Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Media Husada Journal of Community Service

EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PERAN BYSTANDER CPR PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 1 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan penanganan segera melalui tindakan bantuan hidup dasar (BHD). Namun, pengetahuan dan keterampilan terkait BHD masih terbatas di kalangan siswa sekolah menengah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Islam Al Maarif Singosari dalam mengenali tanda-tanda henti jantung serta melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Sasaran kegiatan adalah 115 siswa kelas 12, dengan metode pelaksanaan meliputi survei awal, perencanaan dan implementasi pelatihan, serta evaluasi. Pelatihan dilaksanakan pada 16 Oktober 2024 dan mencakup penyampaian materi, demonstrasi, serta praktik langsung dengan media presentasi, LCD proyektor, dan manekin panthum RJP. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan siswa, dari 56% kategori baik sebelum pelatihan menjadi 92% setelah pelatihan. Observasi keterampilan menunjukkan siswa mampu melakukan BHD sesuai prosedur. Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi kondisi henti jantung dan mendukung peran sekolah dalam mendiseminasikan edukasi kegawatdaruratan.
PENDIDIKAN KESEHATAN GAYA HIDUP SEHAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS Trias Wulandari, Angernani; Dwi Soelistyningsih; Abdul Qodir
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2025): Media Husada Journal of Community Service
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v4i2.62

Abstract

Saat ini penyakit kronis yang memiliki angka kesakitan paling tinggi adalah DM masyarakat dengan angka kejadian yang terus meningkat. Rendahnya pengetahuan masyarakat tentang DM berkontribusi terhadap kurangnya upaya pencegahan dan deteksi dini. Peningkatan pengetahuan terkait definisi, tanda gejala dan pencegahan DM serta memberdayakan kader posyandu dalam pemeriksaan gula darah mandiri merupakan tujuan dari kegiatan pengabdian. Metode pelaksanaan dilakukan melalui studi pendahuluan, Pendidikan Kesehatan kesehatan menggunakan media ceramah dan diskusi, serta simulasi pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer. Pengetahuan peserta diukur dengan kuesioner Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ-24) sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan. Kegaiatan pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan peserta dari 11,5 pada pretest menjadi 18,8 pada posttest. Selain itu, kader posyandu mampu melakukan pemeriksaan gula darah secara mandiri dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa Pendidikan Kesehatan kesehatan dan pemberdayaan kader efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendukung deteksi dini Diabetes Mellitus di tingkat posyandu.
KADER TANGGUH, HIPERTENSI TERKENDALI: PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM DETEKSI DINI DAN EDUKASI KEPATUHAN TERAPI Qodir, Abdul; Wulandari, Angernani Trias; Soelistyoningsih, Dwi
Media Husada Journal Of Community Service Vol. 5 No. 1 (2026): Media Husada Journal of Community Service (April)
Publisher : STIKES Widyagama Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33475/mhjcs.v5i1.63

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Deteksi dini dan kepatuhan terapi merupakan kunci keberhasilan pengendalian hipertensi. Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memiliki prevalensi hipertensi yang cukup tinggi dengan tingkat pelayanan kesehatan yang masih terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam deteksi dini dan peningkatan kepatuhan terapi hipertensi melalui pelatihan, pemberian alat bantu skrining, dan media edukasi berbasis budaya lokal. Metode pelaksanaan terdiri dari empat tahapan, yaitu: (1) sosialisasi kepada perangkat desa dan kader, (2) pelatihan teori dan praktik tentang hipertensi serta pengukuran tekanan darah, (3) pendampingan kader pada kegiatan posyandu, dan (4) penyusunan rencana keberlanjutan program. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta observasi keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan tentang hipertensi (44,4%), pemahaman kepatuhan terapi (41,4%), dan keterampilan pengukuran tekanan darah (45,7%). Semua alat dan media edukasi yang diberikan telah digunakan secara optimal dengan tingkat keberfungsian mencapai 100%. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan aktif pemerintah desa dan kader posyandu yang berperan dalam perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi kegiatan. Kader menunjukkan partisipasi aktif dalam edukasi masyarakat dan pemantauan tekanan darah di posyandu.