Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Partograf Digital: Berbasis Android dalam Pengambilan Keputusan Klinik Persalinan Ningrum, Widya Maya; Lestari, Ririn; Mukti, Arifah Septiane
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v10i2.1015

Abstract

Data penggunaan partograf masih rendah, di fasilitas pelayanan 25 % di RS 45 % di Puskesmas dan 54% di Klinik bersalin. Bidan menilai pengisian partograf sulit, membutuhkan waktu lama. Melihat fenomena tersebut, peneliti menghasilkan inovasi partograf digital yang dirancang untuk mempermudah pengisian partograf, serta mendeteksi penyulit persalinan dan belum dibuktikan efektivitasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan partograf digital berbasis android terhadap ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan klinik. Penelitian ini menggunakan quasi experimental Nonequivalent Control Group Design untuk melihat efektivitas pengambilan keputusan klinik pada kelompok kasus (Partograf Digital) dan kelompok Kontrol (Partograf Manual). Populasi penelitian seluruh bidan dan Ibu bersalin di Kabupaten Ciamis pada bulan Juni – Agustus Tahun 2023, teknik pengambilan sampel three stage sampling dipadukan dengan purposive sampling dan simple random sampling, sehingga sampel penelitian yang didapatkan yaitu 50 ibu bersalin untuk masing-masing kelompok, yang ditolong oleh 20 bidan Rancah (Kasus) dan 15 bidan Puskesmas Ciamis (Kontrol). Pengambilan data ketepatan dilakukan dengan menilai pengisian partograf menggunakan lembar ceklist (kelompok kasus dan kontrol), untuk penilaian kecepatan dilakukan menggunakan stopwatch saat ibu bersalin diobservasi ditentukan persalinan perlu dirujuk atau tidak. Analisis data dengan menggunakan uji independen t-test. Hasil penelitian dengan menggunakan Uji Mann Whitney pada variabel ketepatan dan kecepatan data diperoleh nilai p Value < 0,05 artinya ada perbedaan efektivitas yang signifikan antara partograf manual dan partograf digital dari aspek ketepatan dan kecepatan terhadap pengambilan keputusan klinik saat persalinan. Partograf digital lebih efektif dalam ketepatan dan kecepatan pengambilan keputusan.
Edukasi Perawatan Neonatus sebagai Strategi Pemberdayaan Ibu Pasca Persalinan melalui Pendampingan Mahasiswa Kebidanan Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Rohmah, Siti; Heriyanti, Silvia Widyani
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20338

Abstract

Background: Masa neonatus merupakan periode kritis yang menentukan derajat kesehatan bayi di masa mendatang. Kurangnya pemahaman ibu tentang perawatan neonatus dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu pasca persalinan dalam merawat bayi baru lahir melalui edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan dengan pendampingan langsung dari dosen pembimbing. Metode: Kegiatan dilaksanakan di wilayah binaan Program Studi Kebidanan dengan metode penyuluhan, demonstrasi perawatan bayi baru lahir (seperti perawatan tali pusat, tanda bahaya, dan teknik menyusui yang benar), serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu, serta observasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses edukasi. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan neonatus dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat. Pendampingan dosen berperan penting dalam memastikan akurasi informasi yang disampaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di lapangan. Kesimpulan: Kegiatan ini menjadi model kolaboratif yang efektif antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.
Overview of the Level of Anxiety of Third Trimester Pregnant Women in Facing Labor at TPMB Elis Marlina Hidayat, Ghina Nazla; Ningrum, Widya Maya; Purnamasari, Kurniati Devi
Journal of Midwifery and Public Health Vol 7, No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v7i1.23760

Abstract

The level of anxiety experienced by third trimester pregnant women in Indonesia, who have anxiety when facing the labor process, is 47.7% severe anxiety, 16.9% moderate anxiety, and 35.4% experience mild anxiety. The purpose of this study was to determine the description of the anxiety level of third trimester pregnant women in facing labor at TPMB Elis Marlina. This study uses a type of quantitative research with a descriptive design that aims to get an overview of the anxiety level of third trimester pregnant women in facing labor. The population in this study consisted of 30 third trimester pregnant women. The sample in this study used total sampling of 30 third trimester pregnant women. The measuring instrument used a questionnaire with direct data collection, data analysis using frequency distribution. The results of the study stated that of the 30 third trimester pregnant women, most of the 11 respondents (36.7%) experienced moderate anxiety, as many as 9 respondents (30%) severe anxiety, as many as 5 respondents (16.7%) mild anxiety, and as many as 5 respondents (16.7%) were not anxious. Based on the results of the study, it can be seen that the anxiety level of pregnant women at TPMB Elis Marlina is in the moderate category. It is expected to increase the provision of counseling to third trimester pregnant women about facing childbirth, or use other methods by holding pregnant women's classes to reduce anxiety facing childbirth.
Factors Influencing the Implementation of Early Initiation of Breastfeeding in Newborns: A Literature Review Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Lestari, Adhelia Dwi
Journal of Midwifery and Public Health Vol 7, No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v7i1.23763

