Claim Missing Document
Check
Articles

Efikasi Dua Jenis Ekstrak Tumbuhan Dan Kombonasi Keduanyaterhadap Mortalitas Hama Ulat Bawang Merah (Spodoptera exigua Hubn) (Lepidoptera: Noctuidae) Muh. Rifai; Hasriyanty Hasriyanty; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 4 No 6 (2016): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui konsentrasi yang efektif dan efisien dari dua jenis tumbuhan pada pengujian tunggal dan kombinasi keduanya terhadap mortalitas larva Spodoptera exiqua serta menentukan nilai LC50. Kegunaan penelitian ini diharapkan sebagai bahan informasi tentang 2 jenis tumbuhan yang bekerja secara kompatibel dalam pengendalian hama S. exigua. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2014 yang bertempat di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Tadulako. Penelelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (K1 = 0.25%) B (K2 = 0.50%) C (K3 = 0,75%) D (K4 = 1,00%) dan E (K5 = 1.25%). Peubah yang diamati yaitu mortalitas larva S. exigua. Larva yang digunakan yaitu instar 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengujian tunggal ekstrak tumbuhan sidondo konsentrasi 1% merupakan konsentrasi yang efektif dengan nilai LC50 sebesar 0,10% dengan mortalitas mencapai 83,33% dan ekstrak tumbuhan patah tulang (Euphorbia rucalli)1% merupakan konsentrasi yang efektif dengan nilai LC50 sebesar 0,08% dengan mortalitas mencapai 83,33%. Kombinasi konsentrasi ekstrak tumbuhan sidondo (Viteks negundo L.) dan patah tulang (Euphorbia tirucalli) 0,50% merupakan konsentrasi yang efektif dengan nilai LC50 sebesar 0,09% terhadap mortalitas larva S.exigua dengan Kematian 48 JSA dapat mencapai 83,33%.
Identifikasi Morfologi Dan Anatomi Jeruk Lokal (Citrus sp) Di Desa Doda Dan Desa Lempe Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso Surya Oktafia Adelina; Enny Adelina; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 5 No 1 (2017): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanaman jeruk berdasarkan cirri morfologi dan anatomi daun di Desa Doda dan Desa Lempe Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso. Pengamatan cirri morfologi dilaksanakan di Desa Doda, dan Lempe, sedangkan pengamatan anatomi dilakukan di Laboratoroium Ilmu dan Teknologi Benih serta Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, mulai bulan Oktober hingga November 2015. Peubah morfologi yang diamati meliputi bentuk dan warna batang, bentuk percabangan, tajuk, diameter tajuk, permukaan batang, bentuk tepi dan ujung daun, simetri daun, warna flus, permukaan atasdan bawah daun, daging daun, ukuran daun, warna tangkai daun, bentuk tangkai, panjang tangkai. Peubahan anatomi daun terdiri atas kerapatan dan indeks stomata. Hasil penelitian menunjukkan karakter morfologi dan anatomi yang diamati berdasarkan analisis cluster yang digambarkan dalam bentuk dendrogram. Hasil analisis kluster kedua desa menghasilkan dua sampai tiga aksesi yang dapat dijadikan sebagai langkah awal ditemukannya benih jeruk bermutu.
KELIMPAHAN JENIS SERANGGA PENGUNJUNG PADA TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Hawati Hawati; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 5 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan serangga yang mengunjungi tanaman kacang panjang. Sampling serangga dilakukan setiap seminggu sekali menggunakan perangkap kuning dan jaring serangga yang dilakukan 3 kali ulangan dan 5 kali pengambilan sampel. Serangga yang ditemukan diawetkan dalam larutan alcohol 70% kecuali kupu-kupu dan ngengat dan selanjutnya diidentifikasi berdasarkan buku kunci determinasi serangga di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Hasil penelitian menunjukkan terdapat total 455 individu serangga yang ditemukan yang meliputi dalam 8 ordo, 12 famili dan 21 spesies. Ordo dan Famili yang ditemukan adalah Diptera (Drosophilidae, Tephritidae dan Tachinidae), Hymenoptera (Formicidae dan Argidae), Coleoptera ( Coccinelidae, Chrysomelidae dan Scarabidae), Lepidoptera (Noctuidae), Blataria (Blattelidae), Homoptera (Cicadellidae), Hemiptera (Reduvidae dan Alynidae), Dermaptera ( Forficulidae). Ordo yang paling banyak ditemukan individunya adalah ordo Dipteradengan kelimpahan relative 38,02% dan yang paling sedikit adalah ordo Blataria dan ordo Dermaptera dengan kelimpahan relative masing-masing 0,21%. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Empoascini sp. dengan kelimpahan relative 22,41% disusul archytas sp. Dengan kelimpahan relative 21,53% dan spesies dengan jumlah yang paling sedikit adalah Galghupa sp., Blatella sp., dan Euborellia sp. Dengan kelimpahan 0,21%.
