Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Pijat Bayi Dan Minyak Aromaterapi Lavender Terhadap Kadar Bilirubin Bayi Dengan Hiperbilirubin Di Ruang Perinatologi RSUD Cengkareng Tahun 2024 Yuliana Shintya Amin; Irma Herliana; Emi Yuliza
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 5 (2025): MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyakit yang sering di alami bayi baru lahir di Indonesia adalah hiperbilirubinemia. Hiperbilirubinemia atau penyakit kuning adalah penyakit yang disebabkan karena tingginya kadar bilirubin pada darah sehingga menyebabkan bayi baru lair berwarna kuning pada kulit dan pada bagian putih mata. Penanganan hiperbilirubinemia menggunakan beberapa terapi standar yaitu fototerapi Penggunaan fototerapi harus diminimalkan selama perawatan dengan dibantu terapi lain untuk mempercepat penurunan kadar bilirubin bayi baru lahir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi pijat bayi dan minyak aromaterapi lavender terhadap kadar bilirubin bayi dengan hiperbilirubin di Ruang Perinatologi RSUD Cengkareng Tahun 2024. Penelitian yang telah dilaksanakan oleh penulis yaitu menggunakan pre-experimental design jenis one-group prates postest design. Penelitian ini telah dilakukan di Ruang Perinatologi RSUD Cengkareng. Waktu Penelitian dilakukan pada bulan November – Desember 2024. Sampel yang akan diteliti sebanyak 19 pasien. Intrumen dalam penelitian ini adalah dengan pengisian lembar observasi dan Test bilirubin darah. Uji yang digunakan adalah uji t-test dependent T-test dependent atau Paired Sampel T-test. Berdasarkan hasil penelitian nilai rata rata kadar bilirubin sebelum dilakukan intervensi kombinasi pijat bayi dan minyak aromaterapi lavender sebesar 19,2 mg/dL dan nilai rata rata kadar bilirubin sesudah dilakukan intervensi kombinasi pijat bayi dan minyak aromaterapi lavender sebesar 5,94 mg/dL. Hasil uji statistik diketahui bahwa nilai p value 0,001 berarti P<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh kombinasi pijat bayi dan minyak aromaterapi lavender terhadap kadar bilirubin bayi dengan hiperbilirubin di Ruang Perinatologi RSUD Cengkareng Tahun 2024.
Hubungan Pola Asuh Pengasuh Terhadap Motivasi Belajar Remaja Di Panti Asuhan Da’arul Aitam Jagakarsa Jakarta Selatan 2023 Hasan Alattas; Irma Herliana; Solehudin Solehudin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 5 (2024): OKTOBER-NOVEMBER 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan berasal dari “asuh” yang mempunyai makna menjaga, merawat, mengajar dan mendidik anak menunjukkan bahwa pada umumnya lembaga pengasuhan anak memberikan akses terhadap pendidikan dan dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan kolektif dan kebutuhan materia, serta kebutuhan emosional dan perkembangan anak tidak dipertimbangkan. Motivasi belajar adalah faktor psikis yang bersifat non intelektual dan berperan dalam hal meningkatkan semangat belajar untuk seorang anak atau individu. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh pengasuh terhadap motivasi belajar remaja di Panti Asuhan Da’arul Aitam Jagakarsa Jakarta Selatan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode cross-sectional melibatkan 40 sampel remaja di Panti Asuhan Da’arul Aitam, dengan uji statistik regresi linier sederhana dan hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai p=0,000 yang berarti bahwa nilai a <0,05. dan dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan antara pola asuh pengasuh terhadap motivasi belajar remaja di Panti Asuhan Da’arul Aitam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengasuh dalam upaya meningkatkan motivasi belajar remaja di panti asuhan Da’arul Aitam.
Berantas Hipertensi dengan Cerdik dan Patuh di RW 013 Kelurahan Kapuk Kecamatan Cengkareng Solehudin Solehudin; Irma Herliana; Inas Syabanasyah
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2025): Desember: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v3i4.897

