Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Unknown Affiliation

Published : 52 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN TEKNIK HANDS ON MINDS ON DENGAN MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B5 SMP N 4 SINGARAJA ., Gede Purwandika; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.7550

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar matematika siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan teknik hands on minds on di kelas VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja dengan jumlah siswa 35 orang pada semester genap Tahun Pelajaran 2015/2016. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes dan kuisioner. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siswa dan aktivitas belajar siswa meningkat. Banyak siswa yang memenuhi KKM dari siklus I, Siklus II dan Siklus III berturut-turut adalah 5,7%, 40% dan 80%. Aktivitas belajar siswa pada siklus I berada pada kategori cukup aktif kemudian pada siklus II aktivitas belajar siswa masih dalam kategori cukup aktif dan pada siklus III aktivitas belajar siswa berada pada kategori aktif. Peningkatan ini dapat terjadi karena pembelajaran yang diterapkan dengan alat peraga menjadikan matematika menjadi lebih bermakna bagi siswa, dan adanya pemberian tugas untuk membuat mind mapping membuat siswa belajar merangkum sehingga siswa lebih paham tentang inti pembelajaran.Kata Kunci : teknik hands on minds on dengan mind mapping, aktivitas belajar siswa, prestasi belajar matematika siswa This study aims (1) to describe the increase of student mathematics achievement, (2) to increase students' learning activity through the application of hands on minds on technique in grade VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja. This study used classroom action research (PTK) design, which was carried out in three cycles. The subjects were students of grade VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja in the second semester of the Academic Year 2015/2016. Methods for collecting reseach data were observation, test, and questionnaire methods. Data were analyzed using descriptive analysis technique. The results of this study showed that students' mathematics achievement and students’ learning activity increased. Many students who meet mastery of learning the first cycle, Cycle II and Cycle III respectively was 5.7%, 40% and 80%.The average score of students’ learning activity in the first cycle was 44.62 and then in the second cycle, the average students’ activity increased to 49.56 and in the third cycle average students’ activity increased to 61.80. The increases were reached after the students passed through the different learning stages from the application of hands on minds on technique with a few improvement of learning action. keyword : Technique Hands On Minds On with Mind Mapping, Learning Activity, Student Mathematics Achievemen
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ANALOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD ., Komang Yuni Astini; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2583

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode analogi berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan. Populasi penelitian adalah siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 162 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik multistage random sampling yang menghasilkan Kelas IVA SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelompok eksperimen dan Kelas IVB SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelompok kontrol. Data mengenai pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes uraian. Setelah diberikan post-test, data hasil pemahaman konsep matematika siswa diuji menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan). Hasil pemberian post-test diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 76,35, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 64,34. Hasil perhitungan menggunakan uji t satu ekor (ekor kanan) dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai thitung = 2,651 dan ttabel = 1,671. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode analogi berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan.Kata Kunci : metode analogi, pemahaman konsep matematika siswa This study was a quasi-experiment research. The posttest-only control group design was used in this experiment. This study aimed to knowing whether the use of the analogy method has positive influence on students' understanding of mathematical concepts of Fourth Grade Elementary School Cluster VI District Sawan. The population of the research was the Fourth Grade Elementary School Cluster VI District Sawan in the odd semester in the academic year 2013/2014, as many as 162 students'. The sample was choosen randomly by implementing the multistage random sampling technique that produced class IVA SD Negeri 1 Sangsit as the experiment group and class IVB SD Negeri 1 Sangsit as the control group. The instrument used in collecting data of the students' understanding of mathematical concepts were essay test. Data of students' understanding of mathematical concepts were analyzed using a t-test of one tailed (right tail). The mean score students' understanding of mathematical concepts of experiment group 76,35 and the mean students' understanding of mathematical concepts of control group 64,34. The result of calculation used one tailed (right tail) t-test at significance level of 5% there was value of tcalculation = 2,651 and ttable = 1,671. The result showed that the use of analogy method has positive influence on students' understanding of mathematical concepts Fourth Grade Elementary School Cluster VI District of Sawan.keyword : analogy method, students' understanding of mathematical concepts
