Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Legal Education and State Regulations for Islamic Boarding Schools: Strengthening Legal Literacy at Pondok Pesantren Al Irsyad Bani Thoha, Panongan, Tangerang Regency Holiludin; Ahmad Bahrul Hikam
IRDH International Journal of Social Sciences & Humanities Vol. 2 No. 3 (2025): October
Publisher : International Research and Development for Human Beings (IRDH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to improve the understanding of Islamic boarding school administrators and students in Tangerang Regency, particularly at the Al Irsyad Bani Thoha Islamic Boarding School in Panongan District, regarding legal education and state regulations governing the existence and governance of Islamic boarding schools in Indonesia. This activity was motivated by the discovery that some Islamic boarding school administrators do not have a comprehensive understanding of applicable legal provisions, resulting in weak formal recognition, limited access to assistance, and less than optimal implementation of child protection within the Islamic boarding school environment. The main legal basis discussed includes Law Number 18 of 2019 concerning Islamic Boarding Schools, Regulation of the Minister of Religious Affairs Number 31 of 2020 concerning Islamic Boarding School Education, and other supporting regulations. The implementation method uses an Asset-Based Community Development (ABCD) approach through socialization, group discussions, and simulations of Islamic boarding school registration administration. Participants in the activity consisted of Islamic boarding school leaders, ustadz, and student representatives. The material covered regulatory mapping, legalization procedures, accreditation mechanisms by the Majelis Masyayikh, and the implementation of child-friendly parenting in accordance with the provisions of the Ministry of Religious Affairs. The results of the activity demonstrated a significant increase in participants' understanding of legal and regulatory aspects, with 85% able to re-explain registration procedures, accreditation, and child protection obligations. Several participants expressed their commitment to immediately follow up on the institution's legalization process. This activity is expected to serve as a model for strengthening legal literacy for other Islamic boarding schools in Tangerang Regency.
Sustainable Agricultural Development through Community Service Programs in Gintung Village, Sukadiri District, Tangerang Regency Muhammad Rizal Miftahul Fajri; Ahmad Bahrul Hikam
IRDH International Journal of Technology, Agriculture and Natural Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): November
Publisher : International Research & Development for Human Beings (IRDH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This program was implemented in Gintung Village, Sukadiri District, Tangerang Regency, with the aim of developing a sustainable agricultural system to encourage local economic independence. Gintung Village, where the majority of residents are farmers, still practices conventional farming systems with a heavy reliance on chemical fertilizers and pesticides. This condition has the potential to reduce land fertility and negatively impact the environment. Using a participatory, education-based approach, this activity was carried out in the form of seminars and open discussions with farmers and community leaders. The seminars focused on increasing understanding of sustainable agricultural practices, the use of organic fertilizers, wise natural resource management, and community-based marketing strategies. The results of the activity showed an increase in farmer knowledge, the formation of organic farmer group initiatives, and the creation of direct distribution channels between farmers and local consumers. This program not only increases land productivity in an environmentally friendly manner but also strengthens the village economy through collaboration. Going forward, this activity model has the potential to be replicated in other areas with similar characteristics.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN IMAM MUHYIDIN ABU ZAKARIYA AN-NAWAWI Hikam, Ahmad Bahrul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.522

Abstract

Tulisan ini membahas nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam hadits Nabi Saw dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah. Dalam khazanah Islam, pendidikan karakter menjadi hal integral yang diajarkan karena terkandung dalam sumber ajaran Islam yakni al-Qur'an dan al-Hadits. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah terfokus pada pendidikan akhlak kepada Allah Swt dan akhlak kepada sesama makhluk. Dalam implementasinya di lingkup sekolah, nilai pendidikan karakter diajarkan dan ditanamkan kepada siswa menggunakan beberapa metode diantaranya metode mau’izah (nasihat), metode uswatuh hasanah (keteladanan), metode ta’wid (pembiasaan) dan metode targhib dan tarhib
DISTRIBUSI DALAM KONSEP EKONOMI ISLAM Hikam, Ahmad Bahrul
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2023): Syar'ie
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v6i2.535

