Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELOMPOK DASAWISMA DALAM MEMENUHI KECUKUPAN GIZI MASYARAKAT MELALUI BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI LAHAN PEKARANGAN Rosmini, Rosmini; Lasmini, Sri Anjar; Hasriyanty, Hasriyanty; Lakani, Irwan; Edy, Nur; Idham, Idham
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2052

Abstract

Dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat banyak menghadapi kendala terutama karena akibat perubahan kondisi lingkungan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan semakin banyaknya kasus serangan hama dan penyakit tanaman yang menyebabkan terjadinya penurunan hasil panen. Solusi yang ditawarkan adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman. Program pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi masyarakat sasaran dalam dalam hal: (1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, terutama pengelolaan lahan pekarangan secara intensif untuk budidaya tanaman sayuran; (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan penanaman secara mandiri minimal untuk memenuhi kebutuhan pangannya sendiri; (3) Membangkitkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran yang banyak manfaatnya karena mengandung vitamin (4) mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga untuk meningkatkan pendapatan keluarga masyarakat. Metode yang diterapkan meliputi: (a) penyuluhan tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan secara intensif melalui pengembangan sayuran (b) pelatihan partisipatif untuk peningkatan keterampilan dalam melakukan indentifikasi potensi, permasalahan dan peluang pengembangan usaha (c) pelatihan teknik pengembangan lahan pekarangan berbasis produk sayuran organik serta (d) pendampingan pengelolaan lahan pekarangan secara intensif dengan melibatkan sumber daya keluarga bersama kelompok masyarakat sasaran secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat meningkat pengetahuan dan ketrampilannya setelah mengikuti program ini yang ditandai dengan adanya usaha budidaya sayuran di lahan pekarangan masing-masing, khususnya bagi anggota kelompok dasawisma yang menjadi mitra kegiatan pengabdian.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU PETANI TERHADAP PENGGUNAAN PESTISIDA KIMIA DALAM PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN JAGUNGDI KECAMATAN TANAMBULAVA Fikriansyah, Moh.; Saleh, Shahabudin; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 2 (2024): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i2.2106

Abstract

Central Sulawesi Province is a significant corn-producing region in Indonesia, with an average production of 193,522.8 t/year from 2013-2017. Sigi Regency, one of the largest corn producers in the province, has a harvest area of 10,700 ha, yielding 44,115 t annually, with an average productivity of 4.2 t/ha. Despite the prevalence of chemical pest control methods among farmers, awareness of the negative impacts of these chemicals is limited. This study aims to analyze the knowledge and behavior of farmers regarding pesticide use for maize pest control in Tanambulava District. The research was conducted in five villages within the district in 2022. Data were collected through interviews using a questionnaire, involving 45 farmers from 15 farmer groups, selected through purposive sampling. The study found that the knowledge of maize farmers in Tanambulava Subdistrict about pesticide use was relatively low. Many farmers lacked information on the proper use of chemical pesticides and their adverse effects on the environment and non-target organisms, leading them to prefer chemical control methods. The behavior of farmers in using pesticides is often incorrect, with practices such as mixing multiple pesticide types in one application and using dosages that deviate from recommendations. Differences in farmers' knowledge and behavior appear to be associated with variations in education level, age, and farming experience.
ESTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica Benth) BERPENGARUH KEPADATAN POPULASI DAN INTENSITAS SERANGAN TERHADAP Spodoptera frugiperda JE Smith (LEPIDOPTERA :NOCTUIDAE) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Haikal, Fikri; Yunus, Mohammad; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i4.2251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstraksi akar tuba (Derris elliptica Bent) terhadap kepadatan populasi dan intensitas serangan (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan juli sampai dengan September 2022 di Desa Kasoloang, Kecamatan Bambaira, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat. Hasil penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdiri dari 6 perlakuan dengan 5 kali ulangan sebagai berikut. D1 Perlakuan yang berikan Akar tuba 25 ml/l dan tween 80/L air, D2 Akar tuba 50 dan tween 80/L air ml/l air, D3 Akar tuba 75 ml/l dan tween 80/L air air, D4 Akar tuba 100 ml/l dan tween 80/L air dan D5 Akar tuba 125 ml/l dan tween 80/L air, variabel pengamatan yg diamati dalam penelititan ini adalah populasi S. frugiperda dan intensitas serangannya. Ekstraksi akar tuba berpengaruh nyata dapat menekan populasi dan intensitas serangan S frugiperda pada pertanaman jagung, populasi hama tertinggi terdapat pada tanaman tanpa perlakuan 0,31 individu/tanaman 21 hst dan populasi hama terendah pada perlakuan 0,16 ekor/tanaman 42 hst. Intensitas serangan tertinggi terdapat pada tanaman D0 16,00 indiviedu/tanaman 28 hst sedangkan intensitas serangan terendah terdapat di pertanaman D5 1,80 individu/tanaman. Dapat disimpulkan pemberian ekstrak akar tuba sebagai pestida nabati berpengaruh nyata terhadap kepadatan populasi dan intensitas serangan S.frugiperda.
EKSPLORASI CENDAWAN ENTOMOPATOGEN DARI TANAH PERTANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Megawati, Megawati; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 2 (2025): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i2.2548