Abstract

Hypertension is a major public health problem with an increasing prevalence and is often undetected due to its asymptomatic nature, leading to serious complications if not properly controlled. Low levels of public knowledge and poor adherence to preventive behaviors, routine health checks, and treatment remain significant challenges in hypertension management at the community level. This community service program aimed to improve public knowledge and awareness of hypertension through the implementation of the CERDIK and PATUH approaches. The program employed a community-based promotive and preventive method, including health education, blood pressure screening, and interactive discussion and counseling. The activity was conducted in RW 013, Kapuk Subdistrict, Cengkareng District, involving 60 adult and elderly participants. Knowledge levels were assessed using pre-test and post-test questionnaires and analyzed descriptively. The results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge after the health education intervention, with the mean knowledge score increasing from 35 before the intervention to 80 after the intervention. In addition, the variation in knowledge levels among participants became more homogeneous following the educational activities. High community enthusiasm and active participation during the program reflected positive acceptance and engagement with the hypertension education initiative. This community service activity confirms that community-based health education using the CERDIK and PATUH approaches is effective as a promotive and preventive strategy to enhance public knowledge of hypertension. Improved knowledge is expected to encourage healthier lifestyle behaviors and greater adherence to hypertension control practices, thereby supporting sustainable and independent blood pressure management within the community.
Hubungan Tingkat Stres Dan Kualitas Tidur Dengan Timbulnya Acne Vulgaris Pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Indonesia Maju Siti Mariah Ulfa; Saiful Gunardi; Irma Herliana
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang sering dialami mahasiswa dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat stres dan kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dan kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Indonesia Maju. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 136 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik Proportionate stratified random sampling (strata). Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS), kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), dan derajat acne vulgaris dinilai menggunakan Global Acne Grading System (GAGS). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,078; p = 0,368). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan timbulnya acne vulgaris (r = 0,244; p = 0,004), dengan arah hubungan positif. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan faktor yang berhubungan dengan timbulnya acne vulgaris pada mahasiswa, sedangkan tingkat stres bukan merupakan faktor utama. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas tidur perlu diperhatikan sebagai bagian dari pencegahan acne vulgaris pada mahasiswa.
Pengaruh Kombinasi Seduhan Bunga Rosella Dan Latihan Relaksasi Napas Dalam Terhadap Tekanan Darah Pada Pralansia Enjel Likasri Tamauri Purba; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami pralansia dan berisiko menimbulkan komplikasi bila tidak terkontrol. Proses penuaan menyebabkan perubahan struktur dan elastisitas pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Diperlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan di komunitas, seperti kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam yang memiliki efek vasodilatasi dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Tujuan: Mengetahui pengaruh kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam terhadap penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada pralansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test. Penelitian dilaksanakan pada pralansia di Posyandu Anggrek I Cipayung, Depok, Jawa Barat. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata tekanan darah responden berada pada kategori hipertensi. Setelah pemberian kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam, terjadi penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0,01 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah. Kesimpulan: Kombinasi seduhan bunga rosella dan latihan relaksasi napas dalam efektif menurunkan tekanan darah pralansia dan dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologis pendamping di komunitas
Perbandingan Efektivitas Pemberian Aromaterapi Lavender Dengan Terapi Musik Suara Alam Terhadap Insomnia Siswa SMKN 8 Jakarta Tahun 2025 Musdalifah Musdalifah; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 3 (2026): MARET 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insomnia merupakan gangguan tidur yang sering dialami oleh remaja dan dapat berdampak pada kesehatan serta prestasi belajar. Faktor seperti stres akademik, penggunaan gawai pada malam hari, dan tekanan psikologis menjadi pemicu terjadinya insomnia pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik suara alam terhadap penurunan tingkat insomnia pada siswa SMK Negeri 8 Jakarta Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest with two groups. Jumlah sampel sebanyak 30 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok aromaterapi lavender dan kelompok terapi musik suara alam, masing-masing terdiri dari 15 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner Insomnia Rating Scale (IRS). Berdasarkan hasil Uji Wilcoxon diperoleh nilai p-value sebesar 0,001 (p < 0,05), sedangkan terapi musik suara alam juga menurunkan tingkat insomnia namun dengan efektivitas yang lebih rendah. Hasil uji perbandingan kedua intervensi menggunakan Uji Mann–Whitney U Test memperoleh hasil p-value (Asymp. Sig. 2-tailed) sebesar 0,020. Nilai p-value tersebut 0,05 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak dengan artian terdapat perbedaan efektivitas pemberian aromaterapi lavender dengan terapi musik suara alam terhadap insomnia siswa SMKN 8 Jakarta Tahun 2025. Di mana aromaterapi lavender lebih efektif dibandingkan terapi musik suara alam dalam menurunkan tingkat insomnia pada siswa di SMKN 8 Jakarta.
Pengaruh Pemberian Ramuan Kunyit, Jahe dan Madu terhadap Nyeri Dismenore pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Ciranjang Tahun 2025 Aliya Nurhalifa; Irma Herliana; Saiful Gunardi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periode remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang ditandai dengan kematangan organ reproduksi, salah satunya melalui menstruasi pertama (menarche). Menstruasi sering disertai keluhan nyeri yang dikenal sebagai dismenore. Dismenore terjadi akibat peningkatan produksi prostaglandin yang memicu kontraksi uterus secara berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari remaja putri. Salah satu upaya penanganan dismenore yang dapat dilakukan adalah terapi nonfarmakologis dengan memanfaatkan bahan herbal alami seperti kunyit, jahe, dan madu yang memiliki sifat antiinflamasi dan analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu terhadap penurunan nyeri dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ciranjang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar responden pada kelompok eksperimen mengalami nyeri berat (75%). Setelah diberikan ramuan kunyit, jahe, dan madu terjadi penurunan tingkat nyeri menjadi nyeri sedang (65%), nyeri ringan (15%), dan tidak nyeri (20%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 pada kelompok eksperimen dan p = 0,005 pada kelompok kontrol, sedangkan uji Mann-Whitney U diperoleh nilai p = 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian ramuan kunyit, jahe, dan madu berpengaruh signifikan terhadap penurunan nyeri dismenore.
The Effect of Music Instrument Kacapi Suling "Ayun Ambing" Towards Reducing Blood Pressure of Hypertension Irma Herliana; Uswatun Hasanah; Dewi Arianti
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 12 No 01 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 12 Number 01 March 2022
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.908 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v12i01.1774

