Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengembangan video bimbingan nuansa kalindaqdaq untuk meningkatkan konsep diri siswa MTs Zulfianah Sunusi
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 2 Number 1 June 2016
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.268 KB) | DOI: 10.26858/jpkk.v2i1.2062

Abstract

The research is analyzing the video development of counseling using Kalindaqdaq nuance to improve the self concept of the students in MTs DDI Kec. Campalagian Kab. Polman. The research problem consists of (1) What is the descriptions of the self concept of the students in MTs DDI Kec. Campalagian Kab. Polman? (2) How to produce video of counseling with Kalindaqdaq nuance that is acceptable (utility, feasibility, and accuracy)? (3) Does the video of counseling using Kalindaqdaq nuance give effect/influrnce t o increase the self concept of  the students in MTs DDI Kec. Campalagian Kab. Polman? The objectives of the research are  (1) to know the description of the self conceptthe students in MTs DDI Kec. Campalagian Kab. Polman. (2) To create  a video of counseling with Kalindaqdaq nuance which is acceptable  (utuluty,  feasibiliy), AND accuratiom. (3) to know the effect of the video of Kalindaqdaq nuance to enhance the self-concept of the students in MTs DDI Kec. Campalagian Kab. Polman.
Nilai Pendidikan Islam Dalam Al-Qur’an Surat ‘Abasa Muammar Zuhdi Arsalan; Zuhdiah Zuhdiah; Zulfianah Sunusi
AL-HIKMAH (Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam) Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM) UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/al-hikmah.v4i2.2319

Abstract

Nilai-nilai pendidikan Islam yang diaplikasikan dalam dunia pendidikan di Indonesia masih sangat minim. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan, sebab Indonesia merupakan Negara dengan penduduk Islam terbesar di dunia. Maka dari itu penulis melakukan penelitian terhadap Q.S ‘Abasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh melalui sumber literer (library research), yaitu kajian literature melalui penelitian kepustakaan. Sumber data primer penelitian ini adalah kitab-kitab Tafsir, kemudian sumber-sumber lain yang berkaitan. Analisis yang penulis gunakan adalah analisis isi (content analysis), yaitu teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan yang dilakukan secara sistematis dan obyektif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di dalam Surah ‘Abasa terdapat nilai Pendidikan Islam yaitu nilai akidah dan akhlak. Nilai akidah meliputi:1). Meyakini bahwa Allah SWT yang menciptakan manusia. 2). Meyakini Adanya Kematian dan Hari Kebangkitan. 3). Meyakini Bahwa Allah SWT yang Berkuasa Mengatur Alam Semesta. 4). Kepastian Datangnya Hari Kiamat. Adapun nilai akhlak meliputi: 1). Tidak boleh Bersikap Diskriminatif. 2). Bersikap Itsar Terhadap Sesama Muslim. 3). Menjaga Hubungan Baik dengan Saudara Sesama Muslim.
Relevansi Empat Kompetensi Dasar Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Pasca Covid-19 Zulfianah Sunusi
Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Tarbiyah Umat (JITU)
Publisher : IAI DDI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36915/jitu.v12i1.175

Abstract

Virus covid-19 adalah wabah penyakit yang mengakibatkan banyaknya perubahan dalam kehidupan sehari-hari di bidang perekonomian khususnya dalam beberapa aktifitas di bidang pendidikan. Selama masa pandemic covid-19, semua kegiatan pembelajaran yang ada di sekolah di lakukan secara daring/online. Hal tersebut membuat peserta didik harus beradaptasi dalam suasana belajar baru dan memfasilitasi dirinya dengan menggunakan handphone maupun kuota belajar. Namun, dalam hal ini pemerintah memberikan bantuan kepada peserta didik agar mempermudah proses belajar-mengajar. Meski demikian, terdapat beberapa hambatan yang di alami seperti terjadinya kendala jaringan yang kurang bagus termasuk di daerah-daerah terpencil. Dalam hal ini guru harus mampu memahami kondisi tersebut demi tercapainya proses beajar-mengajar, serta di dukung oleh penguasaan 4 kompetensi yang harus di miiki oleh setiap guru.
The Impact of Family Socioeconomic Status on Parental Involvement in Children's Education: Differences between High- and Low-SES Families in Indonesia Mas'ud, Bulqia; Imansari, Nurul; Sunusi, Zulfianah; Saiful, Sri Hastuti Novila Anggraini
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 14 NO 1 MARCH 2025
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.30771