Abstract

Penggunaan cendawan entomopatogen sebagai agens pengendali hayati merupakan salah satu cara untuk menghindari dampak negatif bahan kimia terhadap lingkungan.Beberapa organisme yang dapat bertindak sebagai agens hayati meliputi hewan vertebrata, serangga, nematoda, bakteri, virus dan jamur atau cendawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi cendawan entomopatogen pada tanah pertanaman bawang merah yang berpotensi sebagai agen hayati. Penelitian ini dilakukan dengan 3 tahapan yaitu tahap pertama dengan melakukan survey lokasi dan tanah serta pengambilan sampel tanah pertanaman bawang merah di Desa Oloboju, Salowe dan Pombewe, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada kedalaman tanah yaitu 0-30 cm. Tahapan kedua melakukan identifikasi cendawan entomopatogen yang didapatkan dari larva dilaboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan. Pada tahap ketiga dilakukan uji patogenisitas cendawan dengan pengenceran spora 10-3/ml, 10-5/ml, 10-7/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cendawan yang ditemukan memiliki kemiripan dengan cendawan Fusarium sp. Dan Trichoderma sp. Pada uji patogenesitas , kedua cendawan mampu menimbulkan infeksi pada larva S. exigua.
EKSPLORASI MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN KAKAO MONOKULTUR DAN POLIKULTUR Mayang, Oriza Meiftah; Hasriyanty, Hasriyanty; Khasanah, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2681

Abstract

Peran makrofauna tanah sebagai pengurai sangat berguna dalam proses jaring-jaring makanan yang ada yang hasilnya dimanfaatkan oleh tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman dari makrofauna tanah yang terdapat pada lahan pertanaman kakao tipe monokultur dan tipe polikultur. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan April 2023. Pengambilan sampel dilakukan di lahan pertanaman kakao di Desa Saloya, Kec. Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sampel diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi langsung pada lahan pertanaman kakao untuk mengindentifikasi makrofauna tanah yang terdapat pada lahan monokultur dan polikultur dan di klasifikasikan sesuai dengan Ordo, Famili dan Genus pada setiap spesies. Data hasil identifikasi di analisis pada indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks keanekaragaman dan uji t tidak berpasangan.hasil penelitian memperoleh 7 ordo, 9 Famili, 11 genus dan spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan baik di lahan pertanaman kakao monokultur ataupun polikultur yaitu Selonopsis. invicta (Hymenoptera : Formicidae) dengan jumlah 133 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 166 ekor dan paling sedikit yaitu Gryllotalpa grillotalpa (Orthoptera : Gryllotalpa). berjumlah 2 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 3 ekor. Indeks kepadatan di perkebunan kakao monokultur dan polikultur masuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata pada lahan mokulutur sebedsar 231,12 ekor/ 1,6m2 dan pada lahan monokulur sebesar 270,62 ekor/ 1,6m2, Indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur sebesar 0,28 dan pada lahan polikultur sebesar 0,26 indeks keaenkaragaman pada lahan perkebunan kakao termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur 1,41 dan 1,46 pada lahan polikultur. Semua spesies makrofauna yang didapatkan berpengaruh signifikan kecuali S. invicta dan P. spiralis tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi tipe lahan berbeda.
Pelatihan dan Aplikasi Pupuk Organik dari Limbah Kulit Kakao bagi Petani di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Toana, Moh. Hibban; Tangkesalu, Dance; Mutmainah, Mutmainah; Pasaru, Flora; Hasriyanty, Hasriyanty; Nasir, Burhanuddin Haji; Khasanah, Nur; Yunus, Moh.; Idham, Idham; Wahid, Abd.; Lasmini, Sri Anjar
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding SENAM 2025: Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sejahtera termasuk salah satu sentra pengembangan kakao di Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Secara astronomis Desa Sejahtera terletak pada  posisi 119°38’45’’ - 120°21’24’’ Bujur Timur dan 0°52’16’’ - 2°03’21’’ Lintang Selatan, berjarak 66 km dari kota Palu dan dapat ditempuh dengan semua jenis kendaraaan bermotor.  Pekerjaan utama masyarakat di Desa Sejahtera umumnya adalah petani dengan komoditi yang diusahakan adalah kakao. Produktivitas kakao yang dicapai petani saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan rata-rata produksi kakao nasional, hal tersebut disebabkan antara lain berkurangnya kualitas lahan akibat praktik budidaya yang kurang berkelanjutan. Program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti sebanyak 20 orang dari kelompok tani Tunas Harapan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan dan aplikasi pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao. Metode yang diterapkan adalah pelatihan dan demonstrasi teknologi.  Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa petani dapat memanfaatkan limbah kulit buah kakao menjadi pupuk organik, dan dapat mengaplikasikan ke lahan usaha taninya. Pengetahuan dan keterampilan 20 orang peserta dalam pembuatan dan pengaplikasian pupuk organik berbahan limbah kulit buah kakao meningkat masing-masing sebesar 75% dan 50%. Pupuk organik berbahan limbah kulit kakao yang sudah dihasilkan oleh petani mitra untuk setiap kali memproduksi pupuk organik tersebut berkisar antar 300-500 kg yang dihasilkan selama waktu 3 minggu pengomposan bahan organik. Dengan pengembangan dan produksi pupuk organik maka ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik dapat dikurangi.
PREFERENSI KUTU DAUN Aphis gossypii Glover (HEMIPTERA:APHIDIDAE) PADA BEBERAPA JENIS TANAMAN INANG Putri, Alisya; Yunus, Moh; Hasriyanty, Hasriyanty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 6 (2023): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i6.2004

