Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA PERMAINAN EDUKATIF DALAM INTERNALISASI NILAI-NILAI KARAKTER PADA ANAK YATIM-DHUAFA Oktaviani, Maya; Elmanora; martiastuti, Kenty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 2 No. 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/abditek.022.02

Abstract

Community service activities aim to internalize the character values of orphans using the rainbow rocket educational game media at the Orphanage Dhuafa Raydha Aulia. Lecturers and five students in the Family Welfare Education Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Jakarta, implement this community service activity. The timing of the activity is May-July 2020. The implementation of this activity involves five administrators and 24 orphans. The steps in implementing the activity are communication with the board, media development, setting the schedule of activities, internalizing character values using the rainbow rocket educational game media, and monitoring and evaluating the implementation of activities. The evaluation activities show a change in the attitude shown by the orphans, especially in the character of self-confidence and hard work. Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginternalisasikan nilai-nilai karakter anak yatim dengan menggunakan media game edukasi rainbow rocket di Rumah Yatim Dhuafa Raydha Aulia. Dosen dan lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Waktu pelaksanaan kegiatan Mei-Juli 2020. Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan lima pengurus dan 24 anak yatim. Langkah-langkah dalam pelaksanaan kegiatan adalah komunikasi dengan pengurus, pengembangan media, pengaturan jadwal kegiatan, internalisasi nilai-nilai karakter dengan menggunakan media game edukasi rainbow rocket, serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan evaluasi menunjukkan adanya perubahan sikap yang ditunjukkan oleh anak yatim terutama pada karakter percaya diri dan kerja keras.
KONSEP DIRI SEBAGAI PENGONTROL IMPULSE BUYING PADA IBU RUMAH TANGGA Desriane, Aliya Syalikha; Hamiyati; Elmanora
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.082.08