Abstract

This study explores how family socioeconomic status (SES) affects parental involvement in children's education in Indonesia, specifically within home and school environments. Although parental involvement is essential for academic success, differences across SES groups in Indonesia are not yet fully understood. Using data from 160 families representing diverse SES backgrounds, this research employed t-tests and correlational analyses to examine the influence of SES on parental involvement. Results show that families with higher SES exhibit greater involvement in home-based educational activities, while involvement at school remains consistent across different SES levels. Additionally, notable gender differences emerged: mothers from high-SES families were significantly more involved compared to mothers from low-SES families, whereas fathers' involvement did not significantly differ based on SES. Correlational analyses further demonstrated that SES indicators, particularly parental education levels, were strongly associated with home-based involvement but had little relation to school-based involvement. Regression analysis confirmed that SES significantly predicts home involvement but not involvement at school. These findings underscore the importance of providing targeted support to promote home-based parental involvement among low-SES families. Future research should investigate qualitative factors, such as school policies and cultural norms, to better understand their impact on parental involvement.
Identifying Key Predictors of Academic Engagement in Low-Performing Schools: The Interplay Between Social Context and Psychological Factors Bulqia Mas'ud; Zulfianah Sunusi; Zuhdiah Zuhdiah; Okky Naomi Sahupala
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1348

Abstract

Research shows that students’ academic engagement is influenced by both social and psychological factors. This study aims to explore which aspects of social context (family, school, and community), and psychological traits (self-efficacy, perseverance, and resilience) affect academic engagement. A quantitative approach with correlational design and multiple regression analysis was used. The research included 437 students from primary and junior high schools, focusing on 15 schools identified as having low to medium academic performance. The findings indicate that within the social context, family-related factors, particularly parental supervision, along with the number of teachers, are significant predictors of academic engagement. Among psychological factors, self-efficacy, perseverance, and resilience all positively influence engagement, with self-efficacy being the most significant. Overall, psychological factors were found to have a stronger impact on academic engagement than social factors. The study concludes that despite challenges such as socioeconomic disadvantages and limited support from schools and communities, students can still achieve better academic outcomes if they develop key psychological strengths. Providing interventions that promote self-belief and motivation can help students cultivate self-efficacy, perseverance, and resilience, which are critical for their future success. This highlights the importance of nurturing these traits to improve academic engagement and achievement.
Asesmen non-Kognitif untuk Pengembangan Karakter dan Potensi Peserta Didik di MA DDI Baruga Kabupaten Majene Sahupala, Okky Naomi; Sunusi, Zulfianah; Zuhdiah; Sulhan, Nur Atiqah Azzah; Sari, Putri Nirmala; Parham, Putri Maharani; Fauzan, Muhammad
Room of Civil Society Development Vol. 4 No. 5 (2025): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.688

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi aspek non-kognitif peserta didik di MA DDI Baruga, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, guna mendukung pengembangan karakter dan kesejahteraan psikologis mereka. Sebanyak 139 siswa kelas X terlibat dalam kegiatan ini melalui angket, wawancara, observasi, dan asesmen psikologis. Hasil asesmen menunjukkan keragaman gaya belajar, minat, dan bakat peserta didik, dengan gaya belajar kinestetik (30%) dan visual (38%) sebagai yang paling dominan. Namun, banyak siswa belum sepenuhnya menyadari potensi diri mereka dan kesulitan merumuskan minat secara spesifik. Kegiatan ini juga mengungkap peran kuat orang tua dan keluarga dalam membentuk aspirasi peserta didik, yang seringkali menimbulkan kesenjangan antara bakat dan pilihan karier. Kendala utama adalah rendahnya kesadaran siswa mengenai pentingnya asesmen non-kognitif serta keterbatasan waktu untuk pendampingan individual. Berdasarkan temuan ini, dirumuskan beberapa rekomendasi, yaitu pengembangan modul bimbingan karier berbasis hasil asesmen, pelatihan guru untuk mengakomodasi gaya belajar kinestetik, serta program parenting yang melibatkan orang tua dalam mendukung pengembangan non-kognitif. Rekomendasi ini sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang menekankan pendidikan karakter dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Identifying Key Predictors of Academic Engagement in Low-Performing Schools: The Interplay Between Social Context and Psychological Factors Mas'ud, Bulqia; Sunusi, Zulfianah; Zuhdiah, Zuhdiah; Sahupala, Okky Naomi
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 1 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i1.1348

Abstract

Research shows that students’ academic engagement is influenced by both social and psychological factors. This study aims to explore which aspects of social context (family, school, and community), and psychological traits (self-efficacy, perseverance, and resilience) affect academic engagement. A quantitative approach with correlational design and multiple regression analysis was used. The research included 437 students from primary and junior high schools, focusing on 15 schools identified as having low to medium academic performance. The findings indicate that within the social context, family-related factors, particularly parental supervision, along with the number of teachers, are significant predictors of academic engagement. Among psychological factors, self-efficacy, perseverance, and resilience all positively influence engagement, with self-efficacy being the most significant. Overall, psychological factors were found to have a stronger impact on academic engagement than social factors. The study concludes that despite challenges such as socioeconomic disadvantages and limited support from schools and communities, students can still achieve better academic outcomes if they develop key psychological strengths. Providing interventions that promote self-belief and motivation can help students cultivate self-efficacy, perseverance, and resilience, which are critical for their future success. This highlights the importance of nurturing these traits to improve academic engagement and achievement.
Pengembangan Media Busy Book Bertema Huruf Hijaiyyah untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Peserta Didik di Paud Ananda Malbers Majene Sunusi, Zulfianah; Sahupala, Okky Naomi; Kurnia, Selia Dwi; Hamzah, Nurul Hazirah
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Busy Book bertema huruf hijaiyyah sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia dini di PAUD Ananda Malbers Majene. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kebutuhan akan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg & Gall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, validasi ahli, uji coba terbatas, dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket yang diberikan kepada guru serta peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Busy Book bertema huruf hijaiyyah layak digunakan berdasarkan hasil validasi para ahli dengan kategori “sangat baik” pada aspek tampilan, isi, dan kemudahan penggunaan. Uji coba kepada anak didik menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan mengenal huruf hijaiyyah, pengucapan, serta pengayaan kosakata bahasa. Aktivitas belajar menggunakan Busy Book juga meningkatkan keterlibatan anak secara aktif dalam proses pembelajaran serta memperkuat kemampuan motorik halus mereka melalui kegiatan menyentuh, menempel, dan membuka halaman Busy Book. Dengan demikian, media Busy Book bertema huruf hijaiyyah tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pengenalan huruf, tetapi juga sebagai media pembelajaran interaktif yang mampu mengintegrasikan aspek bahasa, kognitif, dan psikomotorik anak. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan Busy Book sebagai inovasi media pembelajaran berbasis nilai keislaman yang menyenangkan dan efektif dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini.
Meningkatkan Partisipasi Orang Dewasa untuk Membangun Budaya Literasi Anak melalui Pelatihan Praktik Read Aloud Zulfianah Sunusi; Syamsinar Syamsinar; Ahmad Ridhai Azis; Putri Ashika Jehan; Aisyah Aisyah; Hana Azizah; Nuralfiani Arif; Ulfa Ayun; Nur Aliyah; Suci Suci
MALAQBIQ Vol. 4 No. 2 (2025): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v4i2.2124

Abstract

Rendahnya minat baca anak menjadi salah satu tantangan dalam penguatan budaya literasi di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan minat baca sejak dini adalah melalui penerapan teknik membaca nyaring (read aloud). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membangun budaya literasi anak melalui pelatihan teknik read aloud. Kegiatan dilaksanakan tanggal 26 April 2025 di Perpustakaan Yayasan Salili Mandar dengan kiriteria peserta pelatihan usia 17 tahun ke atas. Peserta terdiri atas siswa tingkat SMA, Mahasiwa, Guru dan Penggiat Literasi Kabupaten Majene. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan praktik langsung, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan membaca nyaring dalam tiga sesi (awal, saat, dan setelah membaca), serta tahap praktik dan tindak lanjut. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan minat baca, pemahaman isi cerita serta partisipasi aktif peserta. Interaksi dua arah yang terbangun selama kegiatan membaca nyaring mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan kemampuan berbahasa dan kesadaran untuk berpartisipasi aktif dalam membangun budaya literasi. Dengan demikian, Pelatiah menbaca nyaring/ teknik read aloud dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan partisipasi orang dewasa untuk membangun budaya literasi anak secara berkelanjutan.
Efektivitas Media Bola Emosi Dalam Meningkatkan Self-Awareness dan Pengelolaan Emosi Siswa SMPN 3 Majene Zulfianah Sunusi; Ghina Raodhatul Jannah; Putri Nurul Annisa; Luthfia Adilah; Helmaliah Helmaliah; Andi Aisyah Tamin
Sulawesi Tenggara Educational Journal Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54297/seduj.v5i3.1357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media Bola Emosi dalam meningkatkan self-awareness dan kemampuan pengelolaan emosi siswa SMP. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kecerdasan emosional sebagai fondasi bagi perkembangan pribadi dan sosial siswa, terutama pada masa remaja awal yang ditandai dengan perubahan emosional yang cukup kompleks. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 30 siswa. Instrumen penelitian berupa angket self-awareness dan angket pengelolaan emosi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen, sehingga uji t dua sampel independen digunakan untuk menguji perbedaan antar kelompok. Hasil posttest menunjukkan perbedaan signifikan pada variabel self-awareness dengan nilai t = 11.728 (p = 0.000) dan variabel pengelolaan emosi dengan nilai t = 12.014 (p = 0.000). Kelompok eksperimen mengalami peningkatan skor rata-rata yang sangat besar dibandingkan kelompok kontrol, yang hanya menunjukkan peningkatan minimal. Hal ini mengindikasikan bahwa Bola Emosi efektif sebagai media intervensi dalam pembelajaran sosial emosional di sekolah. Media ini terbukti mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna sehingga membantu siswa mengenali dan mengelola emosinya secara lebih adaptif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan konselor sekolah dalam memilih strategi pembelajaran yang menstimulasi keterampilan sosial-emosional siswa.