Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PPTTG PENGAWETAN LELE MELALUI PEMBANGUNAN RUANG DAPUR PENGASAPAN DI DESA SEI MENCIRIM KECAMATAN SUNGGAL KABUPATEN DELI SERDANG Kusumadi Kusumadi; Selfi Afriani Gultom; Amrizal Amrizal; Hubbul Wathan
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v6i1.1234

Abstract

Program PPTTG Pengawetan Lele melalui Pembangunan Ruang Dapur Pengasapan di Desa Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang bertujuan untuk membantu mitra mengembangkan usaha dalam menghadapi pandemic covid – 19. Mitra merupakan keluarga yang memiliki usaha mikro dan terdampak pandemic dimana semua usaha tutup dan mendapat tawaran untuk membuka usaha pengasapan lele. Hal ini dilakukan karena mendapat tawaran dari agen yang melakukan permintaan baik untuk kebutuhan lokal maupun luar negeri. Permasalahan yang ada mitra tidak mampu memenuhi permintaan agen karena tidak memiliki dapur pengasapan ikan lele yang memadai. Dalam seminggu agen selalu meminta lele asap minimal 50 kg. Karena permintaan luar negeri besar dan agen biasanya mengekspor ikan lele asap ke luar propinsi bahkan luar negeri. Dapur pengasapan lele sangat sederhana karena menggunakan tempat pembakaran pinang. Mitra juga tidak melakukan pencatatan untuk menghitung harga pokok karena harga jual sudah ditentukan agen dan usaha baru merintis. Solusi dan metode pelaksanaan dengan membangun atau membuat ruang dapur pengasapan yang permanen dan tahan lama serta dapat dipindahkan. Bahan utama dapur pengasapan terbuat dari besi plat yang tahan panas dan kawat stainless steel yang kuat. Dapur pengasapan dibuat bertingkat sehingga mampu menampung ikan lele lebih banyak sampai 30 kg sekali pengasapan. Dapur juga dilengkapi dengan roda sehingga dapat dipindahkan sesuai lokasi yang sesuai. Penerapan teknologi ruang pengasapan sangat membantu mitra dalam peningkatan produksi dan pendapatan. Mitra juga mendapat pelatihan pembukuan sederhana agar lebih tepat dalam menentukan harga pokok dan harga jual. Solusi ini dapat meningkatkan jumlah produksi ikan lele asap dan memenuhi permintaan agen dan konsumen lokal.
PERBANDINGAN RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KINERJA PADA PROYEK BANGUNAN HOTEL DAN PROYEK JALAN TOL Kishin Edo Permula Karo Sekali; M. Fadel Andika; Kusumadi
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Agregat Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Mei
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.822 KB) | DOI: 10.51510/agregat.v1i1.63

Abstract

Dengan adanya proyek yang sedang berjalan di balige dan parapat menimbulkan risiko berakibat tinggi bagi proyek maupun lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahi faktor – faktor risiko, tingkat risiko, hingga penanganan yang akan dilakukan, terhadap faktor risiko yang dominan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan penyebaran kuesioner di proyek Hotel Labersa Balige dan proyek Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat. Masing – masing terdiri dari pihak kontraktor, manajemen konstruksi, subkontraktor, mandor dan security. Langkah yang dilakukan dengan identifikasi risiko, dan analisis risiko, yang kemudian diolah menggunakan program aplikasi SPSS V.25. Syarat data valid dan reliabel adalah nilai validitas rhitung>rtabel dan nilai cronbach’s alph >rtabel. Setelah itu, risiko akan dikategorikan berdasarkan nilai Severity Index dan untuk mengetahui tingkat risiko digunakan peta profil risiko. Berdasarkan pengolahan data, pada proyek pembangunan Hotel Labersa Balige terdapat 1 faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap pekerjaan pembangunan dengan nilai 82,67% terhadap probabilitas dan nilai 44,00% terhadap dampak sedangkan pada proyek Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat terdapat terdapat 2 faktor yang paling berpengaruh terhadap pekerjaan pembangunan yang pertama dengan nilai 81,76% terhadap probabilitas dan nilai 84,71% terhadap dampak dan yang kedua dengan nilai 81,76% terhadap probabilitas dan nilai 80,00% terhadap dampak .
KELAYAKAN EKONOMI JALUR JALAN ALTERNATIF MEDAN–BERASTAGI VIA SIMPANG TUNTUNGAN–SIBOLANGIT Amrizal; Kusumadi; Fadli; Samiran
Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jtrans.v22i3.6354.255-262

