Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PPTTG PENGAWETAN LELE MELALUI PEMBANGUNAN RUANG DAPUR PENGASAPAN DI DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Kusumadi Kusumadi; Selfi Afriani Gultom; Amrizal Amrizal; Hubbul Wathan
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1234

Abstract

Program PPTTG Pengawetan Lele melalui Pembangunan Ruang Dapur Pengasapan di Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang bertujuan untuk membantu mitra mengembangkan usaha dalam menghadapi pandemic covid – 19. Mitra merupakan keluarga yang memiliki usaha mikro dan terdampak pandemic dimana semua usaha tutup dan mendapat tawaran untuk membuka usaha pengasapan lele. Hal ini dilakukan karena mendapat tawaran dari agen yang melakukan permintaan baik untuk kebutuhan lokal maupun luar negeri. Permasalahan yang ada mitra tidak mampu memenuhi permintaan agen karena tidak memiliki dapur pengasapan ikan lele yang memadai. Dalam seminggu agen selalu meminta lele asap minimal 50 kg. Karena permintaan luar negeri besar dan agen biasanya mengekspor ikan lele asap ke luar propinsi bahkan luar negeri. Dapur pengasapan lele sangat sederhana karena menggunakan tempat pembakaran pinang. Mitra juga tidak melakukan pencatatan untuk menghitung harga pokok karena harga jual sudah ditentukan agen dan usaha baru merintis. Solusi dan metode pelaksanaan dengan membangun atau membuat ruang dapur pengasapan yang permanen dan tahan lama serta dapat dipindahkan. Bahan utama dapur pengasapan terbuat dari besi plat yang tahan panas dan kawat stainless steel yang kuat. Dapur pengasapan dibuat bertingkat sehingga mampu menampung ikan lele lebih banyak sampai 30 kg sekali pengasapan. Dapur juga dilengkapi dengan roda sehingga dapat dipindahkan sesuai lokasi yang sesuai. Penerapan teknologi ruang pengasapan sangat membantu mitra dalam peningkatan produksi dan pendapatan. Mitra juga mendapat pelatihan pembukuan sederhana agar lebih tepat dalam menentukan harga pokok dan harga jual. Solusi ini dapat meningkatkan jumlah produksi ikan lele asap dan memenuhi permintaan agen dan konsumen lokal.
PPTTG PENYEDIAAN AIR BERSIH DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN DARUL IBTIHAJ DESA SAMPALI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Kusumadi Kusumadi; Amrizal Amrizal; Hubbul Wathan; Selfi Afriani Gultom
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i1.2121

Abstract

Program Pengabdian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah mitra dalam mendapatkan air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi warga pesantren terutama untuk beribadah termasuk untuk minum, mandi dan masak. Lingkungan sekolah merupakan daerah rawa-rawa dan belum ada pipa air PDAM, pihak pesantren sudah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan berkunjung ke lokasi mitra dan wawancara langsung ke pimpinan pesantren. Target solusi masalah air bersih dilakukan dengan pemasangan mesin penyaring (filter) air dan mesin RO siap minum serta memberikan pelatihan perawatan mesin air. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemberian dan pemasangan mesin serta pelatihan perawatan mesin air. Pemasangan mesin air dengan kapasitas 1000 liter. Air dari sumur bor akan disaring dan menghasilkan air bersih sehingga menghilangkan kotoran dan zat karbon aktif, mengatasi bau yang tidak sedap, mengatasi air berwarna kekuningan ataupun keruh dan dapat membersihkan kuman atau bakteri yang terkandung dalam air. Pemasangan mesin penyaring air akan menghasilkan air bersih sesuai kebutuhan dan sangat penting untuk seluruh aktivitas warga pesantren terutama kegiatan ibadah. Hasil pengabdian memenuhi kebutuhan warga pesantren tercukupi air bersih, air dapat diminum langsung, bebas kotoran dan bakteri dan tidak perlu laundry pakaian.
PKM Pengelolaan Manajemen Umkm Medan Outdoor Equipment (MOE) Melalui Peningkatan Kualitas Branding Dan Pengelolaan Keuangan Raya Hasibuan; M. Rikwan Effendi S. Manik; Kusumadi Kusumadi; Rizki Syahputra; Siti Asnida Nofianna
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2882

