Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dan Kebutuhan Spiritual dengan Kualitas Hidup Pasien Lansia Rosyada, Yassir Amrina; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Muhammadiyah Journal of Geriatric Vol 4, No 1 (2023): Muhammadiyah Journal of Geriatric
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mujg.4.1.73-80

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan seseorang yang memiliki umur lebih dari atau sama dengan 55 tahun. Kualitas hidup pasien lansia merupakan persepsi yang dipengaruhi oleh aspek spiritualitas dan dukungan keluarga. Dukungan keluarga yang sangat kuat akan membantu pasien lansia dalam kehidupan kesehariannya. Kebutuhan spiritual berkaitan dengan kedekatan dengan Tuhan, semakin baik kebutuhan spiritual maka semakin tinggi kualitas hidup, dapat dilakukan dengan senantiasa melakukan ibadah, membaca Al-Qur’an untuk muslim, dan menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia. Tujuan: Diketahuinya hubungan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual dengan kualitas hidup pasien lansia. Metode: Penelitian memakai metode kuantitatif observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional yang dilakukan di Posyandu Lansia Melati Putih RW 4. Sampel penelitian sejumlah 42 orang menggunakan teknik total sampling. Kuesioner dukungan keluarga, kuesioner DSES, dan kuesioner OPQOL-Brief digunakan sebagai instrumen penelitian. Hasil: Terdapat total 42 lansia dengan mayoritas berada pada dukungan keluarga yang cukup dan kebutuhan spiritual yang baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual (p0,001) terhadap kualitas hidup lansia dengan koefisien korelasi yang kuat dan sedang, secara berurutan. Simpulan: Terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan keluarga dan kebutuhan spiritual terhadap kualitas hidup pasien lansia.
The Relationship Between Level Of Religiosity And Family Support With Quality of Life of AMI Patients Meilani, Lely; Faizin, Chamim; Noviasari, Nina Anggraeni
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 25 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v25i1.22167

Abstract

Quality of Life (QoL) for acute myocardial infarction (AMI) patients is important. This study aims to analyze the religiosity and family support on the QoL for AMI patients. This study uses quantitative observational analytical methods with a cross-sectional design. Total sampling of data was collected by paying attention to the sample criteria at Roemani Hospital of the 74 respondents, inclusion was found to be 46 respondents.  The study instrument used a Daily Spiritual Experience Scale (DSES) to religiosity level, Saragih family support questionnaire to assess family support as a variable independent. MacNew Health Related Quality of Life (HRQoL) to assess quality of life as a dependent variable.  Analyzed data using tests rank Spearman. It was found that 80.43% of respondents had a high level of religiosity, 17.39% moderate, and 2.17% poor. There were 80.43% of respondents had good family support, and 19.57 % sufficient. Respondents had good QoL (78.26%), and poor (21.74%). These results showed that the religiosity level correlated with the QoL for AMI patients (p=0.000; r=+0.934). Family support correlated with the quality of life of AMI (p=0.000; r=+0.936). The higher religiosity level and family support, the higher the QoL for AMI patients. So, the patient must increase the level of religiosity and their families should be more supportive to improve QoL.
Hubungan antara Dukungan Sosial dan Keluarga dengan Kualitas Hidup Penderita Penyakit Ginjal Kronik di RS ROEMANI SEMARANG Tsabita, Nabilah; Anggraini, Merry Tiyas; Faizin, Chamim
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18313

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) adalah penurunan fungsi ginjal yang memerlukan terapi hemodialisis, di mana pasien membutuhkan dukungan sosial dan keluarga. Kedua faktor ini dapat menurunkan mortalitas, mengurangi stres, dan meningkatkan semangat beraktivitas serta menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan dukungan sosial dan keluarga terhadap kualitas hidup pasien PGK di Rumah Sakit Roemani Semarang. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan sampel total sampling sebanyak 72 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji rank Spearman. Hasilnya, 81% responden dengan dukungan sosial dan 80% dengan dukungan keluarga memiliki kualitas hidup yang baik. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara dukungan sosial (p=0,03, r=0,249) dan keluarga (p=0,024, r=0,266) terhadap kualitas hidup pasien. Dukungan sosial dan keluarga yang lebih tinggi meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisis.
Hubungan Intensitas Membaca Al-Qur'an Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pasca Stroke Muslimah, Muslimah; Baihaqi, Aviscena Mohammad; Faizin, Chamim; Pratama, Susilo Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i9.19618

