Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN FAKTOR RISIKO PADA IBU DENGAN BAYI LAHIR MATI (STILLBIRTH) DI KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017 Annisa Mahardika; Widya Maya Ningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 2, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v2i1.6925

Abstract

Stillbirth merupakan keadaan bila kematian bayi terjadi sebelum lahir, tetapi setelah kehamilan 20 minggu atau lebih dan kematian bayi tersebut masih di dalam rahim. Data di Kabupaten Tasikmalaya, angka kejadian stillbirth pada 2017 sebanyak 187 kasus (0.61%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor risiko bayi lahir mati (stillbirth) dari faktor ibu dan penyulit kehamilan. Penelitian ini bermanfaat bagi ibu dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi ibu hamil tentang faktor – faktor penyebab bayi baik lahir mati dari faktor ibu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini ibu yang mengalami bayi lahir mati sebanyak187 kasus. Kemudian data dikumpulkan menggunakan data skunder diperoleh ari buku KIA dan otopsi verbal kemudian dianalisis secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu yang melahirkan bayi lahir mati (Stillbirth) sebagian besar adalah sesuai 20-35 tahun (68.4%), Paritas ibu yang melahirkan bayi lahir mati (Stillbirth) sebagian besar adalah paritas multipara (72.7%) dan penyulit kehamilan sebagian besar adalah preeklampsia (18.2%), KPD sebanyak 24 orang (12.8%), anemia sebanyak 14 orang (7.5%), serotinus sebanyak 3 orang (1.6%), perdarahan antepartum 6 orang (3.2%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko pada ibu terjadinya stillbirthusia 20-35 tahun, paritas multipara dan penyulit kehamilan preeklampsia. Oleh karena itu sebaiknya bidan melakukan deteksi dini pada ibu hamil beresiko tinggi dan komplikasi yang terjadi pada kehamilan. Selain itu bidan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang penyulit kehamilan.Stillbirth is a condition when infant mortality occurs before birth, but after 20 weeks of pregnancy or more and the baby's death is still in the womb. Data in Tasikmalaya Regency, the number of stillbirth events in 2017 was 187 cases (0.61%). The purpose of this study was to determine the description of risk factors for stillbirths from maternal factors and complications of pregnancy. This research is useful for mothers can increase insight and knowledge for pregnant women about factors - factors causing good baby stillbirth from mother factor. This research type is quantitative with descriptive method. The population in this study of mothers who have stillborn infants as many as 187 cases. Then data collected using secondary data obtained from KIA book and verbal autopsy then analyzed in narrative. The results showed that the age of mothers who gave birth to stillbirth were mostly 20-35 years old (68.4%), the parity of the mother who delivered the stillbirth was mostly multiparous parity (72.2%) and partial complication of pregnancy (18.2%), KPD counted 24 people (12.8%), anemia as many as 14 people (7.5%), serotonin as many as 3 people (1.6%), antepartum hemorrhage 6 people (3.2%). The conclusions of this study were risk factors in maternal age of stillbirth 20-35 years, multiparous parity and preeclampsia pregnancy complication. Therefore midwives should do early detection in pregnant women at high risk and complications that occur in pregnancy. In addition, midwives can provide health education about pregnancy complications.
PERSALINAN PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS Widya Maya Ningrum; Erni Puspitasari
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i2.6827

