Claim Missing Document
Check
Articles

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN AKTIF BAGI GURU FISIKA: ANALISISNYA BERDASARKAN KREATIVITAS ILMIAH SISWA SMA NEGERI 1 KUTA UTARA Komang Angga Trilaksana .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8309

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) mendeskripsikan pembelajaran aktif yang diterapkan oleh guru fisika, 2) mendeskripsikan kreativitas ilmiah siswa, dan 3) mendeskripsikan keefektifan pembelajaran aktif bagi guru fisika jika dianalisis secara kualitatif berdasarkan kreativitas ilmiah siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Instrumen utamanya adalah peneliti sendiri. Sampel sumber data terdiri dari kepala sekolah, 2 guru fisika, dan 223 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Rencana pengujian keabsahan data ditekankan pada uji kredibilitas. Hasil penelitian adalah sebagai berikut 1) pembelajaran aktif secara umum sudah diterapkan oleh guru di setiap kegiatan pembelajarannya, 2) kreativitas ilmiah siswa sudah muncul jika dilihat dari setiap dimensinya, 3) pembelajaran aktif yang diterapkan guru efektif dalam memunculkan kreativitas ilmiah siswa di setiap kegiatan pembelajarannya.Kata Kunci : Pembelajaran aktif, kreativitas, kreativitas ilmiah This research aimed at 1) describing the active learning applied by the physics teacher, 2) describing the students’ scientific creativities, and 3) describing the effectiveness of active learning for physics teachers if analyzed qualitatively based on the students’ scientific creativities. The method used in this research was qualitative method. The main instrument was the researcher itself. Sample of data sources consisted of headmaster, two physics teachers, and 223 students. Data collection used observation, interviews, documentation, and tests. Data analysis was done during and after data collection by doing reduction, display, and data verification. Plan for testing the validity of data was emphasized on the credibility test. The results of this research are as follows: 1) active learning, in general, has been applied by the teachers in learning activities, 2) the students’ scientific creativity already appear if viewed from every dimension, 3) the active learning applied by the teachers is effective in bringing about the scientific creativity in every learning activities. keyword : active learning, creativity, scientific creativity
TINDAK GURU PADA PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI SMA NEGERI 1 ABIANSEMAL Ni Wayan Tiwik .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8363

Abstract

PPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman guru fisika tentang pendekatan saintifik, (2) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada perencanaan pembelajaran, (3) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada pelaksanaan pembelajaran, (4) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah seorang guru fisika yang mengajar di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 AbiansemaI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan saintifik dipahami guru sebagai pendekatan yang lebih menekankan pembelajaran pada kegiatan 5M yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan; (2) tindak guru pada pendekatan saintifik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran telah sesuai dengan ketentuan yang ada.Kata Kunci : pembelajaran fisika, pendekatan saintifik This research aimed at: (1) describing the understanding of physics teachers about the scientific approach, (2) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the teaching planning, (3) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the teaching implementation, (4) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the learning evaluation. The method used in this research was qualitative method. The subjects of the research were a physics teachers who taught in the class science XI of SMAN 1 Abiansemal. Data were collected by using passive participation observation, semi-structured interview, and document study. The interactive analysis model of Miles & Huberman was applied to analyze the data. The results show that: (1) The scientific approach is understood by the teacher as an approach that emphasizes learning 5M activities that include observing, questioning, experimenting, associating, and communicating; (2) the teacher action on the scientific approach in the planning, implementation, and learning evaluation have been in accordance with the existing regulations.keyword : physics learning, scientific approach
Efektivitas Collaborative Learning Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA I Putu Widiarta .; Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11834

