Penelitian ini mengkaji optimasi sistem agroforestry melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) di sebuah desa binaan, serta pengaruh intervensi tersebut terhadap produktivitas lahan, pendapatan rumah tangga tani, dan kesejahteraan komunitas. Pendekatan penelitian menggabungkan desain eksperimental terapan (pilot), pemantauan sensor IoT (kelembaban tanah, suhu, sensor cuaca, dan monitoring perawatan tanaman), serta survei kuantitatif dan wawancara kualitatif dengan petani peserta program. Temuan menunjukkan bahwa integrasi IoT dalam praktik Agroforestry memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data, memungkinkan pengaturan irigasi dan aplikasi nutrisi yang lebih presisi, yang secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan efisiensi produksi dan pengurangan kerugian produksi. Selain itu, adopsi praktik Agroforestry yang didukung teknologi memperkuat diversifikasi sumber pendapatan dan memberikan jalur peningkatan kesejahteraan melalui penambahan pendapatan non-musiman dan pengurangan kerentanan terhadap guncangan iklim. Hasil ini konsisten dengan bukti yang menunjukkan bahwa Agroforestry meningkatkan layanan ekosistem dan potensi pendapatan bagi rumah tangga tani (Miller, 2019; Castle, 2022), serta literatur yang menilai peran IoT dalam meningkatkan efisiensi dan manajemen pertanian modern (Duguma, 2024; Kumar, 2024). Implikasi kebijakan menekankan perlunya program subsidi awal, pelatihan teknis untuk petani, dan mekanisme pembiayaan yang memadai agar teknologi IoT dapat diadopsi secara inklusif di komunitas pedesaan.