p-Index From 2021 - 2026
3.606
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Batakarang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : Batakarang

PENGGUNAAN FILTER AIR SEDERHANA DARI BIJI KELOR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR GALI UNTUK KEBUTUHAN AIR MINUM PEDESAAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN: USE OF SIMPLE WATER FILTER FROM MORINGA SEEDS ON THE QUALITY OF DUG WELL WATER FOR RURAL DRINKING WATER NEEDS IN SOUTH CENTRAL TIMOR DISTRICT Maria Tanti Egriska; Asrial; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air sumur gali berdasarkan parameter e. coli, rasa, warna, pH, kesadahan dan slinitas air, dan mengetahui pengaruh penggunaan filter air sederhana, terhadap kualitas air sumur gali untuk kebutuhan air minum di desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dua jenis filter air sederhana menggunakan sedimen penyaringan berbeda, filter air I tanpa biji kelor dan filter air II dengan biji kelor. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 sampel air sumur. Berdasarkan hasil penelitian kualitas air sumur gali berdasarkan uji bakteri e. coli, sampel pertama 0,21 ml, sampel kedua 0,08 ml dan sampel ketiga 0,38 ml. Uji rasa untuk ketiga sumur tidak berasa, uji warna sampel pertama 5 TCU, sampel kedua 3 TCU dan sampel ketiga 3 TCU. Uji pH, sampel pertama 7,540, sampel kedua 7,187 dan sampel ketiga 6,951. Uji kesadahan, sampel pertama 280 mg/l, sampel kedua 460 mg/l dan sampel ketiga 492 mg/l. Dan uji salinitas, sampel pertama 1,16 mg/l, sampel kedua 0,95 mg/l dan sampel ketiga 0,65 mg/l. Hasil pengujian ketiga sampel air sumur menunjukan uji e. coli tidak memenuhi syarat. Uji salinitas menunjukan air merupakan air payau, dan uji rasa, warna, pH dan kesadahan memenuhi syarat. Hasil pengujiam kualitas air setelah penyaringan, filter air I penurunan bakteri e. coli sebesar 71,43%, warna air turun sebesar 80%, pH turun sebesar 2,70%, kesadahan naik sebesar 7,14% dan salinitas turun sebesar 6,90%. Dan filter air II penurunan bakteri e. coli sebesar 23,81%, warna air naik sebesar 1240%, pH turun sebesar 4,59%, kesadahan naik sebesar 2,86% dan salinitas turun sebesar 2,59%. Hasil pengujian kedua sampel menunjukan penggunaan filter air I lebih efektif menurunkan bakteri pada air sumur gali, walaupun masih belum sepenuhnya efektif menghilangkan bakteri agar memenuhi syarat yang berlaku.
PENGEMBANGAN VILA CAGAR ALAM MUTIS DESA FATUMNASI DENGAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU: DEVELOPMENT OF VILLA IN THE MUTIS NATURE RESERVE OF FATUMNASI VILLAGE WITH THE CONCEPT OF GREEN ARCHITECTURE Wilfridus W. Thaal; Ketut M. Kuswara; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki keragaman objek wisata alam yang dapat membangkitkan perekonomian demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi objek wisata unggulan di Kabupaten TTS yaitu objek wisata Cagar Alam Gunung Mutis. Keberadaan potensi wisata unggulan tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini sudah tersedia diantaranya Villa sebanyak 5 Unit, Area Parkir 1 Unit, Cafe 1 Unit, WC umum 2 Unit dan Gasebo 2 Unit. Sedangkan jumlah wisatawan yang menginap di Villa ini terus meningkat dari tahun 2019 dengan jumlah 376 orang, naik pada tahun 2020 menjadi 418 orang, hingga menjadi 484 pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji kondisi sarana dan prasarana pada villa, cagar alam mutis dan menghasilkan desain pengembangan villa cagar alam mutis jika di tinjau terhadap konsep pembangunan arsitektur hijau. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi. Jenis Kegiatan dan Fasilitas Penerima wisata (Gate (gerbang) dan plaza), Memarkir kendaraan (Area parkir mobil dan motor), Berjaga (Pos jaga pintu masuk), Jual makanan, minuman (Coffe), Menginap (villa), Metabolisme (KM/WC Umum) dan Buang sampah (Tong sampah dan tempat pembuangan akhir sampah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi eksisting sarana dan prasaran di villa cagar alam mutis kurang memadai seperti, kurangnya jumlah lopo/gazebo untuk para pengunjung, kurangnya tempat pembuangan akhir sampah, pos jaga, taman, tempat parkir kendaraan baik itu roda 2 maupun roda 4 yang tertata secara baik, serta kurangnya fasilitas lainnya yang dapat menunjang kemajuan villa cagar alam mutis. Hasil desain pengembangan villa cagar alam mutis, lebih mengutamakan pada pengembangan sarana dan prasarana. Konsep desain yang digunakan dalam pengembangan villa cagar alam mutis adalah konsep arsitektur hijau.
