Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Imajinasi

VISUALISASI TOKOH CERITERA RAMAYANA PADA RELIEF CANDI INDUK PENATARAN Sumanto, -
Imajinasi Vol 5, No 2 (2009): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candi Penataran merupakan gugusan candi terbesar di Jawa Timur, terletak 12 kilometer sebelah utara kota Blitar. Ceritera Ramayana dipahatkan sebagai relief yang menarik di candi induk Penataran. Meskipun kisah Ramayana berasal dari India, ceritera yang terdapat pada candi Penataran telah mengalami perubahan. Bentuk reliefnya dinilai sebagai ungkapan cita rasa asli bangsa Indonesia. Relief ceritera Ramayana itu divisualisasikan tidak kurang dari 91 panel relief, dimulai dari tokoh Anoman dalam usahanya untuk menemui Sinta di negeri Alengka atas perintah Rama, pertarungan Anoman dengan para raksasa, hingga tewasnya Kumbakana adik Rahwana oleh bala tentara kera. Bentuk-bentuk tokoh dalam ceritera digambarkan mirip wayang kulit Bali. Pahatan reliefnya rendah dan datar, tanpa perspektif, dalam bahasa rupa yang khas. Di dalamnya terkandung ajaran-ajaran kepercayaan, agama, kepahlawanan, tentang cinta kasih, keindahan, dan lain-lain yang bersifat mendidik.Kata kunci: relief, ramayana, visualisasi, Penataran.
SANGGAR SENI DHARMA BUDAYA KOTA PASURUAN (Kajian terhadap Fakta dan Aktivitas Kesenian Daerah) -, Sumanto
Imajinasi Vol 3, No 2 (2007): Imajinasi
Publisher : Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan merupakan suatu komunitas kesenian daerahkhususnya seni tari yang masih berkembang sampai saat ini di dilingkungan masyarakat kotaPasuruan yang dikenal sebagai masyarakat yang Islami (masyarakat santri). Sebagai bagian darisistem sosial masyarakat eksistensi atau keberadaan Sanggar Seni Dharma Budaya tersebuttidak lepas dari perhatian dan dukungan masyarakat, Pemerintah Daerah Kota Pasuruan, danpara pelaku seni untuk tetap melestarikan dan mengembangkan potensi kesenian daerah yangbisa diterima oleh komunitas masyarakat di kota Pasuruan. Kondisi tersebut sebagai gambaranrealita kesenian daerah dan keanekaragaman budaya manusia, termasuk pandangan mengenainilai-nilai sosial budaya yang dianutnya sendiri serta yang berlaku umum bagi masyarakatsetempat. Keanekaragaman kesenian tersebut berada dalam suatu sistem yang unsur-unsurnyasaling terkait dan berfungsi secara seimbang. Baik unsur-unsur yang ada pada Sanggar SeniDharma Budaya itu sendiri maupun dalam masyarakat dan pemerintah daerah kota Pasuruan.Kata kunci: akulturasi, asimilasi, enkulturasi, kesenian daerah