Abstract

Background: Hypertension is still the most common complaint in Indonesia. Apart from causing some discomfort, complications of hypertension are also considered to be life-threatening. One therapy that can be used to lower blood pressure is music therapy. Kacapi suling is one of the traditional Sundanese music that is popular among the Sundanese people with a frequency of 50–75 Hz, 121 Kilobytes per second (Kbps), 76 decibels with a slow tempo. Objective: This study aims to find out the effect of kacapi suling instrument music therapy on blood pressure in hypertensive patients. Methods: This study used a Pre-Experimental Design in the form of a One-Group Pretest-Posttest with 20 respondents with hypertension. Data collection tools in the form of a sphygmomanometer, a questionnaire containing the respondent's biodata, gadgets, loudspeakers, and stationery. Instrumental music is played once with a duration of approximately 5 minutes using a device connected to a loudspeaker. Before and after blood pressure measurements were taken. Data analysis in this study using Wilcoxon. Results: The results showed that the average systolic pre-test score was 142.86 while the post-test average was 135.24 with a p-value = 0.001. The average post-test diastolic value was 87.62 and the average post-test score was 84.29 with a p-value = 0.122. Conclusion: There is an effect of kacapi suling “Ayun Ambing: instrument music on decreasing systolic blood pressure in hypertensive patients but there is no effect on diastolic blood pressure.
Effectiveness of Wudhu Therapy and Music Therapy Before Sleep on Insomnia in Adolescents Irma Herliana
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 13 No 02 (2023): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia (JIIKI) Volume 13 Number 02 June 2023
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiiki.v13i02.2223

Abstract

Background: Insomnia is a sleep disorder in the form of recurring difficulties falling asleep or maintaining sleep, which can reduce brain function, growth, and development, disrupt body metabolism, concentration, and productivity, and result in many, accidents in adolescents. The prevalence rate of insomnia in Indonesia is 10% of the total population and the total population of around 28 million people who experience insomnia. The high incidence rate requires attention related to appropriate interventions for insomnia in adolescents. Objectives: The purpose of this study was to see how effective ablution or wudhu therapy and music therapy are for adolescents with insomnia. Methods: This research approach is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design, namely analyzing the effect of an intervention on the sample. A sample of 38 adolescents was divided into 2 (two) groups, namely the ablution therapy group and the music therapy group. The music used as therapy is classical music. Results: The results showed that ablution therapy and music therapy before going to bed were effective against insomnia in adolescents, but music therapy was more effective with p=0.001, while ablution therapy had p=0.007. Conclusion: The results showed that ablution therapy and music therapy before going to bed were equally effective against insomnia in adolescents, but music therapy was more effective than ablution therapy. It is recommended that teenagers with insomnia do ablution therapy or music therapy to overcome their insomnia.