ANALISIS KETERSEDIAN DEBIT AIR DI DAERAH IRIGASI BENDUNG LAHI KANINU KABUPATEN SUMBA BARAT: ANALYSIS OF THE AVAILABILITY OF WATER DISCHARGE IN THE IRRIGATION AREA OF LAHI KANINU WEIR, WEST SUMBA DISTRICT Orinto Datu Birru; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi lahan yang luas dan subur serta tim yang kuat. Sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat akan lebih maju dengan dukungan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang digulirkan Kementerian Pertanian. Wanukaka merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Sumba Barat, Profinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 13 Km ke arah tenggara dari Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat. Ibu kota kecamatan ini berada di Desa Prai Bakul. Pemanfaatan Bendung Lahikaninu untuk sektor pertanian cenderung terjadinya ketidakseimbangan ketersedian kebutuhan air dikarenakan musim kemarau panjang yang mengakibatkan penurunan debit air. Kondisi jaringan irigasi yang kurang pemeliharaan juga menyebabkan terjadinya gagal panen. Faktor topografis mengakibatkan beberapa tempat sulit dijangkau dan bahkan tidak dapat dilalui saluran irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi debit air yang ada pada sumber air bendung lahi kaninu, dan untuk mengetahui sejauh mana debit air yang ada mampu untuk mengairi area persawahan wanukaka. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaf. Hasil penelitian ini di peroleh debit air yang ada di bendung lahi kaninu sebesar 960 liter/detik. Kebutuhan air irigasi Maximum 1,38 L/dt/ha dan debit minimum 0,29 L/dt/ha. Luas total daerah irigasi di wanukak adalah 1.174 Ha hanya mampu mengairi 695 Ha lahan dengan potensi air tersedia.
EVALUASI SISTEM JARINGAN AIR BERSIH PEDESAAN DI DESA MERDEKA KABUPATEN ALOR, DAERAH SEMI ARID INDONESIA: EVALUATION OF RURAL CLEAN WATER NETWORK SYSTEM IN MERDEKA VILLAGE, ALOR REGENCY, INDONESIA’S SEMI ARID REGION Alpius S. Pally; Jakobis J. Messakh; Asrial
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokasi penelitian ini adalah di Desa Merdeka merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Alor, Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kinerja sistem jaringan air bersih, 2) besar potensi debit sumber mata air, 3) Jumlah pemakaian air bersih masyarakat pedesaan, dan 4) model desain sistem jaringan distribusi air bersih di desa Merdeka. Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis jaringan menggunakan program epanet. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertumbuhan penduduk dari tahun 2013 sampai 2022 adalah 34 jiwa/tahun atau 2,85%. Besarnya kebutuhan debit air penduduk tahun 2022 sebesar 0,667 liter/detik untuk jumlah penduduk 1052 jiwa. Pada tahun 2031 terjadi peningkatan kebutuhan debit sebesar 0,846 liter/detik untuk 1389 jiwa. Sumber air Jerjasi cukup untuk memenuhi kebutuhan debit untuk 10 tahun kedepan dengan debit sebesar 12,07 liter/detik. Sistem Penyediaan Air Bersih untuk memenuhi kebutuhan Air Bersih desa tribur dengan debit kebutuhan jam puncak 3,64 liter/detik. Pola sistem jaringan yang di gunakan menggunakan pola loop. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlu dibuat suatu sistem manajemen untuk operasional dan pemeliharaan Sistem Penyediaan air besih di Desa Merdeka, Debit yang ada pada sumber air perlu di jaga kelestariannya guna menghindari penurunan debit pada sumber air.
EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KAWASAN PASAR LAMA KOTA WAIKABUBAK KABUPATEN SUMBA BARAT: DRAINAGE SYSTEM EVALUATION IN THE PASAR LAMA AREA, WAIKABUBAK CITY, WEST SUMBA DISTRICT Etnike Marta Bili; Jakobis J. Messakh; Milson M. Selan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan drainase di suatu pemukiman dapat mempunyai fungsi sebagai penampung air hujan yang mengalir untuk menghindari terjadinya genangan air. Saat ini banyak permasalahan lingkungan yang terjadi di Kawasan Pasar Waikabubak Kota Waingapu Kabupaten Sumba Timur, diantaranya adalah masalah genangan air yang mengakibatkan berbagai dampak ikutan. Penelitian ini bertujuan untuk (1). Menganalisis faktor-faktor penyebab kerusakan drainase, (2). Mendapatkan cara penanganan genangan air secara teknis melalui perencanaan saluran drainase di Kawasan Pasar Lama Kota Wakabubak Kabupaten Sumba Barat. Teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Analisis Deskriptif kuantitatif yang di dalamnya mencakup penelitian survei yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi sistem drainase di Pasar Lama Kota Waikabubak Kabupaten Sumba Barat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi saluran yang ada tidak dapat berfungsi dengan baik karena dimensi saluran kecil, kurangnya sosialisasi dari pemerintah dalam upaya penanggulangan kerusakan saluran drainase, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pemeliharaan saluran drainase dan dampak pembuangan limbah terhadap lingkungan pasar. Upaya penanggulangan drainase adalah memberikan sosialisasi kepada pengguna pasar atau masyarakat sekitar dalam masalah lingkungan pasar dan juga peran pemerintah dalam pembuatan saluran drainase sangat dibutuhkan, sehingga drainase yang ada dapat berfungsi dengan baik dan bukan menimbulkan masalah.
