Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The South Kalimantan Ulama’s Leadership in Covid-19 Pandemic Era M. Kholis Amrullah
INNOVATIO: Journal for Religious Innovation Studies Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Postgraduate Studies UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.781 KB) | DOI: 10.30631/innovatio.v20i2.111

Abstract

Abstract: Ulama are community leaders who have the highest religious competence in society and deliver scholars to become religious leaders. Apart from religious leadership, ulama also have social leadership that is able to control many individuals or groups. This study aims to reveal the form of ulama leadership in South Kalimantan during the Covid-19 conditions. This study uses a qualitative approach with descriptive analysis. The data is taken from some information posted on trusted websites. The results showed that ulama in South Kalimantan practiced transformational religious leadership in society. Ulama in the context of this research are ulama in South Kalimantan who often get the spotlight from the public. With the interaction of scholars on leadership, the leadership is modeled on religious leadership. Religious leadership offers religious, theological, moral, ethical, and spiritual guidance on most aspects of the daily life of Muslims. Keywords: leadership, ulama, the covid-19 pandemic. Abstrak: Ulama merupakan tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi beragama tertinggi di dalam masyarakat dan menghantarkan ulama menjadi pemimpin agama. Selain kepemimpinan beragama, ulama juga memiliki kepemimpinan sosial yang mampu mengendalikan banyak individu atau kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk kepemimpinan ulama di Kalimantan Selatan selama kondisi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Data penelitian diambil dari beberapa informasi yang dimuat di situs web terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama di Kalimantan Selatan mempraktikkan kepemimpinan transformational beragama dalam masyarakat. Ulama dalam konteks penelitian ini adalah ulama di Kalimantan Selatan yang sering mendapat sorotan dari public. Dengan adanya keterlibatan ulama pada kepemimpinan, maka kepemimpinannya bermodel kepemimpinan religius. Kepemimpinan religius menawarkan bimbingan religius, teologis, moral, etis, dan spiritual pada sebagian besar aspek kehidupan sehari-hari umat Islam. Kata-kata kunci: kepemimpinan, ulama, pandemi covid-19.
INOVASI PESANTREN DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN LEMBAGA DAN SANTRI Siti Nurjanah; M. Kholis Amrullah
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 9 No 01 (2021): Jurnal Nizham
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v9i01.3417

Abstract

Pesantren as a place to gain religious knowledge that is simple and does notcharge a lot of money. In facing the times, pesantren are required to beindependent, and santri are also required to be independent when they enter thecommunity. This study aims to reveal the innovations of pesantren in establishingindependence through the results of several studies related to pesantren activitiesin developing and improving the quality of pesantren and their students. Theresults of this study indicate that pesantren provide students with religiousknowledge, entrepreneurship skills, and social skills to prepare students to enterreal life.
MODERASI BERAGAMA: PENANAMAN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL M. Kholis Amrullah; Lutfiatuz Zahro'; M. Irfan Islamy
Nizham Journal of Islamic Studies Vol 9 No 02 (2021): Nizham: Jurnal Studi Agama
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v9i02.4308

Abstract

Educational institutions as part of social life are the main sector in advancing the life of the nation. This role is a great opportunity to instill good reforms in the progress of people's thinking. Religious moderation is the main subject in the discussion in this article to review its existence in formal and non-formal educational institutions. The results of the discussion show that the highest formal educational institution, namely universities, is the main laboratory in developing and implementing religious moderation. The results of this development are then given to universities themselves, and primary and secondary schools in the form of teaching materials. While in nonformal institutions, the study of religious sciences has accommodated the students to be moderate in life in society. This harmony facilitates the inclusion of religious moderation in all walks of life.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Wisata Air Terjun Kembang Soka di Dusun Gunungkelir Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Dicky Kurnia Ramadani; Ahmad Bustomi; M Kholis Amrullah
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 1 (2022): Januari-Juni 2022
Publisher : Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/d.v4i1.4270

