Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Penggunaan Metode Outdoor Study terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar Laili, Yuli Nur; Juniarso, Triman; Hanindita, Amelia Widya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8577

Abstract

Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pelajaran IPAS menjadi sebuah tantangan di tingkat sekolah dasar, terutama di kelas IV SDN Kebondalem-Mojosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode outdoor study terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.  Penelitian mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 40 siswa kelas IV SDN Kebondalem dengan data yang dikumpulkan melalui pretest dan posttest, lalu dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen yang memakai metode outdoor study dan kelompok kontrol, dengan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05). Analisis data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulannya, metode outdoor study memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS, mengindikasikan potensinya sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar.
Pengembangan Media Video Animasi pada Mata Pelajaran IPAS untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Wardana, Rina Ayu; Juniarso, Triman; Hanindita, Amelia Widya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8580

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu pengembangan video animasi yang diperlukan pada pembelajaran guna untuk mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Kelebihan aplikasi yang digunakan dalam pembuatan video animasi ini gratis dan dilengkapi dengan berbagai contoh animasi yang menarik dan mendukung materi magnet, listrik, dan teknologi, sehingga peserta didik tertarik untuk mengamati. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan dan potensi produk media video animasi untuk pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang magnetisme, ketenagalistrikan, dan teknologi. Penelitian ini mencakup pengembangan (R&D). Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah bagian dari model ADDIE yang digunakan dalam pengembangan. Penelitian ini menganalisis data deskriptif kuantitatif dengan validasi ahli. Hasil penelitian untuk setiap indikator yang dinilai, validator yang terdiri dari dua dosen ahli materi, media, dan bahasa juga memberikan skor minimal tiga dan maksimal empat pada lembar validasi. Hasil akhir seluruh presentasi validator mendapatkan nilai 84% dengan keterangan sangat layak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media video animasi ini layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Video animasi yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi siswa, dan memfasilitasi pemahaman materi secara lebih mendalam. Sehingga media ini dinilai sebagai inovasi yang bermanfaat dalam mendukung proses pembelajaran IPAS.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS V Maskhuriyah, Dinda El; Juniarso, Triman; Hanindita, Amelia Widya
JS (JURNAL SEKOLAH) Vol 8, No 4 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/js.v8i4.62548

Abstract

Abstract: This study aims to define how animated video learning media influences the understanding of fifth grade students of SDN Sumur Welut III Surabaya about science and scientific concepts. This study uses quantitative methods such as Quasi Experimental Design. From the search results sig. (2-tailer) 0.000 less than 0.05 regarding the test results in implementing the SPSS version 25 program. As a result, H0 is rejected, and H1 is accepted, with it it can be concluded that the understanding of science and scientific concepts of fifth grade students of SDN Sumur Welut III Surabaya is influenced by animated video learning media.Keywords: Concept Understanding, Animated Video Learning Abstrak: Penelitian ini ditujuan untuk mendefinisikan bagaimana media pembelajaran video animasi berpengaruh pada pemahaman siswa kelas V SDN Sumur Welut III Surabaya tentang IPA dan konsep ilmiah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif seperti Desain Quasi Eksperimen. Dari hasil pencarian sig. (2-tailer) 0,000 kurang dari 0,05 mengenai hasil pengujian dalam menerapkan program SPSS versi 25. Akibatnya, H0 ditolak, dan H1 diterima, dengan itu dapat disimpulkan pemahaman IPA dan konsep ilmiah siswa kelas V SDN Sumur Welut III Surabaya berpengaruh oleh media pembelajaran video animasi. Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Pembelajaran Video Animasi
Kecakapan Literasi Bercerita Pada Anak Tunagrahita di YPAC Surabaya Hanindita, Amelia Widya; Idhartono, Amelia Rizky
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 8, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um031v8i22022p147-157

Abstract

Literasi membaca dan menulis merupakan fondasi dasar yang harus dikuasai peserta didik untuk dapat memperoleh segala informasi dan mengemukakan gagasan melalui bahasa tulis. Literasi juga merupakan sebuah kecakapan dalam berpikir untuk menentukan dan menggunakan segala bentuk informasi yang ada baik itu melalui media cetak, audio, visual, audiovisual, ataupun yang lainnya. Penelitian ini berfokus pada kecakapan literasi bercerita anak tunagrahita. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun penelitiannya berjenis deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan kecakapan literasi menyimak dan berbicara melalui kegiatan bercerita pada anak tunagrahita di YPAC Surabaya. Terdapat dua kecakapan yang dilihat dalam penelitian ini yaitu kecakapan menyimak dan kecakapan literasi berbicara. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kecakapan menyimak pada masing-masing tahapan yaitu mulai tahap ke-1 sampai dengan tahap ke-5 mengalami kenaikan yaitu anak tunagrahita berinisial CE menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menyimak sejumlah 25%. Kemudian, DA menunjukkan peningkatan sejumlah 22%. Lalu, JH menunjukkan peningkatan sejumlah 28% sedangkan NH 25%. Hal yang sama juga terjadi pada kecakapan literasi berbicara dengan hasil anak tunagrahita berinisial CE menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara sejumlah 28%. Kemudian, DA menunjukkan peningkatan sejumlah 16%. Lalu, JH menunjukkan peningkatan sejumlah 18% sedangkan NH 38%.
Indonesian Netizens' Emotive Language in Responding to YouTube Posts: Cyberpragmatics Study Pramujiono, Agung; Rohmah, Nur; Hanindita, Amelia Widya; Ardhianti, Mimas
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 9 No. 2 (2023): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v9i2.23827