KEANEKARAGAMAN SEMUT (HYMENOPTERA: FORMICIDAE) PADA EKOSISTEM TANAMAN KAKAO DENGAN KETEBALAN SERESAH DAN JARAK DARI HUTAN YANG BERBEDA DI KECAMATAN LORE UTARA Suyadi Suyadi; Shahabuddin Shahabuddin; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 2 (2021): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman semut pada ekosistem tanaman kakao dengan perlakuan saresah dan jarak dari hutan di Kecematan Lore Utara. Manfaat dari penelitian ini adalah diharapkan menjadi salah satu acuan untuk mengetahui keragaman semut serta memanfaatkannya sebagai salah satu agens hayati. Semut pada pohon Kakao dan pada permukaan tanah dilakukan dengan pemberian umpan berupa ikan tuna dan larutan gula. Kemudian mengambil beberapa semut yang tertarik dengan umpan dengan menggunakan pinset serangga untuk selanjutnya dimasukkan kedalam botol sampel yang sebelumnya telah di isi dengan alkohol 70%. Pada penelitian ini ditemukan 10.793 individu yang terbagi ke 3 sub famili (Formicinae, Dolichoderinae, dan Ponerinae) dan 10 spesies semut (Oecophilla smaragdina, Anoplolepis gracilipes, Polyrhachis aberrans, Dolichoderus thoracicus, Odontomachus simillimus, dan Odontomachus biolleyi). Indeks keanekaragaman dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon – Wiener (H’) dan tergolong kategori sedang.
PENGARUH KEMANGI (Ocimum sancrum L.) DAN KENIKIR Cosmos caudatus Kunth.) SEBAGAI TANAMAN REPELLENT TERHADAP Spodoptera exigua Hubn. (LEPIDOPTERA: NOCTUIDAE) PADA TANAMAN BAWANG MERAH Ummi Azwarni; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh tanaman kemangi (Ocimum sancrum L.) dan kenikir (Cosmos caudatus Kunth.) sebagai tanaman repellent terhadap kepadatan populasi dan intensitas serangan Spodoptera exigua Hubn. serta produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAL) dengan 4 perlakuan dan tiga ulangan. (T0) Penanaman Bawang Merah Secara Monokultur . (T1), Tanaman Kemangi dan Kenikir ditanam Bersama dianantara Tanaman Bawang Merah , Tanaman Kemangi ditanam Bersama dianantara Tanaman Bawang Merah (T2), dan Tanaman Kenikir ditanam Bersama Tanaman Bawang Merah (T3) dengan 3 kali ulangan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan populasi tanaman kemangi dan kenikir ditanam secara bersamaan diantara tanaman bawang merah lembah Palu (T1) dapat menekan kepadatan populasi larva Spodoptera exigua dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sedangkan pada perlakuan Tanaman Kemangi ditanam diantara Tanaman Bawang Merah Lembah Palu (T2) mampu menghasilkan kualitas produksi yang baik. Perlakuan tanaman kemangi dan kenikir sebagai tanaman repellent tidak berpengaruh nyata pada hasil produksi bawang merah lembah Palu.
EFEKTIVITAS BEBERAPA EKSTRAK TUMBUHANSEBAGAI PESTISIDA NABATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA ULAT BAWANG Spodoptera exigua Hubner(Lepidoptera: Noctuidae) PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Vivi Delvia; Hasriyanty Hasriyanty; Burhanuddin Nasir
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 6 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beberapa ekstrak tumbuhan sebagai pestisida baik pengujian tunggal dan campuran dalam mengendalikan hama ulat bawang S. exigua. Penelitian ini di laksanakan dilahan bawang merah milik petani di Desa Oloboju Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah dari Maret - Mei 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan yaitu kontrol (E0), ekstrak tumbuhan sidondo dosis 30 ml/L (E1), ekstrak tumbuhan sidondo + babadotan dosis 30 ml/L (E2), ekstrak tumbuhan sidondo + mengkudu dosis 30 ml/L (E3), ekstrak tumbuhan babadotan + mengkudu dosis 30 ml/L (E4). Pengambilan sampel dilakukan dengan pola diagonal yaitu dengan menetapkan 10 rumpun/petak. Pengambilan sampel dilakukan dengan interval waktu seminggu sekali sebanyak 5 kali pengamatan. Hasil penelitian menujukkan perlakuan ekstrak tumbuhan sidondo + mengkudu (E3) memperlikatkannilai terendah pada kepadatan populasi dan intensitas serangan dengan rata-rata 0,75 (ekor) dan 1,05%, dan perlakuan E1 ekstrak sidondo memperlihatkan produksi 3,25 ton/ha.
