Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Gambaran Kasus Rujukan Persalinan di Klinik Mitra Delima Nurhaeni, Teni; Ningrum, Widya Maya; Rohita, Tita
Journal of Midwifery and Public Health Vol 6, No 2 (2024): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v6i2.16692

Abstract

Labor is a complex and crucial physiological process in a woman's life cycle. It not only marks the end of pregnancy, but also the beginning of a new life. A normal labor process is expected to run smoothly without any complications, both for the mother and baby. This study aims to determine the description of labor referral cases at the Mitra Delima Clinic in Pamarican District in 2024. The research method used is a descriptive approach to know and understand the picture of referral of maternity mothers. The sampling technique used total sampling technique with a sample of 61 respondents. Data analysis using univariate analysis. The results of the study were a small proportion of respondents diagnosed referrals to serotinus respondents as many as 21 respondents (34.4%), a small proportion of respondents diagnosed referrals to early rupture of membranes respondents as many as 16 respondents (26.2%), very few of the respondents diagnosed referrals to prolonged latent phase respondents as many as 14 respondents (23%) and very few of the respondents diagnosed referrals to severe preeclampsia respondents (PEB) as many as 10 respondents (34.4%).The results of the univariate analysis showed that most of the referral respondents were in accordance with the SOP as many as 35 respondents (57.4%) and some of the referral respondents were not in accordance with the SOP as many as 26 respondents (42.6%). And it can be concluded that the description of labor referral cases most of the referral respondents according to the SOP at the Delima Partner Clinic, Pamarican District 2024. Keywords : Case referral, delivery Source.
Pelatihan Kader Posyandu dalam Mencegah Stunting Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan di Kecamatan Cidolog Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Fatimah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i1.17103

Abstract

Background: Masalah stunting di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, menjadi perhatian utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Dengan prevalensi stunting sebesar 10,8% (134 kasus) pada balita usia 0-59 bulan, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan peran kader posyandu dalam pendampingan ibu hamil pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Permasalahan mitra menunjukkan keterbatasan pengetahuan dan kemampuan kader dalam memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat. Metode: Metode kegiatan dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada 30 kader posyandu selama bulan Juli hingga September 2024. Kegiatan meliputi pemberian informasi mengenai stunting, edukasi pencegahan, serta cara sosialisasi kepada masyarakat luas. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader dalam mendukung ibu hamil dan keluarga selama masa 1000 HPK. Hasil: Hasil pelatihan menunjukkan dampak yang signifikan, dengan 94% kader mengalami peningkatan pengetahuan, sementara 6% lainnya tidak menunjukkan perubahan. Kesimpulan: Pelatihan dan pendampingan efektif dalam meningkatkan kapasitas kader. Namun, disarankan pelaksanaan program serupa dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga konsistensi pengetahuan dan efektivitas kader dalam upaya pencegahan stunting secara terprogram.
Peningkatan Kesadaran Ibu Balita melalui Kalkulator Deteksi Stunting di Desa Kertaharja Wilayah Kerja Puskesmas Cijeungjing Suminar, Ratna; Heryani, Sri; Heriyanti, Silvia Widyani; Ningrum, Widya Maya
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.17704

