Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di SD Inpres 09 Sausapor Kabupaten Tambrauw Tamaela, Josepha Mariana; Sanggel, Mariyo Jane; Mende, Juniarto; Idris, Irma
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v4i2.662

Abstract

Penerapan kebutuhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sangat penting di sekolah. seiring banyaknya penyakit pada anak sekolah dari 8 indikator PHBS tingkat sekolah yaitu: diare, penyakit gigi, keracunan makanan, ISPA, demam berdarah, dan sebagainya yang berkaitan dengan PHBS itu sendiri. Pola hidup bersih dan sehat merupakan pembiasaan perilaku sehat dan kesadaran diri. Kegiatan ini memegang peranan penting dalam kesehatan masyarakat. perilaku ini dapat mencegah terjadinya penyakit jika lingkungan kita bersih dan segar. Penerapan PHBS di sekolah ini bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah. meningkatkan perilaku ini mungkin dapat membantu dalam meningkatkan kesehatan sekolah Perilaku kesehatan dapat dipengaruhi oleh atribut-atribut personal seperti karakteristik perkembangan anak dan karakteristik individu anak. Beberapa hal yang perlu dilakukan sebagai upaya PHBS di sekolah antara lain membuang kotoran di lingkungan sekolah, mencuci tangan dengan sabun dan air keran, mengonsumsi makanan sehat di kantin sekolah, menggunakan wewangian yang bersih dan sehat, serta berolahraga di lingkungan yang terkendali. PHBS di sekolah ini bertujuan untuk menjamin siswa, guru, dan warga sekolah siap berperan aktif dan berfungsi, memperhatikan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan tentang PHBS terutama pada siswa/siswi sekolah dasar. Metode dalam kegiatan ini yaitu dengan memberikan edukasi dengan metode ceramah dan memberikan kesempatan bagi siswa/ siswi dalam memberikan pertanyaan.pembelajaran ini memberikan pengetahuan PHBS terutama di area sekolah.
PENATALAKSANAAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MOBILISASI FISIK PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT BANGSAL BEDAH Tamaela, Josepha Mariana; Mansoben, Novita; Fitriani, Fitriani; Homer, Meskelina Susana
Nursing Arts Vol. 19 No. 2 (2025): NURSING ARTS
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36741/na.v19i2.113

Abstract

Mobilisasi dini merupakan upaya penting pada pasien pascaoperasi untuk memulihkan fungsi tubuh dan mempercepat proses penyembuhan. Keberhasilan mobilisasi dini dipengaruhi oleh pemahaman pasien dan peran perawat dalam menerapkan standar prosedur operasional (SPO). Penelitian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan SPO mobilisasi fisik oleh perawat pada pasien pascaoperasi di ruang rawat inap bedah RSUD Kabupaten Sorong. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan total sampel 49 perawat yang diambil secara total sampling pada Juli–Agustus 2024. Instrumen penelitian berupa SPO mobilitas fisik, dengan analisis data univariat. Hasil menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (89,8%), berusia 25–36 tahun (46,9%), masa kerja <10 tahun (67,3%), dan pendidikan Ners (53,1%). Sebanyak 93,8% perawat tidak melaksanakan mobilisasi fisik sesuai SPO. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman dan kepatuhan perawat terhadap SPO mobilisasi dini.