PENGARUH Beauveria bassiana DAN MIKORIZA TERHADAP SERANGAN ULAT BAWANG Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera: noctuidae) Suciawanti Suciawanti; Shahabuddin Saleh; Hasriyanty Hasriyanty; Valentino Valentino
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hama yang banyak ditemukan pada pertanaman bawang merah adalah Spodoptera exigua Hubner (lepidoptera: noctuidae). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Beauveria bassiana dan Mikoriza terhadap serangan Ulat Bawang (Spodoptera exigua). Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial, yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama yaitu pengaplikasian pupuk Mikoriza (M) dengan dosis 0 gram/tanaman (M0), 5 gram/tanaman (M1), dan 10 gram/tanaman (M2). Sementara faktor kedua yaitu bioinsektisida B. bassiana (B) dengan pengaplikasian setiap 5 hari (B1) dan pengaplikasian setiap 10 hari (B2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Kombinasi perlakuan B. bassiana dan Mikoriza tidak berpengaruh terhadap populasi S. exigua di semua usia tanaman. Namun secara terpisah, perlakuan B. bassiana berpengaruh nyata terhadap populasi S. exigua di semua usia tanaman. Perlakuan Mikoriza berpengaruh terhadap populasi dan serangan S. exigua di semua usia tanaman; dan 2) Aplikasi B. bassiana dan mikoriza hanya berpengaruh nyata pada usia 7 MST.
PENGARUH POPULASI KEMANGI (OCIMUM SP.) SEBAGAI SUMBER REPELLENT TERHADAP PLUTELLA XYLOSTELLA L. (LEPIDOPTERA: PLUTELLIDAE) PADA BUDIDAYA SAWI ORGANIK Chrisvina Chrisvina; Alam Anshary; Hasriyanty Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the effect of the population of basil as a repellent plant on the population density of Plutella xylostella in mustard greens. The research was carried out in a coffee plantation Donggala district of Central Sulawesi province in July – September 2019. This study used a Randomized Block design (RBD) method consisting of four treatments with three replicates. The treatments given were monoculture mustard cultivation (T0), population of six basil plants with spacing 70 × 70 cm grown between mustard plants (T1), population of eight basil plants with spacing 60 × 60 cm grown between mustard plants (T2), and population of 12 basil plants with spacing 50 × 50 cm grown between mustard plants (T3). The basil plants significantly reduced the population and intensity attacks of Plutella xylostella pest on the mustard plants. The T3 treatment had the lowest Plutella xylostella counts, with only three moths discovered, whereas the largest pest populations were seen in the monocultures.
PENGARUH TANAMAN REFUGIA TERHADAP KEANEKARAGAMAN SERANGGA PENYERBUK PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DI DESA POMBEWE KECAMATAN SIGI BIROMARU, KABUPATEN SIGI Siskawati Siskawati; Hasriyanty Hasriyanty; Shahabudin Saleh
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i3.1732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanaman refugia terhadap keanekaragaman serangga penyerbuk pada tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian menggunakan dua spesies tumbuhan bunga yang berbeda sebagai tumbuhan suaka: kenikir (Cosmos caudatus), marigold (Tagetes sp.), kenikir dan marigold, dan tanpa refugia. Koleksi serangga dilakukan dengan menggunakan jaring ayun atau Sweep Net. Dari hasil penelitian menunjukkan pada pertanaman padi sawah ditemukan serangga penyerbuk dari ordo Hymenoptera, Diptera, dan Lepidoptera dan didominasi oleh Ordo Hymenoptera baik dari segi jumlah spesies maupun jumlah individu. Ditemukan perbedaan jumlah spesies dan jumlah individu serangga penyerbuk pada setiap perlakuan tanaman refugia. Jenis serangga penyerbuk paling banyak ditemukan adalah pada perlakuan kenikir (16 spesies), dibandingkan dengan perlakuan marigold (13 spesies), campuran kenikir dan marigold (13 spesies), dan tanpa refugia (2 spesies). Indeks keanekaragaman serangga penyerbuk dalam kategori sedang ditemukan pada tanaman padi yang menggunakan tanaman refugia baik kenikir (H’= 2.11), marigold (H’=2.04), maupun kombinasi keduanya (H’=1.85). Sedangkan indeks keanekaragaman rendah diperoleh pada perlakuan kontrol atau tanpa refugia (H'=0,59). Hasil penelitian menunjukkan tanaman refugia meningkatkan keranekaragaman serangga penyerbuk di tanaman padi sawah.
Application of zero waste farming system technology for the empowerment of farmers and breeders in Sigi Regency, Central Sulawesi Hasriyanty Hasriyanty; Burhanuddin Haji Nasir; Sulaeman Sulaeman; Sri Anjar Lasmini
Community Empowerment Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10445

Abstract

The Covid-19 pandemic affects all sectors, including agriculture. Challenges faced by the "Belo Singgani" Livestock Farmer Group include a lack of skills in enhancing agricultural productivity at a macro level, resulting in low marketability of agricultural products, and insufficient community engagement and awareness regarding agricultural maintenance and utilization. To address these issues, implementing zero waste farming system technology, specifically integrated farming techniques, is proposed as a solution. The Community-based Empowerment Program (PBM) aims to support the community in implementing a zero waste farming system for economic empowerment post-Covid-19. Methods employed include training, demonstration plots, and community assistance. Results from the community service initiative indicate an 80% increase in participants' knowledge about zero-waste farming systems and 60% of participants successfully utilizing waste to produce organic fertilizer. This is evidenced by the production and utilization of organic fertilizer, contributing to the development of a sustainable zero waste farming system.