p-Index From 2021 - 2026
3.208
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Batakarang
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGGUNAAN FILTER AIR SEDERHANA DARI BIJI KELOR TERHADAP KUALITAS AIR SUMUR GALI UNTUK KEBUTUHAN AIR MINUM PEDESAAN DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN: USE OF SIMPLE WATER FILTER FROM MORINGA SEEDS ON THE QUALITY OF DUG WELL WATER FOR RURAL DRINKING WATER NEEDS IN SOUTH CENTRAL TIMOR DISTRICT Maria Tanti Egriska; Asrial; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas air sumur gali berdasarkan parameter e. coli, rasa, warna, pH, kesadahan dan slinitas air, dan mengetahui pengaruh penggunaan filter air sederhana, terhadap kualitas air sumur gali untuk kebutuhan air minum di desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dua jenis filter air sederhana menggunakan sedimen penyaringan berbeda, filter air I tanpa biji kelor dan filter air II dengan biji kelor. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 sampel air sumur. Berdasarkan hasil penelitian kualitas air sumur gali berdasarkan uji bakteri e. coli, sampel pertama 0,21 ml, sampel kedua 0,08 ml dan sampel ketiga 0,38 ml. Uji rasa untuk ketiga sumur tidak berasa, uji warna sampel pertama 5 TCU, sampel kedua 3 TCU dan sampel ketiga 3 TCU. Uji pH, sampel pertama 7,540, sampel kedua 7,187 dan sampel ketiga 6,951. Uji kesadahan, sampel pertama 280 mg/l, sampel kedua 460 mg/l dan sampel ketiga 492 mg/l. Dan uji salinitas, sampel pertama 1,16 mg/l, sampel kedua 0,95 mg/l dan sampel ketiga 0,65 mg/l. Hasil pengujian ketiga sampel air sumur menunjukan uji e. coli tidak memenuhi syarat. Uji salinitas menunjukan air merupakan air payau, dan uji rasa, warna, pH dan kesadahan memenuhi syarat. Hasil pengujiam kualitas air setelah penyaringan, filter air I penurunan bakteri e. coli sebesar 71,43%, warna air turun sebesar 80%, pH turun sebesar 2,70%, kesadahan naik sebesar 7,14% dan salinitas turun sebesar 6,90%. Dan filter air II penurunan bakteri e. coli sebesar 23,81%, warna air naik sebesar 1240%, pH turun sebesar 4,59%, kesadahan naik sebesar 2,86% dan salinitas turun sebesar 2,59%. Hasil pengujian kedua sampel menunjukan penggunaan filter air I lebih efektif menurunkan bakteri pada air sumur gali, walaupun masih belum sepenuhnya efektif menghilangkan bakteri agar memenuhi syarat yang berlaku.
PENGEMBANGAN VILA CAGAR ALAM MUTIS DESA FATUMNASI DENGAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU: DEVELOPMENT OF VILLA IN THE MUTIS NATURE RESERVE OF FATUMNASI VILLAGE WITH THE CONCEPT OF GREEN ARCHITECTURE Wilfridus W. Thaal; Ketut M. Kuswara; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) yang berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki keragaman objek wisata alam yang dapat membangkitkan perekonomian demi tercapainya kesejahteraan masyarakat. Salah satu potensi objek wisata unggulan di Kabupaten TTS yaitu objek wisata Cagar Alam Gunung Mutis. Keberadaan potensi wisata unggulan tersebut tidak diimbangi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai. Saat ini sudah tersedia diantaranya Villa sebanyak 5 Unit, Area Parkir 1 Unit, Cafe 1 Unit, WC umum 2 Unit dan Gasebo 2 Unit. Sedangkan jumlah wisatawan yang menginap di Villa ini terus meningkat dari tahun 2019 dengan jumlah 376 orang, naik pada tahun 2020 menjadi 418 orang, hingga menjadi 484 pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji kondisi sarana dan prasarana pada villa, cagar alam mutis dan menghasilkan desain pengembangan villa cagar alam mutis jika di tinjau terhadap konsep pembangunan arsitektur hijau. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi. Jenis Kegiatan dan Fasilitas Penerima wisata (Gate (gerbang) dan plaza), Memarkir kendaraan (Area parkir mobil dan motor), Berjaga (Pos jaga pintu masuk), Jual makanan, minuman (Coffe), Menginap (villa), Metabolisme (KM/WC Umum) dan Buang sampah (Tong sampah dan tempat pembuangan akhir sampah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kondisi eksisting sarana dan prasaran di villa cagar alam mutis kurang memadai seperti, kurangnya jumlah lopo/gazebo untuk para pengunjung, kurangnya tempat pembuangan akhir sampah, pos jaga, taman, tempat parkir kendaraan baik itu roda 2 maupun roda 4 yang tertata secara baik, serta kurangnya fasilitas lainnya yang dapat menunjang kemajuan villa cagar alam mutis. Hasil desain pengembangan villa cagar alam mutis, lebih mengutamakan pada pengembangan sarana dan prasarana. Konsep desain yang digunakan dalam pengembangan villa cagar alam mutis adalah konsep arsitektur hijau.
ANALISIS KETERSEDIAN DEBIT AIR DI DAERAH IRIGASI BENDUNG LAHI KANINU KABUPATEN SUMBA BARAT: ANALYSIS OF THE AVAILABILITY OF WATER DISCHARGE IN THE IRRIGATION AREA OF LAHI KANINU WEIR, WEST SUMBA DISTRICT Orinto Datu Birru; Paul G. Tamelan; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Sumba Barat memiliki potensi lahan yang luas dan subur serta tim yang kuat. Sektor pertanian di Kabupaten Sumba Barat akan lebih maju dengan dukungan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) yang digulirkan Kementerian Pertanian. Wanukaka merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Sumba Barat, Profinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 13 Km ke arah tenggara dari Kota Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat. Ibu kota kecamatan ini berada di Desa Prai Bakul. Pemanfaatan Bendung Lahikaninu untuk sektor pertanian cenderung terjadinya ketidakseimbangan ketersedian kebutuhan air dikarenakan musim kemarau panjang yang mengakibatkan penurunan debit air. Kondisi jaringan irigasi yang kurang pemeliharaan juga menyebabkan terjadinya gagal panen. Faktor topografis mengakibatkan beberapa tempat sulit dijangkau dan bahkan tidak dapat dilalui saluran irigasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi debit air yang ada pada sumber air bendung lahi kaninu, dan untuk mengetahui sejauh mana debit air yang ada mampu untuk mengairi area persawahan wanukaka. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitaf. Hasil penelitian ini di peroleh debit air yang ada di bendung lahi kaninu sebesar 960 liter/detik. Kebutuhan air irigasi Maximum 1,38 L/dt/ha dan debit minimum 0,29 L/dt/ha. Luas total daerah irigasi di wanukak adalah 1.174 Ha hanya mampu mengairi 695 Ha lahan dengan potensi air tersedia.
KAJIAN POTENSI SUMBER AIR UNTUK OPTIMALISASI LAHAN PERTANIAN DI KELURAHAN OEPURA KOTA KUPANG: STUDY OF WATER SOURCES POTENTIAL FOR AGRICULTURAL LAND OPTIMIZATION IN OEPURA, KUPANG CITY Yakobus A. S. Abi; Jakobis J. Messakh; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Oepura merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kota Kupang. Pada wilayah tersebut terdapat kawasan yang dipakai untuk persawahan. Sumber air utama yang digunakan untuk mengairi areal sawah berasal dari mata air dan juga sumur bor sebagai sumber air tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar debit air yang tersedia, dan kondisi saluran irigasi baik pada saluran primer, sekunder dan tersier yang tidak optimal dalam pendistribusian air, serta untuk mengetahui tingkat kecukupan air pada petani dalam pengelolaan jaringan irigasi. Pengumpulan data observasi dengan pengukuran data dilapangan. Hasil penelitian ini memperoleh data potensi debit air pada saluran yang cukup besar yaitu 371 liter/detik pada puncak musim penghujan. Mengenai kondisi saluran terdapat beberapa kerusakan pada badan saluran akibat pengambilan air secara liar dengan masyarakat membobol dinding saluran, dan hambatan laju air yang berkurang karena pemeliharaan terhadap saluran yang kurang dperhatikan. Untuk perhitungan kebutuhan air untuk area irigasi di Oepura yakni di peroleh data kebutuhan maksimum untuk tanaman padi sebesar 2,02 liter/dt/Ha, sehingga dari potensi air yang ada mampu mengairi sawah seluas 182 Ha.
