Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Unknown Affiliation

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUASAI TERHADAP PENGHARGAAN DIRI DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP Putu Intan Rossitha .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4028

Abstract

Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan (2) apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang merupakan kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengujian kedua hipotesis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 2,144 >t_tabel=1,672) dan (2) kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 3,760>t_tabel=1,672). Dengan demikian, model pembelajaran KUASAI berpengaruh positif terhadap penghargaan diri dan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : model pembelajaran KUASAI, penghargaan diri siswa, kemampuan koneksi matematis This research was a quasi-experimental research and the design research was Post-test Only Control Group Design. This research aimed at determining (1) whether the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning and (2) whether the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning. The population was all regular 7th grade students of SMP Negeri Singaraja 5 in the academic year 2013/2014. Sampling was taken by simple random sampling technique. Hypotheses were tested with one tailed t-test with a significance level of 5%. The results of hypotheses testing showed that (1) the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning (with t_count= 2,144>t_table=1,672) and (2) the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning (with t_count=3,760>t_table=1,672). Thus, KUASAI learning model had a positive effect on students’ self-esteem and mathematical connection ability.keyword : KUASAI learning model, students' self-esteem, mathematical connection ability
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG GEOMETRI KELAS VII A1 SMP NEGERI 6 SINGARAJA MELALUI PENDEKATAN INVESTIGASI I Putu Cahaya Adhi Putra .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa, 2) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, dan 3) mengetahui tanggapan siswa melalui penerapan pendekatan investigasi dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A1 SMP Negeri 6 Singaraja Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Prestasi belajar matematika siswa diukur dengan tes uraian, aktivitas belajar matematika siswa diamati dengan lembar observasi aktivitas belajar dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan pada akhir penelitian, 1) rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa meningkat dari 41,04 pada siklus I dengan kategori kurang aktif menjadi 52,94 pada siklus II dengan kategori cukup aktif dan meningkat kembali pada siklus III sebesar 63,52 dengan kategori aktif. 2) rata-rata skor prestasi belajar siswa meningkat dari 65 pada siklus I dengan kategori tidak tuntas menjadi 73,17 pada siklus II dengan kategori tuntas dan meningkat kembali menjadi 82,33 pada siklus III dengan kategori tuntas. 3) rata-rata skor tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan investigasi yaitu pada kategori positif dengan rata-rata 56,63 Kata Kunci : Kata-kata kunci: pendekatan investigasi, aktivitas belajar matematika siswa, prestasi belajar bidang geometri siswa This study was aimed at: 1) increasing mathematics learning activities of students, 2) increasing geometry field achievements of students, and 3) finding out students’ responses by applying investigation approach in mathematics learning. This study was a classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were the seventh grade A1 students of SMP Negeri 6 Singaraja in academic year 2013/2014 which altogether consisted of 30 students. Data of students’ mathematics learning achievements were collected by essay, students’ mathematics learning activities were observed by using observation sheets, while data of students’ responses were collected by using questionnaire. The results of this research showed that 1) the average of students’ mathematics learning activities scores increased from 41.04 on the first cycle with ‘less active’ category to 52.94 on the second cycle with ‘fairly active’ category and increased again on the third cycle to 63.52 with ‘active’ category, 2) the average of students’ learning achievement scores increased from 65 on the first cycle with ‘not complete’ category to 73.17 on the second cycle with ‘complete’ category and increased again to 82.33 on the third cycle with ‘complete’ category, and 3) the average score of students’ responses toward the implementation of investigation approach was 56.63 which was in positive category. keyword : investigation approachment, students mathematical study activity, students’ geometry field achievement
