Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Unknown Affiliation

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUASAI TERHADAP PENGHARGAAN DIRI DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP ., Putu Intan Rossitha; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4028

Abstract

Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan (2) apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang merupakan kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengujian kedua hipotesis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 2,144 >t_tabel=1,672) dan (2) kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 3,760>t_tabel=1,672). Dengan demikian, model pembelajaran KUASAI berpengaruh positif terhadap penghargaan diri dan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : model pembelajaran KUASAI, penghargaan diri siswa, kemampuan koneksi matematis This research was a quasi-experimental research and the design research was Post-test Only Control Group Design. This research aimed at determining (1) whether the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning and (2) whether the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning. The population was all regular 7th grade students of SMP Negeri Singaraja 5 in the academic year 2013/2014. Sampling was taken by simple random sampling technique. Hypotheses were tested with one tailed t-test with a significance level of 5%. The results of hypotheses testing showed that (1) the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning (with t_count= 2,144>t_table=1,672) and (2) the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning (with t_count=3,760>t_table=1,672). Thus, KUASAI learning model had a positive effect on students’ self-esteem and mathematical connection ability.keyword : KUASAI learning model, students' self-esteem, mathematical connection ability
Pengaruh Metode Resource Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha ., Ni Wayan Ningsih Ratnasari; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resource based learning terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan VII-1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group. Pada penelitian ini, kemampuan komunikasi matematika siswa yang diteliti hanya sebatas kemampuan komunikasi matematika tertulis. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika, yaitu berupa tes uraian yang diberikan pada akhir penelitian. Skor tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning =30,3235 dan rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional =23,9429. Nilai t_hitung=3,3546 lebih dari nilai t_tabel=1,6679, sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, atau dengan kata lain penerapan metode resource based learning berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : Resource Based Learning, komunikasi matematika This research is aimed to know whether the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning. The population in this research was all of seventh grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. in the 2014/2015 academic year. The selecting sample process was done by the random sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group. In this research, the competence of student’s mathematics communication is researched only competence of written mathematics communication. The data of mathematics communication skill collected by using mathematics communication skill test, formed of essay test that given at last. The score of mathematical reasoning skill test were analyzed by using right tailed t-test. Based of analysis data results, obtainable the value of average score the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method =30,3235 and the students who learned with conventional learning =23,9429. The value of t_obs=3,3546 more than t_cv=1,6679, so H_0 is rejected. So that, the conclution is that the Resource Based Learning Method provided positive effect toward the competence of student’s mathematics communication, who is the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning.keyword : Resource Based Learning, mathematics communication
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP DI KAPUPATEN BULELENG ., Ni Luh Made Martini; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran model metakognitif berorientasi pemecahan masalah matematika otentik yang relevan dan valid untuk meningkatkan kompetensi matematis tingkat tinggi siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut menggunakan prosedur pengembangan teori Plomp, yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Namun dalam penelitian ini prosedur pengembangan hanya sampai pada tahap keempat. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP kelas VIII di Kabupaten Buleleng. Proses pengembangan yang dilakukan diawali dengan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran berdasarkan pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, pembelajaran inovatif serta kebutuhan guru di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perangkat yag berupa buku siswa dan buku petunjuk guru sesuai dengan deskripsi perangkat pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan karakteristik di atas. Terakhir kualitas perangkat pembelajaran diukur berdasarkan tingkat validitasnya. Rata-rata Skor validitas yang diperoleh untuk buku siswa adalah 3,35 dan buku guru adalah 3,4 dengan kategori valid karena berada pada interval 2,5≤RS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Made Adi Wirayana; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan Kartu Soal dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan penelitian Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 510 siswa yang tersebar ke dalam 13 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sedangkan data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui penyebaran angket motivasi belajar kepada siswa pada masing-masing kelas sampel. Analisis data penelitian menggunakan uji Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal dengan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif Tipe Pair Checks, kartu soal, hasil belajar matematika The objective of the research is to investigate there are difference or not on student learning outcomes whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than student learning outcomes whose studied with conventional learning model. The student learning outcomes are defined on this