PENGARUH METODE PQ4R BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Kadek Wahyu Ardi Putra; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja sebanyak 139 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Dari 5 kelas diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian, satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Penyetaraan sampel dilakukan dengan menggunakan proses matching. Pada kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif, sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen adalah 17,476, sedangkan pada kelas kontrol adalah 12,714. Hasil pengujian dengan menggunakan Uji t diperoleh nilai thitung adalah 3,14068 dan nilai ttabel adalah 1,6840 sehingga thitung ≥ ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : metode PQ4R, multimedia interaktif, komunikasi matematika This research aims to determine the effect of PQ4R method asissted with interactive multimedia on the mathematical communication skills of students. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The research population was all students of grade VIII in SMP Laboratorium Undiksha Singaraja as much as 139 students. Sample were obtained by using random sampling technique. From 5 classes, 2 classes is taken as the sample, the classes as a experiment class and a control class. Sample simillarity is obtained using matching process. Experiment class applied learning with PQ4R method asissted interactive multimedia, while the control class applied conventional learning. The data of mathematical communication skills gained through essay test have valid and reliable. Furthermore, the data were analyzed with using a one tailed t-test (right tailed). Based on the analysis data obtained by the average score of students' mathematical communication on experimental class is 17.476, while the control class is 12.714. The results of this research obtained by the value of ttest is 3.14068 and the value of ttable is 1.6480, so ttest ≥ ttable. So it can be concluded that the mathematical communication skills of students whose following mathematics learning with PQ4R method asissted interactive multimedia better than mathematical communication skills of students whose following conventional learning. keyword : PQ4R method, interactive multimedia, mathematical communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP BERBANTUAN MASALAH KONTEKSTUAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 6 DENPASAR ., I Gede Ariestanta Frandika Yoga; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5709

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Denpasar sebanyak 624 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik stratisfied cluster sampling. Hasil pengundikan pada kelas unggulan diperoleh VIII.1 sebagai kelas eksperimen dan VIII.3 sebagai kelas kontrol, sedangkan pada kelas non unggulan kelas VIII.9 sebagai kelas eksperimen dan VIII.10 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diterapkan pembelajaran dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan masalah kontekstual, sedangkan kelas kontrol diterapkan model pembelajaran konvensional. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelas eksperimen = 42,925 dan kelas kontrol = 27,309 pada kelas unggulan, sedangkan pada kelas non unggulan kelas eksperimen = 35,524 dan kelas kontrol = 26,378 dan untuk uji hipotesis pada kelas unggulan thit = 2,533 dan ttabel = 1,990, sedangkan pada kelas non unggulan thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Karena thit > ttabel, jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pencapaian konsep berbantuan kontekstual lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran pencapaian konsep, masalah kontekstual, pemecahan masalah matematika This research was a quasi-experimental research design with post test only control group. The aim of this study was to determine whether the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models. The population was all students of class VIII SMP Negeri 6 Denpasar as many as 624 students. Samples were obtained by using stratisfied cluster sampling technique. Result of the sampling on the high achievement class obtained VIII.1 as experimental class and VIII.3 as control class, meanwhile on low achievement class VIII.9 as experimental class and VIII.10 as control class. Experimental class learning with concept attainment learning model assisted contextual problems, while the control class learning with conventional learning models. Data of mathematical problem solving ability of students is obtained from valid and reliable essay test. Furthermore, the data obtained were analyzed using t-test. Based on the analysis of data obtained an average score of mathematical problem solving abilities on experiments class = 42,925 and control class = 27,309 on the high achievement class, meanwhile for low achievement class on experiment class = 35,524 and control class = 26,378 and for hipotesis test on high achievement class thit = 2,533 and ttabel = 1,990, meanwhile on low achievement class thit = 2,153 dan ttabel = 1,991. Because of thit > ttabel, so it can be concluded that the mathematical problem solving abilities of students that learned with concept attainment learning model assisted contextual problems better than the mathematical problem solving ability of students that learned with conventional learning models.keyword : concept attainment learning model, contextual problems, solving mathematical problems