STUDI EVALUATIF KESIAPAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI DI KOTA SINGARAJA I Putu Andre Pradnya .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesiapan sekolah di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam menerapkan kurikulum 2013 mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang mana pengambilan subjek penelitian dilakukan secara snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Singaraja dan SMP Negeri 3 Singaraja seperti berikut. (1) Kesiapan perencanaan pembelajaran dalam kategori siap, (2) kesiapan pelaksanaan pembelajaran dalam kategori siap, (3) kesiapan penilaian pembelajaran dalam kategori siap, (4) kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran dalam kategori siap. Dengan demikian kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam kategori siap. Walaupun dari segi kesiapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian maupun sarana dan prasarana dalam kategori siap, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, yaitu: pelatihan yang diikuti guru-guru perlu dilakukan beberapa kali, penggunaan dan sarana ICT perlu ditingkatkan, kapasitas siswa dalam satu kelas perlu dikurangi, serta banyaknya ruang kelas perlu disesuaikan dengan rombongan belajar.Kata Kunci : kurikulum 2013, kesiapan perencanaan, kesiapan pelaksanaan, kesiapan evaluasi, kesiapan sarana dan prasarana This study was aimed at describing readiness level of public junior high school in Singaraja to apply curriculum 2013 on mathematics. This study was a qualitative research, which is the subjects were conducted by snowball sampling. Data were collected by using questionnaire, interview, documentation, and observation.The data were analyzed by using quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The results of this research showed that the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in SMP Negeri 2 Singaraja and SMP Negeri 3 Singaraja were as follows: (1) the readiness of learning plan was in ready category, (2) the readiness of learning implementation was in ready category, (3) the readiness of learning assessment was in ready category, (4) the readiness of tools and infrastructure was in ready category. Thus the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in Junior High School in the city of Singaraja was in ready category. Eventhough the readiness of learning plan, learning implementation, learning assessment, and tools and infrastructure aspect were in ready category, there were several aspects which needed to be enhanced, they were: teacher training needed to be implemented several times, the use of ICT tools needed to be enhanced, the number of students in each class needed to be bounded, and the number of classroom needed to compatible with study groups.keyword : curriculum2013, planning readiness, implementation readiness, evaluation readiness, tools and infrastructure readiness
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP BERBANTUAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 DENPASAR I Gede Ariestanta Frandika Yoga .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5709

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Denpasar sebanyak 624 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik stratisfied cluster sampling. Hasil pengundikan pada kelas unggulan diperoleh VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.3 sebagai kelas kontrol, sedangkan pada kelas non unggulan kelas VIII.9 sebagai kelas eksperimen dan VIII.10 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen = 42,925 dan kelas kontrol = 27,309 pada kelas unggulan, sedangkan pada kelas non unggulan kelas eksperimen = 35,524 dan kelas kontrol = 26,378 dan untuk uji hipotesis pada kelas unggulan thit = 2,533 dan ttabel = 1,990, sedangkan pada kelas non unggulan thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Karena thit > ttabel, jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran pencapaian konsep, masalah kontekstual, pemecahan masalah matematika This research was a quasi-experimental research design with post test only control group. The aim of this study was to determine whether the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models. The population was all students of class VIII SMP Negeri 6 Denpasar as many as 624 students. Samples were obtained by using stratisfied cluster sampling technique. Result of the sampling on the high achievement class obtained VIII.1 as experimental class and VIII.3 as control class, meanwhile on low achievement class VIII.9 as experimental class and VIII.10 as control class. Experimental class learning with concept attainment learning model assisted contextual problems, while the control class learning with conventional learning models. Data of mathematical problem solving ability of students is obtained from valid and reliable essay test. Furthermore, the data obtained were analyzed using t-test. Based on the analysis of data obtained an average score of mathematical problem solving abilities on experiments class = 42,925 and control class = 27,309 on the high achievement class, meanwhile for low achievement class on experiment class = 35,524 and control class = 26,378 and for hipotesis test on high achievement class thit = 2,533 and ttabel = 1,990, meanwhile on low achievement class thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Because of thit > ttabel, so it can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models.keyword : concept attainment learning model, contextual problems, solving mathematical problems
