Produktivitas lahan kering di Sumba Timur rendah akibat keterbatasan air, degradasi tanah, erosi, kandungan bahan organik rendah, dan ketersediaan hara terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui dosis kompos feses kambing yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas tanah lahan kering. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan (0%, 10%, 20%, 30%, 40% per polybag) dan 4 ulangan. Tanah halus homogen dicampur kompos sesuai dosis, diinkubasi 7–14 hari, kemudian diamati parameter bobot isi, kadar air, permeabilitas, porositas, pH, KTK, dan C-organik yang dianalisis menggunakan ANOVA dan uji BNT taraf 5%. Hasil prnrlitian menunjukkan dosis 10–30% (P1–P3) meningkatkan sifat fisik tanah melalui penurunan bobot isi (1,36–1,45 g/cm³) dan peningkatan permeabilitas sangat nyata dari 9,63 cm/jam menjadi 40,23–53,15 cm/jam, mendukung gembur tanah, porositas, drainase, dan aerasi. Namun, dosis 40% (P4) menurunkan kualitas fisik tanah karena bobot isi meningkat menjadi 1,80 g/cm³ akibat pemadatan mekanis atau bahan organik belum terdekomposisi sempurna. Kompos meningkatkan sifat kimia tanah melalui peningkatan pH dari asam moderat 6,34 menuju netral 7,00 pada dosis 40%, akibat pelepasan kation basa (Ca²?, Mg²?, K?) yang menetralkan keasaman dan meningkatkan ketersediaan hara N, P, K. Meskipun demikian, kompos tidak meningkatkan secara nyata kadar air tanah, KTK, dan C-organik. Dosis optimal untuk lahan kering adalah 10–30% yang menurunkan kepadatan, meningkatkan permeabilitas, dan menaikkan pH mendekati netral tanpa menyebabkan pemadatan.