Abstract

PKM ini dilakukan untuk sebuah UMKM yaitu Medan Outdoor Equipmet (MOE) yang merupakan sebuah UMKM yang sangat kreatif dalam kegiatan produksi tenda mobil yang digunakan untuk kegiatan off road dan untuk berbagai mobil lainnya. MOE merupakan sebuah usaha di bidang perlengkapan yang memang sangat banyak diminati oleh anak-anak muda terutama yang suka kegiatan camping, MOE sudah berdiri sejak tahun 2016 dan senantiasa belajar untuk meningkatkan aktivitas produksinya. Tujuannya adalah untuk membantu kegiatan produksi yang dilakukan oleh UMKM MOE dan untuk meningkatkan kualitas branding dan pengelolaan keuangannya. Produksi tenda mobil yang dilakukan benar-benar masih sangat manual dan memang dilakukan sendiri. Produksi tenda mobil ini dilakukan dalam jumlah yang tidak banyak, dikarenakan dilakukan secara manual dan belum memiliki pekerja. Sebenarnya, permintaan pasar sangat tinggi tetapi pembuatan ataupun produktivitas masih sangat rendah dikarenakan keterbatasan peralatan dan sumber daya manusia yang dapat melakukan pengelolaannya. Dengan demikian, selain kebutuhan sehubungan dengan peralatan yang dapat membantu produksi tenda mobil tersebut, juga sangat dibutuhkan branding dan pengelolaan keuangan sehubungan dengan UMKM Medan Outdoor Equipment ini. Branding merupakan sebuah upaya yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapabilitas produk yang akan dihasilkan serta tentunya pengelolaan keuangan yang baik, akan mampu meningkatkan kualitas sebuah produk yang baik pula.
Alternative Road Economic Feasibility Study Medan-Berastagi Via Tuntungan Intersection-Sibolangit Amrizal, Amrizal; Kusumadi, Kusumadi; Fadli, Fadli; Samiran, Samiran
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i1.710

Abstract

As a sustainable from the research in 2019 regarding the Planning of the Medan-Berastagi Alternative Route that the Researchers have carried out, this year it is planned to conduct research related to the cost of construction and the feasibility of constructing the alternative route as a whole economy. It is important that a study be carried out immediately because of the importance of this alternative route considering the frequent occurrence of severe traffic jams due to accidents or natural disasters along this route in recent times. Knowing the development costs as well as the economic feasibility of this new route will help interested stakeholders in making decisions regarding this new route. The total construction cost which includes construction costs, design and supervision costs and land acquisition costs is IDR 1,171,518,647,736 while the annual routine maintenance costs are IDR 3,114,325,566 and periodic maintenance costs per five years are IDR 87,808,542,710. Calculation of Vehicle Operating Costs (VOC) is carried out by referring to Pacific Consultant International (PCI) standards while the Time Value calculation is adopted from the 2001 Bina Marga “Heavy Loaded Road Improvement Project – Master Plan Review” study (for Buses and Passenger Cars) and “Sumatera Region Road Project” PU (2000) for trucks. The existence of the Medan-Berastagi alternative road will save VOC of IDR 22,120,269,410 and Time Value savings of IDR 57,337,666,839 in 2023. The economic feasibility analysis results can be seen that the value of the Economic Internal Rate of Return is 12,06% greater than the current lending rates are in the range of 8-9%. At the prevailing interest rate of 10%, the Benefit Cost Ratio is 1.16 and the Net Present Values are IDR 204,496,000,000. These results indicate that the construction of the MedanBerastagi Alternative Road is economically feasible.
PENATAAN PARKIR BERBASIS GREEN TRANSPORTATION DI POLITEKNIK NEGERI MEDAN Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i1.802

Abstract

Arranging the parking area by planning the need for vertical parking spaces based on green transportation can be done to increase the UI Greenmentric score at Politeknik Negeri Medan, making the campus environmentally friendly. Therefore, the need for parking spaces is calculated. The planning of vertical parking spaces is based on parking population survey data conducted directly in the field as well as secondary data from previous research. From the calculations, the current need for motorcycle parking space at Politeknik Negeri Medan is 699 SRP, which will increase to 1,003.641 SRP in the next 10 years. Since only 800 SRP are available at the planned location, a multi-level motorcycle parking facility is being planned. Thus the existing parking area can be reduced by 4-7% with a score of 100 or 50% of the maximum value of indicator TR5. This figure increases from the calculation in the existing condition, which is 7-11% with a score of 50, representing 25% of the maximum value of the TR5 indicator. Keywords: Pedestrian, Parking Space, Green Transportation
ANALISIS KELAYAKAN MATERIAL QUARRY SUNGAI ALAS SEBAGAI BAHAN LAPIS PONDASI ATAS PERKERASAN JALAN Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Nofriadi, Nofriadi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi November
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/agregat.v3i2.1071