PENGARUH MODEL-ELICITING ACTIVITIES (MEAs) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SINGARAJA Luh Putu Teta Lamdani Nusantari .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja, yaitu sebanyak 550 siswa (kelas unggulan yaitu VII.14 dan VII.15, kelas non-unggulan sebanyak 13 kelas lainnya). Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelompok sampel (Kelas VII.1 dan VII.14 sebagai kelompok eksperimen, Kelas VII.2 dan VII.15 sebagai kelompok kontrol). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil analisis data mendapatkan rata-rata skor kelompok eksperimen = 31,17 dan kelompok kontrol = 20,19, serta harga thitung = 10,6443 sedangkan harga t(0,05;143) = 1,9767. Ternyata . Berdasarkan hal itu, diperoleh bahwa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran Model-Eliciting Activities (MEAs) lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran MEAs mampu membuat model matematika dari permasalahan sehingga siswa mampu memahami soal secara mendalam, memilah informasi yang penting untuk digunakan, dan siswa terbiasa untuk menyelesaikan permasalahan secara matematis dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan pemecahan masalah, matematika, Model-Eliciting Activities This research was aimed to determine wether mathematical problem solving ability of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) learning model better than mathematical problem solving ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all seventh grade student of SMP Negeri 2 Singaraja, as many as 550 students (excellent class is VII.14 and VII.15, and thirteen others grade non excellent classes). Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes (VII.1 class and VII.14 were experiment group, VII.2 and VII.15 were control group) . The research design was Post-test Only Control Group Design. The data of mathematical problem solving ability of students were collected through mathematical problem solving ability test. This data were analyzed using one-tailed t-test. The analysis result obtain the value of the average skor as experimental group = 31,17 and the control group = 20,19, t-arithmatic = 10.6443 while the value of t (0.05; 143) = 1.9767. It turns out t-arithmatic > t-table , Therefore the mathematical problem solving ability scores of students who studied with Model-Eliciting Activities (MEAs) better than the students who studied with conventional learning. This result was strengthen by the fact that the students who took the MEAs learning were more to create a mathematical model of the problem so the students can understand the problem in depth, sorting out important information to be used, and students are accustomed to resolving problems mathematically compared to students who took conventional learning.keyword : problem solving ability, mathematic, Model-Eliciting Activities
Pengaruh Metode Resource Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Ni Wayan Ningsih Ratnasari .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resource based learning terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan VII-1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group. Pada penelitian ini, kemampuan komunikasi matematika siswa yang diteliti hanya sebatas kemampuan komunikasi matematika tertulis. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika, yaitu berupa tes uraian yang diberikan pada akhir penelitian. Skor tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning =30,3235 dan rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional =23,9429. Nilai t_hitung=3,3546 lebih dari nilai t_tabel=1,6679, sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, atau dengan kata lain penerapan metode resource based learning berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : Resource Based Learning, komunikasi matematika This research is aimed to know whether the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning. The population in this research was all of seventh grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. in the 2014/2015 academic year. The selecting sample process was done by the random sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group. In this research, the competence of student’s mathematics communication is researched only competence of written mathematics communication. The data of mathematics communication skill collected by using mathematics communication skill test, formed of essay test that given at last. The score of mathematical reasoning skill test were analyzed by using right tailed t-test. Based of analysis data results, obtainable the value of average score the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method =30,3235 and the students who learned with conventional learning =23,9429. The value of t_obs=3,3546 more than t_cv=1,6679, so H_0 is rejected. So that, the conclution is that the Resource Based Learning Method provided positive effect toward the competence of student’s mathematics communication, who is the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning.keyword : Resource Based Learning, mathematics communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECKS BERBANTUAN KARTU SOAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Made Adi Wirayana .