Abstract

Ibu hamil yang mengalami KEK akan mengalami kekurangan gizi, tubuh mudah lelah, pucat, lemas, dan mengalami kesulitan salah satunya dalam proses persalinan. Pengaruh KEK terhadap proses persalinan dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama, persalinan sebelum waktunya (prematur), pendarahan setelah persalinan, serta persalinan dengan operasi. Puskesmas Sadananya data ibu hamil yang mengalami KEK sebanyak 70 orang (9,49%) dan berlanjut ke penyulit lainnya yaitu mengalami Abortus 5 0rang (3,5%), BBLR 9 bayi (6,3%). Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan riwayat KEK pada masa kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya Kabupaten Ciamis Tahun 2019 sebanyak 70, Teknik pengambilan sempel mengunakan Simple Random Sampling. Analisa dalam penelitian ini adalah Univariat. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 3 oang mengalami persalinan sebelum waktunya (4,3%), 1 orang mengalami perdarahan paska salin disebebkan atonia uteri (1,4%), dan 8 orang proses persalinan dengan Operasi (SC) (11,4%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ibu hamil dengan riwayat KEK mengalami penyulit persalinan, meskipun secara jumlah tidak terlalu signifikan, namun hal ini tentunya tetap harus menjadi perhatian khususnya bagaimana bisa mencegah ibu hamil untuk tidak mengalami anemia, dan apabila sudah terjadi sebagai seorang bidan tentunya harus dapat mendeteksi penyulit yang akan terjadi denganmelakukan penapisan awal persalinanPregnant women who experience KEK will experience malnutrition, body easily tired, pale, weak, and experience difficulties, one of which is in the delivery process. The effect of KEK on the labor process can result in difficult and prolonged labor, preterm labor, bleeding after delivery, and delivery by surgery. Puskesmas Sadananya data on pregnant women who experience KEK as many as 70 people (9.49%) and continue to other complications, namely experiencing 5 0rang abortion (3.5%), LBW 9 babies (6.3%). This type of research is a descriptive study. The population in this study were all 70 women who gave birth with a history of KEK during pregnancy in the Work Area of the Sadananya Health Center, Ciamis Regency in 2019, the sampling technique used was Simple Random Sampling. The analysis in this research is Univariate.. The results showed as many as 3 people experienced premature labor (4.3%), 1 person experienced post-saline bleeding due to uterine atony (1.4%), and 8 people went into labor by surgery (11.4%). The conclusion of this study is that pregnant women with a history of KEK experience difficulty in childbirth, although the numbers are not too significant, this of course still has to be a concern, especially how to prevent pregnant women from experiencing anemia, and if it has occurred as a midwife, of course they must be able to detecting impending complications by performing an early screening of labor.
GAMBARAN LUARAN BAYI PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SADANANYA TAHUN 2020 Rini Ayu Rismawati; Widya Maya Ningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6790

Abstract

Masalah gizi di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama Salah satu masalah kekurangan gizi di Indonesia yaitu Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK adalah keadaan seseorang yang menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang ditandai dengan lingkar lengan atas (LILA) < 23,5 cm sehingga mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan. KEK selama hamil akan menimbulkan masalah, salah satunya dapat mempengaruhi proses pertumbuhan janin yang dapat menimbulkan abortus, bayi lahir mati, kematian neonatal, cacat bawaan, anemia pada bayi, asfiksia intra partum, lahir dengan bayi berat lahir rendah (BBLR). Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Luaran Bayi Pada Ibu Dengan Riwayat Kekurangan Energi Kronis (KEK) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sadananya, Tahun 2020. Menggunakan penelitian deskriptif dengan uji SPSS. Ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan yang mengalami abortus, sebanyak 5 orang (33,3 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan yang mengalami bayi lahir mati tidak ada, ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami kematian neonatal tidak ada, ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami asfiksia, sebanyak 1 orang (6,7 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami BBLR, sebanyak 9 orang (60,0 %), ibu hamil yang mengalami KEK di dapatkan bayi yang mengalami kelainan kongenital, sebanyak 1 orang (6,7 %) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa luaran bayi pada ibu hamil yang mengalami KEK sebagian besar tidak beresiko hanya beberapa kejadian saja yang memang terdapat resiko yaitu abortus dan BBLR.Dengan adanya penelitian ini diharapkan kejadian KEK terhadap ibu hamil bisa teratasi dengan baik dan tidak lagi menimbulkan berbagai macam masalah bagi bayi.Nutrition problems in Indonesia are still a major public health problem. One of the problems of malnutrition in Indonesia is Chronic Energy Deficiency (CED). CED is a condition of a person who suffers from a chronic (chronic) shortage of food characterized by a circumference of the upper arm (CUA) <23.5 cm, resulting in health problems. CED during pregnancy will cause problems, one of which can affect the process of fetal growth which can cause abortion, stillbirth, neonatal death, congenital defects, anemia in infants, intra-partum asphyxia, birth with low birth weight babie (LBW). This study was to find out the description of infant outcome in mothers with a history of chronic energy deficiency (CED) in Sadananya Community Health Center working area, 2020. Using descriptive research with SPSS test It is found that there are 5 Pregnant women (33.3%) having CED had abortion. 70 (100%) babies were born alive to mothers who have CED. There are 70 (100%) babies were born alive from mothers who have CED. There is one mother with CED gets baby with asphyxia (6.7%). There are 9 pregnant women (60.0%) pregnant women with CED gets babies with LBW. There is one pregnant woman with CED (6.7%) had baby with congenital defect. Based on the results of the study, it can be concluded that the infant output in pregnant women who have CED is mostly not at risk. Only a few cases do have a risk, namely abortion and LBW. This research is expected to resolve the case of CED in pregnant women properly and there will be no longer various kinds of problems for babies.
GAMBARAN TEKNIK RELAKSASI NAFAS PADA IBU BERSALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “N” TAHUN 2021 Aan Juanti; Widya Maya Ningrum
Journal of Midwifery and Public Health Vol 3, No 1 (2021): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v3i1.6783