KAJIAN KONDISI STRUKTUR JEMBATAN GELAGAR BAJA KOMPOSIT PASCA BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN METODE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) KASUS: JEMBATAN BENENAIN DESA HAITIMUK KABUPATEN MALAKA: STUDY OF POST-FLOOD COMPOSITE STEEL GIRDER BRIDGE STRUCTURE CONDITIONS USING THE “BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM” (BMS) METHOD CASE: BENENAIN BRIDGE, HAITIMUK VILLAGE, MALACCA DISTRICT Oktovianus J. S. D. Gomes; Jakobis J. Messakh; Andriana Deku
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Benenain merupakan satu-satunya akses transportasi yang menjadi jembatan penghubung antara Malaka bagian barat dan Malaka tengah Kabupaten Malaka. Jembatan tersebut berada di dusun kota foun B desa Haitimuk Kabupaten Malaka, dengan panjang jembatan yang mencapai 295 meter. Secara geografis Jembatan Benenain berada pada koordinat 9°35’59” lintang selatan dan 12451’50” bujur Timur. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tingkat kerusakan struktur jembatan Benenain sesuai dengan prosedur pemeriksaan Bridge Management System (BMS), mengetahui indikasi penanganan menurut metode Bridge Management System (BMS).
KAJIAN SISTEM PENGELOLAAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM (SPAM) PEDESAAN BERKELANJUTAN DI DESA NEKMESE KABUPATEN KUPANG: STUDY OF SUSTAINABLE RURAL WATER SUPPLY SYSTEM (SPAM) MANAGEMENT SYSTEM IN NEKMESE VILLAGE, KUPANG DISTRICT Priscilla Anggreani Tasya Makassar; Jakobis J. Messakh; Paul G. Tamelan
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemakaian, kepuasan, kesadaran masyarakat mengakses air bersih di hidran umum dan faktor penghambat keberlanjutan pengelolaan SPAMDes pada desa Nekmese Kabupaten Kupang. Metode penelitian deskriptif, populasi sebanyak 508 KK. Teknik sampling dengan purposive sampling, penentuan jumlah sampel dengan formulasi Slovin dan didapat sampel responden sebanyak 70 KK, yaitu Dusun II 21 KK, Dusun III 21 KK, Dusun IV 20 KK, dan Dusun V 8 KK. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif. Dari hasil analisi menunjukkan bahwa pemakaian air bersih masyarakat dari hidran umum saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, dimana sebesar 64,29% sangat setuju dan 21,43% setuju, sedangkan terdapat 10% tidak setuju dan 4,29% sangat tidak setuju. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa kepuasan masyarakat dalam mengakses air bersih dari hidran umum saat ini merasa puas terhadap kualitas, kelancaran dan pelayanannya, dimana sebesar 61,43% sangat setuju dan 27,14% setuju, tetapi terdapat 8,57% tidak setuju dan 2,86% sangat tidak setuju. Dari hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap mengikuti kebijakan dengan mendukung berkelanjutannya sistem pengelolaan SPAM saat ini belum seluruhnya sadar, dimana sebesar 60% sangat setuju dan 31,43% setuju, tetapi disisi lain terdapat 2,86% tidak setuju dan 5,71% sangat tidak setuju. Hasil kajian menunjukkan bahwa berkelanjutannya sistem pengelolaan SPAM tidak terlepas dari bantuan masyarakat dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya, dimana sebesar 41,43% dan 41,43% setuju, tetapi terdapat juga 11,43% tidak setuju dan 5,71% sangat tidak setuju.
STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN REST AREA DI DESA BIDOA KABUPATEN NAGEKEO : FEASIBILITY STUDY OF REST AREA DEVELOPMENT IN BIDOA VILLAGE, NAGEKEO DISTRICT Wenslaus S. K. Basa; Hikmah; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilitian ini bertujuan: mengkaji kondisi dan karakteristik arus pengguna jalan di kampung Aegela desa Bidoa, mengetahui kondisi eksisting rest area ditinjau dari standar baku sebagai rest area non-tol, serta menganalisis kelayakan sebagai lokasi alternatif pembangunan rest area non-tol. Jenis penelitain deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi eksisting kampung Aegela desa Bidoa secara umum kurang layak untuk pembangunan rest area non tol, ditinjau dari indikator standart rest area sepeti kondisi ketersediaan air, jumlah dan persebaran penduduk, faktor geologis, faktor sosial-budaya dan indeks kualitas air. Sedangkan indikator lainnya: keselamatan pengguna jalan termasuk dalam kategori layak dan kenyaman masuk dalam kategori tidak layak, karakteristik mental masuk dalam kategori layak dan karakteristik phisik masuk dalam kategori layak. Demikian juga rincian hasil untuk kondisi eksisting kampung Aegela meliputi: kualitas air standart 30% masuk dalam kategori tidak layak, indeks kualitas udara standart 30% masuk dalam kategori layak, dan indeks kualitas hutan standart 40% masuk dalam kategori layak, namun dalam indikator ketersedian jaringan air standar termasuk dalam kategori tidak layak, serta indikator yang lainya seperti luas wilayah, ketersediaan jaringan listrik, ketersediaan jaringan telkom, kondisi topografi dan jenis kendaraan masuk dalam kategori layak.
REDESAIN TAMAN KOTA FELIKS FERNANDEZ LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR MENGGUNAKAN PENDEKATAN URBAN LANDSCAPE DESIGN: REDESIGN OF THE FELIKS FERNANDEZ LARANTUKA CITY PARK, EAST FLORES DISTRICT USING THE URBAN LANDSCAPE DESIGN APPROACH Benediktus Budi Koten; Jakobis J. Messakh; Milson M. Selan
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman kota merupakan taman di dalam kota yang memberikan berbagai fasilitas ruang hijau kepada penduduk kota dan pengunjung. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi existing taman kota tersebut berdasarkan acuan Kebutuhan Pengembangan Standar Nasional Indonesia Fasilitas Taman Kota. Selanjutnya bertujuan untuk meredesain elemen landscape taman kota tersebut menggunakan pendekatan Urban Landscape Design. Serta untuk mengetahui sistem operasional prosedur pemeliharaan lingkungan, dan keamanan taman yang baik di taman tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa kondisi eksisting taman kota Feliks Fernandez belum memenuhi beberapa kriteria sehingga perlu di kembangkan lagi. Redesain taman kota Feliks fernandez ini menggunakan pendekatan Urban Landscape design, yang bertujuan menciptakan sebuah landscape yang baru, dengan bentuk yang baru pula. Bentukan yang digunakan dalam desain adalah bentuk lengkungan yang diadopsi dari bentuk gading. Untuk pola yang landscape yang digunakan adalah pola angka delapan. Dokumen SOP pemeliharaan lingkungan taman dan keamanan taman perlu dilengkapi. Karena ada beberapa komponen SOP yang tidak ada seperti: tujuan, ruang lingkup, referensi, defenisi. Selain komponennya beberapa kegiatan tidak dimasukan kedalam SOP, seperti perawatan fasilitas taman. sehingga bisa dikatakan pelaksanaan SOP di Taman Kota Feliks Fernandez Larantuka masih belum menyeluruh.