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR BIDANG GEOMETRI KELAS VII A1 SMP NEGERI 6 SINGARAJA MELALUI PENDEKATAN INVESTIGASI ., I Putu Cahaya Adhi Putra; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) meningkatkan aktivitas belajar matematika siswa, 2) meningkatkan prestasi belajar matematika siswa, dan 3) mengetahui tanggapan siswa melalui penerapan pendekatan investigasi dalam pembelajaran matematika.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A1 SMP Negeri 6 Singaraja Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 30 orang. Prestasi belajar matematika siswa diukur dengan tes uraian, aktivitas belajar matematika siswa diamati dengan lembar observasi aktivitas belajar dan tanggapan siswa dikumpulkan dengan angket. Hasil penelitian menunjukkan pada akhir penelitian, 1) rata-rata skor aktivitas belajar matematika siswa meningkat dari 41,04 pada siklus I dengan kategori kurang aktif menjadi 52,94 pada siklus II dengan kategori cukup aktif dan meningkat kembali pada siklus III sebesar 63,52 dengan kategori aktif. 2) rata-rata skor prestasi belajar siswa meningkat dari 65 pada siklus I dengan kategori tidak tuntas menjadi 73,17 pada siklus II dengan kategori tuntas dan meningkat kembali menjadi 82,33 pada siklus III dengan kategori tuntas. 3) rata-rata skor tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan investigasi yaitu pada kategori positif dengan rata-rata 56,63 Kata Kunci : Kata-kata kunci: pendekatan investigasi, aktivitas belajar matematika siswa, prestasi belajar bidang geometri siswa This study was aimed at: 1) increasing mathematics learning activities of students, 2) increasing geometry field achievements of students, and 3) finding out students’ responses by applying investigation approach in mathematics learning. This study was a classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were the seventh grade A1 students of SMP Negeri 6 Singaraja in academic year 2013/2014 which altogether consisted of 30 students. Data of students’ mathematics learning achievements were collected by essay, students’ mathematics learning activities were observed by using observation sheets, while data of students’ responses were collected by using questionnaire. The results of this research showed that 1) the average of students’ mathematics learning activities scores increased from 41.04 on the first cycle with ‘less active’ category to 52.94 on the second cycle with ‘fairly active’ category and increased again on the third cycle to 63.52 with ‘active’ category, 2) the average of students’ learning achievement scores increased from 65 on the first cycle with ‘not complete’ category to 73.17 on the second cycle with ‘complete’ category and increased again to 82.33 on the third cycle with ‘complete’ category, and 3) the average score of students’ responses toward the implementation of investigation approach was 56.63 which was in positive category. keyword : investigation approachment, students mathematical study activity, students’ geometry field achievement
STUDI EVALUATIF KESIAPAN PENERAPAN KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SMP NEGERI DI KOTA SINGARAJA ., I Putu Andre Pradnya; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kesiapan sekolah di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam menerapkan kurikulum 2013 mata pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yang mana pengambilan subjek penelitian dilakukan secara snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner, wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri 2 Singaraja dan SMP Negeri 3 Singaraja seperti berikut. (1) Kesiapan perencanaan pembelajaran dalam kategori siap, (2) kesiapan pelaksanaan pembelajaran dalam kategori siap, (3) kesiapan penilaian pembelajaran dalam kategori siap, (4) kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran dalam kategori siap. Dengan demikian kesiapan penerapan kurikulum 2013 mata pelajaran matematika di SMP Negeri di Kota Singaraja dalam kategori siap. Walaupun dari segi kesiapan perencanaan, pelaksanaan, penilaian maupun sarana dan prasarana dalam kategori siap, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, yaitu: pelatihan yang diikuti guru-guru perlu dilakukan beberapa kali, penggunaan dan sarana ICT perlu ditingkatkan, kapasitas siswa dalam satu kelas perlu dikurangi, serta banyaknya ruang kelas perlu disesuaikan dengan rombongan belajar.Kata Kunci : kurikulum 2013, kesiapan perencanaan, kesiapan pelaksanaan, kesiapan evaluasi, kesiapan sarana dan prasarana This study was aimed at describing readiness level of public junior high school in Singaraja to apply curriculum 2013 on mathematics. This study was a qualitative research, which is the subjects were conducted by snowball sampling. Data were collected by using questionnaire, interview, documentation, and observation.The data were analyzed by using quantitative descriptive and qualitative descriptive methods. The results of this research showed that the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in SMP Negeri 2 Singaraja and SMP Negeri 3 Singaraja were as follows: (1) the readiness of learning plan was in ready category, (2) the readiness of learning implementation was in ready category, (3) the readiness of learning assessment was in ready category, (4) the readiness of tools and infrastructure was in ready category. Thus the readiness level of applying curriculum 2013 on mathematics in Junior High School in the city of Singaraja was in ready category. Eventhough the readiness of learning plan, learning implementation, learning assessment, and tools and infrastructure aspect were in ready category, there were several aspects which needed to be enhanced, they were: teacher training needed to be implemented several times, the use of ICT tools needed to be enhanced, the number of students in each class needed to be bounded, and the number of classroom needed to compatible with study groups.keyword : curriculum2013, planning readiness, implementation readiness, evaluation readiness, tools and infrastructure readiness
