Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : CJPP

BERTUKAR PERAN GENDER: STUDI KASUS PADA SUAMI YANG BERISTRI TKW DI DESA DAGANGAN, MADIUN IWIED ARIESNA ANUGRAHWATI; NURCHAYATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 4 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v6i4.30084

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji pertukaran peran gender antara suami dan istrinya yang bekerja sebagai TKW. Bermetode kualitatif dan berpendekatan studi kasus, penelitian ini berfokus pada tiga pertanyaan kunci. Pertama, bagaimana masyarakat memandang pertukaran peran gender antara suami yang berdiam di tanah air dan istri yang mencari nafkah sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri? Kedua, persoalan-persoalan apa yang ditimbulkan oleh pertukaran peran gender tersebut? Ketiga, bagaimana suami beradaptasi pada pertukaran peran gender ini? Riset ini membuahkan sejumlah temuan. Pertama, makin lama istri menjadi TKW, makin negatiflah pandangan masyarakat tentangnya. Kedua, pertukaran peran gender mengakibatkan persoalan afeksi, kewalahan menanggung beban kerja rumah tangga, dan persepsi negatif masyarakat sekitar. Ketiga, suami menangani berbagai pekerjaan rumah tangga dan merawat para anggota keluarga. Persoalan-persoalan yang timbul ditanggulangi dengan menganut pandangan luwes tentang peran gender, memberikan yang terbaik kepada anak, dan menerapkan prinsip Jawa hidup rukun menjaga harmoni. Kata kunci: suami beristri buruh migran, pertukaran peran gender, tenaga kerja internasional Abstract This research deals with gender role exchange between husbands who stay at home and wives who work as housemaids overseas. Using a qualitative case study approach, this research examines three questions. First, how do members of the local community view this kind of gender role exchange? Second, what issues arise from this exchange of gender roles? Third, how do the husbands adapt to the gender role exchange? The study yields several findings. First, the longer the wife is working overseas, the more negatively her neighbors view her. Second, gender role exchange leads to such problems as emotional distress, domestic work overload, and negative social evaluation. Third, the husband adapts to his wifes by doing domestic chores and taking care of family members. The husband copes with these problems by taking a more flexible view of gender roles, giving this best to his children, and pursuing the Javanese ideal of harmony. Keywords: husbands of migrant domestic workers, gender role exchange, transnational labor migration
PENGALAMAN PEREMPUAN YANG TELAH MENIKAH MENJADI BONITA HERI KOESWO ASWANTO; NURCHAYATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i1.31987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan pengalaman wanita menikah menjadi Bonita. Penelitian ini melibatkan lima responden utama wanita menikah yang menjadi Bonita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. peneliti menggunakan wawancara semi-terstruktur dan analisis data untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi responden terlibat menjadi bonita adalah faktor lingkungan, merasakan ikatan persaudaraan, menjadi sarana di waktu luang, dan pengaruh media sosial. Menjadi Bonita pada usia paruh baya tidak mengganggu perempuan menjalankan tugas perkembangan mereka. Sebaliknya, menjadi Bonita justru menjadi salah satu kegiatan bagi para perempuan paruh baya untuk mengisi waktu luang. Sebagai wujud kesetiaan mereka pada klub Persebaya, para Bonita mereka senantiasa mengikuti semua pertandingan yang dijalani Persebaya, baik di dalam kota maupun di luar kota meskipun mereka dalam kondisi sakit ataupun tidak punya uang. Mereka juga setia menjadi pendukung persebaya meskipun mereka kadang menjadi objek kekerasan dan mendapat stigma negatif. Walaupun demikian, menjadi Bonita juga mendatangkan perasaaan positif seperti merasa bahagia, bangga dan aman ketika bepergian ke luar kota bersama dengan supporter lainnya. Kata kunci: Fanatisme, Bonita, Perempuan Paruh Baya
Psychological Well-Being pada Pasangan Disabilitas Tuna Netra dan Tuna Daksa REZEKI AYU WIDIA; NURCHAYATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 2 (2020): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i2.33179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami kondisi psychological well-being pada pasangan difabel. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek pada penelitian ini merupakan pasangan suami istri penyandang tuna netra dan tuna daksa. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi. Penelitian ini menghasilkan enam temuan, yakni: pertama, subjek menerima dan bersyukur atas kerterbatasan fisik sehingga dapat percaya diri. Kedua, subjek mampu menjalin relasi positif dengan menunjukkan rasa empati dan kasih sayang kepada orang lain. Hubungan positif dilakukan pada pasangan dengan saling menerima, memahami dan melengkapi satu sama lain. Ketiga, subjek mampu bertindak mandiri dalam menyelesaikan masalah maupun dalam menghadapi tekanan sosial. Keempat, mereka mudah beradaptasi sehingga mereka dapat berpartisipasi di lingkungannya. Kelima, kedua subjek berusaha keras untuk mewujudkan tujuan hidup. Keenam, pengembangan diri juga dilakukan oleh kedua subjek yakni mengembangkan keterampilan elektronik dan merajut. Budaya orang Madura seperti tradisi perkawinan pola residensi matrilokal, pola tempat tinggal taneyan lanjheng dan karakteristik orang Madura yang ramah, mandiri serta pekerja keras menjadi pendukung dalam tercapainya psychological well-being pada subjek.
Perilaku Peralihan Merek (Brand Switching) Kosmetik pada Mahasiswa Psikologi Unesa HAYEN MARETA; NURCHAYATI
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v7i3.34461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku brand switching kosmetik dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku brand switching di kalangan mahasiswa perempuan psikologi Unesa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis dengan teknik analisis tematik. Berdasarkan hasil wawancara dengan lima mahasiswi psikologi yang memenuhi kriteria, penelitian ini berhasil mengidentifikasikan latar belakang, cara dan sumber pengetahuan merek kosmetik baru. Penelitian ini juga berhasil mengungkap faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku brand switching yang meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi keinginan untuk mencari variasi baru, ketidakpuasan terhadap produk lama dan keinginan untuk mencari kosmetik yang cocok sedang faktor eksternal meliputi iklan, promosi, dan pengaruh kelompok referensi seperti keluarga, teman sebaya dan beauty vlogger. Di samping memberikan kesenangan dalam mencoba hal baru serta pengetahuan baru tentang kosmetik, perilaku peralihan merek kosmetik dapat menyebabkan kerusakan wajah, penyesalan dan pemborosan bagi para pelakunya.Kata Kunci: peralihan merek (brand switching), kosmetik, mahasiswa perempuan.