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan colaborative learning dalam pengembangannya. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 3 Singaraja dengan subjek penelitian adalah siswa kelas X MIPA 3 tahun ajaran 2016/2017 sebanyak 26 orang. Subjek penelitian ditentukan dengan cara porposive sampling. Desain penelitian ini adalah pra eksperimen dengan tipe one group pretest-posttest. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes berpikir kreatif (tes torrance), pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) profil kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum diterapkan model pembelajaran kolaboratif masih rendah; (2) pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa; (3) retensi siswa pada konsep usaha dan energi tergolong tinggi karena diperoleh persentase retensi sebesar 85,24%; (4) kendala yang dialami dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif yaitu waktu belajar yang singkat di sekolah, keterbatasan alat praktikum, dan minimnya referensi belajar siswaKata Kunci : berpikir kreatif, pembelajaran kolaboratif, retensi This research aimed at describing the changes of students' creative thinking abilities after colaborative learning applied in its development.. The experiment was conducted in SMA Negeri 3 Singaraja with the research subjects were 26 students of class X MIPA3 in academic year 2016/2017. The research subject was determined by purposive sampling. The design of this study was a pre-experiment with the type of one group pretest-posttest. The research instruments used were in form of creative thinking tests (tests torrance), observation, and interview guides. The results show that (1) the profile of student’s creative thinking abilities before the implementation of collaborative learning model is still low. (2) Collaborative learning can to enhance the student’s ability to think creatively. (3) Retention of the students on the concept of operations and the energy is high with the retention percentage 85.24%. (4) The obstacles faced in developing the creative thinking ability are the short learning time in school, the limitations of practical tools, and the lack of students’ learning references.keyword : creative thinking, collaborative learning, retention
KONTRIBUSI MOTIVASI BELAJAR, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KECERDASAN INTELEKTUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA I Wayan Jati Adnyana .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS. .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.16788

Abstract

Rendahnya prestasi belajar fisika siswa kelas X dan XI MIA di SMA Negeri 1 Bangli menjadi masalah utama yang dikaji pada penelitian ini. Tujuan penelitian untuk menganalisis (1) hubungan antara motivasi belajar dan prestasi belajar fisika, (2) hubungan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar fisika, (3) hubungan antara kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar fisika, (4) hubungan antara motivasi belajar, kecerdasan emosional, dan kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X & XI MIA di SMA Negeri 1 Bangli yang berjumlah 336 siswa. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling yang berjumlah 180 siswa. Data dikumpulkan dengan kuesioner, tes uraian dan data kecerdasan intelektual siswa di sekolah. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menemukan bahwa prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 52,22. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan terdapat (1) hubungan positif antara motivasi belajar dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,409 dan sumbangan efektif sebesar 5,84%, (2) hubungan positif antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,265 dan sumbangan efektif sebesar 3,21%, (3) hubungan positif antara kecerdasan intelektual dengan prestasi belajar fisika dengan R = 0,382 dan sumbangan efektif sebesar 19,55%, dan (4) hubungan positif antara motivasi belajar, kecerdasan emosional, dan kecerdasa intelektual dengan prestasi belajar fisika dengan R = 0,535 dan sumbangan efektif sebesar 28,6%.Kata Kunci : motivasi belajar, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, prestasi belajar fisika. The low of students’ physics learning achievement in 10th and 11th grades of science class of SMA Negeri 1 Bangli became the main problem of this research. This research aimed at analyzing (1) the relationship between learning motivation and physics learning achievement, (2) the relationship between emotional intelligence and physics learning achievement, (3) the relationship between intellectual intelligence and physics learning achievement, (4) the relationship between learning motivation, emotional intelligence, intellectual intelligence with physics learning achievement. The type of this research was ex-post facto with correlation quantitative method. The research population were all students in 10th and 11th grades of science class of SMA Negeri 1 Bangli which consisted of 336 students. The sample were taken by using proportional random sampling technique which consisted of 180 students. Data were collected by using questionnaires, essay test and data students’ intellectual intelligence at school. The performed assumptions test included normality, linearity and significance of regression direction, multicollinearity, autocorrelation, and heterocedasticity. From the result at this research, it was found that students’ physics learning achievement was in low category with the average value 52.22. The conclusion shows that there are (1) a positive relationship between learning motivation and physics learning achievement with R = 0.409 and its effective contribution is 5.84%, (2) the positive relationship between emotional intelligence and physics learning achievement with R = 0.265 and its effective contribution is 3.21%, (3) the positive relationship between intellectual intelligence and physics learning achievement with R = 0.382 and its effective contribution is 19.55%, and (4) the positive relationship between learning motivation, emotional intelligence, and intellectual intelligence with physics learning achievement with R = 0.535 and its effective contribution is 28.6%.keyword : learning motivation, emotional intelligence, intellectual intelligence, physics learning achievement
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI SMA I MADE DEDY KRISNAYANA .; Prof. Dr. Ketut Suma, MS. .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.18604

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) strategi pembelajaran guru, (2) motivasi belajar, (3) prestasi belajar, dan (4) strategi pembelajaran guru relevansinya dalam upaya pengembangan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sawan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti merupakan instrumen kunci dalam penelitian. Subjek penelitian adalah satu orang guru, lima orang siswa dari kelas XI IPA1 dan lima orang siswa dari kelas XI IPA2 SMA Negeri 1 Sawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan kuesioner yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) guru menerapkan strategi pembelajaran ekspositori dan strategi pembelajaran kooperatif, (2) pelaksanaan pembelajaran guru di kedua kelas sudah mengupayakan untuk menumbuhkan motivasi dan partisipasi aktif dalam proses pembelajaran, (3) motivasi belajar siswa di kelas XI IPA1 dan XI IPA2 berada pada kategori tinggi yang ditandai dengan munculnya lima dimensi motivasi belajar, dan nilai rata-rata prestasi belajar XI IPA1 berkualitas baik dengan X ̅ = 75,36, SD = 5,50 dengan 9 orang siswa memperoleh nilai di atas KKM. Nilai rata-rata siswa kelas XI IPA2 sebesar X ̅ = 65,34, SD = 13,02 dengan 5 orang siswa yang memperoleh nilai di atas KKM. Adapun kategori prestasi belajar siswa kelas XI IPA1 tergolong tinggi, sedangkan prestasi belajar kelas XI IPA2 tergolong cukup berdasarkan lima kategori prestasi belajar, (4) aspek strategi pembelajaran guru yang mampu mengembangkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa adalah pendekatan belajar mengajar yang menggunakan pendekatan student centered. Dimensi-dimensi strategi pembelajaran guru sudah dapat memfasilitasi siswa dalam proses pembelajaran fisika.Kata Kunci : strategi pembelajaran guru, motivasi belajar, prestasi belajar This study aimed at describing: (1) teacher learning strategies, (2) learning motivation, (3) learning achievement, and (4) teacher learning strategies: its relevance in an effort to develop motivation and learning achievement of class XI students of SMAN 1 Sawan. The type of this research was qualitative descriptive. The researcher was the key instrument of the study. The subject of this research was one teacher, five students from class XI IPA1 and five students from class XI IPA2 of SMAN 1 Sawan. The technique of the sampling used was purposive sampling. The research data were collected by using observations, interviews, and questionnaires which were then analyzed descriptively qualitatively. The results show that: (1) the teacher applies the expository learning strategies and cooperative learning strategies, (2) the implementation of learning teachers in both classes have sought to foster motivation and active participation in the learning process, (3) learning motivation of students in class XI IPA1 and XI IPA2 is in the high category which is signed by the emergence of five dimensions of learning motivation. The average value of learning achievement XI IPA1 is in good quality with the average value is X ̅ = 75.36, standard deviation is SD = 5.50, with 9 students get the scores above the KKM, while the average value of students in class XI IPA2 is X ̅ = 65.34, standard deviation is SD = 13.02 with 5 students get the score above the KKM. The learning achievement category of class XI IPA1 students is high, while the learning achievement of class XI IPA2 is fair based on five categories of learning achievement, (4) aspects of teacher learning strategies which is able to develop learning motivation and student learning achievement is a teaching and learning approach that uses the student centered