research is problem solving ability and learning motivation. This research is belongs to quasi experiment which used post-test only control group design. The population was all students on eighth-regular grade of SMP Negeri 2 Singaraja in 2014/2015 academic year as many as 510 students who were distributed into 13 calsses. Sampling was done by cluster random sampling technique. The data of problem solving ability were collected by problem solving test type. In the other hand, the data of learning motivation were collected by questionnaires which were distributed for the each students. Both data were analyzed by using Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Based on the result of the research, showed that there are significant difference on student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than the student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with conventional learning model. On the last, this research concluded that the Pair Checks learning model combined with problems card give a positive influence on student learning outcomeskeyword : Pair Checks learning model, problems card, student learning outcomes
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Luh Suciari; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja yang terdiri dari 305 siswa. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID sebanyak 35 siswa sebagai kelas ekseprimen dan siswa kelas VIIIL sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilaithitung=3,514 lebih dari nilai ttabel=1,997. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning dengan Mind Mapping lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari skor yang diberikan oleh observer selama proses pembelajaran. Sehingga secara kuantitatif, skor aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen=73,44lebih dari skor aktivitas belajar siswa di kelas kontrol=71,33. Namun secara kualitatif memiliki kualitas yang sama yaitu termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, kemampuan pemahaman konsep, mind mapping, dan problem based learning The objective of this research is to investigate the effect of Problem Based Learning model with Mind Mapping towards students’ learning outcomes. Learning outcomes in this research were students’ understanding of mathematical concept and students’ learning activities. This research design was Post-Test Only Control Group Design. Population of this research was all eighth grade students in SMP Negeri 3 Singaraja which consists of 305 students. This research used random sampling technique. Sample of this research was all students in class VIIID as experiment class which consist of 35 students and all students in class VIIIL as control class which consist of 32 students. Data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through tests. These data were analyzed using one-tailed t-test. Hypothesis testing’s showed that the value of t-test= 3.514 which is greater than the value of t table = 1.997. Therefore the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model with Mind Mapping was better than the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model. Data of students' learning activity were obtained from the scores that given by the observer during the learning process. Score of learning activity in experiment class=73.44 quantitatively were better than score of learning activity in control class=71.33. But qualitatively both have the same quality that is classified in the high categorykeyword : learning activity, learning outcomes, mind mapping,problem based learning, and understanding of mathematical
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA ., I Komang Widanto; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian posttest-only nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data skor kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian, dan dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, dapat disimpulkan model self regulated learning memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran ekspositori, kemampuan komunikasi matematis This research aimed at describing the difference of mathematical communication ability between the students who taught with self regulatid learning model and the students who taught with expository learning model. This research was quasy experimental research by using posttest-only nonequivalent control group design. The population of this research was all of 10th grade students of SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The sample was taken by using random sampling technique. The data of students' mathematical communication ability scores were obtained using essay test. These data were analyzed by using t-test with significant level was 5%. The results showed that mathematical communication ability of students who taught with self regulated learning model was higher than the one of students who taught with expository learning model. Thus, it may be concluded that self regulated learning model has a positive influence of the students’ mathematical communication ability.keyword : self regulated learning model, expository learning model, mathematical communication ability
PENGARUH MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Luh Putu Teta Lamdani Nusantari; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu sebanyak 550 siswa (kelas unggulan yaitu VII.14 dan VII.15, kelas non-unggulan sebanyak 13 kelas lainnya). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelompok sampel (Kelas VII.1 dan VII.14 sebagai kelompok eksperimen, Kelas VII.2 dan VII.15 sebagai kelompok kontrol). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan rata-rata skor kelompok eksperimen = 31,17 dan kelompok kontrol = 20,19, serta harga thitung = 10,6443 sedangkan harga t(0,05;143) = 1,9767. Ternyata . Berdasarkan hal itu, diperoleh bahwa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran MEAs mampu membuat model matematika dari permasalahan sehingga siswa mampu memahami soal secara mendalam, memilah informasi yang penting untuk digunakan, dan siswa terbiasa untuk menyelesaikan permasalahan secara matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, matematika, Model-Eliciting Activities This research was aimed to determine wether mathematical problem solving ability of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) learning model better than mathematical problem solving ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all seventh grade student of SMP Negeri 2 Singaraja, as many as 550 students (excellent class is VII.14 and VII.15, and thirteen others grade non excellent classes). Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes (VII.1 class and VII.14 were experiment group, VII.2 and VII.15 were control group) . The research design was Post-test Only Control Group Design. The data of mathematical problem solving ability of students were collected through mathematical problem solving ability test. This data were analyzed using one-tailed t-test. The analysis result obtain the value of the average skor as experimental group = 31,17 and the control group = 20,19, t-arithmatic = 10.6443 while the value of t (0.05; 143) = 1.9767. It turns out t-arithmatic > t-table , Therefore the mathematical problem solving ability scores of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) better than the students who studied with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the MEAs learning were more to create a mathematical model of the problem so the students can understand the problem in depth, sorting out important information to be used, and students are accustomed to resolving problems mathematically compared to students who took conventional learning.keyword : problem solving ability, mathematic, Model-Eliciting Activities
PENGARUH MODEL PISK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Putu Sri Satri Dewi; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik dari prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment, dengan rancangan posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 3 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih yaitu kelas VIII H sebagai kelas kontrol dan kelas VIII K sebagai kelas eksperimen. Data prestasi belajar matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes prestasi belajar matematika berbentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis menunjukkan nilai thitung sebesar 7,2685 dan ttabel sebesar 1,6698. Ini berarti thitung > ttabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model PISK lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model PISK, model pembelajaran konvensonal, prestasi belajar matematika siswa This research was aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than mathematics achievement of students who learned through conventional learning models. The kind of this study is quasi eksperiment, with posttest only control group design. The population of this study was the eighth grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2015/2016. The samples were determined by simple random sampling technique. The selected sample were VIII H as control class and VIII K as experimental class. The data of mathematics achievement collected by mathematics achievement test in esay type. All the data were analyzed by inferential statistics namely t-test. The analysis showed ttest amounted to 7,2685 and ttable amounted to 1,6698. This means ttest > ttable so H0 rejected and H1 accepted. Based on this result, It can be concluded that the mathematics achievement of students who learned through PISK models was better than the mathematics achievement of students who learned through conventional learning models.keyword : PISK models, conventional learning models, mathematics achievement of students
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., Ni Putu Nitha Santari; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA-IPA BERPENDEKATAN TEMATIK BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA ., I Putu Agus Wisnu Wardana; ., Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta,; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test only. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2012 / 2013 yang berjumlah 577 orang yang tersebar ke dalam 14 kelas. Dari 14 kelas yang ada diambil empat kelas yang digunakan sebagai sampel penelitian dimana empat kelas tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari satu kelas unggulan dan satu kelas non-unggulan dan tidak berbeda pula dengan kelompok kontrol. Pemilihan sampel kelas yang menjadi kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di uji menggunakan t-test. Hasil pemberian post-test didapat rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 22,79 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 19,3. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% untuk skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh nilai statistik thitung = 2,715 lebih daripada t0,05 = 1,645 dengan derajat kebebasan 160. Nilai statistik ini memiliki makna bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran Matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pendekatan Tematik, Kearifan Lokal, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims at discovering effect of the thematic and local wisdom oriented learning model for the integrated mathematics and science (TLWLM) on student’s mathematical problem solving ability. The problem solving ability of students who had been taught in TLWLM classroom is compared with those of conventional classroom. This research is a quasi-experiment with post-test only design. The population of this research is the whole students of 7th grader of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year of 2012/2013, with the amount of 577 students who are divided into 14 classes. Four classes out of those are taken as the sample of the research, which are divided into two groups; experiment group and controlled group. The experiment group consists of one leading class and one regular class, and so does the controlled group. Those sample classes are chosen using simple-random-sampling technique. After being given the post test, the result data of the students’ mathematical problem solving ability are tested by t-test. The result shows that the mathematical problem solving ability of the experiment group is 22.79, while controlled group’s is 19.3. Hypothesis test result using t-test with significance rate of 5% for students’ mathematical problem solving ability shows statistic value of tcalculation = 2.715 more than t0.05 = 1.645 with degree of freedom of 160. This statistic value means that the mathematical problem solving of the students who learned in TLWLM classroom is much better those of student’s who learned in conventional classroom.keyword : Thematic approach, Local Wisdom, Conventional Learning, Mathematical Problem Solving Ability