ANALISIS PENYEDIAAN AIR BERSIH PEDESAAN DI DESA ANA LEWE KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA: ANALYSIS OF RURAL CLEAN WATER SUPPLY IN ANA LEWE VILLAGE SOUTHWEST SUMBA REGION Olviana Lali Pora; Asrial; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyediaan kebutuhan air bersih masyarakat desa Ana Lewe sejauh ini masih jauh dari harapan memuaskan, salah satunya disebabkan karena jauhnya sumber air dari pemukiman penduduk dan ketersediaan sumber air bersih yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola konsumsi air bersih masyarakat di desa Ana Lewe, jumlah kebutuhan air bersih desa Ana Lewe 10 tahun periode 2022-2032, dan potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dan observasi serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pola konsumsi air bersih masyarakat Desa Ana Lewe untuk minum sebesar 6%, masak 9%, mencuci 25%, mandi 43%, dan untuk kebutuhan lainnya sebesar 17%. Tingkat pemakaian air hanya sebesar 34,94 liter/orang/hari. Terdapat penyesuaian pemanfataan air yang terbatas tersebut dalam pemakaian sehari-hari seperti kebiasaan mandi dan mencuci. Strategi pemenuhan kebutuhan air bersih di desa Ana Lewe adalah menyediakan pelayanan jaringan sistem distribusi air bersih yang mempermudah masyarakat untuk memperoleh air bersih, dan mengupayakan mencari sumber air lainnya di sekitar lokasi desa tersebut.
KAJIAN PARAMETER IKLIM DI WILAYAH KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR BERKELANJUTAN: CLIMATE PARAMETER STUDY IN SOUTH CENTRAL TIMOR DISTRICT TO SUPPORT SUSTAINABLE WATER RESOURCES DEVELOPMENT Rosalinda Natun; Jakobis J. Messakh; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2a (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter iklim pada wilayah Kabupaten TTS, dan untuk mengetahui trend perubahan iklim di wilayah tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa wilayah penelitian mengalami pergeseran musim selama 5 tahun terakhir. Tahun 2018 yang memiliki durasi bulan basah 1 bulan dengan bulan kering 5 bulan berturut-turut. Kemudian durasi musim kemarau bertambah panjang menjadi 10 bulan di tahun 2019. Tahun 2020 durasi bulan kering berkurang menjadi 2 bulan dan durasi bulan basah selama 7 bulan. Pada tahun 2021 durasi bulan basah dan bulan kering relatif sama yakni 5 bulan basah dan 6 bulan kering. Jika dilihat dari sisi iklim, rata-rata suhu udara di Kabupaten Timor Tengah Selatan tahun 2020 berkisar antara 26,4 ̊ C sampai dengan 30,10 ̊ C dengan kelembaban udara rata-rata tahunan 87,08%. Curah hujan tertinggi di kabupaten TTS pada tahun 2020 di bulan desember sebesar 451,0 mm dan yang terendah di bulan agustus – September 0 mm dengan total hari hujan sebanyak 80 hari. Sedangkan Kondisi parameter iklim pada wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan data rata-rata curah hujan 169mm, lama penyinaran 6jam/hari, kecepatan angin 5,1Km/Jam, kelembaban udara 77,7%, data suhu 240C dan trend iklim di wilayah Kabupaten Timor Tengah Selatan mengalami perubahan pada 5 tahun terakhir dilihat dari diagram trend curah hujan mengalami kenaikan, trend suhu udara mengalami penurunan, trend kecepatan angin mengalami kenaikan, trend suhu udara mengalami penurunan, trend kecepatan angin mengalami kenaikan, trend kelembaban mengalami kenaikan, trend lama penyinaran mengalami kenaikan.