KAJIAN PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH PEDESAAN DI DESA MANUSAK KABUPATEN KUPANG: STUDY OF FULFILLMENT OF RURAL CLEAN WATER NEEDS IN MANUSAK VILLAGE, KUPANG REGENCY Surya Kasih D. P. Balo; Jakobis J. Messakh; Asrial
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dusun 4 Kampung Baru adalah salah satu dusun di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang dengan akses terhadap sumber air bersih yang belum tercukupi. Selama ini masyarakat memanfaatkan sumber air berupa sumur gali yang jumlahnya terbatas dan apabila saat musim kemarau panjang sumur gali mengalami penurunan debit sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih yang memadai. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa, hasil proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2032 sebanyak 846 jiwa dengan jumlah kebutuhan air bersih sebesar 0,596 liter/detik, kebutuhan harian maksimum sebesar 0,685 liter/detik serta pada jam puncak sebesar 1,043 liter/detik. Kualitas air sumur berdasarkan pemeriksaan parameter MPN Coliform memenuhi syarat kualitas air bersih dan layak untuk dikonsumsi sedangkan berdasarkan pemeriksaan E.Coli tidak memenuhi syarat kualitas air bersih. Berdasarkan pemeriksaan parameter salinitas, air pada sumur I dikategorikan sebagai air payau sedangkan sumur II dikategorikan sebagai air tawar. Variabilitas debit air pada Sumur I memiliki kecenderungan perubahan muka air yang menurun, Sumur II memiliki kecenderungan perubahan muka air yang mengalami kenaikan, Sumur III memiliki kecenderungan perubahan muka air yang mengalami kenaikan tinggi serta Sumur IV memiliki kecenderungan perubahan muka air yang stabil. Embung Kecil Oelpuah dan Bendungan Raknamo menjadi alternatif sumber air bersih bagi masyarakat Dusun 4 Kampung Baru Desa Manusak.
ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PADA JALAN PENKASE-OELETA KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA: ANALYSIS OF THE LEVEL OF DAMAGE ON THE PENKASE-OELETA ROAD, ALAK DISTRICT, KUPANG CITY USING THE DELIVERY METHOD Maria A. A. Daos; Ketut M. Kuswara; Jakobis J. Messakh
BATAKARANG Vol. 6 No. 1a (2025)
Publisher : Pendidikan Teknik Bangunan Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Penkase-Oeleta Kecamatan Alak Kota Kupang, sebagai respons terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif untuk populasi penelitiam dengan panjang 2,5 km dan lebar jalan 4,5 m di peroleh 25 segmen, dan untuk sampel dalam menganalisis jenis kerusakan perkerasan jalan dengan panjang segmen 100 m di ambil angka ganjil sehingga di peroleh 13 sampel yang akan ditinjau pada ruas jalan penkase. Dengan pengumpulan data primer melalui survei langsung terhadap kondisi jalan, volume lalu lintas dan jenis kerusakan. Data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis tingkat kerusakan menggunakan Metode Bina Marga, yang menggabungkan nilai yang di dapat dari survei visual yaitu jenis kerusakan dan LHR. Hasil penelitian menunjukkan jenis kerusakan meliputi lubang, retak kulit buaya, retak memanjang, pelepasan butiran, dan tambalan. Dengan presentase kerusakan adalah lubang (37,17%), tambalan (28,3%), retak memanjang (18,66%), dan retak kulit buaya (15,17%). Dari perhitungan menggunakan Metode Bina Marga didapatkan nilai UP 10, menunjukkan perlunya program pemeliharaan rutin. Rekomendasi penanganan melibatkan penambalan dan overlay untuk memperbaiki kerusakan, mencegah infiltrasi air, dan mempertahankan kualitas jalan. Studi ini memberikan kontribusi dalam perencanaan pengembangan jalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Kupang.