Abstract

Prevalensi stunting di Indonesia berada di angka 21,6%, angka tersebut masih tinggi, mengingat target standar WHO di bawah 20%.  Angka prevalensi stunting di Jawa Barat menyentuh angka 21,7 persen. Presentase balita stunting di Kabupaten Ciamis pada tahun sebanyak 3,97%. Berdasarkan evaluasi intervensi spesifik Kab. Ciamis, kurangnya pengetahuan ibu balita, kesalahan pola asuh dan asupan nutrisi masih menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting di Ciamis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan 21 orang ibu balita. Pengetahuan ibu balita dievaluasi menggunakan pretest dan posttest sebelum dan setelah intervensi dengan Kalkulator deteksi stunting. Data dianalisis untuk mengetahui perubahan tingkat pengetahuan responden mengenai parental feeding style. Kalkulator Deteksi Stunting adalah sebuah sistem terpadu yang menyediakan fitur  deteksi stunting berbasis antropometri yang terintegrasi dengan deteksi perkembangan berbasis SDIDTK, deteksi risiko stunting pada remaja, edukasi dunia anak, aturan dasar pemberian makan pada anak, dan tutorial pembuatan MP-ASI tinggi protein hewani sesuai usia. Pada pretest, hanya 23,80% responden memiliki pengetahuan baik, 33,33% memiliki pengetahuan cukup, dan 42,85% memiliki pengetahuan kurang. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, di mana 80,95% responden mencapai pengetahuan baik, 19,04% berada pada kategori cukup, dan tidak ada lagi responden dengan pengetahuan kurang. Secara keseluruhan, terdapat peningkatan 57,15% dalam kategori pengetahuan baik dan 23,81% peningkatan dari kategori kurang menjadi cukup. Pemanfaatan Kalkulating efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu balita terkait parental feeding style. Alat ini berpotensi menjadi media edukasi yang mendukung upaya pencegahan stunting melalui deteksi dini dan peningkatan kesadaran masyarakat.
The use of curesive audiovisual media as the right complementary feeding counseling media Suminar, Ratna; Karim, Fatmawati; Purnamasari, Kurniati Devi; Hindiarti, Yudita Ingga; Ningrum, Widya Maya
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 2 No 1 (2024): September 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v2i1.4169

Abstract

Nutritional problems having a serious impact on the quality of human resource is still faced by Indonesian people. Malnutrition is caused by various factors both inside and outside of health problems. According to the World Health Organization (WHO), malnutrition has a role of 54% in infant and toddler mortality. Lack of nutritional intake during growth has consequences ranging from stunted growth, and impaired brain growth, to death. Nutrition has a big role in reducing the rate of illness and death, especially in infants and toddlers. Improper nutritional intake is still the cause of the high malnutrition and malnutrition in Ciamis Regency. Improper complementary feeding is the main cause of early malnutrition in infants under two years old. Lack of nutrient intake is greatly influenced by knowledge and behavior on the type of complementary feeding given. Curesive Audiovisual Media is an audiovisual health counseling media in the form of motion audiovisual with MP4 format inserted into a flash drive and an authentic cover named containing health messages regarding infant nutrition 0−24 months during the MP-ASI phase starting from the basic rules of feeding children, the requirements for MP-ASI according to WHO, and modification of complementary feeding formula for infants aged 6−24 months according to the age of the child.
Implementation of traditional massage “Peuseul” to improve the welfare of pregnant women in Sukamulya Village, Ciamis Regency Ningrum, Widya Maya; Purnamasari, Kurniati Devi; Fatimah, Siti
Galuh International Journal of Community Service and Development Vol 2 No 1 (2024): September 2024
Publisher : Badan Kemitraan Inovasi dan Kewirausahaan Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/gijcsd.v2i1.4209

Abstract

Peuseul is a traditional massage practice that has long been used in Sundanese culture to support the well-being of pregnant women. In addition to helping to reduce physical discomfort, such as back pain and leg cramps, the practice also strengthens the spiritual and emotional connection between pregnant women and their communities. However, Peuseul is at risk of being lost if it is not preserved and adapted to modern health standards. Therefore, this community service program was designed to preserve, promote, and integrate Peuseul into the health care of pregnant women in Tatar Sunda, (Sundanese land). This program involved intensive training for local paraji, socialization of Peuseul benefits in the community, and the provision of free Peuseul services for pregnant women. The training was focused on massage techniques, the use of safe herbal herbs, as well as knowledge of the anatomy of pregnancy. Socialization is carried out through community meetings, printed media, and educational videos. The evaluation of the program was conducted through questionnaires and interviews with pregnant women as well as paraji (the massage person) to measure the physical and emotional impact of the practice. The results of the program showed the success of paraji training in providing safe and effective Peuseul services. The socialization increased public awareness about the importance of Peuseul in prenatal care. Pregnant women who received Peuseul reported improvements in physical and emotional well-being, including a reduction in back pain and anxiety facing childbirth. This program proved that Peuseul had a significant value in supporting the health of pregnant women, both physically and emotionally, and could be adapted according to modern health standards.
Socialization of Pregnant Mother's Behavior on the Positive Culture Related to Pregnancy in the Tambaksari Village: Sosialisasi Perawatan Ibu Hamil Tentang Budaya Positif Berkaitan Kehamilan Di Desa Tambaksari Kabupaten Ciamis Hindiarti, Yudita Ingga; Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 3 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/bpsb7313

