Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

The Relationship Between Knowledge and Distance to Health Facilities and the Completeness of K6 Prenatal Care Visits Tri Endah Suryani; Lolli Nababan; Poppy siska Putri; Efrilya Wahyu Suci Wulandari
Jurnal Kebidanan Manna Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jkm.v5i1.1884

Abstract

Background: Antenatal Care (ANC) services are a vital maternal health intervention for the early detection of pregnancy risk factors and the prevention of complications contributing to high maternal mortality rates. Although the national target for both the first visit (K1) and complete six visits (K6) is 100%, coverage remains suboptimal. Low knowledge regarding the benefits of prenatal check-ups often hinders adherence. Community Health Center X continues to face low complete K6 coverage at 60.4%. This study aims to analyze the relationship between pregnant women's knowledge level and distance to health facilities with the completeness of K6 ANC visits. Methods: An analytical study with a cross-sectional approach was conducted. The study sample comprised 47 postpartum women selected using total sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate statistical analysis. Results: The findings revealed that 55.3% of respondents had not completed the K6 ANC visits, and 48.9% possessed a low level of knowledge regarding prenatal care. Although the majority of respondents (63.8%) had good geographic access living within a reasonable distance, this ease of access did not fully translate into service utilization due to continued reliance on traditional practices. Bivariate analysis demonstrated a significant association between knowledge level and K6 ANC completeness ($p = 0.003$), as well as between distance to health facilities and K6 ANC completeness ($p = 0.002$). Conclusion: Knowledge level, reproductive experience, and geographic accessibility are critical determinants influencing maternal adherence to standard complete antenatal care (K6) visits.
Eksitasi Tumbuh Kembang Anak Dengan Metode Baby Spa Di Kelurahan Kandang Mas Kota Bengkulu Tri Endah Suryani; Dita Selvianti; Lolli Nababan; Poppy Siska Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4228

Abstract

Pelaksanaan Kegiatan pijat bayi atau pijat anak pada masyarakat masih diduduki secara menyeluruh oleh dukun bayi. Keunggulan pijat bayi yang di miliki oleh dukun bayi berdasarkan pengalaman turun temurun tanpa pelatihan secara khusus sehingga tindakan tersebut tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, sebagai akibatnya kurang optimal. Selain itu, perilaku masyarakat untuk memijatkan bayinya ke dukun bayi terkadang saat bayi sedang sakit, sedangkan pijat bayi akan maksimal jika untuk stimulasi tumbuh kembang dilaksanakan secara rutin dalam keadaan sehat, tidak hanya dalam keadaan sedang sakit saja. Saat ini sedang booming nama “Baby Spa” yaitu pijat bayi yang dilakukan bertujuan untuk menstimulasi tumbuh kembang pada bayi maupun anak dan dilakukan oleh tenaga yang sudah terlatih dan profesional, akan tetapi biasanya dengan biaya relatif mahal yang tidak terjangkau oleh kalangan masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan hal tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk sosialisasi dan Eksitasi tentang Baby Spa (pijata bayi) untuk mendukung tumbuh kembang bayi. Metode pelaksanaannya adalah pemeriksaan tumbang sebelum dan sesudah pijat bayi, tes tumbang dengan DDSTIK. Hasil pijat bayi memiliki manfaat signifikan tidak hanya pada aspek fisik, seperti peningkatan pertumbuhan melalui stimulasi sistem peredaran darah dan nafsu makan, tetapi juga pada aspek psikologis, yaitu meningkatkan kenyamanan, rasa aman, dan memperkuat ikatan emosional antara ibu dan anak melalui sentuhan kulit-ke-kulit.
The Relationship Between Knowledge About Complementary Feeding And Family Income With The Incidence Of Stunting Poppy Siska Putri; Melisa Oktrinanda; Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakt Syafitasari
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 13, No 2 (2025): August
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v13i2.95736

Abstract

Background : Stunting has been a global health concern. The long-term consequences of stunting include high mortality and morbidity rates, suboptimal cognitive development, especially during school age, reduced work productivity, and future metabolic issues. Family income is a multidimensional factor. Additionally, the gap in knowledge regarding feeding remains a major issue. Objectives: The aim of this research is to determine the relationship between knowledge about complementary feeding and family income with the incidence of stunting. Method : This type of research uses a quantitative analytical observational method with a cross sectional design.  45 mother who met the selection criteria to participate in this study   were   obtained   by   simple   random   sampling technique. Result: The results of the univariate analysis showed that some respondents had less knowledge about complementary feeding (46.7%), some respondents had low income (55.6%) and  the majority of stunting respondents 26 (57.8%). The results of bivariate analysis using the Chi-Square statistical test found a significant relationship between maternal knowledge (p=0.002) and family income (p=0.001) with the incidence of stunting. Conclusion: Objectives: The aim of this research is to determine the relationship between knowledge about complementary feeding and family income with the incidence of stunting.
Pengaruh Aromaterapi Lavender dalam Menurunkan Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu Rismayani Rismayani; Ade Elvina; Poppy Siska Putri; Rusiana Rusiana
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 8 (2026): Volume 8 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i8.25644