Abstract

Abstract This research describes about people empowerment through tourism development of Air Terjun Kembang Soka in Gunungkelir sub-village, Jatimulyo village, Girimulyo sub-district, Kulon Progo City serta hasil dari pemberdayaan masyarakat melalui wisata Air Terjun Kembang Soka Dusun Gunungkelir. The kind of this research is qualitative descriptive and data collecting technique are observation, interview and documentation. Data analyze technique in this research utilizes interactive analyze consisting of data collecting, data reducing, display data and conclusion. Result of this research are first, the proces of people empowerment through the development of Kembang Soka Waterfall tourism in Dusun Kelir there are two proces: relizing process and empowerment process. Second, empowerment result devide four: the increasing of people caring, the increasing of people independent, open job vacancy and the increasing of income. Kata Kunci: People Empowerment, Tourist. Abstrak Penelitian ini menjelaskan tentang pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata Air Terjun Kembang Soka Dusun Gunungkelir Desa Jatimulyo Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo serta hasil dari pemberdayaan masyarakat melalui wisata Air Terjun Kembang Soka Dusun Gunungkelir. Jenis penelitian yang digunakan yakni deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari pengempulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini yakni sebagai berikut (1) proses pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan wisata Air Terjun Kembang Soka Dusun Gunungkelir ada 2 proses yakni pertama proses penyadaran, dimana proses penyadaran ini ada beberapa tahapan yaitu melakukan musyawarah warga dan sosialisasi kepada masyarakat. Kedua proses pendayaan, pada proses pendayaan ini adalah dengan melakukan organisasi, mengembangkan usaha, dan pekerja wisata. (2) hasil pemberdayaan masyarakat melalui wisata Air Terjun Kembang Soka Dusun Gunungkelir yakni terbagi atas 4 sebagai berikut: meningkatnya kepedulian masyarakat, meningkatnya kemandirian masyarakat, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatnnya pendapatan masyarakat. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Wisata.
Strategi Belajar Kognitif untuk Pembelajaran Bahasa Arab M. Kholis Amrullah
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 3 No. 1 (2021): MUHADASAH: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v3i1.290

Abstract

Proses belajar yang dilakukan peserta didik sebaiknya memiliki strategi belajar. Peserta didik yang aktif dalam belajar memiliki strategi belajar yang dapat menambah minat belajar yang baru dan memperbaiki proses belajar terhadap pembelajaran. Strategi kognitif terbagi menjadi tiga jenis yaitu: strategi mengulang, strategi organisasi dan strategi elaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah strategi kognitif dalam pembelajaran bahasa Arab. Strategi pembelajaran dosen cenderung selalu mendapat perhatian sehingga kerap kali strategi belajar mahaanak didik diabaikan. Sedangkan strategi belajar mahaanak didik termasuk unsur penting dalam berhasilnya suatu pembelajaran. Strategi belajar mahaanak didik merupakan salah satu faktor dari dalam diri mahaanak didik berupa kemampuan strategis dalam cara belajar. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi belajar bahasa Arab berbagai faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif menunjukan bahwa strategi yang dominan digunakan dalam belajar bahasa Arab adalah strategi kognitif. Kata kunci: Proses Belajar, Strategi Kognitif, Bahasa Arab
Exploring Basic Problem of Arabic Speaking Skill in Foreign Language Learning Ahmad Mubaidillah; Khoirurrijal Khoirurrijal; Husnul Fatarib; M. Kholis Amrullah; Achmad Yani
Lughatu Ad-dhat Vol 3 No 2 (2023): Januari 2023
Publisher : Lughatu Ad-Dhat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/lughatuaddhat.v3i2.896

Abstract

The main problems that arise in the process of learning speech skills and the impact of these problems on the result of the students' study and the efforts made by the Arabic linguistics in overcoming the problem of speech in Arabic at Bustan Science Islamic Intermediate School Jayasakti. This research is to identify the problems in the process of learning speech skills and the impact of problems on the outcome of students' study and the efforts made to overcome this problem. As for the form of linguistic education experienced by students at Bustan Islamic Intermediate Science School, Jayasakti has an impact on the result of students' study on understanding and implementation of speech skills, and the impact is divided into three areas, namely the cognitive and psychological impact of skills. Some efforts that can be made to overcome these problems include getting students used to speaking Arabic always, teachers try to increase students' motivation to love Arabic and try to establish a language environment.
KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI : ANALISIS FILOSOFIS, PEDAGOGIS, PSIKOLOGI, DAN SOSIAL M. Kholis Amrullah
Nizham Journal of Islamic Studies Vol 10 No 02 (2022): Nizham : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/nizham.v10i02.5645