Abstract

Pregnancy care is a period of high urgency in which pregnancy is a critical phase of the condition for both the mother and the fetus. Most of the causes of maternal death are due to direct obstetric deaths from complications during pregnancy, bleeding, eclampsia, infection and low thrombocyte syndrome (HELLP) in primipara. Qualified and culturally safe maternal foster care plays an important role in improving the health of pregnant mothers. Unfortunately, there is currently little empirical evidence that proves that culture-based maternity foster care can play a role in attempting to reduce maternal mortality through effective fostering, namely the care of pregnant mothers. With regard to the objectives of socialization of maternal care, it is expected to increase the knowledge, awareness and positive attitude of mothers and families towards the care of pregnant mothers. The method used in the implementation of these activities through socialization or dissemination. As a result of this community service, there has been an improvement in the knowledge of pregnant mothers, where before being educated about the positive culture of health care, the majority of pregnancy mothers know less than 70% and the evaluation results after the implementation of the most pregnant women know well as 80%.
Kuresif 2.0 Barcode Technology to Improve Maternal Knowledge and Attitudes Regarding Complementary Feeding Suminar, Ratna; Setiawan, Henri; Karim, Fatmawati; Ningrum, Widya Maya
Genius Journal Vol. 5 No. 1 (2024): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v5i1.370

Abstract

Objective: This study aims to evaluate the effectiveness of Kuresif 2.0: Barcode in enhancing mothers’ knowledge and attitudes regarding complementary feeding rich in animal protein. Method: A quasi-experimental design was employed, utilizing a pretest-posttest control group framework. The sample consisted of 100 mothers of toddlers, divided into 50 in the control group and 50 in the intervention group, selected through total sampling. Statistical analysis was performed using the Wilcoxon Test and Cohen’s d for effect size. A questionnaire served as the research instrument. Results: The findings indicate that Kuresif 2.0: Barcode significantly improved mothers’ knowledge and attitudes regarding complementary feeding rich in animal protein. The knowledge variable exhibited a t-value of -17.955, with a p-value less than 0.001, indicating a highly significant increase in knowledge. Cohen’s effect size for knowledge was calculated at 0.7, suggesting a moderate impact of the intervention. For attitudes, the t-value was -19.298, also with a p-value less than 0.001, confirming a significant influence of the intervention. The effect size for attitudes, represented by Cohen’s d, was 0.4, indicating a small to moderate effect of the intervention on maternal attitudes. Conclusion: Kuresif 2.0: Barcode significantly enhanced mothers’ knowledge, demonstrating a stronger effect than on attitudes. These results underscore the importance of implementing structured interventions to foster improved knowledge and attitudes among mothers related to complementary feeding practices.
Perawatan Pada Bayi Berspektif Nilai Budaya di Kampung Adat Kuta Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya
Journal of Midwifery and Public Health Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v4i2.16295