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi distribusi dalam sistem ekonomi Islam. Dalam kegiatan ekonomi, distribusi menjadi hal krusial yang harus diperhatikan agar kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dengan baik. Tulisan ini menggunakan metode library research dimana data-datanya bersumber dari literatur kepustakaan. Data-data yang diperoleh selanjunya dikelompokkan menurut pembahasan yang sesuai, dideskripsikan dan dianalisis guna memperoleh kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sistem distribusi dalam ekonomi Islam mengacu pada al-Qur'an dan hadits. Distribusi menurut Islam harus dilakukan berdasar pada prinsip kebebasan, keadilan, pemerataan, kejujuran dan tidak diperbolehkan berbuat dzalim atau merugikan orang lain. Dari segi tujuan yang hendak dicapai adalah distribusi dilakukan dalam rangka dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi. dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi.
PENDIDIKAN DALAM RELASI RASULULLAH SAW TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS Hikam, Ahmad Bahrul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 1 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i1.567

Abstract

Penelitian ini membahas tentang relasi yang dilakukan oleh Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan dari pola relasi yang dibangun tersebut. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analitis. Data-data primer dan sekunder bersumber dari literer kepustakaan berupa buku, kitab, jurnal dan lainnya. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pola relasi yang dilakukan terhadap penyandang disabilitas pada peradaban pra Islam maupun umat beragama terdahulu cenderung meniadakan hak-hak dasar penyandang disabilitas. Pola relasi yang dilakukan Rasulullah Saw terhadap penyandang disabilitas memberikan penegasan bahwa Islam sangat peduli pada eksistensi kemanusiaan penyandang disabilitas. Kepada mereka, Islam mengakui serta memberikan hak dan kewajiban dalam kehidupan keagamaan, sosial, pendidikan, dan lainnya. Stigma negatif terhadap penyandang disabilitas dihilangkan, memberikan kedudukan yang sama seperti individu yang normal, dan memberikan ruang untuk mengaktualisasikan potensi yang dimiliki.
DISTRIBUSI DALAM KONSEP EKONOMI ISLAM Ahmad Bahrul Hikam
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 6 No 2 (2023): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v6i2.535

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengeksplorasi distribusi dalam sistem ekonomi Islam. Dalam kegiatan ekonomi, distribusi menjadi hal krusial yang harus diperhatikan agar kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dengan baik. Tulisan ini menggunakan metode library research dimana data-datanya bersumber dari literatur kepustakaan. Data-data yang diperoleh selanjunya dikelompokkan menurut pembahasan yang sesuai, dideskripsikan dan dianalisis guna memperoleh kesimpulan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sistem distribusi dalam ekonomi Islam mengacu pada al-Qur'an dan hadits. Distribusi menurut Islam harus dilakukan berdasar pada prinsip kebebasan, keadilan, pemerataan, kejujuran dan tidak diperbolehkan berbuat dzalim atau merugikan orang lain. Dari segi tujuan yang hendak dicapai adalah distribusi dilakukan dalam rangka dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi. dakwah, pendidikan, sosial dan ekonomi.
KEDUDUKAN TAKLIF DAN PELAKSANAAN HAK AKSES PENYANDANG DISABILITAS MENTAL DAN DISABILITAS INTELEKTUAL DALAM HUKUM ISLAM Ahmad Bahrul Hikam
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 7 No 2 (2024): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v7i2.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kedudukan taklif penyandang disabilitas dan mengetahui bagaimana syariat memberikan hak akses dalam melaksanakan kewajiban agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan, dengan data primernya adalah literatur hukum Islam, sedangkan data sekunder diperoleh melalui kitab-kitab tafsir, buku, artikel, dan lainnya. Sumber data dianalisis untuk menemukan kedudukan taklîf pada penyandang disabilitas mental dan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi taklîf, penyandang disabilitas mental psiko-sosial dan ganda otomatis tidak terkena taklif. Sementara ragam penyandang disabilitas lainnya adalah mukallaf yang terkena beban taklîf sesuai dengan kemampuannya. Dalam hal pelaksanaan hak menjalankan keagamaan, penyandang disabilitas mental dan intelektual tetap memiliki kecakapan menunaikan kewajiban zakat di mana seorang wali yang membayarkannya. Dalam hal legalitas transaksi finansial, penyandang disabilitas mental dan intelektual dilarang menggunakan hartanya, baik gangguan mental atau intelektualnya bersifat permanen ataupun temporer, karenanya bagi mereka diberikan sistem pengampuan. Dalam hal pernikahan, penyandang disabilitas mental dan intelektual jika tergolong skala ringan yang memiliki ahliyah wujub dan ahliyah ada' kamilah maka status pernikahannya adalah sah. Sementara jika dalam skala sedang dan berat apabila memang membutuh kepada menikah, maka pernikahannya dapat dilakukan oleh wali mujbir.
PRAKTIK PEMENUHAN HAK AKSES KEAGAMAAN PENYANDANG DISABILITAS SENSORIK BERDASARKAN KONSEP AHLIYYAH Ahmad Bahrul Hikam; Muh Anshori
Syarie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam Vol 8 No 1 (2025): Syar'ie
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/syarie.v8i1.749