Abstract

Nyeri dalam persalinan dapat memiliki dampak yang berbahaya pada ibu dan janin yaitu hiperventilasi. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di Praktik Mandiri Bidan N Cipaku pada bulan Januari tahun 2021, ditemukan 7 dari 10 ibu bersalin mengalami nyeri yang luar biasa dan tidak tertahankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Teknik Relaksasi Nafas Pada Ibu Bersalin di Praktik Mandiri Bidan “N” Periode April Tahun 2021. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sempel sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total Sampling. Diketahui Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik sebanyak 19 orang (54,3%) dan kurang dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas secara sedang pada proses persalinannya sebanyak 11 orang (31,4%) dan sebagian kecil responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara kurang sebanyak 5 orang (14,3%). Lebih dari setengahnya responden melakukan teknik relaksasi nafas pada proses persalinannya secara baik.Saran: Diharapkan Tenaga kesehatan khusunya bidan sebagai penolong persalinan dapat membantu ibu bersalin dalam memenuhi kebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam pengontrolan nyeri dan dapat meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang teknik relaksasi nafas pada proses persalinan yang dapat membantu ibu bersalin mengurangi nyeri pada saat persalinan.Background: Pain in labor can have a dangerous impact on the mother and fetus, namely hyperventilation.4 Based on an initial survey conducted at the Independent Practice of Midwives N Cipaku in January 2021, it was found that 7 out of 10 maternity mothers experienced excruciating pain and did not experience pain. bearable.Objective: The purpose of this study was to find out the description of the Breath Relaxation Technique in Maternity in the Midwife Independent Practice "N" for the April 2021 Period. Methods: This research method used a descriptive research method with a sample of 35 people. The sampling used in this study is the total sampling method. The results: It is known that more than half of the respondents performed breath relaxation techniques during labor well as many as 19 people (54.3%) and less than half of the respondents performed moderate breathing relaxation techniques during labor as many as 11 people (31.4%) and a small proportion of respondents performed breathing relaxation techniques in the process of delivery less than 5 people (14.3%.Conclusion: More than half of the respondents performed the breath relaxation technique well in the labor process.Suggestion: It is expected that health workers, especially midwives as birth attendants, can help birth mothers in meeting the mother's need for comfort in pain control and can increase counseling activities about breath relaxation techniques in the labor process that can help mothers in labor reduce pain during labor.
Perspektif Nilai Budaya Pada Perawatan Ibu Hamil di Kampung Adat Kuta Desa Tabaksari Kabupaten Ciamis yudita, yudita ingga; Kurniati Ingga Hindiarti; Widya Maya Ningrum
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 13 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.53 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v13i2.297

Abstract

Perawatan pada masa kehamilan merupakan periode yang memiliki urgensi tinggi dimana masa hamil merupakan fase kondisi kritis baik bagi ibu maupun janinnya. Saat ini, prevalensi kematian ibu sebanyak 60% terjadi setelah persalinan disebabkan faktor predisposisi selama masa kehamilan. Penyebab kematian maternal terbanyak disebabkan oleh kematian obstetrik langsung akibat komplikasi selama masa kehamilan, pendarahan, eklampsi, infeksi dan sindrom trombosit rendah (HELLP) pada primipara. Asuhan antenatal yang berkualitas dan aman secara budaya memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan Ibu hamil. Sayangnya, saat ini hanya sedikit bukti empiris yang membuktikan bahwa asuhan kebidanan berbasis budaya dapat berperan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui asuhan yang efektif yaitu perawatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai budaya yang mempengaruhi kejadian masih dilaksanakan secara turun temurun khususnya tentang perawatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis fenomenologi, dimana penelitian ini mengidentifikasi makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu di Kampung Adat Kuta, Kecamatan Tambaksari. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami seutuhnya, sehingga tidak ada batasan dalam identifikasi dan memaknai fenomena yang dikaji.
GAMBARAN PEMILIHAN TEMPAT DAN PENOLONG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANGNUNGGAL KABUPETEN TASIKMALAYA TAHUN 2012 Widya Maya Ningrum, SST., M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 4 No. 1 (2013): Februari 2013
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v4i1.15