Abstract

Sungai Alas yang berasal dari rekahan sesar Pulau Sumatera setelah melalui proses tektonik menyebabkan banyak terdapat berbagai jenis material batuan, kerikil dan pasir didaerah tersebut. Desa Kuta Baru I, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara adalah salah satu lokasi dimana terdapat potensi material lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai material perkerasan jalan. Untuk pengolahannya, material dari Desa Kuta Baru I ini dibawa ke Desa Kandang Mbelang Kecamatan Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara. Dengan mengoptimalkan potensi material pasir dan kerikil yang cukup banyak, sangat dimungkinkan untuk dijadikan quarry bagi pembangunan jalan di Kabupaten Aceh Tenggara. Berkaitan dengan hal diatas, dilakukan penelitian untuk mengetahui kelayakan material lokal ini sesuai dengan spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2 agar dapat digunakan sebagai lapis pondasi agregat kelas A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material lokal yang berasal dari Quarry Sungai Alas Kabupaten Aceh Tenggara memenuhi persyaratan Spesifikasi Bina Marga Revisi 2 untuk digunakan sebagai material Lapis Pondasi Atas (LPA) kelas A dengan nilai CBR yang dihasilkan sebesar 90,47 % , W optimum 5,31% dan γd max 2,15 gr/cm3
Penataan Pedestrian Berbasis Green Transportation di Politeknik Negeri Medan Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46880/methoda.Vol14No3.pp361-370

Abstract

In the UI Greenmetric assessment, transportation is one of the six categories that are required for a green campus, and one of the indicators is the pedestrian path on campus (TR8). In the transportation category, Medan State Polytechnic obtained a score of 725 or 40.3% of the total maximum value of the transportation category. The nonoptimal score obtained is due to the pedestrian path on campus indicator (TR8) obtaining one point with the availability of pedestrian. The addition of scores is made by pedestrian paths connected to all buildings designed for safety and convenience and in some parts provided with disabled-friendly features. It’s very important to have a pedestrian arrangement, to make Medan State Polytechnic become an environmentally friendly campus, which is the purpose of this research. The arrangement is making a pedestrian path layout that connects to the entire area of the Medan State Polytechnic Building and calculating the minimum width requirements of the pedestrian path, then making a pedestrian path layout. Pedestrian flow surveys were conducted on 5 pedestrians and 2 hallways that were considered representative of the pedestrian paths that available at Medan State Polytechnic. The results of calculations and adjusted by the provisions of the Ministry of Public Works and Public Housing 2023 on Pedestrian Technical Planning, the pedestrian path width requirement is 185 cm.
Penataan Pedestrian Berbasis Green Transportation di Politeknik Negeri Medan Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Majalah Ilmiah METHODA Vol. 14 No. 3 (2024): Majalah Ilmiah METHODA
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the UI Greenmetric assessment, transportation is one of the six categories that are required for a green campus, and one of the indicators is the pedestrian path on campus (TR8). In the transportation category, Medan State Polytechnic obtained a score of 725 or 40.3% of the total maximum value of the transportation category. The nonoptimal score obtained is due to the pedestrian path on campus indicator (TR8) obtaining one point with the availability of pedestrian. The addition of scores is made by pedestrian paths connected to all buildings designed for safety and convenience and in some parts provided with disabled-friendly features. It’s very important to have a pedestrian arrangement, to make Medan State Polytechnic become an environmentally friendly campus, which is the purpose of this research. The arrangement is making a pedestrian path layout that connects to the entire area of the Medan State Polytechnic Building and calculating the minimum width requirements of the pedestrian path, then making a pedestrian path layout. Pedestrian flow surveys were conducted on 5 pedestrians and 2 hallways that were considered representative of the pedestrian paths that available at Medan State Polytechnic. The results of calculations and adjusted by the provisions of the Ministry of Public Works and Public Housing 2023 on Pedestrian Technical Planning, the pedestrian path width requirement is 185 cm.