Abstract

Abstract The Medan-Berastagi Alternative Route is currently felt to be very much needed by road users, because the existing road connecting Medan and Berastagi is no longer able to serve the existing traffic volume. This can be seen from the frequent occurrence of traffic congestions on this road, both on weekdays and on weekends. This study discusses the economic feasibility of constructing the Medan-Berastagi alternative road that goes through the Tuntungan-Sibolangit Intersection. The results of this study can be used by stakeholders in making decisions related to the construction of this alternative road. The calculation results show that the total construc-tion cost is IDR 1,171,518,647,736. Meanwhile, the annual routine maintenance fee is IDR 3,114,325,566 and the periodic maintenance fee every five years is IDR 87,808,542,710. The existence of the Medan-Berastagi alternative road will save Vehicle Operating Costs of IDR 23,589,645,855 and Time Value savings of IDR 57,337,666,839 in 2023. From the results of the economic feasibility analysis, the Economic Internal Rate of Return is 12.21%, which where this value is greater than the current prevailing lending rate. Using the prevailing interest rate of 10%, a Profitability Index of 1.17 is obtained and a Net Present Value of IDR 222,365,000,000. This study shows that the construction of the Medan-Berastagi alternative road is economically feasible to build. Keywords: traffic congestion; alternative route; road construction; economic feasibility Abstrak Jalur Alternatif Medan-Berastagi saat ini dirasa sangat diperlukan oleh pengguna jalan, karena jalan eksisting yang menghubungkan Medan dan Berastagi sudah tidak mampu melayani volume lalu lintas yang ada. Hal ini terlihat dari seringnya terjadi kemacetan lalu lintas di ruas jalan ini, baik di hari kerja maupun di akhir pekan. Pada studi ini dibahas kelayakan ekonomi pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi yang melalui Simpang Tuntungan-Sibolangit. Hasil studi ini dapat digunakan oleh para pemangku kepentingan dalam mengambil keputusan terkait dengan pembangunan jalan alternatif ini. Hasil perhitingan menunjukkan bahwa total biaya konstruksi adalah Rp1.171.518.647.736. Sedangkan biaya pemeliharaan rutin tahunan sebesar Rp3.114.325.566 serta biaya pemeliharaan periodik per lima tahun sebesar Rp87.808.542.710. Adanya jalan alternatif Medan-Berastagi akan menghemat Biaya Operasi Kendaraan sebesar Rp23.589.645.855 dan penghe-matan Nilai Waktu sebesar Rp57.337.666.839 pada Tahun 2023. Dari hasil analisis kelayakan ekonomi didapat nilai Economic Internal Rate of Return sebesar 12,21%, yang mana nilai ini lebih besar daripada tingkat suku pinjaman yang berlaku saat. Dengan menggunakan tingkat suku bunga yang berlaku sebesar 10%, diperoleh Profitability Index sebesar 1,17 dan Net Present Value sebesar Rp222.365.000.000. Studi ini menunjukkan bahwa pembangunan jalan alternatif Medan-Berastagi layak secara ekonomi untuk dibangun.. Kata-kata kunci: kemacetan lalu lintas; jalur alternatif; pembangunan jalan; kelayakan ekonomi
PPTTG PENYEDIAAN AIR BERSIH DI PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN DARUL IBTIHAJ DESA SAMPALI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Kusumadi Kusumadi; Amrizal Amrizal; Hubbul Wathan; Selfi Afriani Gultom
AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 7 No. 1 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LP2M UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i1.2121