Abstract

Early Initiation of Breastfeeding (EIBF) is the process where a newborn begins breastfeeding within the first hour after birth through skin-to-skin contact between the mother and baby. The implementation of EIBF is an important intervention to reduce neonatal mortality and increase exclusive breastfeeding success. However, the implementation of EIBF is still not optimal in various health facilities. This study aims to identify factors influencing the implementation of Early Initiation of Breastfeeding in newborns based on previous research findings. The method used was a literature review by analyzing scientific articles obtained from Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect databases published within the last 10 years. Articles were selected based on inclusion criteria relevant to the research topic. The results of the review show that factors influencing the implementation of EIBF include maternal knowledge, maternal attitudes toward breastfeeding, support from health workers, family support, mode of delivery, and health facility policies. In conclusion, the success of EIBF implementation is influenced by individual factors, health worker support, and health service system factors. Therefore, increased maternal education and strong support from health workers are needed to improve EIBF implementation.
Effectiveness of Relaxation Techniques in Reducing Labor Pain: A Systematic Review of Randomized and Observational Studies Ningrum, Widya Maya; Purnamasari, Kurniati Devi; Marlieva, Shifa
Journal of Midwifery and Public Health Vol 7, No 1 (2025): Mei
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmph.v7i1.23781

Abstract

Labor pain is a complex experience that may affect maternal outcomes if not properly managed. Relaxation techniques are increasingly used as safe non-pharmacological interventions. To evaluate the effectiveness of relaxation techniques in reducing labor pain. A systematic review following PRISMA 2020 was conducted using PubMed, Scopus, Web of Science, and ScienceDirect (2019–2024). Randomized controlled trials and observational studies assessing relaxation techniques were included. Risk of bias was evaluated using RoB 2 and JBI tools. Thirty-four studies (18 RCTs, 16 observational) were included. Relaxation techniques reduced labor pain by 1.5–3.0 points on the VAS. Hypnobirthing and combined techniques showed the strongest effects, while breathing and mindfulness provided consistent moderate benefits. Relaxation techniques are effective and safe for reducing labor pain and should be integrated into midwifery care.
Pemanfaatan Herbal Inhaler (Healer) untuk Mengurangi Mual dan Muntah pada Ibu Hamil melalui Pendekatan Partisipatif Mahasiswa Profesi Kebidanan di Kampung Naga Purnamasari, Kurniati Devi; Ningrum, Widya Maya; Fatimah, Siti
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22035

Abstract

Pendahuluan: Mual dan muntah adalah ketidaknyamanan umum selama trimester pertama kehamilan, yang sering memengaruhi kesejahteraan ibu. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kenyamanan ibu hamil trimester pertama melalui pemanfaatan herbal inhaler (Healer) berbahan jahe, cengkeh, dan serai, sekaligus memperkuat keterampilan mahasiswa profesi kebidanan dalam edukasi kesehatan maternal berbasis komunitas. Metode: Kegiatan dilaksanakan di Kampung Naga dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan mahasiswa, edukasi ibu hamil, dan pendampingan penggunaan Healer selama tujuh hari. Sebanyak 15 ibu hamil trimester pertama berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil: Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya penurunan keluhan mual dan muntah berdasarkan skor PUQE setelah penggunaan Healer, disertai respons positif dari peserta terhadap kemudahan penggunaan produk herbal tersebut. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman ibu hamil mengenai terapi nonfarmakologis serta peningkatan keterampilan mahasiswa dalam komunikasi dan konseling kesehatan. Kesimpulan: Secara umum, Healer berpotensi menjadi alternatif nonfarmakologis yang praktis untuk mendukung kenyamanan ibu hamil, namun kegiatan lanjutan dengan cakupan mitra yang lebih luas masih diperlukan.