KAJIAN POTENSI SUMBER AIR UNTUK OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN OEPURA KOTA KUPANG: STUDY OF WATER SOURCES POTENTIAL FOR AGRICULTURAL LAND OPTIMIZATION IN OEPURA, KUPANG CITY Yakobus A. S. Abi; Jakobis J. Messakh; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Oepura merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kota Kupang. Pada wilayah tersebut terdapat kawasan yang dipakai untuk persawahan. Sumber air utama yang digunakan untuk mengairi areal sawah berasal dari mata air dan juga sumur bor sebagai sumber air tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar debit air yang tersedia, dan kondisi saluran irigasi baik pada saluran primer, sekunder dan tersier yang tidak optimal dalam pendistribusian air, serta untuk mengetahui tingkat kecukupan air pada petani dalam pengelolaan jaringan irigasi. Pengumpulan data observasi dengan pengukuran data dilapangan. Hasil penelitian ini memperoleh data potensi debit air pada saluran yang cukup besar yaitu 371 liter/detik pada puncak musim penghujan. Mengenai kondisi saluran terdapat beberapa kerusakan pada badan saluran akibat pengambilan air secara liar dengan masyarakat membobol dinding saluran, dan hambatan laju air yang berkurang karena pemeliharaan terhadap saluran yang kurang dperhatikan. Untuk perhitungan kebutuhan air untuk area irigasi di Oepura yakni di peroleh data kebutuhan maksimum untuk tanaman padi sebesar 2,02 liter/dt/Ha, sehingga dari potensi air yang ada mampu mengairi sawah seluas 182 Ha.
KAJIAN KONDISI STRUKTUR JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT PASCA BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) KASUS: JEMBATAN BENENAIN DESA HAITIMUK KABUPATEN MALAKA: STUDY OF POST-FLOOD COMPOSITE STEEL GIRDER BRIDGE STRUCTURE CONDITIONS USING THE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) METHOD CASE: BENENAIN BRIDGE, HAITIMUK VILLAGE, MALACCA DISTRICT Oktovianus J. S. D. Gomes; Jakobis J. Messakh; Andriana Deku
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Benenain merupakan satu-satunya akses transportasi yang menjadi jembatan penghubung antara Malaka bagian barat dan Malaka tengah Kabupaten Malaka. Jembatan tersebut berada di dusun kota foun B desa Haitimuk Kabupaten Malaka, dengan panjang jembatan yang mencapai 295 meter. Secara geografis Jembatan Benenain berada pada koordinat 9°35’59” lintang selatan dan 12451’50” bujur Timur. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tingkat kerusakan struktur jembatan Benenain sesuai dengan prosedur pemeriksaan Bridge Management System (BMS), mengetahui indikasi penanganan menurut metode Bridge Management System (BMS).
KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) PEDESAAN BERKELANJUTAN DI DESA NEKMESE KABUPATEN KUPANG: STUDY OF SUSTAINABLE RURAL WATER SUPPLY SYSTEM (SPAM) MANAGEMENT SYSTEM IN NEKMESE VILLAGE, KUPANG DISTRICT Priscilla Anggreani Tasya Makassar; Jakobis J. Messakh; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemakaian, kepuasan, kesadaran masyarakat mengakses air bersih di hidran umum dan faktor penghambat keberlanjutan pengelolaan SPAMDes pada desa Nekmese Kabupaten Kupang. Metode penelitian deskriptif, populasi sebanyak 508 KK. Teknik sampling dengan purposive sampling, penentuan jumlah sampel dengan formulasi Slovin dan didapat sampel responden sebanyak 70 KK, yaitu Dusun II 21 KK, Dusun III 21 KK, Dusun IV 20 KK, dan Dusun V 8 KK. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Dari hasil analisi menunjukkan bahwa pemakaian air bersih masyarakat dari hidran umum saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dimana sebesar 64,29% sangat setuju dan 21,43% setuju, sedangkan terdapat 10% tidak setuju dan 4,29% sangat tidak setuju. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat dalam mengakses air bersih dari hidran umum saat ini merasa puas terhadap kualitas, kelancaran dan pelayanannya, dimana sebesar 61,43% sangat setuju dan 27,14% setuju, tetapi terdapat 8,57% tidak setuju dan 2,86% sangat tidak setuju. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap mengikuti kebijakan dengan mendukung berkelanjutannya sistem pengelolaan SPAM saat ini belum seluruhnya sadar, dimana sebesar 60% sangat setuju dan 31,43% setuju, tetapi disisi lain terdapat 2,86% tidak setuju dan 5,71% sangat tidak setuju. Hasil kajian menunjukkan bahwa berkelanjutannya sistem pengelolaan SPAM tidak terlepas dari bantuan masyarakat dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dimana sebesar 41,43% dan 41,43% setuju, tetapi terdapat juga 11,43% tidak setuju dan 5,71% sangat tidak setuju.