Abstract

Program Pengabdian ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah mitra dalam mendapatkan air bersih. Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi warga pesantren terutama untuk beribadah termasuk untuk minum, mandi dan masak. Lingkungan sekolah merupakan daerah rawa-rawa dan belum ada pipa air PDAM, pihak pesantren sudah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan berkunjung ke lokasi mitra dan wawancara langsung ke pimpinan pesantren. Target solusi masalah air bersih dilakukan dengan pemasangan mesin penyaring (filter) air dan mesin RO siap minum serta memberikan pelatihan perawatan mesin air. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pemberian dan pemasangan mesin serta pelatihan perawatan mesin air. Pemasangan mesin air dengan kapasitas 1000 liter. Air dari sumur bor akan disaring dan menghasilkan air bersih sehingga menghilangkan kotoran dan zat karbon aktif, mengatasi bau yang tidak sedap, mengatasi air berwarna kekuningan ataupun keruh dan dapat membersihkan kuman atau bakteri yang terkandung dalam air. Pemasangan mesin penyaring air akan menghasilkan air bersih sesuai kebutuhan dan sangat penting untuk seluruh aktivitas warga pesantren terutama kegiatan ibadah. Hasil pengabdian memenuhi kebutuhan warga pesantren tercukupi air bersih, air dapat diminum langsung, bebas kotoran dan bakteri dan tidak perlu laundry pakaian.
PKM Pengelolaan Manajemen Umkm Medan Outdoor Equipment (MOE) Melalui Peningkatan Kualitas Branding Dan Pengelolaan Keuangan Raya Hasibuan; M. Rikwan Effendi S. Manik; Kusumadi Kusumadi; Rizki Syahputra; Siti Asnida Nofianna
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i1.2882

Abstract

PKM ini dilakukan untuk sebuah UMKM yaitu Medan Outdoor Equipmet (MOE) yang merupakan sebuah UMKM yang sangat kreatif dalam kegiatan produksi tenda mobil yang digunakan untuk kegiatan off road dan untuk berbagai mobil lainnya. MOE merupakan sebuah usaha di bidang perlengkapan yang memang sangat banyak diminati oleh anak-anak muda terutama yang suka kegiatan camping, MOE sudah berdiri sejak tahun 2016 dan senantiasa belajar untuk meningkatkan aktivitas produksinya. Tujuannya adalah untuk membantu kegiatan produksi yang dilakukan oleh UMKM MOE dan untuk meningkatkan kualitas branding dan pengelolaan keuangannya. Produksi tenda mobil yang dilakukan benar-benar masih sangat manual dan memang dilakukan sendiri. Produksi tenda mobil ini dilakukan dalam jumlah yang tidak banyak, dikarenakan dilakukan secara manual dan belum memiliki pekerja. Sebenarnya, permintaan pasar sangat tinggi tetapi pembuatan ataupun produktivitas masih sangat rendah dikarenakan keterbatasan peralatan dan sumber daya manusia yang dapat melakukan pengelolaannya. Dengan demikian, selain kebutuhan sehubungan dengan peralatan yang dapat membantu produksi tenda mobil tersebut, juga sangat dibutuhkan branding dan pengelolaan keuangan sehubungan dengan UMKM Medan Outdoor Equipment ini. Branding merupakan sebuah upaya yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kapabilitas produk yang akan dihasilkan serta tentunya pengelolaan keuangan yang baik, akan mampu meningkatkan kualitas sebuah produk yang baik pula.
The Influence of Changes to Earthquake Regulations SNI 1726:2019 on the Performance of Shop House Structures in North Sumatra Sitompul, Mizanuddin; Erwin, Syiril; Tobing, Palghe; Kusumadi; Zulkarnain, Fahrizal
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 4 (2024): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i4.69