Abstract

Indonesian internet users (Netizens) are considered uncivilized in using the internet. The Digital Civility Index (DCI) states that the politeness of Indonesian netizens was ranked 29th out of 32 countries and the worst in Southeast Asia. The uncivility of netizens is closely related to the use of emotive language, so it is necessary to study the use of emotive language by netizens. The emotive language of Indonesian netizens in responding to YouTube posts is very interesting to study from a cyberpragmatic perspective. Cyberpragmatic studies are the use of language and communication in a digital environment or in cyberspace. The problems studied in this study are formulated: (1) How is the lingual form of the emotive language of Indonesian netizens realized in responding to YouTube posts in a cyberpramatic perspective? And (2) How is the emotive language function of Indonesian netizens realized in responding to YouTube posts in a cyberpramatic perspective? The purpose of this study is to describe and explain the realization of the form of Indonesian netizen emotive language and the function of netizen emotive language in responding on YouTube posts. This research is a descriptive qualitative research. The research data is in the form of netizens' verbal responses to internet-mediated YouTube posts as a field for cyberpragmatic studies. Data was collected using the Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) technique. Data analysis was carried out using descriptive techniques using the interactive model Miles and Huberman (1992) with the stages of data collection, data reduction, data presentation, and verification/drawing conclusions. Based on the results of data analysis, it was concluded that the lingual form of emotive language is stated in utterances in declarative, interrogative, and directive modes, while the function of emotive language is stated in delarative speech acts with the function of stating, informing, confirming, giving advice, and praying; in expressive speech acts with functions of praising, expressing pleasure, expressing pride, thanking, apologizing, satirizing, mocking, and insulting; in imperative speech acts with functions of ordering, prohibiting, inviting, and asking. The conclusion of this study is that the lingual form of emotive language is realized in speech in declarative, interrogative, and directive modes.
Pengaruh Penggunaan Metode Outdoor Study terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Pelajaran IPAS Kelas IV Sekolah Dasar Laili, Yuli Nur; Juniarso, Triman; Hanindita, Amelia Widya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8577

Abstract

Meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pelajaran IPAS menjadi sebuah tantangan di tingkat sekolah dasar, terutama di kelas IV SDN Kebondalem-Mojosari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan metode outdoor study terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar.  Penelitian mengadopsi pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu, melibatkan 40 siswa kelas IV SDN Kebondalem dengan data yang dikumpulkan melalui pretest dan posttest, lalu dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen yang memakai metode outdoor study dan kelompok kontrol, dengan nilai signifikansi 0,003 (p < 0,05). Analisis data menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan kemampuan berpikir kritis yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulannya, metode outdoor study memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV sekolah dasar pada mata pelajaran IPAS, mengindikasikan potensinya sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa sekolah dasar.
Pengembangan Media Video Animasi pada Mata Pelajaran IPAS untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Wardana, Rina Ayu; Juniarso, Triman; Hanindita, Amelia Widya
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i5.8580