Abstract

ABSTRACT Cesarean section delivery can cause anxiety because of worry about the condition of the mother and baby. As the time for surgery approaches, anxiety will increase. A high level of anxiety can endanger preoperative Caesarean section patients and can even delay surgery. One effort to reduce anxiety with a traditional medical approach is Lavender aromatherapy using essential oils used in a diffuser which is able to provide a relaxing effect on pre-Caesarean section surgery patients. The aim of the research is to find out how effective lavender aromatherapy is in reducing the anxiety level of patients who are planning a caesarean section at Tiara Sella Hospital Bengkulu 2024. The research method is a quantitative method using non-equivalent control groups before and after the test, all pregnant patients with elective caesarean section surgery The first time at Tiara Sella Hospital Bengkulu was the population of this study, while the total sample was 40 patients. The process and method of obtaining samples is Accidental Sampling, with 20 treatment groups and 20 control groups. The data used are primary data and secondary data, and analysis was carried out univariate and bivariate. The research will be carried out on January 16 - February 16 2024 at Tiara Sella Hospital, Bengkulu City. The results of the univariate analysis, of the 20 mothers who had preoperative caesarean section for the first time, 11 people had moderate anxiety (55.0%) and 9 people had severe anxiety (45%) for respondents' anxiety, an average of 18.6 (moderate anxiety) at the age of 20. -25 years. The results of bivariate analysis with parametric statistics (paired T-test Dependent) obtained anxiety (p=0.000) with a value of p0.05 so it can be assessed that carrying out lavender aromatherapy intervention can reduce the anxiety level of mothers before caesarean section surgery. The conclusion of this research is that there is an effect of lavender aromatherapy on reducing anxiety levels in pre-Caesarean Section surgery patients.  Keywords: Anxiety, Lavender Aromatherapy. ABSTRAK Persalinan secara Section Caesarea dapat menimbulkan rasa cemas karena rasa khawatir tentang keadaan ibu dan bayinya. Semakin mendekati waktu untuk operasi maka kecemasan akan semakin meningkat. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat  membahayakan pasien pre operasi Section Caesarea dan bahkan dapat dilakukan penundaan operasi. Salah satu usaha untuk menurunkan rasa cemas dengan metode pendekatan medis tradisional berupa aromaterapi Lavender menggunakan minyak esensial yang digunakan pada diffuser mampu memberikan efek rileks pada pasien pre operasi Section Caesarea. Tujuan dari penelitian  untuk mengetahui bagaimana efektivitas aromaterapi lavender dalam  menurunkan tingkat cemas pasien yang terencana  sectio caesarea di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu 2024. Metode dalam penelitian berupa  metode kuantitatif menggunakan  non equivalent control kelompok  sebelum dan sesudah tes, semua pasien  hamil dengan operasi elektif sectio caesarea pertama kali di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu merupakan populasi penelitian ini, sedangkan jumlah sampel  40  pasien. Proses dan cara   memperoleh sampel yaitu Accidental Sampling, dengan 20 kelompok perlakuan dan 20 kelompok kontrol. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, dan analisa yang dilakukan secara univariat dan bivariat. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 16 Januari - 16 Februari Tahun 2024 di Rumah Sakit Tiara Sella Kota Bengkulu. Hasil analisa univariat, dari 20 ibu pre operasi section caesarea  pertama kali sebagian besar kecemasan sedang 11 orang  (55,0%) dan kecemasan berat 9 orang (45%) untuk kecemasan responden rata-rata 18,6 (kecemasan sedang) pada usia 20-25 tahun. Hasil analisis bivariate dengan statistik parametric (paired T-test Dependen) diperoleh kecemasan (p=0,000) dengan nilai p0,05  sehingga dapat dinilai bahwa melakukan  intervensi aromaterapi lavender dapat terjadi penurunan tingkat cemas  ibu pre operasi sectio caesarea. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh aromaterapi lavender terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien pre operasi Section Caesarea.  Kata Kunci: Kecemasan, Aromaterapi Lavender.
Gerakan Remaja Putri Tangguh: Meningkatkan Kesadaran Remaja Putri Terhadap KEK Melalui Media Buku Saku Tri Endah Suryani; Poppy Siska Putri; Juanda Syafitasari; Sutri Yani
JURNAL PENGABDIAN KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2026): MEI
Publisher : Gayaku Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/vc2xdm63

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah gizi dan kesehatan reproduksi. Salah satu masalah gizi yang masih banyak ditemukan adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) yang dapat berdampak pada kesehatan reproduksi, kualitas kehamilan di masa mendatang, serta meningkatkan risiko stunting pada generasi berikutnya. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pencegahan KEK menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri melalui program Gerakan Remaja Putri Tangguh dengan memanfaatkan media buku saku sebagai sarana edukasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, pembagian buku saku, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Sasaran kegiatan adalah remaja putri usia 12–18 tahun yang berjumlah 30 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 50 sebelum intervensi menjadi 87 setelah intervensi. Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu memahami materi terkait gizi, serta pencegahan KEK. Penggunaan buku saku terbukti membantu peserta dalam memahami dan mengingat informasi kesehatan yang diberikan. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja putri serta mendukung upaya pencegahan KEK sejak dini