Abstract

Procedures for planning earthquake resistance for building and non-building structures, SNI 1726:2019 have been approved as a revision of procedures for planning earthquake resistance for building and non-building structures, SNI 1726:2012. With the implementation of SNI 1726:2019, existing buildings should be re-evaluated for their safety against this new regulation. This research examines changes in the performance of shophouse structures in the cities of Sidikalang, Tarutung, Padangsidimpuan, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Limapuluh, and Lubuk Pakam. The results show that as a result of the change from SNI 1726:2012 to SNI 1726:2019 there was an increase in the value of the base shear force in the cities of Sidikalang, Sei Rampah, Tebing Tinggi, Limapuluh, and Lubuk Pakam with values respectively 32%, 8%, 11%, 7 %, and 10%. However, in the cities of Tarutung and Padangsidimpuan there was a decrease in the basic shear force value of 3% and 30%. The increase in base shear force is directly proportional to the increase in drift and interstory drift. The interstory drift that occurs is still below the permitted interstory drift.
Transportation Arrangement as a Basic Plan for Politeknik Negeri Medan to Become an Environmentally Friendly Campus Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Ritonga, Efri Debby Ekinola; Anif, Bahrul
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 3 No. 4 (2024): IJRVOCAS - Special Issues - International Conference on Science, Technology and
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v3i4.255

Abstract

A green campus becomes one of the approaches to overcoming global warming. The green campus evaluation program currently being conducted by Universitas Indonesia is the UI GreenMetric World University Rankings, and one of the categories is transportation. One of the main contributors to pollution levels and carbon emissions is the transportation sector and is potentially to continue to rise unless sustainable prevention efforts are made. With its limited area, Politeknik Negeri Medan needs a more effective transportation arrangement to make it an environmentally friendly campus. Greenmetric assessments are conducted on existing conditions referring to the UI GreenMetric World University Rankings 2023 Guidelines with several criteria, namely the total number of vehicles (cars and motorcycles) divided by total campus population, shuttle services, zero emission vehicles (ZEV) policy on campus, the total number of zero emission vehicles (ZEV) divided by total campus population, ratio of ground parking area to total campus area, program to limit or decrease the parking area on campus for the last 3 years (from 2020 to 2022), number of initiatives to decrease private vehicles on campus, and pedestrian path on campus. The scoring result in the existing conditions is 725, or only about 40.3% of the total maximum value. GreenMetric scoring will increase to 1250 or 69.4% by implementing solutions for transportation arrangements in Politeknik Negeri Medan. The solutions are the use of access cards to filter unauthorized vehicles into the campus area, providing official vehicles electric cars and bicycles for use in the campus area, reducing the ground parking by making a vertical parking, utilizing buses as shuttle facilities for the academic community around the campus with a certain radius to reduce the use of private vehicles and supplementing existing pedestrian paths according to standards of safety, comfort and disability-friendly aspects by adding handrails, roof covers, directions, ramps for disabilities.
Alternative Road Economic Feasibility Study Medan-Berastagi Via Tuntungan Intersection-Sibolangit Amrizal, Amrizal; Kusumadi, Kusumadi; Fadli, Fadli; Samiran, Samiran
International Journal of Science, Technology & Management Vol. 4 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : Publisher Cv. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46729/ijstm.v4i1.710

Abstract

As a sustainable from the research in 2019 regarding the Planning of the Medan-Berastagi Alternative Route that the Researchers have carried out, this year it is planned to conduct research related to the cost of construction and the feasibility of constructing the alternative route as a whole economy. It is important that a study be carried out immediately because of the importance of this alternative route considering the frequent occurrence of severe traffic jams due to accidents or natural disasters along this route in recent times. Knowing the development costs as well as the economic feasibility of this new route will help interested stakeholders in making decisions regarding this new route. The total construction cost which includes construction costs, design and supervision costs and land acquisition costs is IDR 1,171,518,647,736 while the annual routine maintenance costs are IDR 3,114,325,566 and periodic maintenance costs per five years are IDR 87,808,542,710. Calculation of Vehicle Operating Costs (VOC) is carried out by referring to Pacific Consultant International (PCI) standards while the Time Value calculation is adopted from the 2001 Bina Marga “Heavy Loaded Road Improvement Project – Master Plan Review” study (for Buses and Passenger Cars) and “Sumatera Region Road Project” PU (2000) for trucks. The existence of the Medan-Berastagi alternative road will save VOC of IDR 22,120,269,410 and Time Value savings of IDR 57,337,666,839 in 2023. The economic feasibility analysis results can be seen that the value of the Economic Internal Rate of Return is 12,06% greater than the current lending rates are in the range of 8-9%. At the prevailing interest rate of 10%, the Benefit Cost Ratio is 1.16 and the Net Present Values are IDR 204,496,000,000. These results indicate that the construction of the MedanBerastagi Alternative Road is economically feasible.
Pemanfaatan Abu Boiler Kelapa Sawit sebagai Bahan Pengisi dalam Campuran Aspal PG 70 Pada Lapis AC Mod-WC Tetra Oktaviani; Wirdatun Nafiah Putri; Kusumadi; Nofriadi; Henny Lydiasari
Jurnal Inotera Vol. 9 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : LPPM Politeknik Aceh Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31572/inotera.Vol9.Iss2.2024.ID430

Abstract

The Pavement Design Manual 2024, which requires the use of asphalt PG 70 for loads above 30 million ESAL and the increasing volume of palm oil waste that requires handling and reuse, as well as the need for alternative materials to be used as fillers, make it necessary to develop environmentally friendly materials by combining asphalt PG-70 and palm oil fuel ash as fillers. This pavement mixture is expected to be a mixture containing environmentally friendly road construction materials as well as a solution to the utilization of palm oil waste that can withstand high traffic loads. Testing of aggregate materials, asphalt, and asphalt mixtures was carried out at the Civil Engineering Laboratory of Medan State Polytechnic, in accordance with SNI, which refers to the General Specifications for Road and Bridge Construction Work 2018 Revision 2. The results obtained were that palm oil fuel ash as filler in asphalt mixture PG 70 gave an average value of stability above 1000 kg, density of 2-3 gr/ml, and VFA above 65% in all variations of filler content, for VIM values between 3-5% in the 50% and 75% variations, and VMA values above 15% in the 50%, 75% and 100% variations, while the flow value did not meet the standard value of 2-4 mm for all variations of filler content. Asphalt mixture PG 70 with palm oil fuel ash filler produces good density and stability values, but under repeated loading it will easily cause waves and rutting in the pavement due to the rigid nature of the mixture with a very high flow value and thus allow bleeding because the value of VFA is also very high.
PENATAAN PARKIR BERBASIS GREEN TRANSPORTATION DI POLITEKNIK NEGERI MEDAN Putri, Wirdatun Nafiah; Kusumadi, Kusumadi; Oktaviani, Tetra; Mabrur, Muhamad; Hani, Sheila
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i1.802

Abstract

Arranging the parking area by planning the need for vertical parking spaces based on green transportation can be done to increase the UI Greenmentric score at Politeknik Negeri Medan, making the campus environmentally friendly. Therefore, the need for parking spaces is calculated. The planning of vertical parking spaces is based on parking population survey data conducted directly in the field as well as secondary data from previous research. From the calculations, the current need for motorcycle parking space at Politeknik Negeri Medan is 699 SRP, which will increase to 1,003.641 SRP in the next 10 years. Since only 800 SRP are available at the planned location, a multi-level motorcycle parking facility is being planned. Thus the existing parking area can be reduced by 4-7% with a score of 100 or 50% of the maximum value of indicator TR5. This figure increases from the calculation in the existing condition, which is 7-11% with a score of 50, representing 25% of the maximum value of the TR5 indicator. Keywords: Pedestrian, Parking Space, Green Transportation