Abstract

Kematian ibu sebagian besarnya terjadi pada saat persalinan, dimana 9 dari 10 kematian ibu terjadi saat persalinan. Target cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah sebesar 90%. Namun, data Riskesdas tahun 2010 mencatat cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih baru mencapai 82,3% . Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya , cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan adalah 68,83 %. Cakupan ini belum memenuhi target sebesar 80 %. Penolong dan tempat persalinan merupakan faktor penentu dalam asuhan persalinan. Keberhasilan proses persalinan yang bersih dan aman sangat dipengaruhi oleh faktor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemilihan tempat dan penolong persalinan di Puskesmas karangnunggal tahun 2012. Jenis penelitian ini termasuk kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya periode April - Juni 2012 sebanyak 43 orang. Variabel dalam penelitian ini yaitu pemilihan tempat dan penolong persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berencana memilih tempat di fasilitas kesehatan yaitu 30 orang (69,8) dan memilih penolong persalinan oleh bidan sebanyak 35 orang (81,4%). Hal ini menunjukan adanya kesadaran akan pentingnya pemilihan tempat dan peniling persalinan. Meskipun dari hasil tersebut masih ada ibi yang berencana melahirkan di rumah sendiri ataupun di rumah dukun paraji , dan ditolong oelh paraji. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus dari tenaga kesehatan wilayah setempat, agar lebih di motivasi untuk memilih tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan dalam proses peralinannya nanti. Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa sebagian besar ibu hamil pada trimester III memilih tempat persalinan di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh bidan. Saran dari hasil penelitian ini adalah Ibu hamil disarankan untuk memeriksakan kehamilan secara rutin ke tenaga kesehatan dan memilih persalinan di fasilitas kesehatandan bagi tenaga kesehatan khususnya bidan Desa diharapkan proaktif dalam membantu ibu hamil dalam mempersiapkan persalinan yaitu dengan cara kunjungan rumah untuk memastikan pilihan tempat dan penolong persalinan .
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU IBU DALAMMELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2013 Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 5 No. 2 (2014): Agustus 2014
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v5i2.34

Abstract

Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel abnormal pada serviks yang terjadi pada suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu liang senggama (vagina). Dan diantara banyak faktor yang mempengaruhi kesadaran ibu untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker servik, diantarany adalah faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, keyakinan, kepercayaan, nilai, dan tradisi; faktor pemungkin adalah faktor yang memungkinkan atau yang memfasilitasi perilaku atau tindakan, yang meliputi sarana dan prasarana atau fasilitas untuk terjadinya perilaku yang terwujud dalam lingkungan fisik; dan selanjutnya adalah faktor pendorong, yaitu faktor-faktor yang mendorong atau memperkuat terjadinya perilaku. Berdasarkan laporan puskesmas Desa Cikunir tahun 2013, tercatat jumlah wanita usia subur 1.547 orang. Dan berdasarkan laporan dari Puskesmas Singaparna belum ada yang tercatat pernah melakukan deteksi kanker servik dengan melakukan IVA test atau pap’ smear. Hal ini menunjukan masih kurang pedulinya wanita melakukan pemeriksaan deteksi dini padahal sangat rentan untuk menderita kanker servik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku ibu dalam melakukan deteksi dini kanker servik di Desa cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2013 Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif dengan metode deskriptif, yang bertujuan untuk mengambarkan faktor yang mempengaruhi perilaku wanita dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Pengumpulan data dilakukan oleh peneliti dengan terlebih dahulu mempersiapkan berbagai format yang dibutuhkan sebagai instrumen guna memudahkan pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah data primer, dimana data langsung didapatkan dari responden melalui intrumen yang dibagikan dan diisi langsung oleh responden, Pengumpulan data sekunder sebagai data pendukung dilakukan dengan cara melakukan telaah dokumen yang sesuai dengan substansi dan kebutuhan penelitian. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden tentang deteksi dini kanker serviks sebagian besar kategori cukup sehingga hal ini sangat relevan dengan sikap yang ditunjukan oleh responden, dimana hasilnya sebagaian besar menunjukan sikap negatif. Ketika pengetahuan cukup dan sikap negatif perilaku yang muncul dari responden adalah sebagian besar tidak melakukan deteksi dini kanker serviks.
HUBUNGAN MANAJEMEN AKTIF KALA III DENGAN PERDARAHAN PADA SAAT PERSALINAN DI RUANG BERSALIN RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA OKTOBER 2014 – APRIL TAHUN 2015 Widya Maya Ningrum, S.ST, M.Kes
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 7 No. 1 (2016): Februari 2016
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v7i1.61