approach. The dimensions of teacher learning strategies can facilitate students in the process of physics learning.keyword : teacher learning strategies, learning motivation, learning achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Putu Rika Crisna Dewi .; Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.18722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis (KBK) siswa, (2) meningkatkan hasil belajar fisika, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran fisika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa (36 orang) kelas X MIPA SMAN. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran PBL, KBK, hasil belajar, dan tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran fisika. Data KBK siswa diperoleh melalui tes KBK tiap akhir siklus, sedangkan data hasil belajar siswa diperoleh melalui tes hasil belajar tiap akhir siklus. Data tanggapan siswa diperoleh melalui angket pada akhir siklus kedua. Seluruh data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) skor rata-rata KBK siswa pada siklus I sebesar dengan ketuntasan klasikal 72,22%, dan pada siklus II sebesar dengan ketuntasan klasikal 86,11%, (2) nilai hasil belajar siswa pada siklus I sebesar dengan ketuntasan klasikal 72,22% dan siklus II sebesar dengan ketuntasan klasikal 94,44 %, (3) skor rata-rata tanggapan siswa terhadap penerapan model PBL dalam pembelajaran fisika sebesar dengan kategori positif. Penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan KBK dan hasil belajar siswa kelas X MIPA SMAN 1 tahun pelajaran 2018/2019. Kata Kunci : model problem based learning, kemampuan berpikir kritis, hasil belajar. This research aimed at: (1) increasing the students’ critical thinking ability (CTA), (2) improving the physics learning outcomes, and (3) describing the students' response towards the application of Problem Based Learning (PBL) model in learning physics. The type of this research wss classroom action research. The subjects were all students (36 people) of class X MIPA of SMAN. The object of this research was PBL learning model, CTA, learning outcomes, and students’ response to the application of PBL model in teaching physics. Data of students’ CBA were obtained through CBA tests each end of the cycle, while data of students’ learning outcomes were obtained through achievement test each end of the cycle. Data of students’ response were obtained through a questionnaire at the end of the second cycle. All data were analyzed by descriptive qualitative and quantitative analysis. The result of this research shows that : (1) the mean score of students’ CTA at cicle I is with classical completeness at amount of 72.22%, and at the second cycle is with classical completeness at amount of 86.11%, (2) the value of students’ learning outcomes at first cycle is with classical completeness at amount of 72.22% and at the second cycle is with classical completeness at amount of 94.44%, (3) the average score of students’ responses towards the application of PBL in teaching physics models is with positive category. The application of PBL learning model can improve the CTS and students’ learning outcome of class X MIPA of SMAN in academic year of 2018/2019.keyword : problem based learning model, critical thinking, learning outcomes.
HUBUNGAN MOTIVASI INTRINSIK, PERSEPSI SISWA, MOTIVASI INTRINSIK DAN PERSEPSI SISWA TERHADAP PELAJARAN FISIKA DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMA Kadek Dwi Cita Pusparini; Ketut Suma; Iwan Suswandi
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 10 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v10i1.26719