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan konsep ahliyyah yang digunakan sebagai dasar untuk memenuhi hak penyandang disabilitas sensorik pada ranah kewajiban keagamaan. Dalam kajian fiqih Islam, penyandang disabilitas sensorik dianggap memiliki hak untuk menjalankan kewajiban keagamaan, sama seperti mereka yang normal (tidak menyandang disabilitas). Penelitian ini berjenis library research dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil data-data dari buku, jurnal, kitab fiqih, dan lainnya yang memiliki korelasi dengan pembahasan. Tulisan ini menemukan bahwa konsep ahliyyah berimplikasi pada pemberian rukhshah (keringanan) terhadap penyandang disabilitas sensorik dalam menjalankan kewajiban keagamaan mereka. Dalam implementasinya, rukhshah (keringanan) tersebut diwujudkan dalam bentuk mengakomodasi masyaqqah (kesulitan) yang dialami dan dengan memperluas kaedah rukhshah (keringanan) untuk mengakomodasi al-hajjah (kebutuhan) mereka. Aplikasi dari strategi ini menghasilkan kemampuan dan kecakapan penyandang tuna rungu untuk menjadi imam shalat dengan akses alat gyroscope bracelet, penyandang tuna netra dapat mengkaji Al-Qur'an dengan akses mushaf Braille, mampu pergi ke masjid dan mengikuti shalat berjamaah dengan akses GPS smartphone atau guiding dog, penyandang tuna wicara dapat berdakwah melalui penerjemah bahasa isyarat, penyandang tuna rungu-wicara dapat memperoleh pengetahuan agama dengan akses running teks khutbah, dan lainnya.
PENDIDIKAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK DALAM KELUARGA PERSPEKTIF AL-QUR'AN: KAJIAN SURAT YUSUF Ahmad Bahrul Hikam
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 3 No 3 (2020): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tulisan ini bertujuan menggali pendidikan kecerdasan spiritual anak dalam konsep al-Qur'an. Telah menjadi kenyataan bahwasanya keluarga -dalam hal ini orang tua- sangat berperan dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Salah satu aspek yang perlu ditanamkan dalam diri anak adalah kecerdasan spiritual. Anak yang memiliki kecerdasan spiritual akan tampil menjadi pribadi berakhlak mulia, memiliki iman yang teguh, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama. Penelitian ini adalah library research (riset kepustakaan) dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Secara khusus, bidang kajian diarahkan pada penafsiran ayat-ayat yang terkandung dalam surat Yusuf guna menggali gambaran kecerdasan spiritual di dalamnya dan isyarat cara yang diterapkan dalam menanamkan kecerdasan spiritual pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dalam surat yusuf tercermin dalam kepribadian Nabi Yusuf as berupa selalu merasa diawasi Allah swt. menjauhi perbuatan amoral, membalas perbuatan jahat dengan kebaikan, dan senantiasa berlaku ihsan dalam keseharian. Semua itu tidak terlepas dari pendidikan ilahiyah yang diberikan dan kontribusi besar orang tua dalam mendidik Nabi Yusuf as.
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN IMAM MUHYIDIN ABU ZAKARIYA AN-NAWAWI Ahmad Bahrul Hikam
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 6 No 2 (2023): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v6i2.522

Abstract

Tulisan ini membahas nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam hadits Nabi Saw dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah. Dalam khazanah Islam, pendidikan karakter menjadi hal integral yang diajarkan karena terkandung dalam sumber ajaran Islam yakni al-Qur'an dan al-Hadits. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pendidikan karakter dalam kitab al-Arba'in an-Nawawiyyah terfokus pada pendidikan akhlak kepada Allah Swt dan akhlak kepada sesama makhluk. Dalam implementasinya di lingkup sekolah, nilai pendidikan karakter diajarkan dan ditanamkan kepada siswa menggunakan beberapa metode diantaranya metode mau’izah (nasihat), metode uswatuh hasanah (keteladanan), metode ta’wid (pembiasaan) dan metode targhib dan tarhib