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi praktik perawatan bayi yang didasari oleh nilai-nilai budaya di Kampung Adat Kuta, Kabupaten Ciamis. Meskipun pelayanan kesehatan modern semakin berkembang, masyarakat di Kampung Kuta tetap mempertahankan tradisi dan nilai budaya dalam merawat bayi baru lahir. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan paraji, ibu, dan anggota keluarga yang merawat bayi, serta dilakukan observasi partisipatif selama pelaksanaan ritual perawatan bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perawatan bayi di Kampung Kuta sangat dipengaruhi oleh keyakinan tradisional yang bertujuan untuk melindungi bayi dari gangguan spiritual, memberikan rasa aman, dan membentuk identitas kultural yang kuat. Meskipun ada beberapa aspek yang tidak sejalan dengan standar medis modern, praktik budaya ini memberikan dukungan emosional yang kuat bagi ibu dan keluarga. Integrasi antara perawatan tradisional dan kesehatan modern ditemukan masih belum optimal. Kesimpulannya, dibutuhkan upaya kolaborasi yang lebih baik antara tenaga kesehatan dan pemangku adat untuk menciptakan praktik perawatan bayi yang lebih holistik.
Gambaran Teknik Relaksasi Nafas Dalam untuk Mengurangi Tingkat Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan di Poned Puskesmas Cipaku Tahun 2023 Chandraloka, Dheri; Ningrum, Widya Maya; Sastraprawira, Tika
Journal of Midwifery and Public Health Vol 4, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v4i1.12498

Abstract

Persalinan adalah tahapan di mana bayi, plasenta, dan selaput ketuban dikeluarkan dari rahim ibu. Proses persalinan dianggap sebagai kondisi normal ketika terjadi pada tahap kehamilan yang sudah mencapai usia cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa adanya komplikasi yang terkait. Pada saat persalinan, nyeri muncul sebagai akibat dari berbagai proses fisik, seperti kontraksi uterus, dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin. Salah satu metode manajemen nyeri persalinan yang efektif adalah teknik relaksasi nafas dalam. teknik ini memberikan dampak yang signifikan karena mampu mencegah komplikasi yang berpotensi muncul pasca persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi tingkat nyeri kala 1 fase aktif persalinan. Jenis desain pada penelitian ini adalah dengan deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 10 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode acidental sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar skala nyeri Visual Analog scale (VAS) dan lembar observasi teknik relaksasi nafas dalam. Analisis data menggunakan univariat. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh dari responden yaitu 6 orang atau 60,00% termasuk kategori nyeri sedang dan sebanyak 4 orang atau 40,00% termasuk nyeri  ringan, sedangkan sesudah dilakukan teknik relaksasi nafas dalam menunjukkan hampir seluruh dari responden yaitu 8 orang atau  80,00% termasuk kategori nyeri ringan dan sangat sedikit dari responden yaitu 2 orang atau 20,00% termasuk nyeri sedang. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian teknik relaksasi nafas dalam untuk mengurangi tingkat nyeri kala 1 fase aktif persalinan. Diharapkan agar teknik relaksasi nafas dalam dapat diaplikasikan oleh tenaga kesehatan sebagai salah satu alternatif pengelolaan nyeri persalinan.
Budaya Kagaluhan: Ritual Kuno yang Masih Memegang Kendali di Balik Persalinan Modern Ningrum, Widya Maya; Purnamasari, Kurniati Devi; Kurniasih, Ira
Journal of Midwifery and Public Health Vol 4, No 2 (2022): November
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v4i2.16294

Abstract

Budaya kagaluhan di Kampung Kuta masih sangat mempengaruhi proses persalinan, meskipun layanan kesehatan modern semakin berkembang. Praktik-praktik tradisional ini memberikan dukungan emosional yang kuat bagi ibu bersalin, namun perlu dievaluasi untuk memastikan keselarasan dengan standar medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran budaya kagaluhan dalam persalinan modern dan dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan paraji, ibu bersalin, dan tenaga kesehatan, serta dilakukan observasi partisipatif selama pelaksanaan ritual persalinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dari beberapa praktik tradisional, sebagian besar ibu merasa lebih aman dan didukung secara emosional melalui budaya kagaluhan. Integrasi antara praktik kagaluhan dan layanan kesehatan modern ditemukan masih belum optimal, meskipun beberapa kasus menunjukkan adanya kolaborasi yang berhasil. Kesimpulannya, integrasi yang lebih baik antara budaya kagaluhan dan pendekatan medis diperlukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di Kampung Kuta.