PENGARUH PENGGUNAAN METODE ANALOGI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD Komang Yuni Astini .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2583

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan metode analogi berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan. Populasi penelitian adalah siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan pada semester ganjil tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 162 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik multistage random sampling yang menghasilkan Kelas IVA SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelompok eksperimen dan Kelas IVB SD Negeri 1 Sangsit sebagai kelompok kontrol. Data mengenai pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes uraian. Setelah diberikan post-test, data hasil pemahaman konsep matematika siswa diuji menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan). Hasil pemberian post-test diperoleh rata-rata skor pemahaman konsep matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 76,35, sedangkan pada kelompok kontrol adalah 64,34. Hasil perhitungan menggunakan uji t satu ekor (ekor kanan) dengan taraf signifikansi 5% diperoleh nilai thitung = 2,651 dan ttabel = 1,671. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode analogi berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa Kelas IV SD Negeri Gugus VI Kecamatan Sawan.Kata Kunci : metode analogi, pemahaman konsep matematika siswa This study was a quasi-experiment research. The posttest-only control group design was used in this experiment. This study aimed to knowing whether the use of the analogy method has positive influence on students' understanding of mathematical concepts of Fourth Grade Elementary School Cluster VI District Sawan. The population of the research was the Fourth Grade Elementary School Cluster VI District Sawan in the odd semester in the academic year 2013/2014, as many as 162 students'. The sample was choosen randomly by implementing the multistage random sampling technique that produced class IVA SD Negeri 1 Sangsit as the experiment group and class IVB SD Negeri 1 Sangsit as the control group. The instrument used in collecting data of the students' understanding of mathematical concepts were essay test. Data of students' understanding of mathematical concepts were analyzed using a t-test of one tailed (right tail). The mean score students' understanding of mathematical concepts of experiment group 76,35 and the mean students' understanding of mathematical concepts of control group 64,34. The result of calculation used one tailed (right tail) t-test at significance level of 5% there was value of tcalculation = 2,651 and ttable = 1,671. The result showed that the use of analogy method has positive influence on students' understanding of mathematical concepts Fourth Grade Elementary School Cluster VI District of Sawan.keyword : analogy method, students' understanding of mathematical concepts
PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA-IPA BERPENDEKATAN TEMATIK BERWAWASAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA I Putu Agus Wisnu Wardana .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post-test only. Populasi pada penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja Tahun Ajaran 2012 / 2013 yang berjumlah 577 orang yang tersebar ke dalam 14 kelas. Dari 14 kelas yang ada diambil empat kelas yang digunakan sebagai sampel penelitian dimana empat kelas tersebut dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen terdiri dari satu kelas unggulan dan satu kelas non-unggulan dan tidak berbeda pula dengan kelompok kontrol. Pemilihan sampel kelas yang menjadi kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dipilih secara acak menggunakan teknik simple random sampling. Setelah diberikan post-test, data hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di uji menggunakan t-test. Hasil pemberian post-test didapat rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kelompok eksperimen adalah 22,79 sedangkan pada kelompok kontrol adalah 19,3. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t pada taraf signifikansi 5% untuk skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh nilai statistik thitung = 2,715 lebih daripada t0,05 = 1,645 dengan derajat kebebasan 160. Nilai statistik ini memiliki makna bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapatkan pembelajaran Matematika-IPA berpendekatan tematik berwawasan kearifan lokal lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Pendekatan Tematik, Kearifan Lokal, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims at discovering effect of the thematic and local wisdom oriented learning model for the integrated mathematics and science (TLWLM) on student’s mathematical problem solving ability. The problem solving ability of students who had been taught in TLWLM classroom is compared with those of conventional classroom. This research is a quasi-experiment with post-test only design. The population of this research is the whole students of 7th grader of SMP Negeri 2 Singaraja in the academic year of 2012/2013, with the amount of 577 students who are divided into 14 classes. Four classes out of those are taken as the sample of the research, which