Abstract

Rendahnya prestasi belajar fisika siswa di SMA Negeri se-Kota Singaraja merupakan masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi intrinsik, persepsi siswa, motivasi dan persepsi siswa terhadap pelajaran fisika dan prestasi belajar fisika siswa Kelas X MIA SMA Negeri se-Kota Singaraja di tahun akademik 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Populasi sebanyak 830 orang dan sampel sebanyak 259 diambil dengan teknik proportional random sampling. Data diambil dengan menggunakan kuesioner dan tes prestasi. Teknis analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi, uji regresi linier satu prediktor, uji regresi ganda dua prediktor, dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik berada pada kategori tinggi, persepsi siswa terhadap pelajaran fisika berada pada kategori tinggi, dan prestasi belajar siswa berada pada kategori sedang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi intrinsik dan persepsi siswa terhadap pelajaran fisika dan prestasi belajar. Kata kunci: motivasi intrinsik, persepsi siswa terhadap pelajaran fisika, prestasi belajar
PENGEMBANGAN VARIATIF RANCANGAN ANTENA PANEL MICROSTRIP TAPERED PATCH DALAM SISTEM KOMUNIKASI WI-FI Putu Artawan; Iwan Suswandi; Ketut Purnamawan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada penelitian ini dilakukan pengembangan rancangan antena microstrip tapered patch yang dirancang untuk dilakukan pengukuran parameternya. Pengukuran dilakukan untuk mendapatkan karakteristik antena sebagai parameter antena mikrostrip yang akan diimplementasikan kedalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Penelitian ini sebagai pengembangan variatif rancangan untuk memperoleh hasil yang lebih optimal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis rancangan variatif antena dan merancang antena yang kemudian diukur untuk mengetahui karakteristik dari antena Microstrip. Metode eksperiment dilakukan dalam penelitian ini. Tahap pengerjaanya yaitu membuat desain rancangan antena sesuai persamaan yang ada yang kemudian dirancang dengan metode UV Photoresist laminate. Hasil rancangan antena diukur untuk mendapatkan karakteristik sebagai parameter antena meliputi frekuensi (bandwidth), SWR, VSWR, koofesien refleksi, pola radiasi dan penguatan (gain) serta nilai HPBW. Nilai-nilai tersebut mencerminkan karakter dari sebuah antena sebagai parameter antena yang layak diimplementasikan dalam sistem komunikasi internet dengan sistem wi-fi. Hasil penelitian ini meliputi: nilai lebar pita (bandwidth) = 0.21 GHz, VSWR = 1,23, SWR = 1,79, return loss = -20,00 dB, koofesien refleksi = 0,10 dan grafik pola radiasi dengan penguatan (gain) = 17 dB (polarisasi vertikal), 20 dB (polarisasi horizontal). Nilai Half Power Beamwidth (HPBW) 820 untuk pola radiasi vertikal dan pola radiasi horizontal. Kesalahan (error) hasil pengukuran 0,12% dengan keseksamaan 99,88%. Hasil ini memberikan indikasi sebagai rancangan antena yang layak untuk sistem komunikasi wi-fi. Penelitian ini sebagai salah satu aplikasi ilmu Fisika dalam dunia teknologi informasi dan diharapkan dapat bermanfaat sebagai dinamika wahana salah satu produk penerapan ilmu Fisika dalam bidang Teknologi Informasi.
Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Modul Fisika Interaktif Berbasis Masalah dalam Model BPBL untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMA Rai Sujanem; I Nyoman Putu Suwindra; Iwan Suswandi
Prosiding Seminar Nasional MIPA Vol. 8 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pilar pendidikan abad 21 adalah keterampilan berpikir kritis (kbk). Namun, realita yang ada, kbk siswa SMA masih rendah, untuk itu perlu dicari alternatif pemecahannya. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kebutuhan pengembangan modul elektronik fisika interaktif berbasis masalah (e-modul fisinberma) dalam model BPBL untuk meningkatkan kbk siswa SMA. Analisis kebutuhan meliputi: 1) studi literatur tentang konsep-konsep fisika yang esensial dan strategis, karakteristik e-modul fisinberma; 2) studi lapangan tentang konsep-konsep fisika esensial dan strategis yang telah diterapkan, alat-alat laboratorium dan ICT, (3) sumber belajar, dan (4) metode pembelajaran. Penelitian menggunakan metode survey pada 4 SMAN Singaraja. Subjek penelitian adalah 15 guru fisika dan 126 siswa SMA. Data dikumpulkan dengan wawancara, angket, observasi, dan tes. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) produk kegiatan studi literatur adalah (a) daftar konsep-konsep fisika esensial, (b) karakteristik e-modul fisinberma: masalah sehari-hari yang tak terstruktur, kompetensi inti dan dasar, indikator, uraian konsep esensial, contoh kbk, dan LKS; 2) produk kegiatan studi lapangan, yaitu: (a) daftar konsep-konsep esensial, (b) daftar alat lab dan ICT cukup memadai, (c) daftar sumber belajar cukup memadai, namun belum tersedia referensi yang bermuatan kbk, (d) metode yang biasa diterapkan guru adalah metode diskusi, ceramah, penugasan, dan kadang-kadang PBL dan Web.Kata kunci: analisis kebutuhan, e-modul fisika interaktif berbasis masalah, berpikir kritis
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA KELAS X SMA NEGERI DI KECAMATAN MENDOYO TAHUN AJARAN 2014/2015 Y. Z. Setiawan; Dewi Oktofa Rachmawati; Iwan Suswandi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 2 (2015): OKTOBER 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.065 KB) | DOI: 10.23887/wms.v9i2.12648