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan Kartu Soal dengan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menggunakan rancangan penelitian Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah kelas VIII Non Unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 510 siswa yang tersebar ke dalam 13 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah sedangkan data motivasi belajar siswa dikumpulkan melalui penyebaran angket motivasi belajar kepada siswa pada masing-masing kelas sampel. Analisis data penelitian menggunakan uji Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal dengan kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Pair Checks berbantuan kartu soal berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif Tipe Pair Checks, kartu soal, hasil belajar matematika The objective of the research is to investigate there are difference or not on student learning outcomes whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than student learning outcomes whose studied with conventional learning model. The student learning outcomes are defined on this research is problem solving ability and learning motivation. This research is belongs to quasi experiment which used post-test only control group design. The population was all students on eighth-regular grade of SMP Negeri 2 Singaraja in 2014/2015 academic year as many as 510 students who were distributed into 13 calsses. Sampling was done by cluster random sampling technique. The data of problem solving ability were collected by problem solving test type. In the other hand, the data of learning motivation were collected by questionnaires which were distributed for the each students. Both data were analyzed by using Multiple Analysis Of Varians (MANOVA). Based on the result of the research, showed that there are significant difference on student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with Pair Checks learning model combined with problems card than the student problem solving abilitiy and learning motivation whose studied with conventional learning model. On the last, this research concluded that the Pair Checks learning model combined with problems card give a positive influence on student learning outcomeskeyword : Pair Checks learning model, problems card, student learning outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP DI KAPUPATEN BULELENG Ni Luh Made Martini .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran model metakognitif berorientasi pemecahan masalah matematika otentik yang relevan dan valid untuk meningkatkan kompetensi matematis tingkat tinggi siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut menggunakan prosedur pengembangan teori Plomp, yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Namun dalam penelitian ini prosedur pengembangan hanya sampai pada tahap keempat. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP kelas VIII di Kabupaten Buleleng. Proses pengembangan yang dilakukan diawali dengan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran berdasarkan pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, pembelajaran inovatif serta kebutuhan guru di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perangkat yag berupa buku siswa dan buku petunjuk guru sesuai dengan deskripsi perangkat pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan karakteristik di atas. Terakhir kualitas perangkat pembelajaran diukur berdasarkan tingkat validitasnya. Rata-rata Skor validitas yang diperoleh untuk buku siswa adalah 3,35 dan buku guru adalah 3,4 dengan kategori valid karena berada pada interval 2,5≤RS
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Ni Luh Suciari .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja yang terdiri dari 305 siswa. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID sebanyak 35 siswa sebagai kelas ekseprimen dan siswa kelas VIIIL sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilaithitung=3,514 lebih dari nilai ttabel=1,997. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning dengan Mind Mapping lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari skor yang diberikan oleh observer selama proses pembelajaran. Sehingga secara kuantitatif, skor aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen=73,44lebih dari skor aktivitas belajar siswa di kelas kontrol=71,33. Namun secara kualitatif memiliki kualitas yang sama yaitu termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, kemampuan pemahaman konsep, mind mapping, dan problem based learning The objective of this research is to investigate the effect of Problem Based Learning model with Mind Mapping towards students’ learning outcomes. Learning outcomes in this research were students’ understanding of mathematical concept and students’ learning activities. This research design was Post-Test Only Control Group Design. Population of this research was all eighth grade students in SMP Negeri 3 Singaraja which consists of 305 students. This research used random sampling technique. Sample of this research was all students in class VIIID as experiment class which consist of 35 students and all students in class VIIIL as control class which consist of 32 students. Data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through tests. These data were analyzed using one-tailed t-test. Hypothesis testing’s showed that the value of t-test= 3.514 which is greater than the value of t table = 1.997. Therefore the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model with Mind Mapping was better than the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model. Data of students' learning activity were obtained from the scores that given by the observer during the learning process. Score of learning activity in experiment class=73.44 quantitatively were better than score of learning activity in control class=71.33. But qualitatively both have the same quality that is classified in the high categorykeyword : learning activity, learning outcomes, mind mapping,problem based learning, and understanding of mathematical
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Putu Nitha Santari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding