Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Deklarasi hingga Minilateralisme: Dualisme ASEAN dalam Upaya Counterterrorism Safira, Putri Alyaa; Wiswayana, Wishnu Mahendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12305

Abstract

Asia Tenggara pasca-serangan 11 September 2001 dihadapkan pada dinamika ancaman terorisme yang terus berevolusi, bertransformasi dari jaringan terpusat Al-Qaeda menjadi sel-sel terdesentralisasi yang terinspirasi oleh ISIS. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kontra-terorisme ASEAN. Dengan menggunakan metode kualitatif process tracing, penelitian ini menguji tesis bahwa kendala struktural yang inheren pada ASEAN Way, khususnya prinsip non-intervensi dan konsensus, telah menciptakan kesenjangan antara pengambilan keputusan yang formal dengan kebutuhan respons keamanan yang operasional. Temuan menunjukkan dualisme fundamental; ASEAN berhasil membangun pelembagaan diplomasi dan kerangka hukum yang komprehensif, di sisi lain, implementasinya terhambat secara signifikan oleh proses pengambilan keputusan yang condong seremonial. Temuan utama dari tulisan ini mengidentifikasi bahwa hambatan struktural tersebut telah mendorong pergeseran paradigmatik yang pragmatis dari multilateralisme yang luas menuju mekanisme keamanan minilateral yang lebih fungsional diantara negara-negara anggota ASEAN. Implikasinya, fenomena ini tidak hanya menawarkan solusi operasional yang lebih efektif tetapi juga secara fundamental menantang sentralitas ASEAN dalam tata kelola keamanan regional di masa depan.
Industri Beauty Pageant sebagai Proksi Konflik Thailand-Kamboja dan Implikasinya terhadap Komunitas Regional Asia Tenggara Ramadhani, Yoga; Wiswayana, Wishnu Mahendra
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12348

Abstract

Artikel ini mengkaji eskalasi ketegangan historis antara Thailand dan Kamboja ke dalam arena keamanan non-tradisional, khususnya industri beauty pageant. Energi konflik dari sengketa teritorial yang tidak terselesaikan di ranah politik ini menemukan salurannya di panggung budaya populer, mengubahnya menjadi perang proksi di ranah sosio-kultural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinamika perseteruan di panggung kontes kecantikan berfungsi sebagai proksi dari konflik identitas yang belum terselesaikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang berfokus pada kontroversi terkini, kerangka Onion Analogy dari Simon Fisher diterapkan sebagai alat analisis utama untuk membedah tiap lapisan konflik mulai dari positions, interests, hingga needs fundamental kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perseteruan ini merupakan manifestasi dari kebutuhan mendasar kedua negara atas keamanan, martabat nasional, dan kedaulatan budaya. Fenomena ini mengekspos keterbatasan diplomasi regional tradisional seperti "The ASEAN Way" dalam mengelola sengketa berbasis identitas yang diperkuat oleh nasionalisme digital, serta menggarisbawahi pentingnya ranah budaya sebagai medan konflik yang signifikan dalam studi keamanan Asia Tenggara.