Abstract

Penyebab kematian ibu secara langsung adalah perdarahan (39%), eklampsia (24%), infeksi (11%) dan lain-lain (26%) dan penyebab tidak langsung Kurang Energi Kronis (37%), Anemia pada kehamilan (40%). Perdarahan pada saat persalinan merupakan penyebab kematian ibu yang paling sering terjadi, dengan tanda-tanda nya adalah keluar darah dari jalan lahir dalam jumlah banyak lebih dari 500 cc terjadi dalam waktu 24 jam setelah persalinan berlangsung (Manuaba, 2004:296). Mencegah perdarahan pada saat persalinan dimulai dari tahap yang paling dini. Setiap pertolongan persalinan harus menerapkan upaya pencegahan perdarahaan dengan melakukan Manajemen Aktif Kala (MAK) III. Berdasarkan data yang diperoleh dari profil RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya tahun 2013, bahwa terdapat kasus perdarahan pada saat persalinan sebanyak 87 kasus, dengan penyebab atonia uteri 79 kasus (90%), retensio plasenta 8 kasus (10%). Hal ini menunjukan bahwa kasus tersebut sangat tinggi dan berkontribusi terhadap kesakitan dan kematian ibu. Dari 87 kasus ibu yang mengalami perdarahan pada saat persalinan 10 kasus tidak tertolong. Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan Manajemen Aktif Kala III dengan Perdarahan pada saat persalinan Di Ruang Bersalin RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Oktober 2014 – April  Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan tekhnik potong silang (cross sectional). Dengan rancangan ini informasi mengenai manajemen aktif kala III diperoleh secara bersamaan dengan perdarahan pada saat persalinan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dengan proses persalinan pervaginam di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, dengan sample penelitian ini menggunakan accidental sampling, yaitu ibu bersalin periode Juli – Desember 2015. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagaian besar ibu bersalin di RSUD dr Soekardjo dilakukan manajeman Aktif Kala III  (67,91%). Dari 268 ibu bersalin38 orang ( 14,18 %)  mengalami perdarahan. Serta ada hubungan antara manajeman aktif kala III dengan ibu yang mengalami perdarahan di RSUD dr Soekardjo hal ini sesua dengan hasil uji statistik Chi- Square dengan tingkat kepercayaan 95 % ( α sama dengan 0,05) dengan menunjukan nilai P sama dengan 0,027 (p ≤ 0,05). Berdasarkan bukti – bukti  pengelolaan aktif kala III telah memberikan hasil terhadap penurunan resiko kasus perdarahan post partum. Mengingat indonesia merupakan negara dengan geografis yang sulit dimana kematian ibu karena 3 terlambat masih banyak maka pemerintah perlu mengadakan kebijakan tegas penerapan manajemen aktif kala III pada ibu bersalin.
TINJAUAN PELAKSANAAN RUJUKAN OLEH BIDAN PADA IBUBERSALIN YANG MENGALAMI KOMPLIKASI DI RUMAH SAKITSINGAPARNA MEDIKA CITRAUTAMA KABUPATEN TASIKMALAYA PERIODE BULAN MARET-APRIL TAHUN 2017 Sarofah Sarofah; Widya Maya Ningrum
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 8 No. 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v8i2.318

