG) IPB, dengan objek penelitian akun Instagram edukatif @dnvb.id dan meninjau tiga dimensi utama, yaitu Edukasi, Hiburan, dan Interaktivitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif asosiatif dengan 34 responden yang dipilih melalui metode sensus dari seluruh anggota aktif DWDG. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert empat poin yang disusun berdasarkan teori informativeness, entertainment, interactivity, dan theory of planned behavior. Data dianalisis melalui analisis deskriptif dan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel memperoleh penilaian deskriptif tinggi, dengan dimensi Edukasi memiliki rata-rata tertinggi. Namun, hasil regresi mengindikasikan bahwa hanya Interaktivitas yang berpengaruh signifikan terhadap ketertarikan pembelian (p = 0,001), sedangkan Edukasi dan Hiburan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Model regresi mampu menjelaskan 49,9 persen variasi ketertarikan pembelian. Temuan ini menegaskan bahwa pengalaman komunikasi dua arah, seperti respons komentar, ajakan berdiskusi, dan partisipasi dalam aktivitas interaktif, menjadi penentu utama minat beli mahasiswa terhadap konten edutainment. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian edutainment berbasis interaktivitas serta implikasi praktis bagi perancangan strategi konten digital yang lebih efektif bagi audiens Generasi Z di lingkungan organisasi mahasiswa.
STRATEGI BRAND MARKETING FAS DALAM MENINGKATKAN AWARENESS DI INSTAGRAM @fas.fulfillment Anggi Dwi Kusumawardani; Hudi Santoso
NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa Vol. 7 No. 2 (2026): NIVEDANA : Jurnal Komunikasi dan Bahasa
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri Raden Wijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53565/nivedana.v7i2.2177

Abstract

The background of this research lies in the growing role of social media particularly Instagram as a strategic platform for companies to build a credible and engaging brand image, especially for B2B-based businesses like FAS. This study aims to analyze the brand marketing strategy of FAS in enhancing brand awareness through its Instagram account @fas.fulfillment. This study applies a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with the FAS brand marketing team and content analysis of the brand’s Instagram account. The findings indicate that FAS’s brand marketing strategy focuses on balancing entertaining and educational content with a light, relatable, and visually consistent communication style. “Pak Bos”-themed and Gen Z–related posts generated the highest engagement, showing the audience’s preference for humorous and authentic storytelling. The application of the AISDALSLove model is evident from the attention to love stages, where audiences not only consume the content but also engage, share, and build emotional attachment to the brand. This strategy demonstrates that human-centered, consistent, and storytelling-driven communication effectively strengthens FAS’s image as a modern, adaptive, and audience-oriented fulfillment service provider.
KONTEN VISUAL STORYTELLING AKUN TIKTOK @KOLLAINFOREST DALAM PEMBENTUKAN BRAND IMAGE DI KALANGAN FOLLOWERS R. Agni Najwa Madenda; Hudi Santoso
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.47208

Abstract

The rapid development of social media, particularly TikTok, has transformed how audiences consume information and form perceptions of a brand, making visual storytelling content an essential element in digital marketing communication strategies. However, studies examining the influence of visual storytelling on brand image formation on TikTok are still limited. This study aims to analyze the effect of visual storytelling content on the formation of brand image on the @kollainforest TikTok account among its followers. This research employs a quantitative approach using a survey method involving 100 respondents who are followers of the @kollainforest account. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and analyzed using classical assumption tests and simple linear regression. The results show that visual storytelling content is categorized as high across all dimensions, while brand image is also categorized as high. The regression analysis indicates a positive and significant effect of visual storytelling on brand image, with a regression coefficient of 0.401 and a significance value of < 0.001. Furthermore, the coefficient of determination (R Square) is 0.438, indicating that visual storytelling contributes 43.8% to the formation of brand image, which is considered a moderately strong effect. These findings suggest that improving the quality of visual storytelling content can strengthen brand image in the minds of the audience. Therefore, businesses and content creators are encouraged to optimize creative, consistent, and communicative visual content as a strategy to build a positive brand image.
Literasi Media Digital Staf Frontliner terhadap Kesiapan Penanganan Hoaks Kesehatan di RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat Muhamad Habibie; Hudi Santoso
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 5 No. 1 (2026): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v5i1.9052

Abstract

The rapid development of digital media has increased the complexity of health information flows and triggered the spread of misinformation, thereby requiring service personnel to be prepared to manage information critically. However, studies specifically examining the relationship between digital media literacy and readiness to handle health hoaxes among non-medical frontliner staff remain limited. This study aims to analyze the relationship between digital media literacy and readiness in handling health-related hoaxes among frontliner staff at RSUD Welas Asih Bandung. A quantitative approach with a survey method was employed, involving 243 respondents selected through a census sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed through validity, reliability, and Spearman’s Rank correlation tests. The results indicate that digital media literacy is at a high level, with digital safety (85.2%) and digital ethics (82.3%) as dominant indicators. Readiness in handling health hoaxes is also high, with gathering (78.6%) and planning (76.1%) as the highest indicators. The correlation test shows a positive and significant relationship with a coefficient of 0.794 (p<0.001), indicating a strong association. These findings suggest that improving digital media literacy significantly contributes to enhancing readiness in handling health hoaxes. Therefore, strengthening digital literacy is an important strategy to improve communication effectiveness and healthcare service quality.