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konsep diri terhadap impulse buying pada ibu rumah tangga. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Baros, Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini melibatkan 100 orang ibu rumah tangga yang dipilih secara puposive. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2021 dengan menggunakan metode survey. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial (uji regresi linear sederhana). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri dan impulse buying pada ibu rumah tangga termasuk dalam kategori sedang. Konsep diri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap impulse buying. Hasil analisis ini mengindikasikan bahwa konsep diri yang semakin baik dapat menurunkan impulse buying pada ibu rumah tangga. Artinya, impulse buying pada ibu rumah tangga dapat dikontrol oleh konsep diri ibu rumah tangga tersebut. Dengan demikian, cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi impulse buying pada ibu rumah tangga adalah dengan cara meningkatkan konsep diri pada ibu rumah tangga. Kata kunci: ibu rumah tangga, impulse buying, konsep diri, perilaku konsumen Self-Concept as Impulse Buying Controller in Homemakers Abstract This study aims to analyze the effect of self-concept on impulse buying at homemakers. The location conducted this research is Baros Village, Sukabumi City, West Java Province. This study involved 100 homemakers who were selected purposively. Data collection was carried out from April to June 2021 using the survey method. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (simple linear regression test). The results showed that homemakers had self-concept and impulse buying in the medium category. Self-concept has a negative and significant effect on impulse buying. The results of this analysis indicate that a better self-concept can reduce impulse buying for homemakers. That is, the housewife's self-concept can control impulse buying at homemakers. Thus, the way to minimize impulse buying for homemakers is by increasing the self-concept of homemakers. Keywords: consumer behavior, homemakers, impulse buying, self-concept
INTERNET PARENTING SEBAGAI KONTROL DALAM PENGGUNAAN INTERNET PADA REMAJA Destari, Mutia Riani; Elmanora; Hamiyati
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the correlation between internet parenting and adolescent internet behavior. Data was collect using self-report techniques from May to June 2020. This study involved 235 students in one of junior high school, who were randomly selected. The instrument for measuring internet parenting was the Factor Analysis of Mediating Rules and Practices (Livingstone and Helsper, 2008), which consists of 24 statements. The instrument for measuring internet behavior was the Principal Component Analysis of the Internet Use Questionnaire (Johnson & Kulpa, 2006), which consists of 20 statements. The data collected was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics, namely Pearson Correlation Coefficient. The results showed that internet parenting was included in the moderate category (54,5%). Internet behavior is included in the low category (55,3%). The results of correlation analysis show that internet parenting has a significant negative correlation with adolescent internet behavior (r=-0,223, p<0,01). These results indicate that the higher the attitude of parents in disciplining internet use in adolescents can reduce the frequency of adolescents using the internet. Thus, the implementation of internet parenting can be one way to reduce internet use in adolescents.
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH DI DESA CISARUA, KECAMATAN TEGALWARU, KABUPATEN PURWAKARTA Abdilah, Galang Raka; Elmanora; Hamiyati
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Orang tua berperan penting dalam menentukan asupan gizi pada anak prasekolah salah satunya dengan cara praktik pemberian makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi anak prasekolah di PAUD Ar-Raudoh, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang ibu dan anak prasekolah. Instrumen Compherensive Feeding Practice Questionere (CFPQ) dan status gizi menggunakan data antropometri. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan analisis korelasi menggunakan Spearman Rank serta Chi-Square. Sebaran jenis kelamin anak dalam penelitian adalah laki – laki (50%) dan perempuan (50%), mayoritas umur anak 6 tahun (51,7%), ibu dengan jumlah anak 2 (40%), urutan kelahiran bungsu (40%), pendapatan keluarga < Rp1.500.00 (58,3%), pendidikan ibu lulus SD/MI (55%), pekerjaan ibu yaitu ibu rumah tangga (90%), dan usia ibu mayoritas dewasa awal (44,2%). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jenis kelamin, jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendapatan keluarga, dan pendidikan ibu dengan status gizi anak prasekolah. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi dengan nilai koefisien korelasi 0,298 dan nilai koefisien determinasi 0,085. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin, pekerjaan ibu, dan status gizi. Kata Kunci: Status gizi, Praktik pemberian makan, Anak prasekolah Abstract Parents play an important role in determining nutritional intake in preschool children, one of which is by way of feeding practices. The purpose of this study was to determine the relationship between feeding practices and the nutritional status of preschool children in PAUD Ar-Raudoh, Cisarua Village, Tegalwaru District, Purwakarta Regency. Sample in this study were 60 mothers and preschool children. The Compherensive Feeding Practice Questioner (CFPQ) instrument and nutritional status used anthropometric data. Data analysis used descriptive statistics and correlation analysis used Spearman Rank and Chi-Square. The sex distribution of the children in the study were male (50%) and female (50%), the majority of the children were 6 years old (51.7%), mothers with 2 children (40%), youngest birth order (40%) , family income < IDR 1,500.00 (58.3%), mother's education graduated from SD/MI (55%), mother's occupation is housewife (90%), and the majority of mother's age is early adult (44.2%). There is no relationship between family characteristics such as gender, number of children, child birth order, mother's education, and mother's occupation. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is no relationship between family characteristics such as number of children, child birth order, family income, and mother's education with the nutritional status of preschool children. There is a relationship between the variables of the nutritional status of preschool children with the characteristics of the gender and occupation of the mother. There is a relationship between feeding practices and nutritional status with a correlation coefficient of 0.298 and a coefficient of determination of 0.085. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is a relationship between the nutritional status of preschool children with the characteristics of gender, mother's occupation, and nutritional status. Keywords: Feeding practices, Nutrition status, Preschool children
Parenting Style, Social Support, Peer Relationship, and Coping Strategies among Students During Online Learning Oktaviani, Maya; Elmanora; Hasanah, Uswatun
Journal of Family Sciences Vol. 8 No. 2 (2023): Journal of Family Sciences
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jfs.v8i2.49756

Abstract

Covid-19 has significantly impacted the daily lives of all people, so the government needs to take public health measures such as distance and online learning, which makes students adapt to solving problems through coping strategies. This study analyses the influence of parenting style, social support, and peer relationships on students' online learning coping strategies. This study uses an associative quantitative approach. The population in this study were students at the Universitas Negeri Jakarta (UNJ). This study involved 505 students at the Universitas Negeri Jakarta with a voluntary sampling technique. The researcher conducted this study at Universitas Negeri Jakarta from April to June 2023. The researcher analyses the research data using descriptive and inferential statistics, including multiple linear regression tests. The regression test results show that parenting style, social support, and peer relationships can improve student coping strategies. As much as 34.7 percent of adaptability in adjusting or solving student problems can be explained through parenting style, social support, and peer relationships. This research implies that parents and peers contribute significantly to students' coping strategies. Both have their respective roles that can increase or decrease a student's ability to adapt to the problems they face.
PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP POLA KOMUNIKASI DALAM KELUARGA hayati, Nur; Elmanora; Muhammad Faesal
KELUARGA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 10 No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/keluarga.v10i1.14054