Abstract

Some assumptions regarding high-level thinking are something that allows it to be obtained. In fact, this ability cannot be obtained, but must be trained and applied repeatedly. In this article, the ability to think at a high level is connected with several approaches, namely philosophical, pedagogical, psychological, and social. The culmination of higher-order thinking skills is being able to communicate well with society. this preposition is based on the findings of an analysis that leads to the ability of humans to classify and overcome problems. Psychologically, the ability to think high helps humans in determining the right decisions in taking actions.
كفاءة الترجمة لدى طلبة المرحلة المتوسطّة في عملية تعليم اللغة العربية M. Kholis Amrullah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 1 No. 1 (2021): JATP
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ملخّص أن طلبة هذه المدرسة يشعرون بالصعوبات فى تعلم هذه اللغة, لأنهم لم يقدرون على فهم معاني النصوص العربية الموجودة فى كتابهم المدرسي, و ذلك يدل على أن لهم مشكلات فى ترجمة هذه اللغة إلى لغتهم وقد قام الباحث بالاختبار لمعرفة قدرتهم على الترجمة, ومن نتائج ذلك الاختبار نعلم أن لطلبة هذه المدرسة مشكلات فى الترجمة لأنّ 56,8 % كانت نتائجهم منخفضة. اختار الباحث هذا الموضوع لطلب تسهيل الترجمة التي يمكن بها تحليل المشكلات والصعوبات في هذا الموضوع. هذا البحث يستخدم البحث الميداني في شكل النوعية. وكان المجتمع في هذا البحث جميع الطلبة فى المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 1 غمبوت. العوامل التي تسبب مشكلاتهم على ترجمة النصوص العربية وهي من العوامل الداخلية، منها كثرة غياب بعضهم عن حضور الفصل عند حصّة درس اللغة العربية، ونقصان قدرة فهم الطلبة بدرس اللغة العربية, ونقصان رغبتهم فى تعلم اللغة العربية.
Is foreign language taught early or late in Indonesia? Noor Fitriah; M. Kholis Amrullah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 2 No. 01 (2022): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Curriculum 2013 (K-13) changes the structure of basic education where children should be emphasized more on teaching about the religious values ​​and culture of the state before they were exposed to foreign language. So, English is not compulsory subject that is taught in elementary school. Some literatures on second language learning recommends many factors that influence the success of learning language such as learning style, personality, motivation, and age. The age factor in learning foreign language is still becoming topic of debate, whether English is learnt early or late. In Indonesia, in the level of elementary school, English is taught as local content and not every elementary school choose English for that subject. Responding that issue this study mainly discussed about how age factor support learning English as foreign language. This study is critical analysis relevant books and journals. This conveyed that the age factor influence the foreign learning. Children are able to learn English before they turn to 12 years old, that stage language skills are developed. The teachers need to pay attention to the special young learners’ characteristic and optimally build the input comprehension of learners. And the English learning and teaching process should use also appropriate methods and techniques to create the real life environment. And Indonesia government should revitalize curriculum and facilitate the learning and teaching process, especially for foreign language.
Framing Islamic Material Learning based on Moral Learning M. Kholis Amrullah
Journal of Applied Transintegration Paradigm Vol. 2 No. 02 (2022): Vol. 2 No. 02 (2022): Journal of Applied Transintegration Paradigm
Publisher : LPPM UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran akidah akhlak adalah sebuah cara yang dilakukan secara sadar guna bisa mempersiapkan siswa untuk beriman kepada Allah SWT dan melaksanakannya dengan perbuatan serta perilaku yang baik didalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan akhlak pada siswa kelas tingkat rendah dan siswa kelas tingkat tinggi mempunyai perbedaan. Siswa kelas tingkat rendah cenderung masih mudah serta menurut pada saat diberi nasihat. Cara yang biasa Beliau lakukan ketika memberitahukan bahwa sopan santun itu sangat penting adalah dengan mensosialisasikan dan menjelaskan bahwa sopan santun sangat penting karena menjadi tolak ukur dalam kehidupan sosial. Selain itu, beliau juga memberi penjelasan bahwa apabila seseorang mempunyai sopan santun maka dalam kehidupan sehari-hari ia akan mempunyai banyak teman dan banyak yang menyayanginya.