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa yang masih rendah. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kecamatan Mendoyo, (2) menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kecamatan Mendoyo, dan (3) menganalisis pengaruh motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kecamatan Mendoyo. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto korelasional. Populasi penelitian terdiri dari 362 siswa kelas X SMA Negeri di Kecamatan Mendoyo. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik proporsional random sampling berjumlah 190 siswa. Data motivasi belajar dan lingkungan belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Data prestasi belajar fisika dikumpulkan dengan menggunakan hasil tes yang mencakup materi suhu dan kalor. Analisis data menggunakan teknik analisis deskritif, teknik analisis regresi linier sederhana, dan regresi ganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat pengaruh signifikan dari motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa dengan persamaan regresi  = 58,438 + 0,214X1 (F = 8,368, p < 0,05, SE 19,88%   SR 77,08%), 2) terdapat pengaruh signifikan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa dengan persamaan regresi  = 36,955  + 0,506X2 (F = 61,784, p > 0,05, SE 5,91 % SR 22,92%), dan 3) terdapat pengaruh signifikan dari motivasi belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa dengan persamaan regresi = 27,975 + 0,486X1 +   0,143X2  (F = 33,899 p < 0,05, SE 25,79% SR 100%). 
Co-Authors ., Anak Agung Putri Pradnyawati ., Emiel Nur Aida ., Gede Teja Wira Setiawan ., Gusti Ayu Rai Tirta ., I MADE DEDY KRISNAYANA ., I Wayan Jati Adnyana ., Komang Angga Trilaksana ., Ni Luh Mita Antari ., Ni Wayan Tiwik ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS. ., Putu Rika Crisna Dewi Anak Agung Putri Pradnyawati . Dewi Oktofa Rachmawati Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Dr. Ni Made Pujani,M.Si . Emiel Nur Aida . Gede Saindra Santyadiputra, Gede Saindra Gede Teja Wira Setiawan . Gunadi, Gede Aris Gusti Ayu Rai Tirta . I G Aris Gunadi I G. A. N. Sri Wahyuni I Kadek Yudi Wihardi Marditha . I MADE DEDY KRISNAYANA . I Nyoman Putu Suwindra I Putu Widiarta . I Putu Widiarta ., I Putu Widiarta I Wayan Ade Surya Putra . I Wayan Ade Surya Putra ., I Wayan Ade Surya Putra I Wayan Jati Adnyana . I Wayan Santyasa I Wayan Santyasa I Wayan Suastra Kadek Dwi Cita Pusparini Kadek Surya Mahedy Kadek Yurika Prastiwi . Ketut Purnamawan Ketut Purnamawan Ketut Suma Ketut Suma Komang Angga Trilaksana . Lisniandila, Ni Putu Ayu Luh Putu Budi Yasmini Made Juniantari, Made MS Prof. Dr. Ketut Suma . Ni Ketut Rapi Ni Luh Mita Antari . Ni Luh Putu Rusmana Dewi . Ni Made Dwita Pradnya Suantari . Ni Made Dwita Pradnya Suantari ., Ni Made Dwita Pradnya Suantari Ni Putu Nadia Nikki Utami Ni Wayan Tiwik . Nurfa Risha Pande Made Selamet Riyadi . Pande Made Selamet Riyadi ., Pande Made Selamet Riyadi Prof. Dr. Ketut Suma, MS . Prof. Dr. Ketut Suma, MS. . Pusparini, Kadek Dwi Cita Putri Sarini Putu Artawan Putu Rika Crisna Dewi . Putu Yasa Rachmawati, Dewi Oktova Rai Sujanem Risha, Nurfa Setiawan, Y. Z. Utami, Ni Putu Nadia Nikki Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Wahyuni, I. G. A. Nyoman Sri Waruwu, Wenimanwati Winiari, Luh Putu Y. Z. Setiawan Yasmini, L. P. Budi