Abstract

Kutu daun merupakan salah satu hama utama pada sebagian besar jenis tanaman budidaya yang memberi dampak pada pengurangan hasil panen. Salah satu spesies kutu daun yang menjadi keluhan oleh petani adalah Aphis gossypii Glover. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari preferensi kutu daun A. gossypii Glover (Hemiptera: Aphididae) dibeberapa jenis tanaman inang. Penelitian dilaksanakan November sampai Desember 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan dan Kebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yang diacak menjadi 5 kelompok berdasarkan pengamatan Minggu Setelah Investasi (MSI) 1 MSI, 2 MSI, 3 MSI, 4 MSI dan 5 MSI sebagai berikut P1= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Jagung (Z. mays), P2= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Kacang panjang (V. sinensis), P3= 2 kutu daun A. gossypii + Tanaman Terong (S. melongena), P4= 2 Kutu daun A. gossypii + Tanaman Tomat (S. lycopersicum) dan P5= 2 Kutu Daun A. gossypii + Tanaman Cabai (C. annum). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Sidik Ragam yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa A. gossypii mempunyai preferensi paling tinggi pada tanaman cabai dengan jumlah nimfa terbanyak 8 ekor (pada pengamatan 1 MSI) dan jumlah nimfa terendah terdapat pada tanaman terong 1 ekor (pada pengamatan 2 MSI)
Keanekaragaman semut dan pola keberadaannya pada daerah urban di Palu, Sulawesi Tengah Hasriyanty, Hasriyanty; Rizali, Akhmad; Buchori, Damayanti
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 12 No 1 (2015): Maret
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.873 KB) | DOI: 10.5994/jei.12.1.39

Abstract

Land-use change, mainly from natural forest to agricultural or settlement area, beside have negative impact on biodiversity also cause a new problem such as the presence of pests. In urban area, the most intrusive and common pest is ant. The objective of this research was to study the occurrence pattern of ants in urban habitat. The research was conducted in several urban habitat in of Palu, Central Sulawesi include of settlement, garden, city park, shrub, agricultural area and forest margin. Ants were observed with bait trap using tuna and sugar. In total, we found 38 ant species from all gradients of urban habitat in Palu. Ant diversity were significantly correlated with habitat condition. Species richness and composition of ants tend to increase with decreasing degree of human disturbance (from settlement to forest margin). The most dominant ant that always found in all urban habitat are Anoplolepis gracilipes, Solenopsis geminata and Paratrechina longicornis. Those species are wellknown as tramp species that co-exist with human and have negative impact to local ant species. Urbanization and anthropological disturbance facilitate the occurrence of tramp ant species in Palu urban habitat.