Abstract

Kematian ibu di Rumah Sakit Singaparna Medika Citrautama tahun 2016 sebanyak18 orang, diantaranya 3 meninggal di ruang Ponek. Hasil studi pendahuluan didapatkan 6bidan yang melakukan rujukan pada ibu bersalin, dari 6 bidan hanya 2 bidan yangmelakukan penanganan pra rujukan sesuai dengan SOP dan melakukan penerapankelengkapan rujukan sesuai dengan SOP.Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif, populasi penelitianadalah bidan yang melakukan rujukan pada ibu bersalin yang mengalami komplikasi.Sampelnya sebanyak 33 bidan, diperoleh dengan teknik purposif sampling. Data diperolehmenggunakan daftar checklist dianalisis secara univariat.Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran penanganan pra rujukan oleh bidanpada ibu bersalin yang mengalami komplikasi sebagaian besar dilakukan sesuai denganSOP dan untuk penerapan kelengkapan rujukannya sebagian besar tidak dilaksanakansesuai dengan SOP.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SUMBER INFORMASI DAN PERILAKU DETEKSI DINI KANKER CERVIKS PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Santi Susanti; Widya Maya Ningrum; Hariyani Sulistyoningsih
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.321

Abstract

Pendahuluan. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan yang penting bagi wanita di seluruh dunia. Kanker ini adalah jenis kanker kedua yang paling umum pada perempuan. Dialami lebih dari 1,4 juta perempuan di seluruh dunia. Di Indonesia berdasarkan data yang diperoleh kanker leher Rahim menempati urutan kedua dari kanker pada wanita. Tasikmalaya merupakan kota dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia (kementrian kesehatan, 2018). Penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan perilaku deteksi dini kanker serviks pada pasangan usia subur (PUS) di wilayah puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Metode Penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasangan usia subur (PUS) di wilayah puskesmas Singaparna berjumlah 5.760 orang. Sampel size dihitung dengan menggunakan rumus Lameshow (1991) yaitu 374 sampel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil. Sebagian besar respoden mempunyai tingkat pengetahuan yang kurang tentang kanker serviks yaitu 245 (65,5%). Sumber informasi kanker serviks sebagian besar diperoleh melalui media televisi 277 (74,1%). Sebagian kecil responden sudah melaksanakan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks yaitu 18 orang (4,8%). Simpulan. Pengetahuan responden tentang kanker serviks dan perilaku deteksi dini kanker serviks masih kurang. Sumber Informasi lebih banyak didapatkan melalui media televise. Saran untuk pasangan usia subur dapat secara aktif mencari informasi tentang kaner serviks dengan berkonsultasi langsung ke petugas kesehatan atau media informasi lainnya. Petugas kesehatan hendaknya meningkatkan program edukasi tentang kanker serviks kepada masyarakat.
Co-Authors Aan Juanti Adhelia Dwi Lestari Agustini, Fenty Aisyah, Siti Farichatul Aliyah, Siti Himatul Annisa Mahardika Annisa Mahardika Chandraloka, Dheri Desi Darojatul Kamilah Elsa Swandini Erni Puspitasari Fatmawati Karim Fazriah, Annisa Ghina Nazla Hidayat Hariyani Sulistyoningsih Henri Setiawan Henri Setiawan Heriyanti, Silvia Widyani Hermawati, Susi Heryani, Sri Hidayat, Della Nasta Septima Hindiarti, Yudita Ingga Karim, Fatmawati Karmila Rahmaningrum Kartikasari Kartikasari Komalasari, Fitri Kurniasih, Ira Kurniati Devi Purnamasari Kurniati Devi Purnamasari Kurniati Devi Purnamasari Kurniati Devi Purnamasari Kurniati Ingga Hindiarti Laksmidara, Adinda Lestari, Mirda Lilis Lisnawati Manggala, Annur Firdausi Marlieva, Shifa Mauliendi, Galih Mega, Mega Muchtar, Dewi Amanda Liesthiani Mukti, Arifah Septiane Mulyani, Sri Nurhaeni, Teni Nurlatifah, Neneng Siti Maryani Nurohaeni, Putri Padilah, Salpa Nur Patimah, Auliya Nur Hajah Purnamasari, Kurniati Devi Putri, Reyhana Anggia Ratna Suminar Ratna Suminar Suminar Rini Ayu Rismawati RIRIN LESTARI Rismaya, Mita Rohman, Asri Aprilia Rostiani, Rostiani RR. Ella Evrita Hestiandari Santi Susanti Sarofah Sarofah Sastraprawira, Tika Selly Melasti Putri Shifa Marlieva Silvia Widyani Heriyanti Sinta Komaya Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Nuraeni Agustin Siti Rohimah Siti Rohmah Siti Rohmah Soetrisno Soetrisno Sumiati, Eet Suminar, Ratna Susanti, Neneng Nuri Susilawati, Yati Susyanti Susyanti Tita Rohita Wulandari, Della Yudita Ingga Hindiarti yudita, yudita ingga