are divided into two groups; experiment group and controlled group. The experiment group consists of one leading class and one regular class, and so does the controlled group. Those sample classes are chosen using simple-random-sampling technique. After being given the post test, the result data of the students’ mathematical problem solving ability are tested by t-test. The result shows that the mathematical problem solving ability of the experiment group is 22.79, while controlled group’s is 19.3. Hypothesis test result using t-test with significance rate of 5% for students’ mathematical problem solving ability shows statistic value of tcalculation = 2.715 more than t0.05 = 1.645 with degree of freedom of 160. This statistic value means that the mathematical problem solving of the students who learned in TLWLM classroom is much better those of student’s who learned in conventional classroom.keyword : Thematic approach, Local Wisdom, Conventional Learning, Mathematical Problem Solving Ability
PENGARUH METODE PQ4R BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Kadek Wahyu Ardi Putra .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian post test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja sebanyak 139 siswa. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik random sampling. Dari 5 kelas diambil 2 kelas sebagai sampel penelitian, satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan satu kelas sebagai kelompok kontrol. Penyetaraan sampel dilakukan dengan menggunakan proses matching. Pada kelompok eksperimen diterapkan pembelajaran dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif, sedangkan kelompok kontrol diterapkan pembelajaran konvensional. Data kemampuan komunikasi matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan). Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa kelas eksperimen adalah 17,476, sedangkan pada kelas kontrol adalah 12,714. Hasil pengujian dengan menggunakan Uji t diperoleh nilai thitung adalah 3,14068 dan nilai ttabel adalah 1,6840 sehingga thitung ≥ ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran matematika dengan metode PQ4R berbantuan multimedia interaktif lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : metode PQ4R, multimedia interaktif, komunikasi matematika This research aims to determine the effect of PQ4R method asissted with interactive multimedia on the mathematical communication skills of students. This research was a quasi experiment research with post-test only control group design. The research population was all students of grade VIII in SMP Laboratorium Undiksha Singaraja as much as 139 students. Sample were obtained by using random sampling technique. From 5 classes, 2 classes is taken as the sample, the classes as a experiment class and a control class. Sample simillarity is obtained using matching process. Experiment class applied learning with PQ4R method asissted interactive multimedia, while the control class applied conventional learning. The data of mathematical communication skills gained through essay test have valid and reliable. Furthermore, the data were analyzed with using a one tailed t-test (right tailed). Based on the analysis data obtained by the average score of students' mathematical communication on experimental class is 17.476, while the control class is 12.714. The results of this research obtained by the value of ttest is 3.14068 and the value of ttable is 1.6480, so ttest ≥ ttable. So it can be concluded that the mathematical communication skills of students whose following mathematics learning with PQ4R method asissted interactive multimedia better than mathematical communication skills of students whose following conventional learning. keyword : PQ4R method, interactive multimedia, mathematical communication
PENGARUH MODEL SELF REGULATED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA I Komang Widanto .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4003

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian posttest-only nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data skor kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian, dan dianalisis menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model self regulated learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ekspositori. Dengan demikian, dapat disimpulkan model self regulated learning memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata Kunci : model self regulated learning, model pembelajaran ekspositori, kemampuan komunikasi matematis This research aimed at describing the difference of mathematical communication ability between the students who taught with self regulatid learning model and the students who taught with expository learning model. This research was quasy experimental research by using posttest-only nonequivalent control group design. The population of this research was all of 10th grade students of SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2013/2014. The sample was taken by using random sampling technique. The data of students' mathematical communication ability scores were obtained using essay test. These data were analyzed by using t-test with significant level was 5%. The results showed that mathematical communication ability of students who taught with self regulated learning model was higher than the one of students who taught with expository learning model. Thus, it may be concluded that self regulated learning model has a positive influence of the students’ mathematical communication ability.keyword : self regulated learning model, expository learning model, mathematical communication ability