Abstract

Kecemasan pascastroke sering terjadi dan dapat menghambat pemulihan, sementara bukti kuantitatif tentang hubungan intensitas membaca Al-Qur’an dengan kecemasan pada pasien pascastroke rawat jalan masih terbatas. Penelitian potong-lintang analitik ini melibatkan 82 pasien dewasa pascastroke rawat jalan di RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Intensitas membaca Al-Qur’an diukur menggunakan kuesioner swaberisi yang mencakup frekuensi dan durasi untuk membentuk skor komposit, sedangkan kecemasan diukur dengan Hospital Anxiety and Depression Scale–Anxiety (HADS-A; rentang 0–21). Hubungan antara intensitas membaca dan kecemasan dianalisis menggunakan korelasi peringkat Spearman dengan α = 0,05. Terdapat korelasi negatif bermakna antara intensitas membaca Al-Qur’an dan kecemasan (r_s = −0,334; p = 0,002), yang menunjukkan bahwa intensitas membaca yang lebih tinggi terkait dengan skor kecemasan yang lebih rendah pada pasien pascastroke. Temuan ini mendukung potensi membaca Al-Qur’an sebagai adjuvan psiko-spiritual dalam perawatan pascastroke. Namun, desain cross sectional dan pengukuran swaberisi membatasi penarikan kausalitas. Diperlukan studi longitudinal atau intervensi multisenter untuk mengonfirmasi efektivitas dan merumuskan protokol klinis.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Beban Kerja dengan Kejadian Infark Miokard Akut Amelia, Hibriza Indah; Faizin, Chamim; Pratama, Susilo Budi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.16664

Abstract

Infark Miokardium Akut (IMA) merupakan keadaan miokardium atau otot jantung yang mengalami nekrosis karena jantung yang kekurangan oksigen secara mendadak akibat adanya aterosklerosis oleh emboli atau thrombus secara total. Faktor resiko dari penyakit ini adalah usia, jenis kelamin, Riwayat keluarga, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, obesitas, merokok, faktor psikosial, dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan aktivitas fisik dan beban kerja dengan kejadian Infark Miokard Akut. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Bulan Oktober 2023, jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional pada catatan rekam medis pasien terdiagnosis Infark Miokard Akut di RS Roemani Muhammadiyah Semarang selama periode Juni 2022-Juni 2023. Pengambilan data dilakukan secara total sampling dengan jumlah responden 32 responden. Kriteria inklusi sebanyak 32 responden dan eksklusi Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok jenis kelamin yang dominan adalah laki-laki dengan jumlah 25 (78,1%) orang. Kelompok usia mendominasi pada usia 56-65 tahun dengan jumlah 17 (53,1%) orang. Kelompok jenis pekerjaan terbanyak adalah pekerja swasta sebanyak 18 (56,3%) orang. Seluruh populasi pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan aktivitas fisik terdapat hubungan bermakna 0,010 (p<0,05) dengan kejadian infark miokard akut. Pada seluruh Seluruh populasi pasien yang memenuhi kriteria inklusi dengan beban kerja terdapat hubungan bermakna 0,003 (p<0,05) dengan kejadian infark miokard akut, Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan beban kerja dengan kejadian infark miokard akut.
Analisis Faktor Dukungan Keluarga Tentang Asupan Nutrisi Anak Penderita Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) Apriliana, Faiqoh Nadiyah; Pohan, Vivi Yosafianti; Faizin, Chamim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17077

Abstract

Dukungan keluarga merupakan sikap, perilaku, dan penerimaan keluarga. Dukungan keluarga meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan penghargaan. Faktor dukungan keluarga mempengaruhi asupan nutrisi anak penderita DHF karena nafsu makan turun. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor dukungan keluarga tentang asupan nutrisi anak penderita DHF di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Penelitian kuantitatif dengan survei analitik. Sampel 68 responden yaitu orang tua pasien anak DHF berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data melalui kuesioner demografi dan dukungan keluarga. Hasil analisis univariat dukungan keluarga baik yaitu 53 orang (79,4%), dukungan emosiona baik 54 orang (79,4%), dukungan instrumental baik yaitu 48 orang (70,6%), dukungan informasional baik yaitu 49 orang (72,1%), dan dukungan penghargaan baik yaitu 58 orang (85,3%). Hasil uji bivariat Uji Kruskal wallis dukungan keluarga p-value >0,05 disimpulkan tidak ada hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan dengan dukungan keluarga. Uji Rank spearman dinyatakan ada hubungan signifikan pendidikan dengan dukungan instrumental dengan nilai p-value 0,027. Uji Rank spearman dihasilkan ada hubungan signifikan pendidikan dengan dukungan penghargaan dengan nilai p-value 0,022.
The Relationship between Education Level and Scabies Prevention Behavior of Santri in Pondok Pesantren Y Pati Anggraeni, Nissa; Noviasari, Nina Anggraeni; Faizin, Chamim
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v5i11.1498

Abstract

Scabies can be prevented by implementing healthy behaviors such as scabies prevention behaviors. This can help reduce the spread of scabies transmission in boarding schools. One of the risk factors for scabies is the level of education. The incidence of scabies is mostly experienced by MTs students rather than MA students. Because MTs students tend to have poor scabies prevention behavior. In relation to the incidence of scabies in individuals, exposure experience is a crucial aspect because individuals of more mature age, namely MA students, have better potential in knowing how to prevent scabies. The purpose of this study was to determine the relationship between education level and the prevention behavior of scabies in students at Pondok Pesantren Y Pati. This study applied analytic observational method with cross sectional research design. The research sample was 56 male and 87 female students of Pondok Pesantren Y Pati who were selected through total sampling technique. The research instrument was a scabies prevention behavior questionnaire that had been tested for validity and reliability by Umi Hasanah, 2019. Data were analyzed by applying the chi square test at a significance level of 95%. There is a significant relationship between education level and scabies prevention behavior p = 0.000, with a PR value = 14.695. With the characteristics of male respondents = 56 students (39.2%), female = 87 students (60.8%), MTs = 93 students (65.0%), MA = 50 students (35%), students who experience scabies = 62 students (43.4%), students who do not experience scabies = 81 (56.6%). The level of education can affect the behavior of preventing scabies in students. There is a significant relationship between the level of education and the behavior of preventing scabies in students in boarding school Y pati.
Family Support System and Psychological Well Being in Patients with Chronic Kidney Disease Anggraini, Merry Tiyas; Alif Antoni, Asyam Baihaqi; Faizin, Chamim; Lahdji, Aisyah
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 13 No 1 March 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v13i1.27293

Abstract

Patients with chronic kidney disease rely on hemodialysis therapy for life support, and this treatment can impact their psychological well-being. Family support is a crucial factor influencing psychological well-being in these patients. This study aims to investigate the correlation between family support and the psychological well-being of chronic kidney disease patients. The research employed an observational analytic cross-sectional design, with respondents being patients at Roemani Hospital in Semarang who underwent hemodialysis in October 2022. The study utilized questions to assess perceived social support from family and a psychological well-being scale. The statistical analysis employed the Spearman rank test, revealing a strong relationship between family support and the psychological well-being of chronic kidney disease patients, with a positive correlation (p = 0.001, r = 0.661). The findings suggest that higher levels of family support are associated with better psychological well-being in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.