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu pengembangan video animasi yang diperlukan pada pembelajaran guna untuk mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan. Kelebihan aplikasi yang digunakan dalam pembuatan video animasi ini gratis dan dilengkapi dengan berbagai contoh animasi yang menarik dan mendukung materi magnet, listrik, dan teknologi, sehingga peserta didik tertarik untuk mengamati. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan dan potensi produk media video animasi untuk pembelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang magnetisme, ketenagalistrikan, dan teknologi. Penelitian ini mencakup pengembangan (R&D). Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah bagian dari model ADDIE yang digunakan dalam pengembangan. Penelitian ini menganalisis data deskriptif kuantitatif dengan validasi ahli. Hasil penelitian untuk setiap indikator yang dinilai, validator yang terdiri dari dua dosen ahli materi, media, dan bahasa juga memberikan skor minimal tiga dan maksimal empat pada lembar validasi. Hasil akhir seluruh presentasi validator mendapatkan nilai 84% dengan keterangan sangat layak. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media video animasi ini layak digunakan sebagai alat bantu pembelajaran. Video animasi yang dikembangkan mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran, memotivasi siswa, dan memfasilitasi pemahaman materi secara lebih mendalam. Sehingga media ini dinilai sebagai inovasi yang bermanfaat dalam mendukung proses pembelajaran IPAS.
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBASIS MEDIA POWTOON PADA MATERI MENULIS TEKS PUISI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD: THE EFFECT OF PROJECT BASED LEARNING MODEL BASED ON POWTOON MEDIA ON THE MATERIAL OF WRITING POETRY TEXTS ON THE LEARNING OUTCOMES OF GRADE V ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Rizqillah, Zidananda Alfa Nur; Hanindita, Amelia Widya
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbsi.v15i1.93681

Abstract

Penelitian kuantitatif ini menyelidiki dampak model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) yang disempurnakan dengan media Powtoon terhadap kemampuan menulis puisi siswa kelas lima di SD Negeri Tembok Dukuh IV/86 Surabaya. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa keterbatasan variasi dalam metode dan media pembelajaran tradisional berkontribusi pada penurunan keterlibatan dan kinerja siswa. Untuk mengatasi hal ini, peneliti menggunakan PBL, memanfaatkan animasi Powtoon demi meningkatkan kualitas dan daya tarik proses belajar mengajar. Desain kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini mengumpulkan data melalui tes akhir. Analisis statistik, termasuk uji normalitas, homogenitas varians, dan uji t sampel independen, mengungkapkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,05, p = 0,000) antara kelompok eksperimen (menggunakan PBL yang disempurnakan dengan Powtoon) dan kelompok kontrol (menerima instruksi konvensional). Temuan signifikan ini mengindikasikan bahwasanya model PBL terintegrasi Powtoon mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara efektif dalam menulis puisi, disertai dengan peningkatan yang terlihat dalam partisipasi siswa, kreativitas, dan pemahaman. Penelitian ini turut mendorong inovasi dalam pembelajaran bahasa dengan memanfaatkan teknologi digital di sekolah dasar, serta menambah wawasan tentang bagaimana media digital dapat mendukung pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE WRITE AROUND BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS PROSA SISWA KELAS V SD Ayuningtyas, Risty Amaria; Hanindita, Amelia Widya
SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED Vol. 15 No. 1 (2025): SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/sejpgsd.v15i1.66262

Abstract

Based on initial observations, students had low writing skills, leading to a lack of active participation in writing lessons. This study aims to describe the effect of the cooperative learning model write around, supported by sequential image media, on the writing skills of fifth-grade elementary students. It is a quantitative study using an experimental method with a quasi-experimental design and a nonequivalent control group framework. The population consists of fifth-grade students at SDN Sumur Welut III/440 Surabaya, with a sample of 32 students divided into experimental and control groups. Data were collected using essay-type tests. The research results reveal that the implementation of the cooperative learning model type Write Around, supported by serial picture media, influences the prose writing skills of fifth-grade students. This statement refers to the hypothesis test results indicating a sig value of 0.001<0.05, meaning H0 is rejected and H1 is accepted. Additionally, the experimental class's average pretest-posttest increase is 28.5, superior to the control class's 20.25. Therefore, the write around model, supported by picture series media, positively affects students' prose writing skills.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kinerja Dosen PPG Prajabatan Gelombang II Semester 1 Satianingsih, Rarasaning; Zaman, Akhamd Qomaru; Astutik, Erna Puji; Khabib, Samsul; Rohmah, Nur; Hanindita, Amelia Widya; Fauziyah, Fauziyah; Kurniawan, Widiar Onny; Athohillah, M.; Rosmiati, Rosmiati; Wardani, Waqiah Nilam
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v4i3.586

Abstract

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah upaya strategis untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Indonesia. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya berperan penting dalam pelaksanaan PPG Prajabatan, terutama dalam mengevaluasi kinerja dosen sebagai indikator kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap kinerja dosen PPG Prajabatan Gelombang II Semester 1 tahun 2023. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner untuk mengumpulkan data dari mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kejelasan penyampaian materi, interaksi dosen-mahasiswa, dan variasi metode pengajaran yang digunakan. Namun, masih ada beberapa area yang memerlukan perbaikan, seperti pemanfaatan teknologi dalam pengajaran. Kesimpulannya, persepsi positif ini mencerminkan kesiapan dosen dalam membimbing mahasiswa menuju profesionalisme, namun tetap diperlukan peningkatan pada aspek-aspek tertentu untuk mengoptimalkan kualitas pembelajaran.