Abstract

This study aims to determine the effect of gadget use on communication patterns in the family. The population of this study was high school students in East Jakarta with a sample of 100 people. The data used by researchers is data obtained through closed questionnaires/surveys for both variables using purposive sampling. In the gadget use variable, there are 28 statements covering aspects of cell phones/cellular phones, television, video games, and internet/computers, while the family communication pattern variable has 19 statements covering aspects of conversation orientation and conformity orientation. Data analysis techniques use descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that 55% of high school students using gadgets were in the moderate category. Meanwhile, 52% of high school students have moderate communication patterns. The results showed that gadget use has a significant effect on communication patterns in the family (= -0.355). The higher the use of gadgets can reduce communication patterns in the family. Thus, students need to control the use of gadgets
PENGARUH PERAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN PADA REMAJA USIA 12-20 TAHUN Oktaviani, Maya; Elmanora; Septiana, Anisya; Deviyani, Tya; Afifah, Lu'Lu Fadiyah; Adhani, Febi Salsabila; Pratiwi, Karin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik : Jurnal Abditek Vol. 3 No. 02 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik: Jurnal Abditek
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Abditek.032.6

Abstract

Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama dalam rumah tangga mempunyai peran yang sangat besar untuk membentuk sikap dan perilaku anak agar peduli terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepedulian lingkungan keluarga melalui sikap dan peranannya terhadap upaya dalam menanamkan karakter peduli lingkungan kepada anak sedang berada pada tahap usia remaja. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik angket kuesioner yang dibagikan kepada remaja usia 12 hingga 20 tahun, kemudian diolah dengan SPSS menggunakan uji statistik deskriptif, normalitas, linearitas, dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dan positif antara peran lingkungan keluarga dengan peduli lingkungan pada remaja. Hal ini ditunjukkan dengan nilai Sig. yang lebih kecil dari 0,05 (0,017<0,05). Hubungan yang positif menunjukkan bahwa semakin tinggi peran lingkungan keluarga, maka semakin tinggi pula karakter peduli lingkungan pada remaja. Besar pengaruh peran lingkungan keluarga terhadap karakter peduli lingkungan pada remaja menunjukkan nilai sebesar 0,051 atau 5,1%, yang berarti 94,9% lainnya dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti sehingga dapat dikatakan kemandirian remaja banyak dipengaruhi oleh faktor lain. Dalam meningkatkan karakter peduli lingkungan pada remaja diperlukan peran lingkungan keluarga yang dapat membangun karakter tersebut, salah satunya membuat peraturan di rumah sedari dini agar dapat membentuk karakter yang baik pada diri seorang remaja.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KOPI KELILING PADA MAHASISWA DITINJAU DARI ASPEK BUDAYA, SOSIAL, PRIBADI, DAN PSIKOLOGIS Kurniasih, Nunik; Elmanora; Faesal, Muhammad
Jurnal Pendidikan dan Perhotelan (JPP) Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL PENDIDIKAN DAN PERHOTELAN
Publisher : Family Welfare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPPV5i2.07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keputusan pembelian kopi keliling pada mahasiswa UNJ ditinjau dari aspek budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa UNJ yang berjumlah 29.017 orang, dengan sampel yang digunakan sebanyak 388 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan meliputi perhitungan nilai mean (Me), median (Md), modus (Mo), dan standar deviasi, serta menggunakan kategori. Jika ditinjau berdasarkan pada dimensi Budaya, di kategori sedang. Hal ini menujukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kebiasaan membeli kopi keliling sebagai bagian dari rutinitas soosial mereka, seperti nongkrong bersama teman, tetapi belum menjadikannya kebutuhan harian yang konsisten. Pada dimensi Sosial, di kategori sedang. Hasil ini menegaskan bahwa pengaruh kelompok teman, keluarga dan peran sosial sebagai mahasiswa cukup berkaitan dengan keputusan pembelian tetapi belum menjadi aspek yang mendorong pembelian secara rutin. Pada dimensi Pribadi pada kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa kopi keliling dipilih mahasiswa karena menyesuaikan dengan kondisi ekonomi mereka (uang saku), gaya hidup yang sederhana yang mendukung aktivitas kampus, meskipun demikian kondisi keuangan menjadi pembatas intensitas pembelian. Pada dimensi Psikologis, pada kategori sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa motivasi mahasiswa membeli kopi keliling sebagian besar didorong oleh kebutuhan praktis, seperti ingin tetap fokus belajar, bukan semata-mata karena loyalitas merek atau tren. Sehingga secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian kopi keliling di kalangan mahasiswa UNJ berkaitan dengan berbagai aspek budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Temuan ini menunjukkan bahwa inovasi dan adaptasi terhadap preferensi konsumen yang terus berkembang penting untuk mempertahankan daya tarik kopi keliling sebagai bagian dari gaya hidup mahasiswa. Kata Kunci : Keputusan Pembelian, Mahasiswa UNJ, Kopi Keliling